
Zayn pergi ke kampus sedangkan Nafisya diantar ke rumahnya,untuk berkemas-kemas barang-barang mereka, karna nanti Zayn akan bicara pada Mama Nafisya dan Ayahnya, bahwa mereka akan tinggal mandiri di apartemen Zayn.
"Kakak boleh aku masuk"ucap Ira didepan pintu kamar Nafisya
"Masuk aja dek,pintunya nggak dikunci lho"
"Kak kamu mau kemana, berkemas barang-barang gitu"ucap Ira duduk di tepi ranjang sambil memperhatikan Nafisya yang memasukkan barang-barang miliknya dan Zayn ke dalam koper.
"Ohh iya kata bang Zayn kami berdua akan tinggal di apartemen bang Zayn"
"Jadi kakak kemarin nginap di sana, tapi kenapa kak, nggak terlalu cepat banget kakak ninggalin rumah ini, aku bakalan sendiri dong kak, ngak ada kakak di rumah ini, pasti akan terasa sepi kak,mama dan ayah pasti bakalan sedih. "ucap Ira menunduk sedih.Nafisya menghampiri Ira dan duduk disebelahnya.
" mau gimana lagi dek, sebenarnya kakak juga nggak ingin ninggalin kamu, ayah dan Mama, tapi kakak harus ikut suami kakak dek, kakak nggak mungkin menolak apa yang telah diputuskan bang Zayn, Nanti jika kamu kangen atau merasa sendirian kamu boleh kok main ke apartemen bang Zayn, ajak juga mama dan Ayah ya"ucap Nafisya mengusap lembut punggung Ira
"Hhmm..... iya kak"ucap Ira mengangguk dan memeluk tubuh Nafisya.
"Yaudah jangan sedih lagi, kakak juga sering main ke sini kok,"ucap Nafisya tersenyum hangat pada sang adiknya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Siang harinya Zayn pulang, hari ini Zayn pulang siang, karna dia dan Nafisya akan pindah ke apartemen miliknya.
"Assalamualaikum"ucap Zayn
"Wa'alaikumussalam"ucap Mama bergegas ke depan melihat siapa yang datang.
"Ohh... nak Zayn Tumben pulang cepat nak"ucap Mama Nafisya
"Iya mah..... "ucap Zayn mencium tangan Mama
"Nafisya mana mah"
"di kamar nak"
"Zayn ke kamar dulu mah"ucap Zayn di jawab anggukkan oleh Mama Nafisya.
Zayn membuka pintu kamar.
"setiap aku pulang pasti dia selalu tidur"ucap Zayn saat membuka pintu kamar terlihat Nafisya yang terlelap di atas ranjang
"Jadi dia habis membereskan semua barang-barang ke dalam koper, "ucap Zayn tersenyum tipis melihat 2 koper besar didepan lemari.
"Fisya..... Fisya.... "ucap Zayn membangunkan Nafisya dan mencium keningnya.
"heehmmm.... "ucap Nafisya perlahan membuka matanya
"Astagfirullah... abang.... abang selalu bikin Fisya kaget"ucap Nafisya kaget melihat Zayn berada didepan wajahnya. kemudian nafisya langsung bangun.
"Kapan abang pulang, maaf Fisya ketiduran"ucap Nafisya
"barusan, selalu begitu"ucap Zayn menyentil kening Nafisya
"aduhhh... sakit tauk"
"hhmm.... gimana kita jadi pindah hari ini"
"Ya jadilah bang, abang yang bilang tadi pagikan, Fisya tuh udah kemasin semua barang-barang kita, tapi masih ada beberapa Fisya tinggalin kok, tapi ya walau dengan berat hati Fisya harus tinggalkan mama, Ayah dan juga Ira, tapi mau gimana lagi Fisya juga harus menuruti abang...."ucap Nafisya menunduk
__ADS_1
" Kita akan jalani ini dulu, kamu nggak usah bersedih seperti itu, lagian kalau kamu rindu sama keluargamu, kita akan main ke sini kok, Ira dan juga mama Ayah juga boleh main ke apartemen,abang kan udah bilang ini demi kebaikan kita, sudah seharusnya kita hidup mandiri, untuk lebih saling mengenal dalam satu sama lain,membuka diri kita masing-masing, lebih menerima kekurangan kita masing-masing dan juga lebih bebas antara kamu dan juga abang."
