
Sampainya Zayn dan Nafisya di Bandara,mereka berdua berada diruang tunggu, menunggu pesawat yang di tumpangi kelvin dan Ayana landing.
"Kita perginya terlalu cepat, padahal pesawat aja belum landing"ujar Zayn.
"Ngak papa lah bang, cuma menunggu sebentar doang, dari pada telat"jawab Nafisya dengan senyum hangat.
"Hemmm,,,, tunggu di sini sebentar,Abang mau beli minuman untuk kita"ucap Zayn, Nafisya mengangguk mengiyakan.
5 menit setelahnya Zayn kembali dengan membawa 2 buah botol minuman.
"Nih minumannya dek"ucap Zayn
"Makasih Abang, hemm tapi kok wajahnya datar begitu"ucap Nafisya sambil membuka botol minumannya yang sulit di buka.
"Abang paling ngak suka menunggu begini"ucap Zayn, sambil membukakan tutup minuman milik istrinya.
Nafisya mengangguk mengerti dengan sifat suaminya itu.
*********
Dari Bandara hingga kini sudah berada di mobil , Zayn masih tetap sama dengan wajah tanpa ekspresi dan tidak banyak bicara.Saat di ajak bicara pun oleh Kelvin dia hanya menjawab "hemmm" "Iya".Dia terlihat masih sangat kesal menunggu Kelvin dan tantenya di Bandara.
Berbeda dengan Nafisya yang begitu heboh bercerita dan menanya ini itu pada tantenya.
"Pasti asik banget ya tante honeymoon di Singapura"ujar Nafisya antusias
"Hehehehee....bisa di bilang begitu,sayang"jawab Ayana tersenyum.
"Tapi kenapa Tante dan Om Kelvin sebentar aja di sana? kenapa nggak sebulan aja kalian kan bisa nikmati waktu berdua-duaan dulu"kata Nafisya, dia memang udah merubah panggilan nya pada Kelvin dengan sebutan Om.
"Pengennya sih begitu Sya, lalu setelah itu aku langsung di pecat dan di tendang keluar dari perusahaan suamimu"ucap Kelvin melirik Zayn yang mengemudi di sampingnya.
"Ihhhsss Mas...."tegur Ayana pada suaminya.
"Mana mungkin Abang lakuin begitu Om,iya ngak Bang?"Jawab Nafisya
"2 Minggu itu udah cukup, masih banyak pekerjaan yang harus di lakukan"ucap Zayn tegas.
Mendadak suasana menjadi hening, tidak ada yang berani bicara termasuk Nafisya yang tadinya bicara terus.Sedangkan Kelvin bukan tidak berani bicara dia cuma ngak mau tambah merusak mood sahabatnya yang sedang ngak baik-baik aja.Jadi Hanya alunan musik yang mengisi suasana beku di dalam mobil sepanjang perjalanan menuju rumah Kelvin.
Sampainya di rumah Kelvin, langsung disambut oleh kedua orangtua dan adiknya.Mereka begitu bahagia melihat kedatangan Kelvin dan Ayana, mama Kelvin memeluk dan mencium wajah Tante dengan sayang begitu juga dengan adiknya Jeni.
"Terimakasih banyak ya Nak Zayn Maaf udah merepotkan, tadinya kami yang akan menjemput Kelvin dan menantu kami, tapi Kelvin bilang nak Zayn yang menjemput nya"ucap Papa Kelvin menjabat tangan Zayn
__ADS_1
"Tidak masalah Om"ucap Zayn tersenyum tipis sambil menerima jabatan tangan papa sahabatnya itu.
"Udah ayo pah,ajak dulu nak Zayn dan istrinya masuk ke dalam"ujar mama Kelvin merangkul menantu nya.
"Ayo bro masuk dulu"ajak Kelvin.
"Sorry Vin, Om, Tante lain kali aja saya main kesini,soalnya ada suatu hal yang harus saya urus"jawab Zayn menolak halus.
"Yaudah ngak papa nak Zayn"
"Bro makasih banget ya lho udah nganterin gw dan Ayana"ucap Kelvin yang dianggukkan oleh Zayn.
"Kami berdua pamit dulu"ucap Zayn menggenggam tangan istrinya. Nafisya mengangguk pamit sebelum pergi.
*********
"Assalamualaikum "salam Nafisya memasuki rumah besar mertuanya.
"Wa'alaikumsalam Den,Non" jawab Bi Inah menyambut kedatangan anak dan menantu majikannya.
"Sehat bik?, mama mana Bik?"tanya Nafisya sambil berjalan masuk bersama Zayn.
"Alhamdulillah sehat non, nyonya ada di kamar Nyonya besar"jawab Bi Inah.
"Ngak usah Bik , biar Fisya aja yang samperin Mama"balas Nafisya.
