
Sore harinya
Zayn dan Nafisya pulang ke apartemen mereka tidak ke rumah Mama Anita.
"Abang udah bilang pada Mama kalo kita pulang ke apartemen?"tanya Nafisya saat mereka di dalam mobil menuju perjalanan pulang.
"Belum sayang, nanti aja kita telepon mama"jawab Zayn.
"Kita berhenti dulu di Swalayan ya Bang buat belanja kebutuhan rumah"ucap Nafisya
"Iya dek"
_
Sampainya mereka di apartemen keduanya pun masuk ,Zayn membawa kantong belanjaan mereka.
"Masih sama saat beberapa hari ditinggal, ngak ada yang berubah hanya sedikit berdebu saja"ucap Nafisya melihat sekeliling apartemen.
"Abang!"
"Abang,Yah ditinggal"ucap Nafisya sendiri saat tidak melihat suaminya mengikutinya dari belakang.
"Dek belanjaannya Abang taruh di dapur,Abang mandi dulu"ucap Zayn sedikit teriak
"Iya bang"jawab Nafisya menuju dapur
Kemudian Nafisya menyusun bahan-bahan makanan ke dalam kulkas, setelah itu menaruh kebutuhan lainnya sesuai tempatnya.
Setelah semuanya beres Nafisya masuk ke kamar bersamaan juga dengan Zayn yang baru keluar dari kamar mandi.
"Loh dari tadi, baru siap mandi lama banget di kamar mandinya Bang"ucap Nafisya
"Iya dek, tadi belum langsung mandi istirahat dulu sebentar"ucap Zayn
"Ohhhh.... "Nafisya manggut-manggut kemudian berjalan menuju kamar mandi.
_
Setelah selesai makan malam Zayn menuju ruang tengah menonton tv sedangkan Nafisya membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor.
"Abang udah telefon Mama, kasih tau kita pulang ke apartemen?"ucap Nafisya duduk disamping suaminya sambil meletakkan teh hijau di atas meja.
"Sudah dek, kenapa kekeh amat mau telefon mama?"tanya Zayn sambil mengambil segelas teh hijau yang dibuat oleh istrinya.
"Iya dong Bang supaya mama tidak khawatir pada kita,itu makanya kita harus kasih tau dulu"jawab Nafisya
"Iya ya sayang Abang malahan tidak kepikir kesana"ucap Zayn
"Saat masih sendiri Ngak pernah itu kabarin mama kemana saja Abang pergi"
"Ihhhh,,,, Abang jahat banget, kasian mama harus khawatir dan cemas saat Abang ngak pulang ke rumah, apalagi anak sewata wayangnya, kenapa Abang ngak mikir kesana sih"jawab Nafisya kesal dengan sikap Zayn yang dulu ngak pernah mikirin Mama.
"Iya sayang maaf Abang tau salah, tapi emang begitu sikap Abang yang dulu diam dan ngak banyak bicara sekalipun itu sama Mama"jawab Zayn
__ADS_1
Nafisya mengambil nafasnya dan menghembuskannya kasar.
"masa sih?tapi saat sama Fisya aja banyak bicara, saat awal-awal nikah dulu sering debat dan ngajak ribut"ucap Nafisya menyipitkan matanya menatap Zayn.
"Ehhh iya ya kok bisa begitu?, entah lah Abang juga heran,tapi anehnya Abang senang ribut dengan Fisya yang super keras kepala dan juga cerewet ini"ucap Zayn menarik gemas hidung Nafisya.
"Ihhh kebiasaan, sakit tauk bang"ucap Nafisya melepas tangan Zayn dari hidungnya.
"Habisnya kamu gemas"ucap Zayn terkekeh pelan.
"Gemas sih gemas tapi jangan main tarik-tarik juga hidung orang, ngak akan mancung lagi Bang udah permanent"jawab Nafisya cemberut sambil mengusap hidung.
"Adek.... adek... kita udah saling menyempurnakan lho,mau mancung kek mau ngak Abang tetap sayang"ucap Zayn mengusap kepala Nafisya yang tidak tertutup jilbab.
"Himmmm,,,, tumben so sweet, biasanya datar aja kayak dinding"cibir Nafisya
"Dasar kamu dek,,,,, "ucap Zayn menyeringai menarik sudut bibirnya merasa tidak terima dengan ucapan Nafisya yang mengatainya datar seperti dinding.
Nafisya sambil tertawa berlari ke kamar menjauhi Zayn.
"Awas kamu dek"Zayn mengejar Nafisya ke kamar.
_
"Anita udah jam segini cucuku dan cucu menantuku belum pulang juga"ucap Oma khawatir.
