
Setelah dinner spesial bagi Kelvin dan Ayana, mereka semua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan Zayn pulang bersama Mama dan Nafisya sedangkan Ayana pulang sendiri dengan mobilnya.
"Kalian nginap di rumah Mama aja"ucap Mama Anita
"Ngak bisa Mah besok aku harus ngajar dan Fisya harus kuliah lain kali aja"ucap Zayn
"Ngak papa Abang, lagian baju kita ada di rumah Mama Kok, besok pagi kita langsung aja ke apartemen ngambil tas"ucap Nafisya
"tu mantu mama aja mau nginap di rumah mama, kalo kamu ngak mau sudah sana pulang aja ke apartemenmu"ucap Mama Anita
Nafisya hanya terkekeh dengar ucapan mama apalagi melihat ekspresi Zayn yang tidak terima
"Lah ngak bisa gitu dong Mah,masa aku tidur harus pisah dengan Fisya "ucap Zayn
"Bilang aja kamu ngak bisa tidur jauh dari Fisya"cibir Mama
"Ah terserah mama aja lah"ucap Zayn
🍁🍁🍁🍁
Di dalam Kamar Zayn
"Kenapa adek mau tidur disini?"ucap Zayn bersandar dikepala ranjangnya
"Apa salahnya? lagian juga udah malam banget untuk kita pulang apartemen"ucap Nafisya masih duduk di meja rias
"Itu bukan alasan yang tepat dek"uca Zayn memperhatikan Nafisya
"sudah lah Abang ngapain itu dibahas lagi, sekarang kita bahas aja tentang Tante Ayana dan Kak Kelvin?"ucap Antusias beralih duduk di atas ranjang
"Adek ngak nyangka lho Abang kalo Kak Kelvin seberani dan seserius itu dengan cinta,bahkan dia ngungkapkan kata-kata romantis yang sangat menyentuh hati, sampai Tante Ayana terharu dibuatnya"ucap Nafisya membangga-bangka kan Kelvin
"Heeemm.... namanya juga Laki-laki sejati, jika mencintai memang harus diperjuangkan berani ngungkapin dan mengajak menikah beda sama laki-laki pengecut yang suka mainin perempuan"ucap Zayn,Nafisya hanya mangut-mangut mengerti mendengar Zayn.
"Tapi Kak Kelvin beda lho sama Abang,Kak Kelvin lebih romantis dan si sweet"ucap Nafisya dengan wajah masam
"Ya jelas beda lah, jadi kamu tidak menerima Abang dengan sikap Abang begini?, jangan pernah membandingkan dua orang yang tidak sama karna setiap mereka memiliki kelebihan dan kekurangan"ucap Zayn dingin,Zayn merasa sakit hati ketika Nafisya membanding-bandingkan dirinya dengan Kelvin. Kemudian Zayn memilih berbaring membelakangi Nafisya yang masih diam mencerna ucapan Zayn.
"Abang?"
"Abang"Nafisya memanggil manggil Zayn tapi tidak dihiraukan oleh Zayn.
"Abang kenapa?"Nafisya menyentuh lengan Zayn
"Abang kenapa begini, apa kata-kata Fisya salah menyinggung perasaan Abang, Fisya minta maaf Abang, Fisya tidak bermaksud begitu"lirih Nafisya dengan suara bergetar
__ADS_1
Zayn tetap tidak menghiraukan, Zayn hanya diam dan memejam kan matanya
"Yasudah lah"lirih Nafisya dia juga memilih untuk berbaring membelakangi Zayn. Dalam hatinya dia juga sakit dan menyesal mengucapkan kata-kata yang buat Zayn sakit hati, dia juga sedih Zayn tidak menghiraukannya.
Zayn membalikkan badannya sekilas menatap Nafisya, dia merasa bersalah menghiraukan Nafisya tapi dia juga merasa sakit hati dan kesal dengan Nafisya membuatnya lebih memilih diam dan bungkam.
Malam itu mereka tidur dengan perasaan tidak tenang dan merasa bersalah.
🍁🍁🍁🍁🍁
Nafisya bangun dari tidurnya yang tidak nyenyak semalam, lalu Nafisya membangunkan Zayn.
