Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Zayn and Nafisya


__ADS_3

Pagi Ini Zayn berencana Mengajak Nafisya pergi konsultasi ke dokter tulang kenalannya. Zayn duduk diruang keluarga menunggu Nafisya bersiap-siap.


"Mau kemana nak, udah rapi banget"ucap Mama masuk kerumah habis menyiram bunga di depan.


"Itu mah, aku mau bawa Nafisya konsultasi ke dokter kenalan aku"ucap Zayn mulai ramah


"Oohh...trus Fisya nya mana nak? "ucap Mama melirik


"Masih siap-siap di kamar mah"ucap Zayn


"Ya Ampun anak itu memang lama siap-siapnya, maaf ya nak kamu pasti lama nunggunya"ucap Mama merasa tidak enak


"Hhmm....ngak papa mah"ucap Zayn datar


"Sebelum pergi ngak sarapan dulu nak?"


"Ngak usah mah, sarapan di luar aja nanti"


"Yaudah mama lihat Fisya dulu di kamar"ucap Mama beranjak menuju kamar Nafisya


"Kak udah siap belum, suami mu udah nunggu lho"ucap Mama masuk ke dalam kamar Nafisya terlihat Nafisya sudah selesai memasang jilbab nya


"Iya mah, aku ambil tas dulu"ucap Nafisya mendorong kursi rodanya


"Biar mama yang ambilin"ucap Mama melangkah kaki menuju lemari untuk mengambil tas selempang Nafisya


"nih, ayo keluar kasian nak Zayn menunggu lama"ucap mama mendorong kursi roda Nafisya menuju Ruang keluarga dimana Zayn duduk


"Udah siap bang"ucap Nafisya pada Zayn yang masih sibuk dengan hpnya kemudian menoleh kearah Nafisya yang terlihat cantik alami dengan gamis abu-abu dan jilbab yang senada


"Ehh... iy.. iya"ucap Zayn gugup, karna awalnya sempat terpesona dengan Nafisya


"Biar mama antar keluar"ucap Mama mendorong kursi roda Nafisya dan diikuti oleh Zayn di belakang.


tiba didepan


"Mama kakak pergi dulu ya, Assalamualaikum "ucap Nafisya meraih tangan mama dan menciumnya.


"Aku bawa Fisya ya mah"ucap Zayn melakukan hal sama dengan Nafisya


"Wa'alaikumusalam ,Hati-hati ya nak"ucap Mama


Zayn membantu Nafisya masuk mobil dan menyimpan kursi roda Nafisya di bagasi ,setelah itu Zayn masuk duduk dikursi Kemudi.setelah mengaklason mobilnya, Zayn melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Nafisya yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.


di dalam mobil


"Kita sarapan dulu"ucap Zayn fokus mengemudi


"kenapa ngak sarapan dirumah dulu tadi bang, kan uangnya bisa di simpan, kalau aku cuma makan roti doang udah kenyang bang"ucap Nafisya polos


" Uang bisa dicari, hidup itu yang harus di nikmati, kamu tu jangan cari-cari penyakit!!!"ucap Zayn penuh penekanan kesal dengan Nafisya


"bukan begitu lho bang maksud aku, terserah abang deh, pagi-pagi jangan marah-marah lho nanti cepat tua"ucap Nafisya


"kau mau bilang aku tua gitu??"ucap Zayn dengan mata nyalang


" maksud aku bukan begitu, ah malas deh abang sensi amat, lagi pms ya bang"ucap Nafisya cemberut

__ADS_1


"kau pikir aku wanita apa? "ucap Zayn menyentil kening Nafisya


"sakit tauk"ucap Nafisya tambah cemberut sambil mengusap keningnya. Zayn melihat Nafisya begitu menarik sudut bibirnya, sebenarnya dia merasa senang berdebat dan membuat Nafisya cemberut.


