Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Nafisya di taman


__ADS_3

Di ruangan itu hanya ada Nafisya yang istirahat dan mama Yuni(mama Nafisya) yang 1 jam lalu sempat pingsan sekarang Alhamdulillah udah sadar, ada mama Anita juga yang menjaga. sedangkan Zayn, Ayah dan Syakira udah pulang untuk melakukan aktivitas masing-masing.


"Bu saya berterima kasih banyak sama ibu yang udah banyak menolong keluarga saya, kalau ngak ada ibu dan nak Zayn entah bagaimana nasib putri saja sekarang"ucap Mama Yuni membuat mama Anita terharu


"Sudah kewajiban kita untuk saling membantu bu, saya sebagai orang tua akan merasakan hal sama dengan ibu, saya harap ibu yang sabar ya, saya sangat tau bahwa kita semua tidak menginginkan hal ini terjadi pada nak Nafisya, tapi mau bagaimana lagi semua hanyalah takdir Allah bu, bukan kita saja yang tidak terima mu tapi Nafisya juga sangat terpukul atas kenyataan yang harus di terimanya, Saya berharap kita semua bisa menghibur kesedihannya,dengan perlahan semuanya akan membaik. percaya lah bu"ucap mama Anita menggenggam tangan mama Yuni untuk saling menguatkan dan di balas dengan senyuman yang menyiratkan kesedihan.


Tiba-tiba mama Anita menerima pesan dari kantor


"Maaf bu, saya harus pulang ada urusan yang harus saya kerjakan, nanti saya akan kesini lagi"ucap mama Anita


"Yasudah bu, tidak apa-apa, terimakasih udah sempat datang dan menjaga Nafisya bu"


"Iya sama-sama, kalau begitu saya permisi bu"ucap Mama Anita berlalu keluar ruang.


sekarang tinggallah Mama Yuni yang menjaga Putri sulungnya yang di rawat di rumah sakit. Mama Yuni menatap Nafisya dengan tatapan sendu dan penuh kesedihan. dia tidak menyangka putrinya harus menghadapi ini semua sendirian, seketika air mata pun luruh mewakili perasaan mama Yuni.


jam 4 sore Ayah dan Syakira datang dengan membawa makanan untuk mama.


"Mah... mama... kakak kalian dimana"ucap Syakira masuk ke dalam ruangan namun tidak mendapati mama dan Nafisya di dalam ruangan itu..


"Yah mama sama kakak dimana ya, kok ngak ada? "ucap Syakira bertanya pada Ayah


"Ngak tau dek, coba kita cari dulu dimana mereka, mungkin di kamar mandi"ucap Ayah


Syakira berlari menuju kamar mandi yang ada di dalam ruangan itu


"mama.... kakak.... ada didalam? "Syakira mengedor -ngedor pintu kamar mandi


"Iya mama bantuin kakak membersihkan tubuhnya"ucap mama dari dalam


"Ohhh yaudah"ucap Syakira berjalan menuju sofa dan duduk disamping ayah


"Mama bantuin kakak bersihin badannya, mungkin udah lengket buat Kak fisya ngak nyaman"ucap Syakira


"Iya udah kita tunggu saja sampai keluar "ucap Ayah


selang beberapa menit mama dan Nafisya keluar dari kamar mandi dengan mama mendorong kursi roda Nafisya terlihat dengan wajah udah segar dan bersih menggunakan baju rumah sakit dan jilbab sorong.


"Lama ya ayah dan Ira nunggu? "ucap Nafisya


"ngak kok sayang, oh iya mah luka fisya masih basah ngak papa kenapa air,nanti infeksi gimana? "ucap Ayah menjawab nafisya sekaligus bertanya pada mama


"Mana ngelap nya hati-hati yah, ngak papa kok aman, lagian Nafisya nyegel juga katanya ngak nyaman badannya udah lengket "ucap mama


"Hehehehehe"nyengir Nafisya


"Mah Nafisya boleh keluar ngak bosan di kamar mulu mah"ucap Nafisya memelas


"Jangan dulu nak, fisya masih belum pulih bener, Ayah takut Nafisya kenapa-kenapa"jawab Ayah khawatir


"boleh ya yah, kan pake kursi roda yah, lagian juga ditemani oleh Syakira"


"Iya bener ya Kak Nafisya pasti bosan di ruangan ini terus"ucap Syakira


"Yaudah pergi lah tapi jangan lama-lama ya kak"ucap Mama mengizinin


"Mah Fisya masih belum pulih mah"

__ADS_1


"Sebentar doang yah, kasian Nafisya ngak tega mama lihatnya"


"yeyeyeyey,makasih mah, Ayah"ucap Nafisya girang


Syakira mendorong kursi roda Nafisya keluar ruang menyusuri koridor rumah sakit


"Kak kita mau kemana Kak? "ucap Khila


"Kita ke taman aja dek"ucap Nafisya yang memang di rumah sakit itu ada taman yang biasanya banyak pasien yang santai di sana apabila mereka merasa bosan dan jenuh di ruang inap.


Syakira mendorong kursi roda Nafisya menuju taman.


"Ira kita ke sana ya"ucap Nafisya menunjuk bangku tembok yang terhubung dengan pohon besar


"Siap bos"


Mereka sampai di bangku santai tersebut Syakira langsung duduk dan Nafisya di kursi roda.


"Ira lelah ya dorong kakak pake kursi roda?"


