Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Flash back


__ADS_3

"Assalamualaikum"ucap Nafisya saat masuk ke rumah mewah dan elegan itu, ini kedua kalinya Nafisya masuk kedalam rumah itu dengan status yang berbeda, kemarin hanya sebagai sahabat dari Khila, tapi sebagai kakak iparnya Khila atau lebih tepatnya mantu dirumah itu


"Wa'alaikumsalam, aduhhh...mantu cantik mama udah datang"ucap Mama Anita berjalan cepat kearah Nafisya dan Zayn yang mendorong kursi roda Nafisya.


Nafisya mencium tangan Mama Anita saat udah sampai didepannya


"Hhhmmm.... cuma mantunya doang, anaknya udah dilupain aja sekarang"ucap Zayn cuek berjalan menuju ruang keluarga


Mama hanya tersenyum mendengar ucapan anaknya.


"Habis konsultasi dari dokter tadi nak"ucap Mama Anita mendorong kursi roda Nafisya mengikuti langkah Zayn


"Iya mah, tadi abang yang bawa Nafisya ke dokter tulang kenalannya"ucap Nafisya ramah, mendengar Nafisya memanggil Zayn dengan sebutan abang, mama Anita tersenyum bahagia.


"Lah lho ngak ke kantor, kok bisa ada dirumah gw sih?? "ucap Zayn mendudukkan dirinya di Sofa


"Heheheh..... Iya nih, gw tadi mau ambil berkas disuruh Tante Anita, Eehh.... sekalian aja gw duduk dulu, dibuatin minum oleh Ayana"ucap Zayn tersenyum kearah Ayana yang dibalas anggukan oleh Ayana


"Ayana.....Ayana dia tante gw"ucap Zayn dingin


"Heii....Fisya"ucap Ayana berdiri menghampiri Nafisya


"Tante"ucap Nafisya mencium tangan Ayana


"Hehkmm... aura-aura pengantin baru keluar ya"goda kelvin


"Ngak jelas lho"balas Zayn datar


"Pak Kelvin"ucap Nafisya menyapa ramah kelvin


"heh... Iya.... Fisya, jangan panggil pak doang, sepertinya aku ketuaan banget, nikah aja belum"ucap Kelvin tersenyum canggung


"hehehehhehe...... "Nafisya, Mama Anita dan Ayana tertawa sedangkan Zayn menarik sudut bibirnya seperti mengejek, mendengar ucapan kelvin


"Maaf Kak, panggil Kak aja ngak papa ya"ucap Nafisya dan Ayana menahan tawa,terlihat Kelvin dengan wajah kikuk


"Mama udah siapin makan siang, ayo kita makan siang bersama"ajak Mama Anita


Mama Anita berjalan duluan, diikuti oleh Zayn,Ayana membantu mendorong kursi roda Nafisya dan Kelvin mengikuti dibelakang.


Zayn duduk di sebelah Nafisya, didepannya Kelvin, Mama dan Ayana duduk bersebelahan.


Mama Anita membantu Nafisya mengambil makanan.


"Mau makan yang mana nak"tanya mama Anita pada Nafisya


"Biar Fisya sendiri aja mah, ngak enak ngerepotin mama"


"Ngak papa sayang kamu lagi sakit nak"ucap Mama Anita, terpaksa Nafisya menerima perlakuan baik mama Anita padanya, sedangkan yang lainnya mengambil makanan sendiri-sendiri, setelah itu makan dengan hening tanpa suara.

__ADS_1


Tanpa disadari semua orang, Kelvin mencuri-curi pandang pada Ayana, yang membuat Ayana risih.Tapi Zayn memperhatikan gelagat Kelvin pada tantenya.


"Huhkkk..... huhkkk... " Ayana tersedak dengan sigap kelvin berdiri memberikan segelas air pada Ayana dan langsung diminum oleh Ayana,Mama Anita dan Nafisya terkejut melihat reaksi kelvin


"Makan itu pelan-pelan"ucap kelvin pada Ayana


"Makasih"ucap Ayana canggung karna dirinya dan kelvin jadi pusat perhatian


"Maaf semua"ucap Kelvin canggung kembali ketempat duduknya,sedangkan Zayn menarik sudut bibirnya melihat kelvin canggung.semuanya kembali melanjutkan makan.


setelah selesai makan, Zayn pamit pergi ke kampus, karna hari ini ada jadwal ngajar, setelah beberapa hari cuti, Zayn memutuskan untuk mengajar kembali, sedangkan Nafisya diantar Tante Ayana ke kamae tamu untuk istirahat, sebab tidak memungkinkan untuk istirahat di kamar Zayn yang ada dilantai atas. dan Kelvin kembali ke kantor.


