Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Aktivitas


__ADS_3

3 bulan berlalu


Waktu terasa begitu cepat, sudah 5 bulan Nafisya menjalani rumah tangga dengan Zayn,tentu nya dibumbui dengan masalah, suka maupun duka mereka hadapi bersama-sama,terkadang berdebat masalah sepele, kecemburuan Zayn terhadap Alvan , kesabaran Zayn menghadapi kelabilan istri kecilnya yang egois dan keras kepala, tapi sebagaimana mestinya Nafisya tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri yang melayani dan memenuhi semua hak Zayn sebagai suaminya.


Cinta keduanya semakin dalam dan kuat, walau pernah satu ketika Zayn harus tidur di sofa ruangan keluarga di apartemen mereka, Karna Nafisya cemburu mendengar cerita masa lalu Zayn, padahal Nafisya sendiri yang tetap kekeh menyuruh Zayn menceritakannya.Sehingga Zayn harus mengungsi tidur di luar kamar.


Sekarang Nafisya sudah bisa berjalan seperti biasa kembali tanpa bantuan kursi roda ataupun tongkat dilengannya, Ya meski tidak berjalan sempurna, Nafisya berjalan agak pincang, tapi mau bagaimana pun Nafisya tetap bersyukur.


Nafisya melanjutkan pendidikan, tapi Zayn tidak masalah dan melarang Nafisya, menurut Zayn Nafisya bisa kuliah dan melanjutkan mimpinya walau dia sudah menikah, Setelah diskusi dan membicarakan masalah kuliah bersama Zayn, akhirnya Nafisya memilih kuliah di sebuah universitas Islami yang tentu saja berbeda dengan universitas tempat Zayn mengajar, mau tidak mau Zayn harus menyetujuinya, sebenarnya Zayn ingin Nafisya satu kampus tempatnya mengajar supaya zayn bisa memperhatikan dan mengawasi istri kecilnya itu.Sudah lah Zayn juga tidak bisa menolak keinginan Nafisya.


Begitu juga dengan 2 sahabat Nafisya melanjutkan kuliahnya, Khila dan Arga kuliah di negara yang sama hanya saja mereka beda, entah bagaimana kisah cinta mereka hanya mereka yang tau karna kedua lebih memilih memprivasi hubungannya


sedangkan Mita kuliah di Surabaya, Alvan juga melanjutkan kuliah di luar negeri, Alvan sempat berpamitan pada Nafisya, bahkan juga meninggalkan sepucuk surat pada Nafisya, dia masih belum tau kalo Nafisya sudah menikah, bahkan juga sering Alvan mengirim pesan dengan Nafisya, untuk sekedar menanyakan kabar ,Nafisya tetap bersikap baik, dia membalas setiap pesan singkat dari Alvan, cuma sebagai Teman baik, Nafisya hanya mengganggap Alvan hanya teman baik, tidak lebih Alvan hanyalah cinta masalalunya, dan Zayn masa depannya untuk selamanya begitu pikir Nafisya,tapi berbeda dengan Zayn dia sangat cemburu melihat Nafisya chat dengan Alvan walaupun itu tidak sering, tapi Zayn tetap tidak terima,Nafisya selalu membujuk Zayn ketika sedang seperti itu, seperti Anak kecil saja Zayn yang selalu dibujuk ketika sedang ngambek.Sebenernya dia tau bahwa istri kecilnya tidak akan berpaling darinya.


Tentang Daniel, entah kemana laki-laki itu menghilang, terakhir kali Nafisya melihatnya saat Daniel bertengkar dengan Zayn di restoran waktu itu, setelah itu dia bagaikan ditelan bumi tidak pernah menampak diri lagi.


"Sayang udah siap belum"ucap Zayn menunggu Nafisya di ruang makan


"Ayo cepat nanti kamu bakalan telat lho"ucap Zayn.


"Iya... iya bentar Abang"ucap Nafisya berjalan tergesa-gesa menyandang tas dipunggungnya dan juga menenteng Tas Zayn menuju meja Makan.


"Aduh.... ribet sekali sayang"ucap Zayn tersenyum tipis mengambil tas Nafisya dan tas nya lalu diletakkan di kursi.


