
"Khila......."ucap Mama dan Bunda bersamaan.
"Mama Bunda kenapa kalian bisa ada di sini, dan kenapa kalian tidak memberitahu Khila.... ada apa sebenarnya ini tolong jelaskan...... "ucap Khila terkejut dan marah membuat orang yang diruangan itu gugup, dan bungkam.
"Sayang sabarlah dulu nanti mama jelaskan, ayo masuk lah,lihatlah keadaan temanmu"ucap Mama menarik lembut Tangan Khila,namun Khila bersikap acuh dan berjalan menuju Brankar Nafisya
"Ada apa dengan mu Fisya,apa yang terjadi kenapa bisa begini , kenapa kamu tidak menghubungiku apa kamu tidak menganggap aku sebagai sahabat lagi? Fisya,"ucap Khila dengan air mata berlinang
"Tenanglah Khila"ucap Bunda mengusap bahu Khila
"Bukan begitu Khil,kejadiannya tanpa di sangka dan sudah takdir Allah, aku minta maaf belum memberitahumu, sebab aku tak ingin kau khawatir dan cemas seperti ini Khila, aku sayang kamu Khila"
"Kenapa kamu selalu merahasiakan apapun dari ku Fisya,yang lebihnya lagi sahabat aku sendiri kecelakaan aku tidak tau sama sekali,tapi kenapa Mama Anita yang tau , kamu tau Fisya aku lebih khawatir lagi kalau kamu tak kasih kabar, sebab aku telah menganggapmu bagian dari keluarga ku fisya"
"Iya Khila maafkan aku belum bisa mengabarin kamu Khil, aku juga tak ingin merepotkan dan mengganggumu Khil, juga kondisi ku belum memungkin kemarin Khil, aku belum boleh bergerak banyak, sekali lagi Maafkan aku, "ucap Nafisya berusaha senyum meyakinkan sahabatnya itu.
"Himnm....maafkan aku yang tadi, aku terbawa emosi, aku begitu karna aku sayang kau Fisya"
"Sudah lah Khil aku paham maksud kamu"
Mereka berdua tersenyum. Khila pun memeluk Nafisya yang sedang berbaring, dan Nafisya membalas pelukan Khila.
Melihat mereka berdua semua yang ada di ruangan itu terharu dan bahagia.
Pintu ruangan terbuka,menampilkan sosok Zayn, Khila dan Nafisya mengurai pelukannya dan beralih melihat ke arah pintu begitu juga Mama Anita, mama Yuni dan Bunda Ani.
"Bang Zayn....."ucap Khila terkejut sekaligus heran kenapa keluarganya sendiri tau keadaan Nafisya sedangkan dia sahabatnya tidak tau keadaan Nafisya
Mula-mula Zayn terkejut melihat kehadiran Bunda dan Khila.Namun Zayn tetap melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan.Khila mengikuti langkah Zayn hingga duduk di Sofa.
"Kok abang bisa ke sini, abang kenal dengan Nafisya begitu juga Mama dan Bunda kok bisa ada di sini, kok kalian lebih dulu tau dari pada aku, ada apa sebenarnya bang?? "ucap Khila membuat Nafisya dan Mama Yuni bertanya-tanya.
"Kamu tanya sama Mama apa yang terjadi, abang pusing dengan pernyataan kamu"ucap Zayn datar membuat Khila melongos.
Mama Anita dan Bunda mendekati Zayn dan Khila yang duduk di Sofa.Sedangkan Mama Yuni menyuapi Nafisya makanan rumah sakit.
"Mama Khila butuh penjelasan Mama, apa yang sebenarnya terjadi"
"Iya sayang Mama akan ceritakan"Mama Anita mulai menceritakan pada Khila bahwa pada saat pasca kecelakaan Nafisya bang Zayn lah yang menyelamatkannya dan membawa ke rumah sakit. dan Saat Nafisya koma pun Bang Zayn dan Mama Anita yang menjaganya kebetulan waktu itu keluarganya tidak ada.
Mama Anita tidak menceritakan sebenarnya yang terjadi, Bukan melindungi Zayn tapi ini untuk kebaikan semuanya lagi pula mama Anita dan Zayn juga tidak lari dari masalahnya hanya saja berusaha menutupi masalah. Yang hanya tau kebenarannya adalah Bunda Ani, Mama Anita menceritakan semuanya pada Bunda Ani, tapi bunda Ani mengerti dan memaklumi kesalahan yang tidak di sengaja itu.