"Mau ditemani istirahat"ucap Ayana lembut


"hhmm... boleh tante, sambil bercerita juga boleh Tante"ucap Nafisya dengan senang hati. dibalas dengan senyum manis oleh Ayana


"Ohh...iya Tan, dari kemarin Fisya ngak lihat suami tante,apa dia ngak ikut kesini?"ucap Nafisya dengan polos


"Heheheh.... Fisya....Fisya,ya wajar lah kalau Fisya ngak lihat kan Tante belum nikah sayang"ucap Ayana terkekeh


"heheheh... maaf ya Tante, Fisya ngak tau"ucap Nafisya cengengesan


"Ngak papa sayang, hhhmm... Fisya mau dengar ngak cerita tentang keluarga ini"ucap Tante Ayana


"Mau.... mau banget Tante"ucap Nafisya antusias


"Papa bekerja sebagai pengelola bisnis sukses ,jadi anak dan mantunya ikut mengelola bisnis papa dan sedangkan Mama beliau seorang dosen, jadi nurun ke Zayn deh yang sejak dulunya ingin seperti Oma nya ,mereka itu orang sangat baik, mereka selalu memperlakukan kami semua dengan adil, ngak pernah pilih kasih, termasuk tante yang dulu nakalnya ya minta ampun deh, berbeda banget dengan kakak-kakak, yang sering membanggakan mama dan Papa, seperti kak Anita yang dulu kuliah di london, Kak Ani kuliah di Amsterdam,Kak Ana kuliah di Singapura, 3 kakak mengelola bisnis papa sedangkan Tante Ngak mau kuliah di luar negeri, maunya di dalam negeri aja, ya walau sempat ditolak sama Papa tapi ya mau gimana lagi, tante ngak mau yaudah terpaksa semuanya harus ikuti kemauan tante, secara anak bontot yang keras kepala dan juga nakal apalagi paut usia tante dengan kakak-kakak terbilang jauh, dari Zayn dan tante aja,besaran Zayn 4 tahun. pernah waktu itu tante pergi balap liar sama teman cowok tante,trus ketahuan sama kak Ana langsung deh dikaduin sama papa, sampai-sampai papa ngak tidur hingga menjelang pagi nungguin tante pulang, pas Tante pulang, papa sangat marah besar"


Flash back


"Papah"teriak mama dari tangga


sedangkan Ayana membeku ditempat sambil memegang pipinya panas akibat tamparan papanya


"Bagus... pulang sampai pagi, Ngak usah pulang-pulang aja lagi, anak perempuan macam apa kamu hah ,bagaimana lagi cara papa mendidik mu Ay, apapun yang kamu inginkan semuanya papa turuti, tapi sikap Mu semakin ngelunjak Ay, berapa kali papa bilang jangan balap liar lagi Ay, tapi tak pernah kau patuhi, mikir Ay, kau sudah dewasa, yang seharusnya mengerti, ngak perlu diatur lagi, tapi kau malah sebaliknya"ucap Papa dengan suara lantang dan keras, Mama, Kak Ani dan Kak Ana beserta suaminya turun kebawah, melihat apa yang terjadi,


"Pah sabar papa.... sabar...."ucap mama mengelus dada papa, sambil menatap Ayana dengan kasian


"Pah aku tuh ingin menikmati hidupku pah, aku ngak suka dikekang seperti kakak-kakak, jika balap liar membuat aku happy, maka itu akan ku lakukan pah, aku minta maaf sama papa, dibelakang papa aku selalu balap liar, tapi percayalah pah, aku melakukan itu untuk membuatku senang, aku juga ngak pernah toh pergi ke club apalagi minum-minum"ucap Ayana


"Dengar Ya Ay, kakak kamu selama ini tidak pernah merasa terkekang, kamu saja yang merasakan itu, mama tanya apasih keuntungan balap liar itu bagi mu, buat kamu senang??? yang ada itu akan buat kamu sengsara Ay, perempuan yang baik-baik ngak akan pernah pulang menjelang pagi apalagi balap liar Ay, mama mohon Ay tolong lah tinggalkan kebiasaan burukmu, coba lah untuk menata masa depanmu Ay, mau jadi apa kamu nanti Ay, ini semua mama dan papa lakukan untuk kebaikan mu karna kami sayang sama kamu Ay"penjelasan mama air mata tak tertahan.


"Sudahlah mah papa udah muak melihat kelakuannya yang selalu menentang kita, sekarang terserah dia mau apa, mau senang-senang, mau jadi perempuan jalanan, terserah dia, papa ngak mau ngurus dia lagi"tunjuk papa dengan amarah kepada Ayana yang terus menunduk dan menangis, Kak Ana dan Ani menatap kasian pada adiknya


"Ahhrrgghhh.... sa.....sa.. kit........ "ucap Papa memegang dadanya


"Papa..........serangan jantung papa kambuh"semuanya berlari kearah papa dengan cemas dan khawatir, Papa sudah tidak sadarkan diri di pangkuan mama


"papa.....sadar pah"ucap Ayana menepuk pelan pipi papa

__ADS_1


"Siap kan mobil "ucap Kak Ana pada suaminya,mereka semua mengangkat tubuh papa ke dalam mobil dan melajukan mobil menuju rumah sakit.