"Ayo Abang kita sarapan"ucap Nafisya


mereka sarapan pagi sebelum berangkat aktivitas hari ini, setelah selesai Nafisya dan Zayn langsung menuju basemen parkir di apartemen menaiki mobil menuju tujuan mereka, Zayn mengantarkan Nafisya ke kampusnya yang berbeda jalur dari kampus Zayn, setiap Hari Zayn mengantar Nafisya dulu, dia tidak memperbolehkan Nafisya bawa motor, walau Nafisya terus merajuk ingin bawa motor, tapi Zayn tidak mengizinkannya, biar kan dia harus putar balik lagi setelah mengantar Nafisya menuju kampus di mana dia mengajar.


Saat tiba di kampusnya Nafisya pamit dan mencium tangan Zayn. dan Zayn mencium kening Nafisya


"Belajar dengan rajin, jaga mata dan jaga hati"ucap Zayn setiap mengantar Nafisya ke kampus.


"Iya Abang, Fisya tau kok, setiap hari abang bilang itu mulu, yasudah fisya pergi dulu"ucap Nafisya membuka pintu mobil.


"Bye... hati-hati Abang"ucap Nafisya melambaikan tangannya dan dibalas senyuman tipis oleh Zayn hingga mobilnya Zayn hilang dari pandangannya, barulah Nafisya melangkah masuk ke area kampus.


"Fisya"ucap seseorang memanggil Nafisya


"Kak Zaki,Iya ada apa Kak"ucap Nafisya


Zaki yaitu kakak senior Nafisya di kampus yang ganteng dan juga alim.


"Ngak ada cuma manggil kamu aja"ucap Zaki tersenyum ramah.


"Ohh, yaudah fisya duluan ya Kak"ucap Nafisya yang juga senyum.


"Masya Allah senyumannya begitu menenangkan"gumam Zaki sambil menatap Nafisya yang sudah menjauh.


"Assalamualaikum"salam Nafisya masuk ke kelas nya, kemudian duduk di bangkunya.


Dosen masuk ke kelas, Nafisya dan yang lain mengikuti kelas hari ini.


Disisi lain


Zayn juga masuk ke kelas untuk mengajar.


"Baik kelas hari ini kita mulai dengan presentasi hasil diskusi kita kemarin, silahkan"ucap Zayn didepan kelas.

__ADS_1


"Saya duluan Pak"ucap Rosa mengajukan diri


"Baik silahkan"ucap Zayn


didepan sudah ada infokus ,mahasiswa ada membawa laptop untuk presentasi.


"Untuk semuanya Perhatikan dan fokus"ucap Zayn


Rosa mulai mempresentasikan, saat menyampaikan ada sedikit kesalahan, mungkin karna gugup dan grogi, Zayn memperhatikannya, padahal Zayn hanya fokus pada Materi dan hasil Presentasinya saja.


"Cukup Baik"ucap Zayn


"Selanjutnya giliran siapa?"ucap Zayn setelah Rosa selasai dan kembali ke bangkunya.


Begitu seterusnya bergiliran untuk tampil presentasi, namun ada juga mahasiswa yang belum siap dengan hasil presentasinya.


Hingga Tak terasa kelas dengan mata pelajaran Zayn berakhir.


Zayn keluar dari Kelas.


"Tunggu Pak"ucap Rosa yang diikuti oleh Jeni


"Ada apa?"ucap Zayn datar


"Bagaimana dengan presentasi saya tadi Pak"


"Cukup baik,tapi perlu ditingkatkan lagi,Inti dan Isi presentasi kamu, supaya mudah dipahami dan jelas, singkat serta padat ,itu juga berlaku untuk kamu Jeni"


"Iya baik Pak"ucap Keduanya


"Kalo begitu saya akan memperbaikinya, nanti saya antar ke rumah Pak Zayn"ucap Rosa.


"Yah gagal dong cari tau tentang Pak Zayn"ucap jeni


sudah 3 bulan ini mereka berdua mencari cari menelusuri kehidupan Zayn, tapi keduanya tidak mendapat apa-apa, sangat sulit untuk mengorek kehidupan Zayn lebih dalam, karna Zayn memprivasi kehidupannya.


