Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Zayn Aneh


__ADS_3

Zayn melajukan mobilnya bukan ke arah rumahnya Nafisya atau pun ke arah rumah Mama Anita.


"Bang kita mau kemana bang, kita pulang dulu bang, itu sudut bibir kamu berdarah, wajah kamu juga lebam, biar aku bersihin dulu "ucap Nafisya hati-hati.


Tapi Zayn tidak merespon Nafisya, dia fokus menyetir, pikiran dan hatinya sangat panas sekarang, bagaimana tidak istrinya disentuh oleh orang lain, bahkan memaksa menarik tangan Nafisya, dengan beraninya juga orang itu menyebut Nafisya sebagai miliknya yang jelas-jelas sekali Nafisya adalah istri sah. Rasanya Zayn benar-benar marah karena itu. Zayn juga tidak tau perasaannya sekarang yang jelas dia sangat kacau.


mobil Zayn berhenti di sebuah gedung apartemen, yang sangat jarang dikunjungi, jika butuh kesendirian, barulah Zayn datang ke apartemen untuk menenangkan pikirannya.


"Ngapain kita kesini bang?"ucap Nafisya bingung dan tidak bergerak .


"Ayo keluar"ucap Zayn kemudian turun dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Nafisya dan membantu Nafisya keluar dari mobil menggunakan tongkatnya.


"Bukankah ini apartemen bang, ini milik siapa dan apa yang kita lakukan disini"ucap Nafisya berjalan dibantu Zayn.


"Bang jawab dong bang?" ucap Nafisya menatap iba pada Zayn


" diam lah "ucap Zayn datar


Nafisya yang merasa kecewa dengan Zayn, akhirnya diam walaupun dia merasa tidak tenang dan sedih. Mereka menaiki Lift menuju no. apartemen Zayn.


akhirnya Mereka sampai juga didepan pintu apartemen Zayn, Zayn mengetik kode kunci apartemennya hingga pintu terbuka.


Nafisya berdiri didepan pintu, sedangkan Zayn telah masuk duluan.


"Masuk"


dengan langkah pelan dan bantuan tongkatnya Nafisya masuk ke dalam apartemen.


"Assalamualaikum"ucapnya


"Bang....!! "


"Nanti jelaskan, sekarang masuklah ke kamar"ucap Zayn masuk duluan ke kamar yang ada di apartemen itu yang hanya ada satu kamar.


Nafisya dibuat bingung oleh ucapan Zayn. walau begitu dia masih tetap mengikuti Zayn. Saat Nafisya masuk. Zayn mengunci pintu kamarnya. kemudian Zayn memojokkan Nafisya ke didinding sebelah pintu.


"Apa bang.... Fisya bisa jelaskan semua yang terjadi bang, abang nggak usah salah paham dulu"ucap Nafisya gugup di tatap Zayn secara dekat.


"Salah paham..... dia bilang kau adalah miliknya, jadi aku ini apa hah??"


"dia sampai menarik dan memaksanya mu begitu, untuk menuruti apa yang dia mau, jika aku tidak ada di situ tadi, entah apa yang akan terjadi padamu"


"bukan begitu bang, ini tidak seperti yang kamu bayangkan.... tapi..... "ucap Nafisya terpotong saat Zayn men**um bibirnya.Nafisya terkejut bola matanya membulat sempurna, dia ingin bicara tapi Zayn membungkam bibirnya dengan bibir Zayn.Nafisya memukul-mukul dada Zayn. akhirnya Zayn melepaskan ci**mannya.


