
Kini Zayn dan Nafisya berada di kamar mereka. keduanya sama-sama diam,entah apa yang dipikirkan oleh sepasang pengantin baru itu.
"Ini baju gantinya bang"ucap Nafisya meletakkan di atas kasur,sedangkan Nafisya telah ganti baju tidurnya sebelum zayn masuk ke kamar tadi.
"Hhmm..... "ucap Zayn mengambil baju yang disiap kan Nafisya, kemudian keluar kamar menuju kamar mandi untuk ganti baju. sedangkan Nafisya dia merebahkan tubuh di ranjang, dia merasa gelisah dan tidak tenang, miring ke kanan dan kekiri mencari kenyaman namun tidak dia dapatkan.
pintu kamar berbunyi, Nafisya berpura-pura tidur menarik selimut hingga lehernya.
Zayn merebahkan tubuhnya disamping Nafisya, melirik ke arah Nafisya sebentar yang tidur membelakanginya. Dia masih kesal , dan juga kecewa dengan Nafisya yang tidak cemburu padanya saat Rosa mendekatinya tadi. sedangkan Nafisya juga begitu dia menahan rasa tidak rela ketika Zayn didekati oleh wanita cantik dan **** tadi, hati dan dadanya sesak, melihat Zayn dengan wanita tadi. keduanya sama-sama hanyut dalam pikiran masing-masing.mereka tidur saling membelakangi satu sama lain.
1 jam berlalu, Zayn dan Nafisya belum juga tidur, matanya masih terbuka lebar, entah dorongan dari mana kedua nya berbalik badan, sesaat kemudian keduanya sama-sama saling terkejut dengan mata masih terbuka sempurna, dengan saling menatap tajam satu sama lain, kemudian balik lagi saling membelakangi.(heran author lihat pasangan iniπ€).
"kenapa belum tidur?"ucap Zayn dingin masih tidur membelakangi Nafisya
"Abang kenapa juga belum tidur?" Nafisya balik bertanya
"jawab dulu, jangan balik bertanya?"
"Abang juga harus jawab dulu"
"aku yang duluan bertanya?"ucap Zayn
"Trus???? apa salahnya sih jawab pertanyaan aku dulu? "
"Terserah kamu deh"
"Yaudah"
keduanya kembali diam,suasana hati kedua sama-sama panas, nggak ada yang mengalah, sama-sama egois dan keras kepala.
ππππππ
Pagi harinya setelah sholat subuh Nafisya membantu mama masak di dapur.
"Kok wajahnya ditekuk gitu kak, kenapa ada masalah dengan Zayn? "ucap Mama sibuk memasak
"Ngak ada mah, aku dan bang Zayn baik-baik aja kok"ucap Nafisya tersenyum paksa
"Kalau ada masalah itu diomongin baik-baik Kak, cari solusi dan jalan keluarnya, salah satu juga harus mengalah dan jangan memperturutkan ego masing-masing, sekarang itu statusnya udah beda, kamu udah punya suami, jadi bersikap dewasalah dalam menghadapi masalah" nasehat mama,Nafisya hanya manggut-manggut mendengarkannya.
setelah selesai masak, Nafisya berjalan pelan lagi masuk ke kamar, terlihat Zayn masih tertidur lelap.
"Bang bangun.... bangun.... udah pagi ,ayo siap-siap"ucap Nafisya menggoyangkan tubuh Zayn
"hehhhmmmm.... "ucap Zayn menggeliat menarik selimut lagi
__ADS_1
"Ayo bangun...... " Nafisya menarik selimut yang dipakai Zayn,bukannya bangun Zayn malah mengganti posisi tidurnya
"Susah banget sih banguninnya, tadi malam jam berapa sih tidur"gerutu Nafisya
"Ini udah pagi lho bang, kamu nggak Ngajar hari ini? "ucap Nafisya mulai kesal
"Udah pagi..... bangun"pekik Nafisya ditepat ditelinga Zayn
"Apaan sih, teriak-teriak, sakit nih telinga aku"ucap Zayn langsung bangun melewati Nafisya sambil mengambil handuk yang mengantung, kemudian keluar kamar menutup keras pintu, Nafisya yang melihatnya hanya mengelus dada.
"kenapa dia yang marah, seharusnya kan aku yang marah"gerutu Nafisya, lalu bangkit menuju lemari menyiapkan bajunya Zayn
Hari ini jadwal Nafisya fisioterapi
setelah sarapan pagi Zayn dan Nafisya berangkat untuk fisioterapi dengan dokter Rudi.
Di dalam mobil
Baik Zayn maupun Nafisya masih diam tidak ada yang mau mulai percakapan, kejadian kemarin dan kejadian tadi pagi membuat mereka hemat untuk bicara, mereka hanya bicara sekadarnya saja, tidak ada lagi perdebatan.
