
Setelah selesai makan siang.
Zayn kembali melajukan mobilnya membelah jalan raya yang tidak terlalu padat.
"Loh Abang ini bukan jalan ke apartemen kita kan? "ucap Nafisya memperhatikan jalanan
"Iya bukan"jawab Zayn
"trus kita kemana kalo ngak ke apartemen, mau ke rumah Mama tapi ini bukan juga jalurnya"ucap Nafisya bingung menatap Zayn yang masih fokus menyetir
"Tenang aja sayang, kamu cukup diam, lihat saja nanti kita mau kemana?"ucap Zayn
"Abang jangan buat Fisya penasaran deh, bilang aja kita mau kemana? "desak Nafisya
"Rahasia sayang"ucap ucap Zayn melirik sekilas pada Nafisya
"Tau ah fisya sebal sama Abang main rahasia-rahasiain segala"ucap Nafisya dengan wajah muram.
Zayn hanya diam tidak menanggapi ucapan Nafisya.
Tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka.Nafisya masih dengan wajah sebal melihat ke arah jalanan yang dilalui, sedangkan Zayn tersenyum dalam diamnya sesekali memperhatikan Nafisya yang menurutnya lucu kalo lagi sebal dan ngambek begini.
"Apa-apaan sih Abang, pake dirahasiain segala, apa susahnya bilang langsung"batin Fisya
Sekitar 45 menit mereka tiba di sebuah tempat yang sudah Zayn rencanakan untuk mereka refleksing berdua. Zayn melihat Nafisya yang duduk disampingnya.
"sayang"tak ada jawaban dari Nafisya
"sayang"masih sama tak ada jawaban
Awalnya Zayn terkejut melihat posisi Nafisya yang pastinya tidak nyaman sekali dengan kepala nya tersandar di jendela mobil, dan wajah menghadap ke luar.Zayn mendekati Nafisya.
"Pantesan ngak nyahut dari tadi ternyata ketiduran"gumam Zayn memperbaiki posisi tubuh Nafisya .Nafisya yang merasa seseorang menyentuhnya kemudian tersentak dari tidurnya.
"Abang?? "ucap Nafisya kaget melihat Zayn yang begitu dekat dengan wajahnya.
"Kenapa tidur begitu sayang, nanti lehernya sakit lho"ucap Zayn masih dengan posisi dekat dengan wajah Nafisya
cup Zayn mengecup bibir Nafisya
"Abang!!!! "ucap Nafisya geram
"Sudah ayo kita udah sampai"ucap Zayn tanpa mempedulikan Nafisya yang akan marah padanya, Zayn kembali ke tempat duduknya.
"Abang Fisya lagi kesal, sebal sama Abang"ucap Nafisya merajuk.
"Jangan merajuk begini sayang, kalo begini Abang jadi gemas sama kamu"ucap Zayn mendekat ke arah Nafisya kembali dengan menarik sudut bibirnya
Nafisya menatap geram ke arah Zayn.
"Ngapain Abang, awas minggir Fisya mau turun,katanya tadi udah sampai"ucap Nafisya kegagalapan membuka pintu mobil, takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nya, melihat tatapan Zayn yang tidak biasa.
Nafisya menutup pintu mobil dengan keras, membuat Zayn menahan tawa melihat istri kecilnya itu.Tak menunggu lama Zayn juga turun dari mobilnya.
"Abang kita beneran disini, Fisya ngak lagi mimpi siang kan Bang? "ucap Nafisya menatap tidak percaya didepannya sudah disuguhkan dengan Pantai yang menyenangkan mata, bunyi desiran ombak yang begitu keras ada pondok-pondok di sekitaran pantai.
"Iya sayang kita sekarang berada di Pantai, apa kamu suka?"tanya Zayn sudah berada didekat Nafisya dan menggenggam tangan Nafisya.
"Abang Fisya suka banget, Fisya ngak nyangka kita bakalan ke sini"ucap Nafisya mendongkak menatap wajah Zayn yang jauh lebih tinggi darinya.
"Benarkah ,Yasudah ayo kita kesana sayang"ucap Zayn menarik tangan Nafisya yang masih berdiri ,tanpa diduga Nafisya melepas tangan Zayn dan berlari ke arah pantai meninggalkan Zayn yang masih terkejut dengan tingkah Nafisya,Zayn hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya itu lari-lari.