****************
Sore harinya semua orang telah pulang hanya tinggal Syakira dan Khila yang menemani Nafisya, mereka menghibur dan bercanda gurau bersama.
"Maaf Ya Sya, aku tanya ini sama kamu"
"Iya Khil, tanya apa? "
"Gini Sya be....hhmmm berarti tulang kaki kamu retak Sya? dan... dan... otomatis kamu tidak akan bisa jalan seperti biasanya lagi Sya"ucap Khila
"Hhhmm..... begitu lah Khil, namanya juga Qodharullah Kita tidak bisa menentang, Kita harus Ikhlas walau itu semua sangat berat"ucap Nafisya tersenyum terpaksa dengan genangan air mata
"Fisya aku salut banget sama kamu Sya, kamu hebat, kamu tenang saja Sya, Aku akan selalu ada untuk kamu sampai kapan pun itu"ucap Khila berdiri tegak dengan hentakkan Kakinya.melihat tingkah Khila Nafisya tidak bisa menahan tawa dan Mereka tertawa bersama-sama.
"Heheheh, Kak Khila ada-ada aja, tapi ya sejak ada Kak Khila, Kak Nafisya sudah bisa tertawa bahagia lagi, kemarin-kemarin aja sama aku ngak ada"ucap Syakira cemberut memonyongkan bibirnya
"Soalnya kamu bikin kakak kesal sih, apalagi lagi kemarin aku ditinggal sendirian di taman, untung ada Pak Zayn yang bantuin bawa ke ruangan, kalau ngak gimana coba?"
"Bukan ditinggal Kak, tapi disengaja karna ada Pak Zayn di situ"ucap Syakira
__ADS_1
"Pak.... Zayn kamu panggil Bang Zayn dengan sebutan Pak.... aduh.... Fisya.... Fisya apa dia kelihatan bapak-bapak, dan dia tidak marah sama kamu jika kamu panggil Pak"ucap Khila menepuk jidatnya
"Iya..... Khil trus aku mau panggil apalagi coba? kalau tuan kan ngak mungkin, kalau abang juga ngak mungkin, apalagi Mas tambah ngak mungkin lah Khil, aku lihat-lihat dia juga ngak marah tuh biasa aja"
" Aduhhh...... Sya pusing aku ngomong sama kamu, sejak kapan sih jadi cerewet ini? "ucap Khila
"Kok cerewet sih, kan benar apa yang barusan aku omongin"ucap Nafisya
"Iyain...... aja Kak, nanti dia malah ngambek"ucap Syakira
"Ihhhh...... kamu ya dek, main nyosor aja kalau orang lagi bicara"ucap Nafisya
"Sudah.... sudah ,Oh iya Sya aku akan hubungi Mita, Kak Alvan, Arga, dan Andi soal kamu ada di rumah sakit"
"Ehh... eeh jangan Khil, cukup kamu aja yang tau Khil, lagian aku kan ngak parah banget, jadi jangan ngerepotin mereka deh"ucap Nafisya ngak enak hati
"Ngak ada yang mereka di repotin, pasti mereka akan kecewa nantinya jika tidak diberitahu, aku bakalan tetap hubungi mereka titik..... "ucap Khila
mau tidak mau Nafisya harus menerimanya lagian mereka semua juga teman-temannya Apa salahnya mereka harus tau kondisi Nafisya.
*********
Sesudah Sholat Magrib, Khila pulang, karna ditelepon oleh Bunda Ani, sekarang hanya ada Ayah, Mama Yuli, Mama Anita ,Zayn dan Syakira di kamar inap Nafisya.
Dokter memeriksa keadaan Nafisya.
"Apa ada yang dirasakan keluhan lainnya"ucap dokter
"Alhamdulillah tidak dok, cuma kaki saya tidak bisa digerakkan, jika bergerak banyak akan sakit"ucap Nafisya
"Iya, itu yang namanya retak dek"ucap dokter
"Dek Nafisya Alhamdulillah udah baik, luka luarnya juga udah kering, tapi kita tunggu saja besok bu, udah boleh pulang atau belum nanti saya kabarkan lagi. Oh.... iya bu, apa dokter spesialis Tulang sudah di hubungi atau belum, karna nanti saya khawatirkan Kakinya semakin parah, karna ini retak jadi tidak bisa untuk di lakukan operasi, namun keretakan ini jika dibiarkan maka memungkinkan akan lumpuh"ucap Dokter.semua orang yang di sana sangat terkejut mendengarnya.
