Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Weekend


__ADS_3

1 minggu telah berlalu


Selama seminggu ini Nafisya tetap ngampus seperti biasa, tanpa memikirkan masalah yang sudah berlalu tentang tuduhan dan penyebaran berita hoax di kampus mengenai dirinya.Karna Zayn sendiri sudah menyelesaikan masalah tersebut dengan clear dan tuntas bersama para petinggi kampus Nafisya.


Semua warga kampus benar-benar di kejutkan dengan berita konferensi pers Nafisya bersama Zayn, yang ternyata keduanya telah menikah hampir satu tahun yang lalu.jadi orang yang mereka tuduhkan terhadap Nafisya adalah Pak Zayn yaitu seorang dosen terkenal dan di segani dalam dunia perguruan tinggi di kota tersebut apalagi juga terlibat dalam pengelolaan bisnis perusahaan yang bergerak dalam bidang media.


Mahasiswa dan mahasiswi yang menghujat waktu itu terutama yang seangkatan dengannya terlihat bungkam dan malu muka setiap bertemu dengan Nafisya setelah mengetahui kebenarannya.Sebagian mereka mengakui bersalah dan ada juga beberapa mahasiswi yang merasa malu dan menutupi kesalahan mereka karna telah terbukti menyebarkan berita hoax dan bohongan di kampus, tapi mau tidak mau semuanya di wajibkan minta maaf oleh rektur kampus kepada Nafisya.


*******


Kebetulan hari ini weekend, Zayn dan Nafisya tetap stay berada di apartemen,mereka tidak kemana-kemana apalagi melakukan aktivitas lain di luar, lebih tepatnya Zayn masih bergulung di bawah selimutnya, Zayn kembali melanjutkan tidurnya setelah melaksanakan sholat subuh bersama sang istri.


Bukan ingin bermalas-malasan tapi karna efek kecapek an dan kelelahanlah yang membuat Zayn tertidur di pagi ini.Sejak Kelvin dan tantenya berbulan madu jadi Zayn lah yang harus mengurus sendiri perusahaan mamanya dan sesekali di bantu mama Anita,belum lagi harus mengajar di kampus.Kegiatan sehari-harinya benar-benar padat dan banyak menguras energi.


"Abang! bangun Bang!


"ini udah jam 9 pagi lho bang, sarapan pagi dulu"ucap Nafisya lembut sambil menggoyangkan lengan kekar Zayn.


"ABang! Bang"Nafisya masih setia duduk tepi ranjang dekat Zayn berbaring.


"Hoamm... 10 menit lagi dek, temani Abang berbaring dulu sebentar"ucap Zayn dengan suara srek khas bangun tidur sambil menarik cepat tangan Nafisya hingga menimpa tubuhnya.


"Abang......lepas ihhh, ngapain begini coba,bukannya malah bangun malah di ajak di tidur kembali"gerutu Nafisya, berusaha bangkit dari tubuh Zayn, tapi dengan cekatan Zayn menggeser tubuhnya dan membaringkan Nafisya di sampingnya sambil memeluk tubuh Nafisya yang mungil seperti bantal guling.


"Astagfirullah Abang, sesak nih tubuh Fisya di peluk erat seperti guling"ucap Nafisya mengeliat berusaha keluar dari pelukan Zayn.


"Biarkan begini sebentar sayang"ucap Zayn sambil melonggarkan sedikit pelukannya dan menghirup wanginya rambut Nafisya, di selingan dengan menyelusup mencium ceruk leher Nafisya.


"Udah ah geli Abang,cepat lepasin nih pelukan Abang"


"Ayo bangun!, kerjaan Fisya bukan ini aja masih banyak yang lain"ucap Nafisya bangkit, walau sedikit kesal Zayn melepas pelukannya pada sang istri.

__ADS_1


"Manja-manja sebentar aja susah banget dek"ucap Zayn cemberut dengan wajah datarnya kemudian bangun duduk di atas ranjang dengan wajah kusut bangun tidurnya.


"Nanti aja manja-manjanya, sekarang Abang mandi sana trus sarapan pagi di meja makan udah Fisya siapin dari tadi"


"tapi manjanya nanti sama Mama aja,ngak sama Fisya hihihihiii "ucap Nafisya cekikikan sambil setengah berlari keluar kamarnya.


"Nafisyaaaaaaaaa, jangan harap lepas nanti dek"teriak Zayn.


*************


Setelah memakan sarapan paginya, Zayn duduk bersantai di sofa sambil memangku laptopnya dan memeriksa semua tugas kuliah dari mahasiswanya, karna besok adalah hari pertama Ujian akhir semester jadi semua tugas harus masuk kemarin.