"Abang sholat subuh Bang?"ucap Nafisya menggoyangkan tubuh Zayn
"Kau saja duluan, aku nanti"Zayn masih memejamkan matanya
Tanpa berbicara lagi, Nafisya terpaksa sholat sendiri, selesai Sholat Nafisya mencoba membangunkan Zayn lagi tapi hanya deheman yang Zayn ucapkan.Dengan perasaan sedih Nafisya keluar kamar dan turun ke bawah. sedangkan Zayn setelah Nafisya tidak terlihat barulah dia bangun dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
Pagi harinya mereka sarapan di meja makan ada Mama Anita dan juga Tante Ayana. Zayn dan Nafisya masih saling diam tanpa banyak bicara. Mama Anita merasa aneh dengan anak dan mantunya itu yang biasa hangat tapi sekarang tatapan keduanya dingin.
Selesai sarapan
"Aku duluan ke kampus ada jadwal pagi"ucap Zayn singkat
Setelah mobil Zayn keluar dari halaman rumah yang luas itu, tak lama Mama Anita dan tante Ayana datang menghampiri Nafisya.
"Kenapa Fisya tidak ikut bersama Zayn nak"ucap Mama Anita
"eh mama ngak mah, Abang ada jadwal pagi, Fisya naik taksi aja ke kampus lagian juga mau ambil tas dulu ke apartemen"ucap Nafisya tersenyum
"sudahlah biar Tante aja yang antar Fisya, Ayo!"ucap Tante Ayana tersenyum
"Apa tante tidak akan telat ke kantor?"tanya Nafisya
"tidak kok sayang, Ayo"ucap Ayana
Setelah pamitan dengan Mama Anita, Ayana dan Nafisya masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil meninggalkan rumah Mama Anita.
"Fisya kenapa tidak kuliah aja di kampus tempat Zayn mengajar"ucap Tante Ayana dengan masih fokus menyetir
"Hehehhehe, sejak dulunya Fisya udah tertarik mau kuliah di universitas islam Yogyakarta Tante"ucap Nafisya
Tante Ayana hanya mengangguk kan kepalanya.
"Tidak apa sayang yang penting Fisya senang berkuliah di sana"ucap Ayana
__ADS_1
Ayana mengantar Nafisya ke apartemen, setelah itu ia baru menuju kantor, karna Nafisya tidak ingin merepotkan Ayana untuk mengantarnya juga ke kampus dan dia lebih memilih naik taksi.
Di kampus Nafisya mengikuti kelas hari ini dengan banyak pikiran dan terlihat tidak bersemangat dan lebih banyak diam dan muram.
"Kamu kenapa Sya? apa kamu sakit kenapa kamu tidak bersemangat hari ini, kalo kamu ada masalah cerita sama aku Sya supaya kamu lebih lega dan tenang"ucap Rania saat mereka makan di kantin
"Tidak apa-apa Ran, aku terlihat tidak enak badan saja"ucap Nafisya terpaksa berbohong
"Kalo kamu tidak enak badan hari ini kenapa harus ngampus juga"
"Aku tidak ingin ketinggalan kelas hari ini lah Ran, sudah lah kita lanjut makan lagi"ucap Nafisya tersenyum Rania hanya mengangguk.
Setelah selesai Mereka melangkahkan kaki keluar dari kantin kampus
"Nafisya"ucap seseorang memanggilnya
Nafisya maupun Rania menghentikan langkahnya dan berbalik melihat seseorang yang memanggil tadi.
"Kak Zaki?"ucap Nafisya
"Ada apa Kak?"
"Begini acara kampus untuk menyambutan para dosen tidak sampai seminggu lagi, kita akan melakukan banyak persiapan, kamu dan Rania bisa membantu para senior untuk persiapan"ucap Zaki
"Rania aku dengar aku hebat tilawah aku ingin kamu menjadi pembukaaan tilawah pada saat acara,kamu bisakan? "ucap Zaki
"Heemm... tidak terlalu hebat Kak, tapi Insya Allah aku bisa kok"ucap Rania tersenyum malu di puji Zaki
"Heemm baiklah setelah kelas berakhir kalian berdua langsung menuju aula kampus"ucap Zaki, setelah mendapat anggukkan dari keduanya Zaki berlalu pergi.
"Masya Allah Kak Zaki,aku telah lancang mengangumi secara diam-diam, selain alim aku juga tampan, Astagfirullah al amin...apa yang aku pikirkan"batin Rania
"Ran"
"Rania"panggil Nafisya
"Hah? Iya apa Sya? "ucap Rania tersadar dalam lamunannya
"Kamu kenapa kok bengong begitu, ayo kita kelas ada satu mata pelajaran lagi yang akan kita ikuti"ucap Nafisya
"Eh iya ayo Sya"ucap Rania
...****************...
Bersambung
__ADS_1