
Nafisya telah siap untuk pulang semua barang-barangnya juga sudah terkemas semuanya, dokter pun datang memastikan dan memeriksa keadaan Nafisya sebelum pulang.
"Udah bersemangat banget untuk pulang"ucap dokter tengah memeriksa
"Hehehehe.... Alhamdulillah dok"ucap Nafisya dan dokter pun tersenyum
"Tidak ada keluhan lain kan? selain pada kaki"
"Alhamdulillah tidak dok"
"Baik lah semuanya udah pulih dan membaik, tapi bagian kaki yang mengalami keretakan itu harus segera di ronsen jangan biarkan lama-lama karna akan berakibat fatal nantinya"ucap dokter
"Iya baik dok, terimakasih"ucap Nafisya
"Ohhh.... iya dokter, biaya administrasi rumah sakit Nafisya bagaimana dok?,udah dibayar atau belum ya dok? "ucap Khila
"Tenang saja dek, semua biaya rumah sakit telah ditanggung oleh Nyonya Anita kemarin, jadi kalian jangan cemas"ucap dokter membuat Khila lega dan Nafisya bersyukur.
"Baiklah kalau begitu, saya permisi, semoga dek Nafisya cepat sembuh ya"ucap dokter wanita muda itu
"Iya dok, terimakasih"ucap Nafisya, Khila dan Mita yang dari tadi diam.
setelah dokter pergi
"Gimana calon kakak Ipar mau pulang atau masih ingin di sini"ucap Khila menggoda Nafisya
"Heheheh..... calon kakak Iparnya Khila ni yee"goda Mita
"Aduhh kalian ahh lebay, malas aku ah"ucap Nafisya bersemu
"emang benar toh"ucap Mita
"Mit tolong bantuin Nafisya pindah ke kursi roda"ucap Khila
"Ahhh.... iya bentar"ucap Mita berdiri menghampiri kedua sahabatnya
Khila dan Mita membantu memindahkan Nafisya ke kursi roda
"Kamu bawa tas Nafisya mit, biar aku yang dorong kursi rodanya"ucap Khila
"Iya..... Iya"ucap Mita
Nafisya tersenyum bahagia kepada kedua sahabatnya
"Thank's ya"ucap Nafisya di sambut senyuman hangat oleh keduanya
mereka bertiga berjalan beriringan menyusuri koridor rumah sakit sambil saling bicara hingga sampai di parkiran. Khila dan Mita membantu Nafisya untuk masuk ke dalam mobil setelah itu menyimpan kursi roda di bagasi mobil.
didalam mobil
"Sya kita mau ke rumah aku, Mama Anita atau langsung kerumah mu"ucap Khila sambil menyetir mobil
"Ke rumah aku aja Khil"ucap Nafisya
"Pasti di rumah kamu orang-orang pada sibuk semua"ucap Mita
"Hehehehee..... Iya mau gimana lagi"
"Kita akan melakukan bridal shower untuk Nafisya Mit"ucap Khila
"Wahhh..... bener juga kamu Khil, sebelum dia jadi istri abang kamu, hehehhehe sama kayak Ria ricis gitu, iya ngak?? "cengir Mita
"Idihh.... apaan sih kalian"ucap Nafisya malu-malu
"Tenang aja Sya, itu sebagai melepas masa lajangmu, sebagai sahabat yang baik kami berdua harus merayakan itu untuk mu,"ucap Khila sambil fokus nyetir
Tak terasa Mereka pun sampai di rumah Nafisya.Mama dan Syakira membantu Nafisya untuk turun dari mobil dan mengeluarkan kursi roda untuk Nafisya.
"Kak maafin mama ngak bisa jemput kamu, tadi Mbak Anita udah telepon Mama, bahwa Khila yang ngantarin kamu pulang, dan lagian kan Mama sibuk menyiapkan untuk keperluan besok"
"Ngak papa atuh Mah, Fisya juga ngerti kok,"ucap Nafisya tersenyum lembut
"Nak khila makasih ya udah repotin"ucap Mama Nafisya
"Iya makasih ya Kak, oh iya Kak Khila dan Kak Mita ayo masuk kak"ucap Syakira
Mereka pun berjalan beriringan, dengan mama mendorong kursi roda Nafisya, terlihatnya banyaknya para ibu-ibu yang membantu menyiapkan acara nikahan dadakan Nafisya
"Neng Fisya cepat sembuh ya neng"
"Ibu do'ain kesembuhan untuk neng"
"jangan pernah putus asal dan menyerah ya neng, apalagi udah mau punya bojo"ucap ibu-ibu itu menyemati Nafisya sekaligus menggoda
"Heheheh.... bu makasih"ucap Nafisya tersenyum ramah
Sampai di kamar Nafisya
"Tante biarin kita aja yang bantuin Nafisya"ucap Khila
"Iya Tan, kita akan temanin Nafisya kok, tante"ucap Mita
"Yaudah kalau begitu tante tinggal ya, soalnya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan".