"Dek, Abang ke kamar dulu"ucap Zayn dan dianggukkan dengan senyuman oleh Nafisya.
Sebelum masuk Nafisya mengetok pintu kamar Oma dulu dan mengucapkan salam.
"Masya Allah mantu mama, kapan datang nak"ucap Mama berbinar lalu menghampiri Nafisya yang juga berjalan ke arah Mama.
"Barusan mah"ucap Nafisya menyalami tangan Mama Anita dan Oma.
"Mama dan Oma apa kabar,sehat?"ucap Nafisya tersenyum lembut menatap dua wanita yang di cintai suaminya itu.
"Alhamdulillah mama sehat,hanya saja Oma yang sedikit kurang enak badan, baru aja selesai minum obat" jawab Mama
"Kenapa jarang main ke sini nak? Oma pengen cucu dan cucu menantu Oma tinggal di rumah ini"ucap Oma pelan.
Nafisya menduduki sisi ranjang Oma, menggenggam tangan Oma menatap Oma dengan tatapan sendu.
"Maaf ya Oma, bukannya Fisya dan Bang Zayn tidak mau tinggal di sini bersama Oma dan Mama, tapi itu udah keputusan Bang Zayn yang ingin tinggal mandiri dulu,Fisya hanya mengikutinya saja Oma"ucap Nafisya lembut.
__ADS_1
Oma mengangguk lemah mengerti dengan keputusan cucu dan cucu menantu nya.
"Sayang, suamimu mana?"tanya Mama Anita tidak melihat anak semata wayangnya itu saat Nafisya masuk ke dalam kamar Oma tadi.
"Abang di kamar mah, mungkin istirahat,soalnya tadi habis jemput Om Kelvin dan Tante Ayana dari Bandara, setelah itu baru ke sini"ucap Nafisya.
"Ohhohhh...jadi Ayana dan Kelvin udah pulang dari Singapura?"tanya Mama
"Udah mah, Om dan Tante langsung ke rumahnya Om Kelvin "kata Nafisya.
"Hemmm....Yaudah, Mama istirahat ya mah, aku dan menantuku keluar dulu"ucap Mama Anita memperbaiki posisi bantal dan tubuh Oma supaya nyaman beristirahat.
*********
Sore harinya mereka kembali pulang ke apartemen sebelum itu mereka menyempatkan berbelanja kebutuhan rumah di Swalayan.Zayn mengikuti langkah istrinya memilih kebutuhan yang akan di belinya.
"Ambil aja dek,kenapa harus pilih-pilih segala produk nya kan sama"ucap Zayn bingung.
"Bedalah Bang, biasanya bukan produk ini yang selalu Fisya gunakan untuk dapur, kalo yang ini kemahalan juga ngak bagus"jawab Nafisya.
Itulah yang Zayn malaskan jika ikut berbelanja dengan istrinya yang selalu ribet,pilih ini,pilih itu, mencari produk yang sama yang biasa digunakan nya, kalo dirasa ngak cocok di kembalikan lagi di tempat semula.Padahal apa salahnya diambil aja langsung apapun di butuhkan, kan kegunaannya masih sama.Kadang Zayn berpikir apa semua perempuan se sulit dan se rumit ini.Atau hanya istri kecilnya saja yang terlalu berlebihan.Entah lah Zayn pusing dengan jalan pikir wanita.
Setelah berbelanja kebutuhan rumah dengan penuh drama yang cukup menguras energi Zayn yang tetap setia mengikuti istri kecilnya walau sebenarnya dia pusing.
Zayn mengajak istrinya ke sebuah cafe
mereka duduk bersantai menikmati sore hari di lantai atas di cafe tersebut.Di sana juga banyak anak muda yang juga menikmati waktu mereka dengan pasangan dan kekasihnya masing-masing.
"Rame ya Bang di sini?"ucap Nafisya melihat sekelilingnya.
"Namanya juga hari weekend dek"ucap Zayn.
"Jarang-jarang ya Bang kita duduk di cafe berdua seperti sekarang ini"ucap Nafisya sambil menarik minuman Zayn dan menyeruputnya.
"Loh kenapa minuman Abang yang di minum adek kan juga punya"ucap Zayn mengernyit.
"Pengen aja rasain minuman Abang, kayaknya lebih enak deh"jawab Nafisya polos.Zayn hanya geleng-geleng kepala.
"Oh iya, kenapa kita jarang duduk di cafe, karena kita sibuk masing-masing,Adek sibuk ngampus, Abang sibuk ngajar dan ngantor"jawab Zayn jelas.
Nafisya manggut-manggut membenarkan ucapan suaminya.
...****************...
__ADS_1
Kembali update setelah sekian lama ngak update.Jangan bosan menunggu kelanjutan cerita ini yang masih banyak kejutannya😉