Sedangkan Nafisya sedang menjemur pakaian di balkon apartemen nya.


derrrttt derrttt derrrttt panggilan masuk dari ponsel Zayn.


"Kelvin, kenapa tiba-tiba menghubungiku, setelah seminggu lebih berbulan malu, baru sekarang ingat untuk menghubungi"ucap Zayn mengangkat ponselnya.


"Iya ada apa? gw kira lho udah lupa sama gw saking asiknya menikmati bulan madu dengan tante gw"


"Hemm terserah lho deh, jadi lho telepon gw untuk apa? kerjaan gw banyak nih!


"Oh ya masih berapa lama lho di sana? betah banget lho di Singapura,sampai ngak mau pulang lagi ke Indonesia lho? "


"Jangan malah enakan lho di sana, sedangkan gw disini tersiksa kerja sendirian mengurus perusahaan belum lagi mengajar di kampus"


"Ngak satu-satu pekerjaan yang gw lakukan,"cerocos Zayn tidak henti


"Sabar-sabar bro, lho kebiasaan kalo ngomong panas telinga gw dengarnya, ngak berhenti dari tadi, mana gw mau bicara kalo dari tadi lho aja yang ngomong"


"Hari ini gw pulang ke Indonesia, gw minta tolong sama lho jemput gw dan Ayana di bandara, 1 jam lagi kami berangkat"jelas Kelvin to the point

__ADS_1


"Syukurlah kalo lho pulang hari ini, tapi enak aja lho nyuruh gw jemput lho ke bandara, emangnya siapa lho,mau gw potong separoh gaji lho bulan ini!! "


"Heheheh,,,, jangan dong bro,walau gini-gini gw ini Om lho bro suami tante lho, kalo lho potong gaji gw gimana gw mau nafkahi tante lho"ucap Kelvin dengan jurus mengiba


Setelah memutuskan teleponan dengan sahabatnya itu yang sekarang menjadi Om nya Zayn ,jika di lanjutkan mungkin akan membuat Zayn tambah kesal.


"Telefonan dengan siapa bang? sampai bikin kesal begitu"ucap Nafisya berjalan ke arah Zayn sambil membawa dua gelas air putih.


"Siapa lagi kalo bukan kelvin , mentang-mentang dia sekarang jadi suami tante malah seenaknya sama Abang"


"Emangnya apa yang Kak kelvin lakukan sama Abang?bukankah Kak Kelvin dan tante Ayana masih di Singapura Bang"ujar Nafisya bingung.


Zayn meneguk habis segelas air putih yang di bawakan Nafisya tadi, sebelum melanjutkan bicaranya.


"Mereka pulang hari ini, tapi si Kelvin itu dengan entengnya minta Abang jemput dia dan tante ke Bandara, dasar kurang ajar tuh dia"gerutu Zayn menahan kekesalannya.


"Huttsss Abang, ngak boleh begitu, menurut Fisya ngak ada salahnya kok Kak Kelvin minta tolong pada Abang untuk jemput dia dan tante ke Bandara dari pada naik taksi kan masih hemat biaya juga kalo di jemput"


"Oh iya Jam berapa mereka tiba di Bandara, nanti kita jemput ya Bang sekalian juga kita main ke rumah Mama Anita"ucap Nafisya tersenyum manis untuk memulihkan suasana hati Zayn yang sedang kesal.


"Kok adek malah mendukung Kelvin dari pada Abang? sekarang dia minta tolong, nanti selanjutnya dia malah seenaknya aja tanpa segan-segan nyuruh abang"ucap Zayn tidak terima.


"Hehehehehhe,,,,, Abang.... Abang, kalo Abang nyuruh-nyuruh kak Kelvin ngak papa tapi kalo kak Kelvin minta tolong aja masa Abang ngak mau, aneh sih Abang"


"Mungkin Abang udah mikirnya terlalu jauh jadi belum apa-apa Abang udah suudzhon duluan dan menyimpulkannya sendiri"Zayn menghembuskan nafasnya pelan


"Udah ah terserah adek aja, dari pada kita berdebat juga ngak akan kelar-kelar "ucap Zayn mengalah


"Lebih baik adek sana siap-siap dulu, kita akan jemput mereka ke Bandara "ucap Zayn


"Wahhh benaran bang?? yaudah deh fisya siap-siap"ucap Nafisya terlihat bahagia, kemudian dengan senang hati berjalan menuju kamar mereka.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2