Mereka tiba di sebuah restoran


Zayn mengeluarkan kursi roda Nafisya dan membantu Nafisya duduk dikursi rodanya lalu mendorongnya


"Bang"


"Hhmm.... "


"Aku nyusahin abang ya? abang malu ngak bawa aku dengan kondisi seperti ini? "ucap Nafisya dengan raut wajah sedih dan menyesal


"Udah ahh....kalau aku malu ngak bakalan aku nikahin"ucap Zayn datar membuat hati Nafisya menghangat


mereka pun memesan makanan, sambil menunggu makanan datang, zayn asik dengan Hp ditangannya.


"abang ngak kerja hari ini??"ucap Nafisya


"Nanti....sekarang mau antarin kamu konsultasi dan rontgen kaki dulu"ucap Zayn


"Bang makasih ya udah baik sama Fisya"


"Kau sudah jadi tanggung jawab ku sekarang"


Makanan mereka datang, keduanya menikmati makanan mereka.Fisya cuma pesan makanan sederhana saja. setelah selesai makan, Zayn membayar makanan dan kembali mendorong kursi roda Nafisya menuju mobil. keduanya melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit khusus untuk pengobatan tulang yang patah atau retak.


setelah sampai, Zayn kembali membantu Nafisya dan masuk kedalam rumah sakit. kemarin Zayn sudah menghubungi dokter kenalannya, jadi mereka berdua langsung menuju ruang dokter kenalan Zayn.


"Laki-laki"


"kok laki-laki sih bang, malas deh masa'iya pasien perempuan dan ditangani dokter laki-laki, ngak mahram bang, bikin risih aja"


"Ngak papa, tenang aja kan ada aku, ini juga demi pengobatan"


Mereka sampai didepan ruang dokter tersebut,Zayn mengetuk pintunya terlebih dahulu


"permisi"


"Masuk"ucap suara dari dalam


Zayn mendorong kursi roda nafisya masuk ke dalam ruangan.


"Assalamualaikum"ucap Nafisya


"wa'alaikumsalam"ucap dokter


"Silahkan duduk Zayn, Oh iya ini istri kamu, Selamat ya atas pernikahannya"ucap dokter Rudi, kakak kelas Zayn dulu saat SMA


"Iya bang, makasih"ucap Zayn datar


"Kenalin saya dokter Rudi"ucap dokter Rudi mengulurkan tangannya pada Nafisya,


"Nafisya"ucap Nafisya menangkup kedua tangannya, dokter Rudi tersenyum canggung menarik kembali uluran tangannya sedangkan Zayn menarik sudut bibirnya


"Jadi Istri saya yang mau berobat bang, dia baru mengalami kecelakaan dan mengakibatkan tulang kakinya retak"ucap Zayn memecahkan kecanggungan

__ADS_1


"Baiklah,boleh saya rontgen kakinya dulu, untuk mengetahui apakah keretakan yang dialaminya parah atau tidak"ucap dokter Rudi berdiri


"Boleh bang"diikuti oleh Zayn, Nafisya melihat ke arah Zayn, melihat raut kekhawatiran pada wajah Nafisya Zayn menganggukkan kepalanya untuk menenangkan, Zayn mengikuti dokter Rudi menuju brankar sambil mendorong kursi roda Nafisya.


"Maaf Zayn boleh bantu untuk berbaring"ucap dokter Rudi pada Zayn


Zayn membantu mengangkat tubuh Nafisya untuk berbaring di brankar untuk di rontgen.