__ADS_1
"Abang ayo cepat"teriak Nafisya menoleh sekilas ke arah Zayn
"Benar-benar membingung, tadi katanya sebal dan kesal, sekarang lihat lah begitu bahagianya dia lari-lari seperti anak kecil melihat pantai, emang semua wanita bersikap seperti itu, sulit ditebak dan dimengerti"ucap Zayn sambil mengikuti Nafisya.
Disisi lain
Waktunya untuk setiap pekerja kantor pulang ke rumah masing-masing.
begitu juga dengan Ayana dan Kelvin yang memutuskan untuk pulang setelah seharian bekerja di kantor perusahaan Mama Anita.
"Ay langsung pulang atau mau kemana dulu"tanya Kelvin setelah mereka masuk ke lift untuk turun kelantai bawah.
"Terserah Kak Kelvin aja deh"jawab Ayana
"Gimana kalo kita jalan-jalan dulu ke taman cari udara segar"ucap Kelvin setelah pintu lift terbuka keduanya melanjutkan berjalan kembali, karyawan yang melihat Ayana dan Kelvin, menunduk hormat dan menyapanya.
"boleh juga Kak"ucap Ayana tersenyum
keduanya masuk ke dalam mobil, Kelvin melajukan mobil meninggalkan halaman kantor yang sangat luas membelah jalan raya yang padat dengan kendaraan.setiap manusia yang bekerja dari pagi akan pulang ke rumah mereka masing-masing di sore harinya menjelang magrib.
Kelvin menghentikan mobilnya di taman. keduanya turun dari mobil. Berjalan beriringan.
"Wah.... udaranya benar-benar sejuk di sini ya Kak, suasananya tenang dan nyaman"ucap Ayana
"Iya dong Ay itu makanya aku ajak kamu kesini"ucap Kelvin
mereka terus berjalan melihat sekeliling taman yang indah ini.
"Kita duduk disitu yuk Ay"tunjuk Kelvin pada bangku kosong yang ada ditaman itu
"Iya ayo Kak "ucap Ayana
"Lucu ya Kak lihat mereka"ucap Ayana pada Anak-anak yang sibuk bermain di taman itu.
"Hah?? I... Iya Ay, kamu merasa ngak kita seperti orang tua yang lagi nungguin anaknya bermain "ucap Kelvin tersenyum ke arah Ayana.
"Hah??? orang tua?? yang benar aja Kak? Kak Kelvin kalo ngomong ngaco juga ya"ucap Ayana terkekeh
"Benaran lho Ay, Kak Kelvin serius, suatu saat nanti pastinya"ucap Kelvin menatap ke arah anak-anak itu.
"Iya aku tau Kak, setiap kita pasti akan menjadi orang tua"ucap Ayana juga menatap anak-anak yang bermain didepannya
"Tapi kamu Ibu dari anak-anakku Ay"ucap Kelvin serius ,Ayana langsung menoleh kearah kelvin yang duduk disampingnya,sesaat kemudian Ayana tertawa.
"Kenapa ada yang salah,kenapa kamu tertawa Ay, kamu ngak mau jadi ibu dari anakku"ucap Kelvin
"Iya salah lah Kak, gimana aku mau jadi ibu dari anak Kak Kelvin, kita aja belum nikah, hubungan aja ngak jelas"ucap Ayana kembali tertawa.
kelvin tertampar mendengar ucapan Ayana ya memang benar, dirinya saja tidak pernah mengatakan cinta atau mereka tidak pernah jadi sepasang kekasih, hampir 5 bulan dekat, sekalipun kelvin tidak pernah menyatakan bahwa dirinya mencintai Ayana, ya walau dengan sikapnya sudah terbukti bahwa dia benar-benar mencintai Ayana,ucapan dan perkataannya juga sering menggoda Ayana tapi itu hanya di bawa santuy oleh Ayana bukan baper, mulai dari jemput dan antar Ayana ke kantor, sering keluar malam minggu, hari weekend pun mereka menyempatkan untuk jalan-jalan, perhatikan dan pedulinya pada Ayana, semua itu tidak akan terlihat jika tidak disempurnakan dengan pernyataan cinta.
Entahlah Kelvin tidak tau kenapa dirinya begitu pengecut, seorang kelvin yang terkenal playboynya, jika suka sama cewek langsung tebak trus jadian, sekarang tidak lagi, dia tidak bisa seperti itu pada Ayana, bibirnya kelu buat nyatain bahwa dia menyukai Ayana, bahkan saat pertama kali ketemu kelvin sudah tertarik pada Ayana, bisa disebut juga sebagai cinta pandangan pertama.