"Ira tolong beri kakak obat ya nanti setelah makan"pesan Mama pada Ira
sekarang mereka berempat ada di kamar Nafisya, mereka asik bercanda tawa dan menggoda Nafisya.
__ADS_1
ππππππ
sisi lain
Sepulang dari kantor, Zayn dan Kelvin langsung menuju Mall Jewelry untuk memilih cincin pernikahan Zayn.
"Bro ayo pilih cincinnya"ucap Kelvin
"lho sabar napa, kalau mau bergegas pulang aja lho sana"ucap Zayn
"Lho sih dari tadi cuma lihatin doang, ngak dipilihnya tuh cincin"
"Mbak tolong cincin yang ini"tunjuk Zayn pada pada cincin yang super simple
"Aduhhh.... Zayn kenapa yang begitu simple kayak gini, cari yang lebih mewah dan elegan dong,lho itu dapat istri yang sempurna, seharusnya kasih cincin yang yang terbaik kualitas dan harganya gitu"
"menurut ini tidak terlalu buruk, lho ngak perlu berlebihan deh, dia pasti juga bakalan nemerima apa adanya"
"Ya dia ngak masalah tapi sebaiknya lho yang kasih terbaik"
"Coba lihat yang itu mbak "tunjuk kelvin pada cincin yang terlalu mewah dan berlebihan
"Ngak ah.... ini terlalu mencolok menurut gw,"ucap Zayn, karna cincin itu permukaannya ditutup permata semua
mereka berdua sibuk berdebat memilih cincin yang cocok untuk pernikahan Zayn, tapi keduanya selalu berbeda pendapat, apalagi Kelvin sangat antusias memilih cincin yang terbaik untuk pernikahan sahabatnya, namun lagi-lagi Zayn selalu menolak pilihan Zayn.
"gw pusing deh sama lho Bro, gw pilihkan yang terbaik, loh malah nolak, dari tadi ngak ada yang cocok,mbak-mbaknya juga pusing layani lho dari tadi, yang ada nih mbaknya bisa pingsan di tempat gara-gara lho"
"gimana nih, kalau ngak ada juga cari tempat lain aja deh"ucap kelvin nyerah pasrah
"Mbak coba ambilin yang itu"tunjuk Zayn pada cincin yang simple yang permata berlian biru diatas nya, tampak sekali cincinnya sangat elegan
"ini baru bagus"ucap Zayn mengambil cincin itu
"baru pilihan lho benar bro, coba dari tadi lho pilih yang ini, kita ngak akan berdebat dan buang-buang energi gw"ucap kelvin
"Gw kan baru lihat"
"ini muat ngak sama calon istri lho Bro"
"Ya mana gue tau, tapi gw rasa muat deh, lagian jarinya juga kecil dan lentik"pikir Zayn
"Lho sih kalau mau beli cincin itu sama pasangannya, kalau ngak muat nanti kan brabe masalahnya, Mama lho bakalan marah-marah sama gw"ucap Zayn
"ngak usah bawel deh lho, gw yakin pasti muat,lagian kan mama larang gw ketemu sama dia, "ucap Zayn
"1 pasang cincinnya mbak"
setelah membeli Cincin mereka pun pulang ke rumah Zayn
"Apa ada yang harus dibeli lagi ngak nih"ucap kelvin sambil menyetir mobil
"Gw bersyukur deh Bro akhirnya lho nikah juga, berarti lho udah mulai move on tu dari perempuan ngak tau diri itu"ucap Kelvin
"Maksud loh Angel?"
"Iya siapa lagi kalau bukan dia yang bikin lho bucin akut, dan mati rasa, gw harap lho harus bisa move on dari dia dan mulai menata hidup baru lho dengan istri lho, jangan sampai lho sakiti dan sia-sia in istri lho, karna gw yakin masih banyak yang menginginkan dia secara dia cantik dan baik pastinya"ucap Kelvin
"Entah lah vin gw ngak tau tentang perasaan gw saat ini, yang jelas gw jalani saja semuanya, entah apa yang terjadi ke depan itu urusan Tuhan"ucap Zayn berserah terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya
ππππππ
Setelah Magrib
Nafisya dan kedua temannya selesai melaksanakan sholat magrib dan akan bersiap-siap untuk merayakan Bridal shower.
