
Malam harinya
setelah Nafisya dan Zayn makan malam dengan pesanan dari go food, keduanya duduk santai di Sofa yang ada di apartemen Zayn,keduanya sedang menonton tv.
"kenapa duduknya berjauhan, sini mendekat"ucap Zayn
"Ngak deh bang, fisya disini aja"
"kenapa? "ucap Zayn mengerutkan kening nya
"Fisya tuh suka malu dekat abang"ucap Nafisya polos,tanpa sadar Zayn tersenyum sangat tipis.kemudian menggeser duduknya lebih dekat dengan Nafisya.
"Abang kenapa mendekat sih"ucap Nafisya menjauh
"kenapa emang ga boleh suami dekatin istrinya"ucap Zayn mengangkat satu alisnya
"hhhmm... boleh sih, tapi Fisya risih bang"
"Ayo sini mendekat ngak baik berjauhan lho"ucap Zayn
dengan perlahan Nafisya menggeser kembali duduknya dekat Zayn.lama mereka sama-sama diam menatap tv didepannya.
"hhhmmm.... Fisya mau jelasin semuanya sama abang, supaya gak ada salah paham lagi diantara kita"ucap Nafisya memberanikan diri dan menatap Zayn
"Baiklah"ucap Zayn
"waktu kita pergi makan malam sama tante Ayana dan Kak kelvin, Fisya minta maaf ya bang,fisya ngak bermaksud mempermalukan abang, Fisya cuma jujur-jujur aja sih, tapi nyatanya malah buat masalah."ucap Nafisya menunduk
"Yasudah ngak papa kok, lagian kan udah terjadi, abang juga udah nanggung malu didepan mereka"ucap Zayn ramah
"Maafin Fisya ya bang"ucap Nafisya berhamburan meluk Zayn, sontak Zayn sempat kaget, tapi dia malah membalas pelukan Nafisya mengusap lembut punggung Nafisya.
"abang ngak marah lagi kan sama Fisya"dijawab gelengan oleh Zayn dan mengusap rambut Nafisya.sejak tadi sore, Zayn melarang Nafisya memakai hijab saat berduan dengannya, awalnya Nafisya menolak karna tidak terbiasa, tapi setelah itu akhirnya luluh juga.
"Trus abang kemarin itu ngak sopan banget tauk, malah mesra-mesraan sama pacar abang itu, kalau mau mesraan cari tempat bang, jangan didepan banyak orang gitu malu.... "ucap Nafisya jutek
"oohh... itu namanya Rosa, tapi perasaan ngak ada tuh abang mesraan sama dia, emangnya kamu ngak suka ya lihat abang sama dia"ucap Zayn menaikkan alisnya
"eehmmm.. eemmm... bukan aku ngak suka atau gimana ya, tapi aku juga ngak bisa larang abang sama pacar abang yang cantik dan **** itu, terserah abang deh mau mesraan atau ngak, aku cuma mau ngingetin itu ngak baik, dosa bang.... dosa... "ucap Nafisya cuek
"bilang aja kamu cemburu kan? "
"Ngak.... kata siapa, udah ah malas debat sama abang"ucap Nafisya hendak berdiri dengan bantuan tongkatnya namun tangannya malah ditarik Zayn alhasil Nafisya jatuh di atas pangkuan Zayn, tongkatnya jatuh kelantai. keduanya saling menatap lama...Zayn semakin mendekatkan wajahnya ke arah Nafisya, hembusan nafas Zayn sangat terasa dipipi Nafisya.
"iihh... abang mau ngapain"ucap Nafisya gugup menahan wajah Zayn dengan telapak tangannya.
"apa saja boleh.... "ucap Zayn menyeringai dan menahan tangan Nafisya.
"heh... awas..... awas"Nafisya memberontak dipangkuan Zayn
"Diam jangan banyak bergerak"ucap Zayn, namun Nafisya terus memberontak
bughh.....
keduanya jatuh di lantai, dengan posisi Zayn menindih Nafisya
"awww..... sakit... aduh..... sakit bang"pekik Nafisya.Zayn langsung duduk dan membantu Nafisya duduk.
"itu makanya dibilangin jangan memberontak,coba lihat mana yang sakit?"
"punggung sama pantat fisya sakit, ini gara-gara abang, "ucap Nafisya meringgis sakit.
"Yaudah biar abang gendong ke kamar" ucap Zayn akan mengangkat tubuh Nafisya
"tunggu dulu"
"apalagi sih, emangnya bisa jalan sendiri? "ucap Zayn kesal
"matiin dulu tv nya, abang mau tv nyala sampe pagi"
"Iya"ucap Zayn mengambil remot dan mematikan tv, kemudian kembali menghampiri Nafisya dan mengangkat tubuh Nafisya membawanya ke kamar.
tiba di kamar Zayn meletakkan tubuh Nafisya hati-hati.