"Lumpuh Dok?? "ucap Mama Yuni menutup mulutnya
"Iya Bu, karna resikonya tidak main-main, segera ibu harus melakukan rontgen dan terapi,"
"Iya baik dok, terima kasih"
"Iya bu, kalau begitu saya permisi"ucap dokter keluar dari ruangan
Zayn juga terkejut mendengar pernyataan dokter tadi, dia juga tidak tega melihat keadaan Nafisya seperti itu, ini semua juga salahnya. Zayn akan bertanggung jawab tapi bagaimana caranya apa yang harus di lakukannya. banyak pertanyaan yang ada dibenaknya membuat dia pusing dan bingung.
Sedangkan Nafisya hati sangat sangat teriris-iris, namun apalah dayanya saat ini selain pasrah dan berdo'a kepada Allah.
"Bagaimana mana ini yah, mama tidak mau Nafisya lumpuh"ucap Mama
"Ayah sudah berusaha meminjamkan uang untuk biaya terapi Nafisya Mah, tapi tidak satupun yang mau meminjamkannya, Ayah rasa jalan satu-satunya kita harus menjual mobil kita ayah rasa untuk biaya rumah sakit dan terapi beberapa kali itu akan cukup"ucap Ayah sedih
"Apah...... yah mobil itu dijual trus bagaimana kendaraan kita lagi yah, bagaimana caranya untuk balik ke kampung, lagian itu mobil tidak akan mahal dibeli orang yah, Ira rasa tidak akan lebih dari 80 juta yah, itu mobil satu-satunya peninggalan kakek untuk keluarga kita yah"ucap Syakira
"Ira apa kamu tidak kasian melihat kakakmu, hanya itu jalan satu-satunya, tidak ada yang berharga kecuali kesembuhan kakakmu, kamu harus mengerti Ira, kita tidak ada cara lain"ucap Mama
"Yang Ira katakan memang benar mah, mobil itu banyak kenangan di dalamnya, satu-satunya peninggalan kakek, Ayah dan mama juga kesulitan nantinya pulang kampung jika tidak ada mobil,jangan dijual mobil itu demi kesembuhan Fisya, jika ini takdirnya mama Fisya akan terima mah"ucap Nafisya menahan air matanya agar tidak luruh
"Aku mengerti dengan kakak, dia sangat hancur sekarang, tapi..... jika kakak lumpuh aku tidak terima, aku tidak ingin Kak, dan apalagi tidak akan ada laki-laki yang mau menikah dengan perempuan lumpuh"ucap Syakira memeluk Nafisya
"Saya akan bertanggung jawab terhadap Nafisya"ucap Zayn lantang dan tegas
semuanya langsung melihat ke arah Zayn dengan bertanya-tanya. begitu juga Nafisya.
__ADS_1
"Zayn kamu akan menikahi Nafisya nak? "ucap Mama Anita
"Hah....... menikah"ucap semua orang termasuk Zayn
"Bu.... bu.... "ucap Zayn terpotong
"Maaf Pak.... Bu... Anak saya Zayn ingin meminang dan menikahi anak kalian Nafisya, dan semua biaya pengobatan nak Nafisya nantinya akan ditanggung oleh Zayn"ucap Mama Anita berbinar membuat semuanya terkejut begitu juga Zayn dan Nafisya yang saling melempar pandangan tidak mengerti.
"Maaf Bu.... dan nak Zayn bukan saya menolak atau menerima, tapi apa yang di ucapkan barusan itu benar atau tidak?,apalagi anak saya Nafisya dalam keadaan yang sedang tidak baik-baik saja, apa keluarga kaya seperti kalian menerima anak saya dengan keadaan seperti sekarang ini, dan maaf sekali lagi saya masih bisa menafkahi dan membiayai kehidupan anak saya"ucap Ayah
"Bukan begitu yang kami ucapkan Pak, Zayn tolong jelaskan yang sebenarnya"ucap Mama Anita penuh harap dan berbinar kepada Zayn membuat Zayn bingung harus menjelaskan apa. karna maksud Zayn bukan menikahi Nafisya tapi membiayai biaya pengobatan Nafisya tapi melihat mama bahagia Zayn tidak mungkin mengecewakan mamanya.