"hhmm.... bang kamu kenapa? "ucap Nafisya memulai pembicaraan
"Tidak ada"jawab Zayn singkat
" dia memang tidak cemburu padaku"batin Zayn
"Sudahlah nanti kita bicarakan lagi"ucap Zayn fokus menyetir
keduanya kembali diam, suasana di dalam mobil kembali hening.tak terasa mereka tiba di rumah sakit, Zayn mendorong kursi roda Nafisya menuju ruang dokter Rudi.
"Selamat pagi bang"
"Selamat Fisya dan Zayn, bagaimana kakinya sekarang Fisya udah ada perubahan yang dirasakan. "
"Alhamdulillah udah dok, malahan aku udah bisa berjalan pelan-pelan sekarang dok"
"Syukurlah kalau begitu, saya rasa kita tidak butuh waktu 3 bulan untuk pemulihan, 2 bulan udah cukup, tapi untuk memastikannya kita jalani saja dulu"ucap dokter Rudi
"Yang terpenting bisa kembali berjalan normal bang"ucap Zayn
"Iya Zayn kita lihat saja nanti, baiklah kita mulai untuk fisioterapinya, udah siap Fisya"dokter Rudi tersenyum lembut ke arah Nafisya,Zayn yang melihat itu hanya menatap dingin.
kemudian mereka menuju ruang Khusus fisioterapi. Terapi ini dilakukanΒ dengan cara latihan fisik, terapi manual, dengan Nafisya menggunakan baju khusus terapi yang masih menutup aurat, dokter Rudi setia mendampingi dan membantu Nafisya, sedangkan Zayn dia setia menunggu Nafisya dengan wajah kesal melihat dokter Rudi yang terlalu dekat dengan Nafisya, entah kenapa Zayn tidak suka melihat Nafisya dekat dengan laki-laki lain.
2 jam berlalu Nafisya selesai dengan fisioterapi,perawat membantu Nafisya untuk berganti bajunya kembali. Dokter Rudi dan Zayn menunggu Nafisya di ruang dokter Rudi. setelah selesai Nafisya diantar perawat menuju ruang dokter Rudi.
__ADS_1
"apa yang dirasakan setelah fisioterapi"ucap dokter Rudi
"Alhamdulillah dok"ucap Nafisya tersenyum ramah.
"Syukurlah"ucap dokter Rudi kemudian menjelaskan edukasi dan saran pengobatan untuk Nafisya lebih lanjut, Nafisya maupun Zayn menyimak penjelasan dokter Rudi.
ππππππ
Zayn mengantar Nafisya pulang setelah selesai fisioterapi hari ini
"Bang aku mau pergi nanti ke acara pertemuan semua teman-teman kelasku"ucap Nafisya
"kemana?"ucap Zayn fokus nyetir
"Ngak tau, tapi aku perginya sama khila dan juga Mita"
"Hhhmm.... yaudah"ucap Zayn
Tidak ada lagi pembicaraan mereka hingga sampai rumah. Nafisya dihampiri Mama dan membantunya keluar dari mobil, sedangkan Zayn berpamitan akan pergi ke kampus, tidak lupa Nafisya mencium tangan Zayn sebelum pergi.
"Makasih ya mah"ucap Nafisya duduk di Sofa ruang keluarga.
"Iya sayang.... Mama perhatiin Zayn begitu baik ya sama Kakak, dia selalu nemani kamu setiap fisioterapi walau harus menunda pekerjaannya sebentar"ucap Mama memuji-muji Zayn sekaligus melihat respon Nafisya
"Hhhmm... iya Alhamdulillah mah, tapi sikapnya seperti es batu"ucap Nafisya memelankan suara,Mama yang mendengar nya hanya terkekeh pelan.
"Kakak itu harus berusaha mencairkannya, dia suami kakak, seharusnya kakak membuat suasana yang hangat didekatnya, nggak malah di dinginkan, es batu yang di dinginkan yang ada mana keras dan membeku"ucap Mama menahan tawanya
"Malas ah mah..... orang cuek ke kita, kita juga cuek kembali lah, nanti yang ada Fisya kayak ngemis cinta gitu ke abang"ucap Nafisya cemberut
"Apa salahnya ngemis cinta suami"ucap Mama terkekeh
"Udah ahh.. mah jangan bahas itu lagi"ucap Nafisya malu.
"kalau gitu fisya istirahat dulu di kamar ya mah, nanti soalnya Khila dan Mita jemput Fisya,mau pergi acara reunian gitu sama guru juga"ucap Nafisya hendak berdiri
"udah minta izin sama abang tadi? "
"Udah mah"
Mama membantu Nafisya menuju kamarnya untuk istirahat.
...****************...
Maaf author telat updatenya, soalnya lagi malas, nggak ada yang like, komen dan vote novel author.
__ADS_1