Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Mani dan Pipi


__ADS_3

Pagi hari


Setelah mengantar Nafisya ke kampus, Zayn langsung menuju perusahaan, sudah hampir 2 bulan belum Zayn datangi, tapi walau begitu Zayn selalu memantau perusahaan yang kini dikelola oleh Tantenya itu.


"Tumben bos besar ke sini"ucap Kelvin masuk ke dalam ruangan direktur dan langsung duduk di sofa yang ada diruangan itu


"Iya gw gantiin tante gw, lho ngak boleh ketemu dulu sama tante gw sampai acara pernikahan kalian nanti"


"kalo kata orang-orang dipingit"lanjut Zayn


"Lah kok dipingit segala sih,masa gw ngak boleh bertemu calon istri gw"ucap Kelvin dengan wajah muram


"sabar napa sih, lagian bentar lagi tante gw bakalan jadi istri lho juga"ucap Zayn


"Iya juga ya sampai saat ini gw masih ngak nyangka mau nikah dengan tante lho bro"ucap Kelvin berbinar


"jodoh mana ada yang tau, sama kayak gw dengan Nafisya"


"benar juga ucap lho bro,jodoh rahasia tuhan"ucap Kelvin


"pintar juga lho, trus sifat playboy lho udah ngak ada kan, gw ngak mau lho nyakitin hati tante gw"


"tenang bro gw laki-laki sejati yang hanya untuk satu wanita"ucap Kelvin menyeringai


"Bagus lah kalo begitu"ucap Zayn


"BTW bagaimana hubungan lho dengan istri bro? gw lihat lho bahagia"tanya Kelvin


"Ya Alhamdulillah lah, gw bahagia hidup dengannya, dia jodoh terbaik yang Tuhan kirim untuk gw"ucap Zayn


"Wahh wahh banyak juga perubahan lho sejak menikah dengan istri lho,gw ikut bahagia deh"goda Kelvin


"ngeledek gw lho ya"ucap Zayn kesal


"Hahahahhah sensian amat sih lho, ohh ya istri lho udah hamil belum?"ucap Kelvin disela-sela ketawanya.


"Dia belum hamil,pengennya mau punya anak, tapi belum dikasih rezeki"


"Ngak papa bro, lagian istri lho juga masih muda banget, sering-sering aja usahanya supaya cepat jadi"goda Kelvin menarik sudut bibirnya


"Ya pasti lah usaha yang kayak gini menyenangkan,kalo dapat tiap hari gw lakukan"balas Zayn mengangkat satu alisnya dan menarik sudut bibirnya.


"Wah wahh parah juga seorang Zayn, gw jadi kasian sama Nafisya,apa dia ngak kelelahan melayani suaminya ini"ucap Kelvin tersenyum sinis


"Sok an lho bro, bentar lagi lho bakalan ngerasaiinnya juga"balas Zayn


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di kampus Nafisya


"Jadi besok acara kampus kita di lakukan,para dosen setiap kampus akan datang menghadiri acara resmi ini."ucap Zaki berbicara di Aula pada seluruh panitia yang terlibat dalam acara termasuk Rania dan Nafisya.

__ADS_1


"semua tugas dan peranan masing-masing sudah dibagi, jadi kalian harus menjalankan nya dengan amanah supaya acara kita berjalan dengan lancar"


"Baik Kak"ucap semuanya


"Untuk semuanya Nafisya dan Rania masih junior di kampus ini, jadi kalian tolong bantu dan bekerja sama dengannya untuk membimbing mereka"


"Nafisya bertugas sebagai pembawa acara dan Rania sebagai pembukaan kalam ilahi di awal dan di akhir acara"


"Apa semaunya mengerti atau ada perlu ditanyakan"ucap Zaki


"Mengerti Kak"ucap mereka serempak


"Baik sekarang mari kita mulai untuk membuat pentasnya dan mendekor aula ini, kemarin saya sudah berbelanja barang-barang dekorasi yang dibutuhkan"ucap Zaki


Seluruh panitia pun saling membantu untuk mendekor Aula dan membuat pentas untuk acara kampus mereka begitu juga Rania dan Nafisya ikut serta.