"Iya bang, Kita coba dulu dan kita jalani ini dulu, semoga ini yang terbaik untuk kita"ucap Nafisya tersenyum
"yaudah ayo kita bicara sama Ayah dan mama"ucap Zayn membantu Nafisya berdiri dan mengambil tongkatnya.Mereka berjalan beriringan menuju ruang keluarga, terlihat mama yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Mah ayah di mana mah,Fisya dan bang Zayn mau bicara"ucap Nafisya dibantu duduk oleh Zayn di sofa.
"Ayah.... barusan udah pergi ke tambak ikan, memangnya mau bicara apa nak Zayn "ucap Mama
"Yah.... trus bagaimana ini bang, sepertinya nggak bisa bicara sekarang deh, nanti malam aja kita bicaranya"ucap Nafisya pelan pada Zayn.
"Iya"
"Nanti malam aja kita bicaranya mah"ucap Zayn pada mama
"emangnya kamu dan nak Zayn mau bicara apa kak, seperti serius"ucap Mama
"Iya nanti aja kami bilang mah, setelah makan malam"ucap Nafisya tersenyum lembut ke arah mama
"Yaudah"ucap Mama mengangguk
Zayn dan Nafisya kembali ke kamar.
"Sepertinya kita nggak bisa pindah hari ini bang, palingan besok deh kita pindahnya"ucap Nafisya dan Zayn duduk dipinggir ranjang.
"Iya mau gimana lagi"
"abang mau kembali ke pergi ke kantor, kan biasanya pulang dari kampus langsung ke kantor"
"Ngak deh, biar Tante dan Kelvin yang atur semuanya, abng mau istirahat aja"
"hhmm.... lagian kalau nggak bekerja juga dikantor, mereka juga bakalan ketemu tiap hari, Kelvin kan selalu sempatkan datang kerumah Mama"
"Iya maksudnya mereka bakalan dekat banget dong bang, pasti kak Kelvin bakalan senang banget dekat terus sama tante"ucap Nafisya terkekeh.
"Ya iyalah, udah ahh jangan pikirin mereka mulu, hubungan mereka mah udah jelas, saling menyukai satu sama lain, lah Kita entah bagaimana?"
"Kalau kita ini bagaikan hubungan luntang lantung, kayak abu-abu gitu ngak jelas samar-samar, apalagi abang yang entah memiliki rasa cinta atau tidak pada istrinya sendiri"ucap Nafisya nyindir Zayn
"besok aja kita debatnya, sekarang abang lelah mau istirahat"ucap Zayn naik keatas ranjang dan berbaring
"buka dulu jas nya sebelum tidur bang"ucap Nafisya, Zayn bangun kembali dan Nafisya membantu Zayn membuka jasnya,lalu berjalan dengan tongkatnya untuk mengantung jas Zayn.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setelah Makan malam seperti biasa semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga.
"Zayn dan Nafisya mau ngomong sama Ayah dan Mama"ucap Zayn memulai pembicaraan
Ira melirik sendu ke arah Nafisya
"Mau ngomong apa nak"ucap Ayah menatap putri dan menantunya.
"Begini yah, Zayn dan Nafisya ingin hidup mandiri Yah, Zayn mau membawa Nafisya untuk tinggal di apartemen Zayn, kami ingin memulai menata rumah tangga berdua yah, Zayn minta izin sama Ayah dan Mama untuk membawa Nafisya tinggal bersama Zayn"ucap Zayn mantap menatap Ayah.