keduanya terengah-engah, Nafisya merasa sesak,dia menghirup udara sebanyak-banyaknya. Zayn kembali men***m Nafisya dengan ganas, sebenernya Zayn tidak mahir dalam bidang ini, dia hanya mencu**bu Nafisya dengan cara yang kaku begitu juga Nafisya yang tidak tau cara membalas ci***man Zayn, ini pengalaman pertama baginya, dengan air mata yang jatuh dipipi Nafisya, dia tidak bisa melawan atau memberontak sedikit pun atas apa yang Zayn lakukan. karna Nafisya tidak membalas sedikit pun dengan kesal Zayn meng***t bibir bawah Nafisya, tanpa sadar Nafisya membuka sedikit bibirnya dan Zayn melanjutkan kegiatannya.Tangan Zayn berusaha membuka jilbab Nafisya dengan susah payah,hingga jilbabnya terlepas dan jatuh ke lantai, Zayn kembali membuka ikat rambut Nafisya dan tergerailah rambut panjang Nafisya yang indah, sudah sebulan lebih hidup bersama Nafisya, baru hari ini Zayn melihat keindahan rambut yang ditutupi Nafisya. kemudian Zayn menatap lembut bola mata Nafisya yang dipenuhi air matanya. Zayn menghapus air mata Nafisya.dan menciumi wajah Nafisya.


"Bang ini tidak benar"ucap Nafisya bergetar menunduk dengan air mata yang terus mengalir.


"Trus dia yang lebih berhak padamu dari pada aku"bentak Zayn kembali marah


"Tidak bang..... Tidak.... "ucap Nafisya berteriak.


"dengarkan aku Nafisya kau istriku aku berhak atas dirimu.... cam kan itu"ucap Zayn mengangkat dagu Nafisya untuk menghadap padanya.


"Tapi kau tidak cinta dengan ku bang..... "ucap Nafisya bergetar dengan suara parau menangis. mendengar ucapan Nafisya hati Zayn bagaikan ditusuk ratusan duri tajam. keduanya sama-sama diam. beberapa menit kemudian


"Maafkan aku, sudah lah kau istirahatlah"ucap Zayn membimbing Nafisya menuju ranjangnya.tapi Nafisya malah membungkuk mengambil jilbabnya di lantai.

__ADS_1


"Biarkan seperti ini, kau tidak perlu menutupinya dari ku, kau cantik begini"ucap Zayn pelan, Nafisya menatap Zayn dengan sendu. Zayn menganggukkan kepalanya pada Nafisya.


"Ayo"ucap Zayn membantu Nafisya berdiri kembali


"Nanti aja bang, biar aku bersihin dulu luka di wajahmu" disaat begini Nafisya masih mempedulikan Zayn, walau Zayn sempat marah dan membentaknya tadi.


"Tidak usah, kamu istirahat saja, biar aku yang bersihin sendiri."


"Tidak bang, kamu begini karna ku, aku yang akan membantumu dan membersihkan luka diwajahmu."ucap Nafisya


"Kamu keras kepala sekali, yasudah, terserah kamu aja"ucap Zayn pasrah menatap lembut Nafisya.


"abang duduklah di ranjang, biar aku yang ambil air hangat dulu"


"Apa kamu bisa sendiri"ucap Zayn cemas


"tenanglah bang, kamu tidak usah khawatir,"ucap Nafisya melangkah dengan tongkat di tangannya meninggalkan Zayn yang masih menatap Nafisya dengan uraian rambut panjangnya hingga paha.


"Kamu sungguh istimewa dan unik, kamu tidak pernah merasa dendam dan marah pada ku, walaupun aku bersikap acuh dan kesal padamu, kamu tetap peduli dan memperhatikan ku"gumam Zayn sendiri


20 menit kemudian, Nafisya datang membawa baskom berisi air hangat,kemudian meletakkannya di nakas.


"Bang ada handuk kecil di sini"ucap Nafisya membuyarkan lamunan Zayn


"ada biar aku ambilkan"ucap Zayn melangkah menuju lemari


"Ini"


"Iya"


Zayn kembali duduk di ranjangnya, kemudian Nafisya menghampiri Zayn dengan membawa baskom berisi air hangat.


Zayn hanya mengganggukkan kepalanya


Dengan perlahan dan hati-hati Nafisya merendam handuk kecil kemudian diremesnya dan di usapkan pada wajah Zayn yang lebam, juga pada bibir Zayn yang sedikit berdarah yang membeku.