"Hehehe, ngak juga Kak, Gimana sekarang kakak ngak bosan lagi Kak, kita udah di luar nih, banyak orang lagi"


"Iya dek, di sini suasananya juga tenang, adem dan asri, banyak anak kecil juga ya main di sini?"ucap Nafisya matanya mengitari taman


"Iya dong"


"Dek bawa uang ngak? kakak mau permen kapas deh"ucap Nafisya


"Ada-ada kok Kak, yaudah kakak tunggu di sini ya, aku beliin dulu permen kapas spesial untuk Kakak tercinta"ucap Syakira mencium pipi kanan Nafisya kemudian berlalu menuju tukang permen kapas. Nafisya sangat senang memiliki keluarga yang sangat sayang padanya. apalagi di saat-saat begini


Sambil menunggu Syakira Nafisya memandang anak kecil yang bermain Bola.Nafisya hanya tersenyum simpul melihatnya, sejenak berfikir Apakah dia bisa berjalan atau berlari seperti biasanya lagi, memikirkan itu rasanya mustahil.hingga bola anak kecil itu sampai di dekat kursi roda Nafisya yang membuyarkan lamunan Nafisya.


"Lain Kali hati-hati mainnya, untung kakak ini ngak kena bola, nih bolanya"ucap Zayn memberikan bola itu


"Iya Pak, terimakasih pak"ucap anak itu langsung kabur


"Ngapain kamu di sini sendirian, udah sehat?,kalau kenapa-kenapa gimana, di sini bahaya"ucap Zayn pada Nafisya


"Bukan sendiri pak, tapi sama Syakira, dia beli permen kapas pak"ucap Nafisya menunduk


"Kamu itu belum pulih, seharusnya kamu Istirahat di ruangan bukan malah disini"ucap Zayn


"I.... iya maaf pak, saya tau pak, tapi saya bosan di ruangan inap mulu pak"


"Mana Syakiranya?" Zayn dan Nafisya melihat ke tukang penjual permen kapas tidak ada tanda-tanda Syakira di sana yang ada banyak gerombolan anak kecil dan ibu-ibu.


"Tadi di sana pak, kok Syakira ngak ada lagi ya di sana kemana dia?"


"Yaudah... kamu mau itu? " Nafisya menganggukkan kepalanya malu.


Zayn mendorong kursi roda Nafisya menuju penjual permen kapas.


"Pak.... kita mau kemana pak? "ucap Nafisya ketika Zayn mendorong kursi rodanya


"Permen kapasnya dua pak"ucap Zayn pada penjual.Dan Nafisya hanya diam melihat Zayn.


"Nggih mas"

__ADS_1


"Tunggu"ucap Zayn pada Nafisya di jawab anggukkan oleh Nafisya


"Iki mas"ucap penjual dan langsung di bayar oleh Zayn


"Nih" Zayn memberikan 2 permen kapas tersebut kepada Nafisya dan di sambut dengan senang hati oleh Nafisya


"Terima kasih banyak ya pak"


"Hhhhmmm, kau harus kembali ke ruang inap"ucap Zayn mendorong kursi roda Nafisya masuk kedalam rumah sakit kembali


"Maaf pak, saya menyusahkan bapak"ucap Nafisya tidak enak


"Itu makanya jangan keluar lagi, adik kau meninggalkan kau sendirian di taman, kalau ngak ada salah gimana coba"


"Mungkin Ira lupa dengan saya tadi pak, atau mungkin pergi ke toilet tadi"ucap Nafisya


Zayn terus mendorong kursi roda Nafisya menyusuri koridor, sedangkan Nafisya asik makan permen kapasnya.


"dasar bocah"gumam Zayn geleng-geleng melihat Nafisya


"Hhhmm bapak mau permen kapas pak, ini enak lho pak"ucap Nafisya basa-basi


"Ngak, kamu habisin saja"ucap Zayn


Hingga mereka tiba di ruang inap Nafisya, Zayn membuka pintu dan lalu kembali mendorong kursi roda Nafisya masuk terlihat di dalam ruangan ada Mama dan Syakira, Ayah entah kemana.


"Makasih ya nak Zayn,maaf menyusahkan nak Zayn"ucap mama


"Hhhmm ngak apa-apa bu"


"Ira kok kamu tinggalin kakak, kalau ngak ada pak Zayn gimana jadinya kakak"ucap Nafisya merajuk


"hihihihi.... maaf Kak, tadi itu aku mau nyamperin kakak, tapi aku lihat pak Zayn, yaudah aku malas ganggu, aku pergi aja deh sambil bawa permen kapasnya"ucap Nafisya


"Ihhhh kamu jahat, trus permen kapasnya mana? "


"Udah habis aku makanlah"


"mama Ira jahat sama kakak mah"ucap Nafisya merajuk


"kamu udah dibeliin permen kapas sama pak Zayn kan"ucap Syakira


"Kata siapa?"ucap Nafisya


"jangan bohong Kak, tu masih tinggal dikit lagi di tangan mu"tunjuk Syakira


mama dan Zayn hanya menyaksikan kakak beradik itu beradu mulut


"Sudah-sudah kalian ini ngak malu apa sama nak Zayn"ucap mama melerainya


"Sekarang istirahatlah"ucap Mama bantu Nafisya bangkit dari kursi roda melihat mama kesusahan Zayn berinisiatif membantu.Nafisya ngak mau di sentuh menggelengkan kepala


"Biar di bantu sama pak Zayn"ucap mama yang mengerti dengan gerak-gerik Nafisya, akhirnya Nafisya pasrah dibantu berbaring dibrankar oleh Zayn yang hanya memegang Nafisya melalui pembatas baju yang dikenakan Nafisya.


"Makasih ya nak Zayn, udah bantuin dan udah nyempatkan waktu buat kesini jenguk Nafisya"ucap Mama Yuni


"Hhhhmm, iya bu"

__ADS_1


...****************...


Beri like dan vote dong readers


__ADS_2