"Alhamdulillah nak, niat mu baik, sekarang Nafisya adalah tanggung jawab mu, jadi kemana pun kau pergi Nafisya akan selalu mengikutimu, Ayah dan mama setuju dengan keputusan kamu nak, Ayah berharap pada mu nak untuk menjaga dan melindungi Nafisya,Ayah mohon jangan sakiti putri Ayah,jika kau menyakitinya kau sama saja menyakiti aku nak, jika kau sudah tidak ingin dia lagi, maka kau bisa pulangkan dia baik-baik pada Ayah"ucap Ayah serius
__ADS_1
Nafisya yang mendengar ucapan Ayahnya dia begitu terharu dan tersentuh. dia berjalan menghampiri sang Ayah dan memeluknya.
"Ayah.... Fisya sayang ayah"ucap Nafisya memeluk Ayahnya dari samping,Mama dan Ira yang melihat itu ikut terharu.
"Iya sayang ayah juga sayang dengan putri kecilnya ayah"ucap Ayah membalas pelukan anaknya dan mencium pucuk kepala Nafisya.
"kamu mah cengeng kak, malu tuh dilihatin suami mu"ucap Ira melirik ke arah Zayn yang sedang memandang ke arah Ayah dan Nafisya.
"heheheh.... biarin, besok-besok kamu yang bakalan sama Ayah terus lah kakak tinggal jauh dari kalian"
"maklum ya nak Zayn, anak mama memang begitu manja sama Ayah dan Mama"
"Iya mah ngak papa"ucap Zayn mengangguk melirik sekilas ke arah Nafisya
"asalkan malam ini jangan tidur sama Ayah dan mama ya kak"
"baru aja mau ngomong itu ehh mama udah ngomong duluan"ucap Nafisya cemberut melepas pelukannya dari Ayahnya yang terus mengusap kepala putrinya yang ditutupi kerudung.
"Iya benar apa yang dikatakan mama, kasian nak Zayn"ucap Ayah melihat ke arah Zayn yang merasa canggung.
"Hehmm... jadi Ayah dan Mama mengizinkan Zayn membawa Nafisya untuk tinggal di apartemen?"
"Tentu saja nak, kami mengizinkan Nafisya sekarang udah menjadi istrimu, dia akan mengikuti kamu kemana saja"ucap Mama tersenyum lembut.
"bang Fisya tidur sama mama dan Ayah ya malam ini"ucap Nafisya seperti memohon.
"jangan izinkan Kak "ucap Ira menggeleng kepalanya
"Ngak boleh Kak"bantah mama
"Hihmmm.... yasudah....,kalau gitu Zayn ke kamar ya Mah, Yah"ucap Zayn dijawab anggukan oleh mama dan Ayah.
setelah Zayn pergi
"Mama ngak ngizinin kamu kak"
"Kasian suami kamu nak"ucap Ayah lembut
"Dia udah bolehin kok mah, yah, kan cuma semalam ini doang, besok Fisya udah pindahkan"
"boleh.... ya.... "ucap Nafisya memelas
"cihh.... kamu benar-benar ya kak"ucap Ira kemudian berlalu ke kamarnya
Mama dan Ayah pasrah, dia juga nggak ingin menolak inginan putri sulungnya itu.
Malam itu Nafisya tidur bersama kedua orang tuanya. sedangkan Zayn tidur sendirian di kamarnya, cukup lama dia memejamkan matanya tapi tidak juga terlelap, ada rasa yang hilang di jiwa, merasa sendirian dan hampa.
...****************...
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh buat para teman-teman author yang insya Allah diridhoi dan diberkahi oleh Allah, author minta kalian buat dukung author dengan cara lindungi karya author. boleh dong di share dan juga ajak teman-temannya yang lain untuk saling membantu. sesama muslim hendaknya kita membantu teman muslim lainnya.
1.Klik banner kedua pada aplikasi NT
2.Klik aula kehormatan Novel 2021
3.Masukkan nama karya pada kolom pencarian contoh (Dear Jodoh atau wanita single memiliki anak)
__ADS_1
4.Klik lindungi.
Semoga dengan bantuan teman-teman dibalas pahala oleh Allah swt.