"awww...... "


"Maaf ya bang.... sakit ya"ucap Nafisya hati-hati


"nggak kok"ucap Zayn menarik sudut bibirnya


Nafisya dengan telaten mengusap wajah Zayn dengan handuk kecil yang hangat. Zayn tidak luput memperhatikan Nafisya, rambutnya yang indah membuat Zayn kagum, sesekali Zayn menyelinapkan rambut Nafisya pada telinganya.mampu membuat Nafisya malu dan canggung.


"Udah bang"ucap Nafisya setelah selesai dengan kegiatannya.


"Ohh iya di sini ada p3K nggak bang."


"Ngak ada, ini juga udah nggak papa kok"


"Yaudah,kalau gitu biar Fisya simpan dulu ini ke belakang"ucap Nafisya hendak berdiri dengan tongkatnya


"ga usah biar abang yang letakkan ini ke belakang"ucap Zayn mengambil alih baskom dari tangan Nafisya.


"biar Fisya aja bang"


"sekali ini saja jangan membantah, kamu istirahatlah"

__ADS_1


"Iya deh"ucap Nafisya pasrah.


Zayn mengantar baskom tadi ke dapur, setelah itu kembali lagi ke kamar, Nafisya masih tetap duduk di sisi ranjang sudah rapi dengan jilbabnya kembali


"Kenapa nggak tidur,trus jilbab kok dipasang lagi"


"Nggak deh bang, tanggung ini udah sore aku belum mandi, kita pulang yuk bang"ucap Nafisya memelas


"Tidak kita nginap disini"


"Kita nggak bawa baju ganti lho bang, trus kalau mama Khawatir gimana"


"Kita beli aja, nanti aku kabari mama kalau kita nginap disini"


"kok dibeli sih bang, padahal kan kita punya banyak baju dirumah"


"Kamu turuti aja apa kata abang, jangan bertanya lagi Ok"ucap Zayn. dia harus banyak sabar menghadapi Nafisya yang super cerewet dan keras kepala.


"Ok."


"tunggulah disini, abang mau keluar dulu membeli apa yang kita butuhkan."


"Iya bang, hati-hati"ucap Nafisya meraih tangan Zayn dan menciumnya, entah dorong dari mana Zayn membalas dengan mencium kening Nafisya,membuat Nafisya tersenyum malu.


"sekarang kita biasakan ya"ucap Zayn dijawab anggukan malu oleh Nafisya.


setelah Zayn pergi Nafisya hendak menuju kamar mandi untuk berwudhu melaksanakan sholat ashar.setelah selesai Nafisya mencari-cari mukenah.


"mana mungkin ada mukenah disini"gumam Nafisya, terpaksa Nafisya sholat dengan baju gamis dan jilbabnya, juga pake kaos kakinya, sajadahnya di alas menggunakan kemeja Zayn.


setelah selesai sholat Nafisya


Nafisya mengambil Handphonenya mengetik pesan untuk Zayn.


"Assalamualaikum...


Bang disini juga ngak mukenah ya?, trus jangan lupa beli bahan makanan ya bang, untuk makan malam nanti"


Zayn langsung membalas pesan Nafisya


"Wa'alaikumsalam


nanti abang beliin mukenahnya, kita pesan makanan aja nanti pake go food"


Nafisya tersenyum


"Biar nanti Fisya aja yang masak ya bang🙏🤗,kita nggak perlu pesan makanan"


"Kamu pasti lelah nantinya, mengertilah abang ngak mau kamu kenapa-kenapa, lain kali kamu bisa masak"


Nafisya tersenyum


"Yaudah bang, Makasih😘"


Hanya diread oleh Zayn.


"Kenapa dengan bang Zayn, setelah kejadian tadi, dia begitu baik dan perhatian pada ku, bahkan dia selalu menatap ku dengan lembut, tidak datar lagi.... ah..... nggak boleh terlalu berharap Fisya, dia memiliki pacar, nggak mungkin dia menyukaimu apalagi mencintaimu"ucap Nafisya geleng-geleng kepala.dia berperang dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


...****************...


Bantu dukung karya author dengan like, komen, kritikan juga saran boleh, jangan lupa votenya ya teman-teman supaya author semangat updatenya.


__ADS_2