"Gw udah kayak nggak ada kerjaan aja deh cari - cari kehidupan pak Zayn, malahan gw sering kena marah sama kakak gw, setiap gw tanya dia bilang ngak tau terus"keluh Jeni


"gini aja deh, lho minta bantuan orang tua lho atau orang suruhannya kek,"


"Jadi sekarang lho ngak mau lagi bantuin gw gitu"ucap Rosa


"Bukan begitu.... tapi sekarang gw ngak bisa keluar terus, mama sama papa gw lagi di di sini sekarang mereka pulang"ucap Jeni lesu


"Alah.... sudah lah"ucap Rosa malas


begitu lah perdebatan mereka


disisi lain


Jam kuliah telah usai Nafisya melangkah keluar dari kelasnya.


"Pulang sama siapa Sya"ucap Rania teman baru Nafisya bisa disebut juga mereka dekat dan akrab.


"sama Taksi Ran,kamu sendiri?"ucap Nafisya, mereka berjalan beriringan.


"Sama taksi juga, Oh iya kita kantin dulu yuk"

__ADS_1


"hemmm.... "ucap Nafisya


mereka menuju kantin.


"Kamu pesan apa Sya?"ucap Rania saat mereka tiba di kantin


"Aku es teh aja Ran"ucap Nafisya


Rania memesan makanan dan minuman untuknya dan juga Nafisya.


Nafisya duduk sendiri sambil menunggu Rania, dia sedang membalas chat dengan senyum-senyum sendiri, siapa lagi yang di chatnya selain Zayn.


"Assalamualaikum, boleh bergabung?"ucap Kak Zaki,


"Wa'alaikumussalam...Kak Zaki??"ucap Nafisya langsung menoleh ke arah Zaki yang masih berdiri


"hemmmm.... "ucap Nafisya bingung mau bicara apa


"Maaf... ada Kak Zaki, kenapa bisa ada disini?"ucap Rania menoleh sebentar ke arah Zaki dan juga ke arah Nafisya yang mengedikkan bahunya.


"Maaf mengganggu kalian aku cuma ingin bergabung aja, tadi aku lihat Nafisya duduk sendiri"ucap Zaki


"Oohh... yasudah lah kita bertiga mari ikut bergabung dengan kami Kak, tapi maaf aku cuma pesan untuk kami berdua saja"ucap Rania ramah, dia memang seorang gadis yang sholehah,baik dan juga ramah.


"Ngak Papa kok, biar aku pesan sendiri aja"ucap Zaki melangkah untuk memesan makanan.


"Kok tumben Kak Zaki bergabung dengan kita"ucap Rania meletakkan nampan pesannya diatas meja.


"Entah lah Ran"ucap Nafisya mengangkat bahunya, lalu mengambil es teh miliknya dan meminumnya.


"kamu ngak makan Sya, aku pesan makanan nih"ucap Rania


"Ngak deh Ran, kamu tungguin aja Kak Zaki dia juga lagi pesan makanan"ucap Nafisya


Tak lama Zaki bergabung dengan mereka membawa makanan miliknya.


"Fisya Ngak makan?"


"Ngak Kak, kalian aja yang makan"ucap Nafisya tersenyum


Rania dan Zaki makan makanannya sedangkan Nafisya hanya minum es teh sambil menunggu mereka berdua makan dengan minum.


Setelah selesai, Zaki pamit pulang duluan, kini tinggallah Nafisya dan juga Rania didepan gerbang menunggu taksi.


"Jarang-jarang Kakak senior bisa baik ke adik senior"ucap Rania


"Ngak juga Ran, tipe orang kan beda-beda, contohnya Kak Zaki dia baik aja kesemua orang"ucap Nafisya


"Iya juga ya"ucap Rania anguk -angukkan kepalanya.


Nafisya menyetop taksi


"Kita barengan aja,"ucap Nafisya pada Rania, ngak mungkin dia ninggalin Rania sendirian nunggu taksi.


...****************...


Boleh dong kasih like, coment, vote, Rate5

__ADS_1


Thank's readers


__ADS_2