
Hari ini Nafisya dan Zayn berangkat pagi-pagi dengan pakaian yang rapi,keduanya akan menghadari acara penting.Walau hari ini semua keluarga besar sibuk dengan persiapan pernikahan Tante Ayana yang akan di laksanakan besok. Zayn dan Nafisya tetap melakukan aktivitas mereka yang tidak mungkin untuk tidak di lakukan.
Setelah mengantar Nafisya, Zayn langsung menuju kampusnya, pagi ini Zayn harus mengajar dulu, nanti siang menghadiri undangan acara.
"Semuanya sudah di siapkan"tanya Zaki pada panitia acara
"Sudah kak"
"Kita testing dulu sebelum acara"ucap Zaki
"Mana Nafisya?"tanya Zaki cekingak celinguk melihat keberadaan Nafisya yang ada di dalam aula.
"Assalamualaikum"ucap Nafisya setengah berlari masuk ke dalam aula,menghampiri Rania yang bernafas lega melihat kehadiranmu.
"Untung kamu datang cepat Sya, soalnya kita akan testing dulu"ucap Rania.
"Yasudah ayo kita mulai"ucap Zaki.
"Baik Kak"ucap semua panitia acara termasuk Nafisya dan Rania.
Nafisya mulai naik ke atas panggung aula yang memulai testing.
Sedangkan di rumah Mama Anita.Banyak sekali para WO mendekorasi rumah untuk acara pernikahan besok.
Kelvin datang ke rumah, kemarin Ayana menelepon bahwa Mamanya ingin bertemu dengan Kelvin.
"Assalamualaikum"ucap Kelvin
"Wa'alaikumsalam"ucap seorang lelaki yang berjalan ingin keluar.
"Calon suaminya tante ya?"ucap Diano yang diangguki bingung oleh Kelvin.
"Silahkan masuk, Oma udah menunggu di dalam"ucap Diano.Kelvin mengikuti Diano dari belakang.
"Kelvin? kamu udah datang"ucap Mama Anita dari halaman rumah memantau para WO
"Iya Tante"ucap Kelvin berbalik badan kebelakang
"Jangan panggil Tante dong, panggil Kakak sama seperti Ayana"
"Sebentar lagi bukan jadi teman Abang Zayn saja tapi juga suaminya Tante"ucap Diano
"Yasudah ayo ajak Om mu menemui Oma"ucap Mama Anita
"Om?? yaelah berasa tua banget gw,"batin Kelvin
Diano dan Kelvin menuju ruang keluarga, di sana sudah ada Mani dan Oma.
"Mani!"
"Oma!! ini Om Kelvin udah datang"ucap Diano
Kelvin menganguk sopan pada Oma dan Mani yang menatap ke arahnya.
"Oma aku panggil tante ya"ucap Diano
"Tante Ani"ucap Kelvin menyalami tangan Mani
"Panggil Kak Ani saja Kelvin, bentar lagi akan jadi adik ipar"ucap Mani menerima salaman dari Kelvin.
"Heh! Iy iya"ucap Kelvin kemudian beralih pada Oma yang berada di kursi roda.
"Oma"ucap Kelvin membungkuk menyalami tangan oma.
__ADS_1
"Kamu yang akan menjadi menantu mama"ucap Oma
"Insya Allah Oma"Kelvin canggung
"Duduk lah nak, jangan canggung begitu, mama hanya ingin mengobrol sebentar saja dengan kamu"ucap Oma,Kelvin pun duduk di sofa dekat Oma.
"Kan Kelvin"ucap Ayana berbinar saat menuruni tangga,Kelvin yang mendengar suara Ayana memanggilnya, langsung melihat ke arah Ayana, ada rasa senang di hatinya melihat Ayana,rasa rindunya terbayar setelah 3 hari ngak ketemu. Padahal mereka besok akan menikah.
"Ay kenapa kamu keluar dari kamar?"ucap Oma
"Ihhh mama, Ay cuma ingin bertemu doang dengan Kak Kelvin"ucap Ayana merajuk,Oma hanya geleng-geleng dengan putri bungsunya itu.
"Tante ngak bisa tahan mau ketemu sama Om, padahal besok mau nikah juga"cibir Diano
"biarin, anak kecil ngak boleh sewot"ucap Ayana berjalan ke arah sofa.
"Kenapa sih kalian suka banget bilang aku anak kecil, umur aku tuh 20 tahun kali"ucap Diano kesal.
Sedangkan
Disisi lain
Setelah mengajar di kampus, Zayn beserta dekan rektor menuju kampus xxxx untuk menghadiri sebuah acara hari jadi kampus xxxx yang ke 42 tahun.
mobil Zayn sampai di parkiran kampus yang ternyata kampus kuliah istrinya.
"Kenapa Fisya ngak bicara bahwa ada acara di kampusnya"gumam Zayn.
Zayn, dekan,dan rektor berjalan menuju Aula kampus di mana acara di gelar. Mereka di sambut baik oleh tuan rumah di kampus Nafisya.Zayn terus celingak celinguk memperhatikan sekeliling mencari keberadaan istrinya dengan ekor matanya
"Selamat datang di kampus kami Pak Zayn, silahkan Pak"ucap Dekan kampus xxxx mengiring langkah Zayn untuk duduk di kursi tamu bagian depan,beserta para dosen, dekan dan rektor lainnya.
"Dimana Fisya?"gumam Zayn.
Acara segera di mulai
"Iya aamiin, makasih Kak"ucap Nafisya.