"Kak... "
"Kak Kelvin"ucap Ayana agak keras membuyarkan lamunan kelvin
"ah I... iya.....apa Ay?....ada apa? "ucap Kelvin kaget dan juga cemas.
"Kenapa Kak kelvin melamun sih, apa yang Kak Kelvin pikirkan?"ucap Ayana
"Ti.... tidak ada, ohhh iya kamu tunggu disini ya aku mau ke sana dulu"ucap Kelvin pada Ayana yang masih bingung, setelah itu kelvin berlalu pergi.
__ADS_1
"Kenapa Kak kelvin, ada apa dengannya ,kenapa dia terlihat aneh"gumam Ayana memperhatikan punggung kelvin yang sudah menjauh.
"Dia bersikap seolah-olah mencintaiku, tapi sekali pun tak pernah menyatakan cinta, tadi... tadi dia bilang aku ibu dari anak-anaknya, tapi kenyataannya dia ngak ada niat serius untuk menikahi ku, Aku sungguh bingung dengan sikapmu Kak, sudahlah aku tak ingin terlalu berharap,biar waktu dan do'a yang akan menjawab "batin Ayana
"Heiii... Ay kok bengong, ada apa?"ucap Kelvin datang
"ah tidak... tidak ada apa-apa"ucap Ayana gagap
"ini es krim"kelvin menyodorkan eskrim buat Ayana
"jadi Kak kelvin tadi beli es krim, makasih lho kak"ucap Ayana tersenyum menerima es krim dari Kelvin
"hemmm... "anggukan kelvin
Ditempat lain
Zayn dan Nafisya saling menggenggam tangan berjalan dibibir pantai,pasutri satu ini begitu menikmati indahnya pantai lebih tepatnya melihat sunset.
ombak membasahi kaki keduanya terlihat kaos kaki dan ujung gamisnya Nafisya basah terkena ombak. sedangkan Zayn menyinsingkan celananya hingga lutut jadi tidak basah, satu tangannya lagi membawa sepatu snakers Nafisya, sedangkan sepatunya diletakkan didalam mobil.
"Abang lihat sunset nya indah ya"ucap Nafisya
"Iya sayang, fisya suka?"
"sangat-sangat suka Abang, ayo kita foto berdua bang"ucap Nafisya antusias
"hemm... boleh"
Zayn minta tolong pada orang didekatnya untuk mengambil gambar dirinya dan Nafisya.pasutri ini mengabadikan momen mereka dengan berfoto ria sebagai kenang-kenangan. Selesai sesi foto mereka terus berjalan.
"sayang lapar mau makan? "tanya Zayn
"Ngak deh bang, kaos kaki sama gamis bagian bawah Fisya basah nih Bang, kita pulang aja lagi "ajak Fisya
"sayang yakin?"
"Iya Abang, lagian sudah 2 jam kita disini dari tadi, Fisya juga udah puas main di pantai,sebentar lagi matahari juga akan tenggelam "ucap Nafisya jujur
"Yasudah lah kita pulang"ucap Zayn
mereka berdua memutuskan untuk pulang.
didalam mobil
"Kaos kakinya, fisya lepas aja ya bang,udah basah"ucap Nafisya
"lepas aja sayang, daripada kaki kamu kedinginan, nanti keluar dari mobil langsung aja pake snakers,tapi gamisnya jangan sampe dilepas juga sayang"ucap Zayn tersenyum jahil
"Ya ngak lah, kan gamis fisya juga bagian bawahnya aja yang basah, kalo Fisya lepas mau pake apa Fisya nanti "ucap Nafisya cemberut.
"Itu makanya Abang larang lepas lagian kan kita juga lagi dimobil , tapi kalo dikamar boleh lepas semuanya sayang"Zayn menyeringai mesum
"Dasar Abang mesum, Abang nyeselin, geram Fisya lihat Abang"ucap Nafisya sebal.
Adzan magrib berkumandang, Zayn menghentikan mobilnya di mesjid dan melaksanakan sholat Magrib, sedangkan Nafisya menunggu Zayn selesai sholat di mobil, karna dia lagi ngak sholat.
...****************...
Bantu like, coment, vote dan Rate 5 ya readers, supaya author cepat update
Thank's
__ADS_1