"Kak ada Ibu Anita diluar menunggu mu"ucap Syakira masuk ke kamar Nafisya
"Apah!!! ada mama diluar"ucap Khila
"Ayo Sya, mungkin mama ingin lihat calon mantunya"ucap Khila bersemangat membantu Nafisya untuk duduk di kursi roda.
"Biar aku yang dorong kursi rodanya Khil"ucap mita mengambil alih Khila
mereka berjalan keluar menuju ruang tamu dimana Mama Anita dan Bunda Ani.
Mama Anita tersenyum menyambut Nafisya
"Mama bunda ke sini juga lihat calon mantunya ya"ucap Khila kegirangan
"Iya dong sayang"ucap bunda dan mama Anita bersamaan
Mita mendorong kursi roda Nafisya untuk mendekat ke arah Mama Anita dan Bunda, kemudian Nafisya meraih tangan keduanya untuk bersalaman.
"Fisya ucapakan terimakasih banyak atas semua kebaikan ibu untuk fisya "ucap Nafisya dengan bicara formal
"Iya sayang, mantu cantiknya mama... biasain, panggil Mama dan bunda saja ya nak sama seperti Zayn dan Khila"ucap Mama Anita mengusap lembut kepala Nafisya
"Gimana keadaannya sekarang?"ucap Mama Anita
"Alhamdulillah lumayan baik Ma...ma" ucap Nafisya agak kaku dan belum terbiasa dengan panggilan Mama
"Syukur lah Sayang, pesan mama jangan tidur terlalu larut ya, supaya besok tubuhnya fits dan jagain makan sama obatnya"ucap Mama Anita
"Iya mah, makasih atas perhatiannya"ucap Nafisya dengan nada formal lagi
"silahkan mbak, diminum dulu"ucap Mama Nafisya menghidangkan makanan dan minuman untuk calon besannya
__ADS_1
"Makasih lho mbak, jangan repot-repot"ucap Mama Anita
"Mama dan bunda kesini mau cobain gaun pengantin ini untuk mu, semoga cocok dan pas ya nak,"ucap mama Anita mengeluarkan gaun tertutup untuk muslimah tersebut
"Maa sya Allah cantik sekali gaunnya Mah"ucap Nafisya kagum
"Ya cantik lah nak itu pilihan mama mertuamu,untuk mantu cantiknya "ucap bunda
"Alhamdulillah kalau kamu suka,mari mama bantu untuk mengenakan gaunnya pas atau ngaknya di tubuh kamu"ucap Mama Anita
mereka masuk ke dalam kamar Nafisya mama Anita dan mama Nafisya membantu Nafisya untuk menyobakan gaun pengantin,
"gaunnya pas dan sangat cocok pada tubuhmu nak"ucap Mama bangga
"Hehehehee, Makasih mah, tapi ya begini mah Fisya ngak bisa berdiri jadi ngak kelihatan banget cantik gaunnya kalau duduk begini"ucap Nafisya
"Kamu cantik Sya mengenakan gaun itu, aku yakin pasti bang Zayn bakalan klepek -klepek deh sama kamu"ucap Khila dengan ceria
"Ngak kok Nak, masih tetap terlihat cantik ko sayang"ucap Mama dan bunda
"Iihhh..... Khila apaan sih"ucap Nafisya memerah membuat orang mengulum senyum
setelah selesai mengenakan gaun pengantinnya, Mama Anita dan Bunda pamit untuk pulang sedangkan Khila dan Mita kembali masuk ke dalam kamar Nafisya
"Kakak untuk malam ini pindah ke kamar tamu ya Kak, soalnya Kamar kakak akan di hias dijadikan kamar pengantin"ucap Mama Nafisya masuk kedalam kamar Nafisya
"emangnya harus dihias ya mah"ucap Nafisya
"Iya dong Sya harus, sebagai suasana dan sensasi sebagai pengantin gitu"ucap Mita terkekeh pelan
"kamu..... Mit"ucap Khila melempar bantal ke arah Mita
Mereka bertiga terpaksa pindah ke kamar tamu.