Setelah Nafisya naik ke atas panggung untuk memulai acaranya.Zayn yang duduk di bagian depan terkejut melihat istrinya sebagai MC.
"Dia tidak bilang kalo jadi MC di kampusnya pada ku"gumam Zayn tersenyum memperhatikan Nafisya. Tapi Nafisya tidak pernah melihat ke arahnya, entah tau atau tidak tau, bisa jadi juga pura-pura tidak tau bahwa suaminya duduk di depan.
"Acara kedua pembacaan kalam illahi yang akan di bacakan oleh Rania, kepada Rania kita persilakan"ucap Nafisya.
Rania maju dan naik ke atas panggung membawa Al-qur'annya,kemudian membaca salam dan mulai membuka al-qur'an dan membacanya, semua orang hanyut dan menghayati mendengar pembacaan al-qur'an yang begitu merdu di telinga.
"Masya Allah pembacaan yang bagus"kagum Zaki pada Rania termasuk banyak yang lainnya juga memuji Rania.
Acara demi acara berjalan dari kata sambutan oleh rektor kampus, ucapan selamat oleh dekan dan dosen,sholawat dan lagu gambus dari perwakilan mahasiswa,serta arahan dan motivasi dari Tuan rumah,termasuk ketua pelaksanan yaitu Zaki.
Saat acara berlangsung Nafisya merasa risih seperti ada seseorang yang selalu menatap dan melihat ke arahnya.Nafisya ingin memastikan siapa orang itu, saat melihat ke depan Betapa terkejutnya Nafisya ternyata suaminya duduk di kursi bagian depan menghadiri acara di kampusnya.
"Loh ada Abang!, kenapa ngak bilang mau hadiri acara di kampus ku,pantesan aku risih dan gugup ternyata Abang yang menatap ku dari tadi ,Ya Allah buat aku ngak konsen aja"ucap Nafisya menunduk.
Hingga acara pun selesai berjalan dengan lancar dan di tutup dengan riuhan tepuk tangan serta jabatan tangan antara dosen, dekan dan rektor kampus lain pada Tuan rumah Kampus.
Dan foto bersama para dosen, dekan dan rektor.
"Zaki panggil seluruh panitia kita akan foto bersama dulu"
"Baik Pak"
Zaki mengumpulkan seluruh panitia.
__ADS_1
"semuanya para rektor ingin kita berfoto bersama dulu dengan tamu undangan dari kampus lain"ucap Zaki
"Asikk foto bersama petinggi kampus"ucap salah satu panitia
"Ayo"ucap Zaki
Panitia yang berjumlah 15 orang itu termasuk Nafisya dan juga Rania.
"Aku lihat tadi ada suami kamu Fisya?"
"Iya Ran beliau datang juga"ucap Nafisya
mereka berjalan ke arah para rektor, dekan dan dosen untuk bergabung untuk berfoto bersama. Zayn yang melihat Nafisya mengode untuk mendekat ke arahnya dan berfoto di dekatnya. Nafisya menggeleng kepala. Namun Zayn tetap kekeh melambaikan tangan pada Nafisya.
"suamimu manggil untuk kesana Fisya"ucap Rania
"Rania foto dekat sana, kamu foto dekat suamimu sana"ucap Rania yang di jawab anggukan oleh Nafisya.
"Oke semua sudah siap"ucap fotografer
Nafisya mempercepat langkahnya menuju Zayn.Saat sudah dekat Zayn menarik tangan Nafisya,dan itu tidak lepas dari tatapan Zaki yang menatap heran pada Nafisya dan Zayn.
"Ihh Abang jangan main tarik-tarik napa!"ucap Nafisya bersungut-sungut
hutss...
"Oke siap, 1,2,3 cekrek"aba-aba fotografer.
Tangan Zayn berada dipundak Nafisya dengan mesra.Nafisya juga tidak protes,kemudian tangan Zayn mengapit tangan Nafisya.
cekrek cekrek cekrek
sesi foto bersama pun selesai. Semuanya berjabat tangan dengan para tamu undangan, kecuali perempuan tidak boleh berjabat tangan dengan laki-laki, karna kampus mereka adalah kampus islamiah, jadi harus mengikuti aturan Kampus.
"Sudah selesaikan?ayo kita pulang!"ucap Zayn
"Belum Bang Fisya pulang aja dengan taksi nanti...."
"Fisya"panggil Zaki menghampiri Nafisya yang sedang berbicara dengan Zayn
Zayn mengerutkan dahinya dan menatap Nafisya.
"Iya Kak Zaki"ucap Nafisya
"Ayo kita makan bersama dulu"ajak Zaki
kemudian menyapa Zayn yang menatapnya tidak suka.
"Pak"ucap Zaki ramah.
"Kalo gitu Fisya pergi dulu ya Bang"ucap Nafisya tersenyum pada Zayn dan melangkah.
"Abang tunggu kamu di luar"ucap Zayn datar,Nafisya menoleh kembali ke arah Zayn.
"kalo lama gimana Bang?"ucap Nafisya
"Tetap Abang tunggu"ucap Zayn
Nafisya menahan senyum melihat wajah Zayn datar, kemudian melangkah mengikuti Zaki.Zayn menatap kesal melihat Nafisya bersama laki-laki yang sepertinya beda 3 tahun di bawahnya.
...****************...
Bersambung
__ADS_1
Tinggalkan jejaknya ya readers
kasih saran dan koment nya dong, buat author melanjutkan kehidupan Zayn dan Nafisya.