"Coba abang lihat mana yang sakit"ucap Zayn duduk diranjang
"Ngak ah.."
"kenapa? "
"Ngak mungkin lah bang, sakitnya bagian punggung dan pantat Fisya"ucap Nafisya polos
"Yaudah mau dipijitin ngak?"
"emang abang bisa, nanti malah tambah sakit lagi"
__ADS_1
"kita coba aja dulu,kamu jangan meragukan kemampuan abang"
"siapa juga yang meragukan kemampuan seorang Dosen Zayn yang sangat ahli dan pintar dalam segala bidang iyakan"
"Pintar...."ucap Zayn mengacak rambut Nafisya
"Ihh.... abang rusak tau rambut Fisya"
"Iya.. iya maaf, ayo kamu telungkup katanya mau dipijitin"
"yakin nih badan"ucap Nafisya telah merubah posisinya telungkup
"kamu masih meragukannya"
"Hhmm.... sedikit sih"ucap Nafisya terkekeh.
"buka bajunya ya?"
"iihhh.... mau nggak.... nggak ahh.... malah aneh... aneh nantinya"ucap Nafisya
"apa salahnya aneh sama istri sendiri"
"abang mau pijitin atau nggak nih"
"iya.... iya.... "ucap Zayn mulai memijit lembut punggung Nafisya
"gimana....? "ucap Zayn
"lumayan lah"
"kok lumayan sih, kamu aja menikmatinya begini"ucap Zayn
"terusin aja bang"ucap Nafisya memejamkan matanya, tak dipungkarinya, ternyata Zayn bisa juga memijit. lama kelamaan pijitan Zayn sampai ke pangkat Nafisya.
"ehh... ehh.. jangan disitu bang, ngak baik"
"tapi ini sakitkan, yaudah sekalian aja di pijit"
"tapi....!! "
"diamlah nikmati saja"ucap Zayn masih asik memijit Nafisya.Tak sadar Nafisya pun terlelap.
Zayn mendengar deru nafas Nafisya yang teratur.
"Pantasan nggak bersuara lagi ternyata udah tidur"ucap Zayn berhenti memijit Nafisya.
"Kadang kalau tidur wajahnya jelek, kadang lucu, kadang juga cantik apa lagi nggak pake hijab gini,walau tetap tenang dan damai saat menandangnya. "ucap Zayn menarik sudut bibirnya dan mencium kening Nafisya lama.
Zayn juga berbaring di samping Nafisya dan menyusul Nafisya terlelap dalam mimpinya
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
seperti biasa Nafisya bangun saat adzan subuh berkumandang.tapi tubuhnya merasakan hangat dan tenang dalam dekapan Zayn.sejenak Nafisya memejamkan matanya kembali menikmati dekapan Zayn.
"Astagfirullah, udah subuh hampir aku terlelap kembali"gumam Nafisya
saat membuka matanya, pertama kali yang dilihatnya wajah sempurna seorang Zayn yang terlelap di samping sambil memeluk tubuhnya.
"abang ih masa'Fisya dijadiin guling sih"gumam Nafisya pelan sambil melepas hati-hati tangan Zayn yang memeluk tubuhnya.
"huhhftt.... "ucap Nafisya duduk ditepi ranjang
"aduhh.... tongkat ku kemana ya?"ucap berpikir
"seperti di ruang nonton deh, kemarin kan bang Zayn gendong aku ke kamar"gumam Nafisya
"bangunin bang Zayn atau nggak ya"ucap Nafisya bingung.
"bang.... bang.... "
"hehmm..... "gumam zayn.
"sholat subuh yuk bang"
"hah apah..... "ucap Zayn dengan suara khas bangun tidur.
"Sholat....... "ucap Nafisya dengan suara keras
dengan malasnya Zayn membuka matanya melihat Nafisya yang berhadapan dengannya sekarang.
"Ayo..... nanti keburu habis waktu sholat"
"hhmmm.... iya.... iya"ucap Zayn bangun.
"bantuin Fisya sekalian"ucap Nafisya manja
__ADS_1
"hhhmmm"ucap Zayn langsung menggendong Nafisya menuju kamar mandi.
"Kok digendong sih"
Nafisya dan Zayn berwudhu dan melaksanakan Sholat Subuh berjamaah.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh"salam ke kanan dan ke kiri.
setelah itu Zayn berdo'a dan diaamiin oleh Nafisya, kemudian Zayn berbalik ke belakang menghadap Nafisya dengan senang hati Nafisya mencium punggung tangan Zayn dan dibalas dengan kecupan di kening Nafisya.