"Kita akan mengadakan bridal shower sederhana"ucap Khila
"Mana perlengkapan yang kita beli tadi Mit"ucap Khila pada Mita, tadi sore mereka berdua sempat keluar belanja membeli perlengkapan bridal shower untuk Nafisya.
Mita berlari keluar mengambil perlengkapan yang berada di mobil Khila.
"Ira tolong ambil kue yang ada diatas meja makan"ucap Khila melihat Ira lewat didepan kamar.
"Iya baik kak"
melihat teman dan adiknya Nafisya merasa heran apa sih yang mereka lakukan dan siapkan, tanya Nafisya.
Mita datang dengan membawa banyak barang-barang dan dibantuin oleh Khila juga, kemudian disusul oleh Ira yang membawa cake yang bertuliskan bridal shower Nafisya cantik.
ada banyak balon-balon, ada tulisan perhuruf BRIDAL SHOWER,ada bingkisan dan kado,ada banyaknya bunga mawar putih kesukaan Baginya juga tidak lupa alat makeup Khila.
"Tara........... "ucap Khila dan Mita naik ke atas tempat tidur dan membawa barang-barang itu, kemudian menggantung huruf Bridal shower di atas dipan ranjang disusun dengan rapi.
"Kak cakenya letak dimana nih"ucap Ira
"Letak di meja aja Ira "
Melihat 2 sahabat dan adiknya Nafisya sangat terharu menangis bahagia.
"Khila.....Mita..... Ira ...... kenapa kalian begitu repot-repot melakukan ini semua untuk ku"ucap Nafisya dengan air mata bahagia
"Apa kamu bahagia Sya"ucap Khila dan Mita
"Aku sangat bahagia sekali memiliki kalian,aku bersyukur"ucap Nafisya
mereka bertiga mendekat kearah Nafisya dan memeluknya
"Udah jangan nangis deh, jelek tau kalau nangis"ucap Mita menghapus air mata Nafisya
"Sekarang dan besok itu hari bahagianya kamu"ucap Khila
"Ayo kita mulai kak"ucap Ira
"Ayo....... "ucap Mita dengan semangat
mereka semua tersenyum bahagia ,kecuali Nafisya
"Kok cemberut gitu sih Sya"ucap Khila heran
"Khil a..... aku.....hhhmmm terpaksa harus membuang jauh-jauh perasaanku Khil, bukan aku tidak ingin menikah dengan abangmu, tapi kamu sendiri tau kan Khil, aku mengaguminya dan aku tau kamu juga menganguminya"ucap Nafisya menunduk dengan air mata tertahan
Khila pun berinisiatif untuk memeluk Khila, Khila merasakan apa yang dirasakan Nafisya,menikah dengan orang yang sama tidak dicintainya.
"Apasih maksud kalian,aku ngak ngerti"ucap Mita dan Ira dengan banyak tanda tanya
"sabar Sya, jika kamu tidak ingin menikah, aku bisa hentikan semua ini Sya, aku takut kamu tidak bahagia nantinya Sya, sebelum semuanya terlambat"ucap Khila air matanya pun bergenang,sambil mengusap lembut punggung Nafisya
"Aku tidak bisa menghentikan semua ini Khil, semuanya sudah terjadi, bagaimana pun aku tidak ingin mengecewakan banyak orang Khil, dan yang harus aku lakukan sekarang mencoba untuk melupakannya dan menyerahkan hidup ini kepada Allah, semuanya terjadi atas kehendaknya"
"Kalian kenapa sih, aku bingung nih"ucap Mita dan Syakira hanya melongo tidak mengerti.
"Sudahlah, ngak apa-apa kok"ucap Khila
"katakan apa yang kalian bicarakan sebentar ini, aku penasaran, kenapa aku tidak tau apa-apa, kalian menyembunyikan apa dari ku"ucap Mita
Khila mengode Nafisya dan dianggukin oleh Nafisya tanda setuju, Khila pun menceritakan apa yang dimaksud Nafisya tadi dan siapa yang dikagumi Nafisya.Mita sangat terkejut ternyata Nafisya dan Khila mengagumi satu orang yang sama. dan Nafisya harus membuang perasaannya karna dia akan menikah dengan abang Khila.Mita sekarang merasakan apa yang dirasakan Nafisya. sedangkan Syakira sudah tau bahwa kakaknya suka dengan Alvan tapi dia ikut sedih, karna Kakaknya harus melupakan cintanya.
...****************...
__ADS_1
**kasih like dan komentar yang banyak dong, supaya author semangat untuk update setiap hari.
Love you readersπ**