Tiba di rumah sakit papa langsung dimasukkan ke IGD. Kak Ani menangis ditenangkan oleh suaminya begitu juga Kak Ana,sedangkan Mama dan Ay saling berpelukan menyalurkan rasa sedih, cemas dan ketakutan menjadi satu .


"Mah ini semua salah ku , ini salah ku, aku yang buat papa begini Mah, aku ngak patut dipanggil anak mama papa lagi "ucap Ayana menangis


"Tenang lah sayang, jangan salahkan dirimu, sekarang kita cuma bisa berdo'a keselamatan untuk papa nak"ucap mama mengelus punggung Ayana dengan lembut, air matanya juga meluncur.


1 jam berlalu dokter yang menangani papa keluar, Ayana langsung bertanya pada dokter


"Bagaimana keadaan papa saya dok? bisakah saya melihat keadaannyaa"


"Maaf...... Bapak tidak bisa diselamatkan lagi, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain"ucap dokter bagaikan petir disiang bolong, bagaikan ribuan tusukkan pisau yang mencabik-cabik hati Ayana


"Tidak..... ini tidak mungkin, dokter pasti salahkan, coba periksa lagi dok, cobalah bekerja dengan benar dok,"teriak Ayana histeris menguncangkan tubuh dokter


"Ay..... tenanglah Ay..... tenang"ucap Kak Ani


Mama rapuh, tulang kakinya tidak bisa menahan tubuhnya yang lemah, air mata tak henti-henti keluar, pandangannya kosong tak menentu.Kak Ana memeluk tubuh mama untuk saling menguatkan


"Minggir saya mau lihat papa"ucap Ayana menyenolong masuk keruang ,terlihat papa sudah ditutupi kain hingga kepala


"Papa......... bangun pah........ bangun maafkan Ay pah"memeluk tubuh yang tak bernyawa itu


pagi itu jenazah papa di bawa kerumah, disambut dengan banyaknya orang dirumah besar itu.Kak Anita dan Zayn pun dari Yogyakarta tiba dirumah,tadi Kak Ani sempat meneleponnya ketika papa dibawa kerumah sakit.


Setelah jenazah dikuburkan, keluarga Aurora masih di makam papa, bersedih dan menangis. Hari semakin panas, satu persatu keluarga sudah pulang kembali ke rumah, kecuali Ayana yang tidak beranjak dari makam papanya ,yang masih menangis dan mengucap kata-kata maaf serta penyesalan sampai sore tiba Ayana masih di makam papanya.


"Sudah lah Tante, Opa sudah tenang di sana, jangan menambah beban lagi, Ini sudah sore, Ayo pulang"ucap Zayn datar


"Tidak Zayn..... ini salahku, jika aku menuruti papa, maka ini semua tidak akan terjadi, maka papa masih hidup bersama kita Zayn"


"Umur tidak ada yang tau tante, sudah lah, apa tante tidak kasian lihat Oma, besok tante bisa kesini lagi, jangan siksa diri tante sendiri, Ayo pulang"ucap Zayn mencoba membantu Ayana bangkit, tapi tak lama Ayana tak sadarkan di pelukan Zayn.


saat membuka matanya Ayana telah berada dikamarnya, ada Kak Ani,kak Ana, dan kak Anita tapi tidak ada Mama, mungkin mama masih terpuruk.


Flash back on


"Sudah Tante,sabar dan ikhlaskan semuanya telah terjadi, jangan menangis lagi, maafkan Fisya udah membuat tante mengingat masa lalu Tante"ucap Nafisya memeluk dan mengelus lembut punggung Ayana yang menangis terisak


"Iya sayang, sejak kejadian pahit itu Alhamdulillah Tante dapat hidayah dan meninggalkan kebiasaan buruk tante, serta berusaha memperbaiki diri dengan menutup aurat seperti sekarang ini"ucap Ayana tersenyum kearah Nafisya dan menghapus air matanya sendiri.


"Alhamdulillah, Allah maha adil dan bijaksana dalam mengatur segalanya,ada hikmah didalam sebuah kejadian"ucap Nafisya tersenyum menyemangati Ayana


"Yaudah sayang, sekarang istirahat lah, pasti Fisya lelah nanti kalau ada waktu lagi kita akan bercerita ya"ucap Ayana membantu Nafisya berbaring.


...****************...


Kasih like dan vote nya dong readers, buat author semangat updatenya,

__ADS_1


kasih saran dan juga kritiknya dong, author buat supaya readers dan teman-teman senang dan puas membaca karya authoršŸ¤—


Happy reading semuašŸ˜‰


__ADS_2