"ini pertama kali kita sholat bareng ya bang"
"Iya.... rasa abang udah juga lama ngak melaksanakan sholat."ucap Zayn menunduk
"abang jangan pernah melupakan sholat bang bahkan meninggalkan sholat,sholat tiang agama kita,didalam sholat kita mendapatkan ketenangan, kita bisa bertemu langsung dengan Allah, kesuksesan dan kejayaan itu tergantung juga pada hubungan hamba dan sang maha penciptanya, sholat itu tidak lah sulit jika kita membiasakan diri kita untuk melaksanakannya. mungkin abang bisa saja mendapatkan apa yang abang mau dan inginkan tapi ingatlah jika tidak sholat maka ketenangan dalam hidup tidak didapat, hati merasa bimbang, was-was dan khawatir, bahkan sholat juga mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Allah selalu bersama hamba-hambanya yang patuh akan perintahnya.Maaf ya bang bukannya Fisya ingin mengajari abang tapi Fisya cuma mengingatkan abang"ucap Nafisya mengusap lembut tangan Zayn.
Zayn mengangkat kepalanya menatap Nafisya yang didepannya tersenyum lembut
Zayn langsung memeluk Nafisya,dibalas oleh Nafisya dengan mengusap lembut punggung Zayn.cukup lama pasutri itu saling memeluk satu sama lain.
"Kamu memang benar,terimakasih telah mengingatkan abang"ucap Zayn kembali menatap mata indah Nafisya, lalu mencium lembut kening Nafisya, turun ke matanya lalu berakhir di bibir Nafisya.Nafisya hanya pasrah menerimanya. merasa Nafisya kehabisan bernafas, Zayn melepas pangutannya.
"hah.... hah...... "ucap Nafisya seperti orang habis merathon dengan wajah memerah menahan malu.
" seperti orang habis merathon 3 km aja"ucap Zayn
"abang ihh... pagi-pagi udah mesum, main nyosor aja"ucap Nafisya malu.
"wajah kamu memerah tuh"tunjuk Zayn sambil menarik sudut bibirnya
"hah!!! masa'sih"ucap Nafisya meraba wajahnya
"itu makanya"ucap Zayn berdiri dari sajadah yang di dudukinya habis solat tadi.
"bang mau kemana tolong ambilin tongkat Fisya diruang nonton ya"ucap Nafisya saat melihat Zayn keluar kamar.
"Hhmm... Iya.... "
🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi itu pasutri yang lagi akur-akurnya sedang mencari sarapan pagi diluar.
"kita sarapan nggak direstoran ya bang"
"loh kenapa?"ucap Zayn fokus nyetir
"Ngak enak, lebih baik sarapan di pinggiran jalan pedagang kaki lima, pasti lebih enak.
"memangnya bersih dan sehat?"
"ihh ngk boleh meremehkan, tentu saja bersih dan sehat,mereka juga ngak mau lah para pembelinya sakit, buktinya aku sering makan di pedagang kaki lima, masih sehat-sehat aja ngak kenapa-kenapa, makanannya juga nggak kalah tuh sama makanan yang ada direstoran"ucap Nafisya panjang lebar.
"Iya kita coba aja, tapi nanti kalau abang sakit kamu bertanggung jawab ya"
"Ya jelaslah kalau abang sakit pasti aku juga yang bakalan rawat bang"ucap Nafisya
"Itu-itu bang di sana"ucap Nafisya melihat penjual kaki lima yang berjualan berderetan.
"banyak banget penjual kaki limanya, kita makannya yang dimana nih"
"nanti aku tunjukin, sekarang abang parkiran dulu mobilnya, kita berjalan aja ke sana"
"kamu kuat?"
"kenapa nggak?"
Zayn mencari tempat parkiran, setelah memakirkan mobilnya, Zayn dan Nafisya turun dari mobil dengan Nafisya memakai tongkat,mereka menuju pedagang kaki lima yang sering dikunjungi Nafisya.
Zayn terus menggandeng tangan Nafisya menuju pedagang kaki lima Nasi uduk, orang-orang yang melihat pasutri itu ada yang merasa iri, ada merasa sedih karna harus melihat pasangan yang uwuuu, ada juga yang menatap sinis, banyak pandangan mata yang berbeda-beda setiap orang.
mereka sampai di pedagang kaki lima itu, yang lumayan rame di pagi hari.
"Mas nasi uduk komplit 2 ya"ucap Nafisya
"Iya neng... eehh neng Fisya tumben ngak sama neng Ira, sama om nya neng"ucap penjual melihat ke arah Zayn yang di samping Nafisya dengan mata melotot
"Om?"gumam Zayn kesal melirik ke arah Nafisya yang tersenyum ke arahnya
"heheheh.... ngak mang ini Bojonya Fisya"ucap Nafisya tersenyum
"maaf atuh neng dan mas, kasep pisan bojo neng Fisya "ucap Penjual menganggukkan kepala.
"terimakasih mang"ucap Nafisya tersenyum ramah
Nafisya menarik tangan Zayn mencari tempat duduk yang kosong.
__ADS_1
...****************...
maaf author jarang update, karna jarang juga teman-teman yang like, komen dan vote karya author.