"Iya Kak kemana Zayn dan Nafisya"tambah Mani
"Mereka pulang ke apartemen nya Mama"jawab mama Anita
"Tidak Ani"
"Kenapa mereka tinggal di apartemen untuk apa rumah besarmu kalo anak dan menantu tinggal di apartemen"ucap Oma
"Aku harus bagaimana Mama, mereka ingin mandiri, sekaligus untuk saling terbuka dan penyesuaian apalagi mereka menikah tidak saling mencintai dulu"jawab Mama Anita
"Jadi Zayn menikah dengan istrinya tidak saling mencintai kakak ipar, bagaimana bisa begitu?"ucap Denio, suaminya Mani
"Iya adik ipar"
"Bagaimana ceritanya Kak?"tanya Mani
"Panjang ceritanya Ani"
"Apa kamu menjodohkan mereka Anita?"tanya Oma
"Assalamualaikum"ucap Ayana dan Kelvin yang baru datang.
"Ay! Kelvin! baru pulang? dari mana kalian?"ucap Mani
"Dari rumah mertua ku Kak"jawab Ayana menyalami tangan Kedua kakaknya dan kemudian Mamanya di ikuti juga oleh Kelvin.
"Udah makan menantu?"tanya Oma
__ADS_1
"Udah tadi di rumah orang tua Mama"jawab Kelvin
"Masa Kak kelvin aja yang ditanya Ay kenapa tidak ditanya"ucap Ayana cemberut dan duduk di sebelah Mani
"Maklumi aja ya Vin, sifat Ayana yang manja begitu"ucap Mama Anita
"Hehehehh,,, bukan di maklumi aja Kak tapi harus diterima juga"jawab Kelvin.
"Ihh Kak Kelvin nyeselin"ucap Ayana bete
Semua orang terkekeh melihat interaksi pengantin baru itu.
"Ay bisa tidak ubah panggilanmu pada suamimu seperti aneh saja kamu memanggil suami dengan kakak"ucap Oma setelah semuanya terdiam kembali.
"Benar tuh kata Mama masa kamu memanggil suami dengan sebutan Kakak"tambah Mani
"Trus Ay harus manggil apa?? lagian Ay juga udah biasa memanggil dengan panggilan Kakak"jawab Ayana
"Tanyakan pada suamimu dia suka di panggil apa? Mama yakin pasti nak Kelvin tidak suka saat Ay memanggil dengan Panggilan Kakak kan?"tanya Oma sekaligus bertanya pada Kelvin.
"Heheheh,,,,, Iya mama kedengaran seperti kakak adek bukan suami istri"jawab Kelvin
"Kak kelvin ih malah ikut nyudutkan Ay,malas ah"ucap Ayana bangkit dari duduknya.
"Mau kemana Ay? dengarkan yang Mama ucapkan tadi?"ucap Mama Anita pada adiknya itu
"Iya iya dengar Kak, aku mau ke kamar dulu"ucap Ayana menatap kesal ke arah Kelvin. Oma hanya menggeleng-geleng kepala dengan sikap putri bungsunya itu yang tidak pernah berubah yang susah di bilangin.
Setelah Ayana ke kamarnya,Kelvin mengobrol dengan Papi suami kakak iparnya, Mani menuju kamar putrinya sekalian menelepon putranya Diano yang belum pulang Dan Mama Anita mengantar Oma untuk istirahat di kamar.
_
"Sudah 2 kali bertemu dengan nya, sepertinya dia cowok yang baik tapi anehnya setiap kali bertemu gw dia tidak pernah menatap gw, padahal gw kan cantik, seksi tidak ada tuh cowok yang menolak pesona gw"gumam Rosa sambil menatap langit-langit kamar mewahnya.
"gw pengen ketemu lagi tuh sama cowok dari banyak cowok yang dekatin gw sepertinya dia yang menarik, gw jadi tertantang buat dekatin dia"gumam Rosa
"Tapi gimana caranya nomor handphone nya aja gw ngak tau, ah sudah lah ngapain juga gw mikirin dia, lagian gw juga ngak kenal tuh sama tu cowok"Rosa menggeleng-geleng kepalanya dan menutup telinganya dengan bantal.
_
"Lee kamu udah pulang?"seorang ibu menghampiri putranya yang duduk di kursi teras rumah.
"Lee kenapa melamun seperti itu, ada apa?"ucap ibu itu menyentuh lembut bahu putranya
"Ehh!,Umi tidak apa-apa mi"ucap Zaki menyalami tangan ibunya.
"Cuma lelah aja mi habis ngajar"ucap Zaki lagi.
"Ayo masuk udah malam lee,besok juga kuliah kan?"ucap Umi
"Iya mi"
...****************...
__ADS_1
Bersambung