"Untung pakaiannya longgar jadi ngak usah pake baju khususnya, sebelum memulai rontgen Nafisya bisa meminum cairan penyorot atau saya suntikkan cairan penyorot ke lengan Nafisya untuk membantu agar organ dalam, jaringan, dan pembuluh darahnya terlihat lebih jelas dalam gambar akhir"ucap dokter panjang lebar


"diminum aja bang, tapi ngak berbahaya kan? "ucap Zayn


"tenang saja ini aman kok"ucap dokter berjalan mengambil cairan itu dan memberikannya pada Zayn,kemudian Zayn membantu Nafisya untuk meminum cairan tersebut setelah itu berbaring kembali


"Baiklah boleh saya buka kaus kakinya"


Nafisya langsung menoleh kearah Zayn


"Biar saya aja yang buka bang"ucap Zayn langsung mendekat dan membuka kaus kaki Nafisya pelan-pelan, ini pengalaman pertamanya melakukan ini, saat membuka kaus kaki Nafisya Zayn bisa melihat ada perban di antara tulang kering dan lutut Nafisya .


setelah itu dokter Rudi mulai membuka perban kaki Nafisya, kemudian akan dilakukan penyinaran dengan sinar-X untuk menembus bagian tulang kaki sebelah kiri Nafisya . Nantinya, bagian kaki yang disinari akan tergambarkan pada plat film.


pada saat melakukan rontgen Nafisya cuma diam dan risih, sedangkan Zayn matanya fokus melihat plat film yang tergambar kondisi tulang Nafisya.Setelah itu dokter mengambil cetakan rontgen kaki Nafisya.


"sudah selesai"ucap dokter Rudi,berjalan mengambil hasil rontgen, dan Zayn kembali membantu Nafisya untuk duduk.Dokter Rudi kembali memasangkan perban baru antara tulang kering dan lutut Nafisya.setelah selesai Zayn segera mengambil kaus kaki Nafisya.


"Biar Fisya aja bang"Nafisya merebut kaus kakinya pada tangan Zayn


"Biar aku aja"tegas Zayn


Nafisya hanya menurut saja, setelah itu Zayn menggendong Nafisya dan mendudukkannya kembali di kursi roda, lalu mendorong kursi roda Nafisya menghampiri meja dokter Rudi.


Kemudian dokter Rudi menjelaskan tentang keretakan tulang kaki Nafisya yang lumayan sedikit parah.


"Melihat hasil rontgen, bahwa keretakan tulang kakinya sedikit parah, tapi jangan khawatir ini bisa sembuh dan membaik kok, untung saja kaki Nafisya mengalami keretakan yang itu memungkinkan waktu paling lama 3 bulan, asalkan sering melakukan fisioterapi 3 kali seminggu"


"Trus apa lagi yang bisa membuatnya sembuh lebih cepat bang?"


"kurangi pekerjaan berat, untuk saat ini lebih disarankan pake kursi roda dulu Zayn, karna kaki yang retak itu bisa memungkinkan untuk parang jika tidak berhati-hati, dan saya rasa waktu 3 bulan udah cukup pulih untuk kesembuhannya"Zayn dan Nafisya menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang diucapkan dokter Rudi


"Kapan saja waktu untuk fisioterapi bang? "


" jadwalnya senin, Rabu dan sabtu aja Zayn, karna hari itu jadwal saya tidak padat banget"


"Ok baik lah bang"


"Nanti bisa tebus obatnya di apotek depan Zayn, ini resepnya, "ucap dokter rudi memberi resep obat untuk Nafisya kepada Zayn.


"Baik bang terimakasih atas waktunya hari ini bang, saya dan istri pamit untuk pulang bang"ucap Zayn datar, disertai anggukan kepala oleh Nafisya kepada dokter Rudi


setelah konsultasi dengan dokter Rudi, Zayn dan Nafisya menebus obat yang diberikan oleh dokter Rudi tadi, setelah itu baru mereka pulang, namun bukan kerumah Nafisya.Karna saat perjalanan pulang Mama Anita menelepon Zayn untuk bawa Nafisya kerumah Mama Anita.


...****************...


Para readers tercinta👋 kasih like vote dan bintangnya dong✨😍, supaya author bisa semangat update nih. Ngak ada yang mau like, jadi malas authornya update😞


.

__ADS_1


__ADS_2