Zayn mengambil nafas dalam-dalam
"Zayn ayo katakan"desak mama
"Begini pak, bu saya ingin bertanggung jawab dengan kehidupan Nafisya termasuk biaya pengobatan, dann....... saya bermaksud ingin mempersunting anak ibu dan bapak jika di izinkan. soal Nafisya saya akan menerima semua keadaan, kekurangan dan kelebihannya"ucap Zayn mantap yang tiba-tiba membuat Nafisya menangis terharu entah bahagia atau sedih.
"Bagaimana Mah? "ucap Ayah bertanya pada Mama
" Begini bu Anita dan nak Zayn apa yang membuat kalian yakin dengan putri kami"
"dia anak yang baik, sholeha, ramah dan lemah lembut itu lah yang membuat saya yakin dia bisa menjadi pendamping Zayn"
"Maaf ya Bu jika kami banyak bertanya, sebab Nafisya adalah putri sulung kami, kami tidak ingin dia jatuh pada keluarga yang salah,kami ingin dia mendapat keluarga baik yang menerimanya,"ucap Mama Yuli membuat Nafisya terharu
"Tak apa Bu, saya juga akan seperti ibu pada putri saya, tapi apalah saya hanya punya 1 putra yang pastinya saya ingin dia memiliki pendamping yang baik seperti Nafisya.Dan kami juga minta maaf pada ibu dan bapak karna cara melamar kami yang tidak tepat bukannya mengambil kesempatan tapi mungkin ini sudah jalannya"ucap Mama Anita
"saya juga segan sama ibu dan nak zayn udah baik banget sama keluarga saya, tak masalah lah bu cara melamar setiap orang berbeda-beda, saya sangat berterimakasih banget terhadap niat baik nak Zayn yang ingin meminang Nafisya, kami sebagai orangtua tidak bisa mengambil keputusan, sebab Nafisya lah yang akan menjalaninya nantinya"
"Bagaimana nak, apakah kamu menerima lamaran nak Zayn?? "ucap Ayah
entah secara sadar atau tidaknya Nafisya menganggukkan kepalanya tanda setuju
"Alhamdulillah"ucap semua orang tidak dengan Zayn yang heran karna tadi dia berharap Nafisya tidak menerimannya
"Kak kamu yakin Kak, ingin jadi istri Pak Zayn "bisik Syakira membuat Nafisya terkejut bukan main.
"I...is.... istri....istri"ucap Nafisya dianggukan oleh Syakira.
"Kami rasa untuk acara repsesi pasti belum bisa diadakan bu, melihat kondisi Nafisya sekarang"ucap Mama Yuli
"Iya benar bu, acara resepsi pernikahan sebaiknya kita lakukan setelah Nafisya sehat nanti, yang terpenting menikah secara agama dan hukum dulu bu, dan lebih cepat lebih baik"ucap Mama Anita
"Alhamdulillah,jika itu menurut pihak laki-laki maka kami akan terima, dan kapan ijab kabulnya di lakukan bu"
"2 hari lagi"
"2 hari lagi ???? "ucap semua orang terkejut termasuk Nafisya juga terkejut kenapa bisa secepat ini dia menjadi seorang istri
"Apa tidak terlalu cepat bu Anita?? "
"Mah kenapa 2 hari lagi mah, ini sangat cepat sekali, tanpa persiapan apapun? ,waktunya sangat singkat mah"ucap Zayn tidak terima
"Zayn niat baik tidak boleh ditunda-tunda, karna lebih cepat lebih baik, kenapa harus lama-lama lagi pula kedua belah pihak juga setuju"ucap Mama Anita
"Jika itu keputusan dari pihak laki-laki kami juga akan menerimanya bu. "ucap Mama dan Ayah tersenyum simpul.
Ya mau tidak mau pihak perempuan harus menerima keputusan hari pernikahan yang ditetapkan pihak lelaki.
...****************...
__ADS_1