"Dek tolong ambil klip tembaknya dan lem nya"ucap Kakak senior pada Nafisya


"Dimana kak?"tanya Nafisya


"di sana"tunjuknya


Biar aku saja yang ambilin Fisya"ucap Rania mencegah Nafisya.


Nafisya tetap mengerjakan tugasnya yang lain.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


pesawat pun take off


Keluarga yang ditunggu-tunggu pun keluar dari pesawat dengan beriringan dan menarik koper mereka masing-masing.


Zayn langsung berdiri hendak dan menghampiri keluarganya.


Terlihat Mani(Mami Ani) yang mendorong kursi roda Oma.Selanjutnya ada Suaminya Mani, putra dan putri kembar Diano dan Diana, dan anak bungsu mereka Dini.


"Abang"teriak Dini, gadis berumur 10 tahun itu berlari ke arah Zayn dan memeluk Zayn.


"gadia kecil"ucap Zayn mengusap-usap rambut Dini


"ihhh Abang rusak rambut aku tauk"ucap Dini cemberut,Zayn hanya tersenyum tipis menanggapi. kemudian Zayn menghampiri yang lain.


"Mani,Pipi"ucap Zayn menyalami keduanya segara bergantian.


"Semakin tampan saja ponakan ku ini"ucap Mani mengusap rambut Zayn, begitu juga pipi menepuk-nepuk pundak Zayn.


"Terlihat lebih dewasa sekarang mani"ucap Pipi


"Ada-ada saja kalian ini"ucap Zayn


kemudian beralih menatap oma dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya di kursi roda Oma.

__ADS_1


"Kau hanya menatap ku saja tidak ingin memeluk ku?" ucap Oma


"Tentu saja aku akan memeluk mu oma"dengan senang hati Oma membalas pelukan dari cucu sulung nya sangat dirindukannya itu.


"sampai kapan kau mau memeluk Oma terus Abang? "ucap Diano


"gantian memeluk ku lagi"tambahnya


"ternyata masih ingat juga kau dengan ku "ucap Zayn melepas pelukannya pada Oma dan beralih pada Diano.


"tentu saja gw ingat lah Bang, Lho Abang gw dingin kek kulkas, dan berwajah datar "ledek Diano


"dasar lho ya"ucap Zayn menyipitkan matanya pada Diano, tapi Diano hanya terkekeh saja.


Tak mau berdebat dengan adiknya itu Zayn beralih menatap Diana, dari seluruh adik sepupunya hanya Diana lah yang bersikap cuek dan datar.


"Diana"ucap Zayn


"Iya Abang"ucap Diana menyalami tangan Zayn.


"Ayo Abang kita pulang usah di panas nih di sini"teriak Dini


"Anak itu"ucap Mani tersenyum geleng-geleng kepala.


Mereka pun pulang ke rumah Mama Anita,untung saja Zayn membawa mobil pajero jadi bisa muat semua keluarganya.


"Cucu menantu Oma mana Zayn"ucap Oma duduk dibangku tengah.


"Dia kuliah Oma"jawab Zayn fokus nyetir


"Maaf kami Zayn, tidak sempat datang ke acara pernikahan Zayn waktu itu"ucap Mani


"tidak apa mani, lagian pernikahan Zayn juga dadakan."


Tak lama mobil berhenti di halaman luas rumah Mama Anita. Semuanya keluar dari dalam mobil,dan masuk ke dalam rumah Mama Anita.


"Tolong bawa koper masuk ke dalam pak"ucap Zayn pada Pak Tono


"Baik den"ucapnya dengan sopan.


Setelah semuanya selesai Zayn kembali lagi ke perusahaannya.


Di dalam mobil.


"Udah jam 3, kenapa Fisya belum menelepon ku juga, apa dia belum pulang? "gumam Zayn.


"Lebih baik aku susul saja ke kampusnya"gumam Zayn melajukan mobilnya menuju kampus Nafisya.


...****************...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2