
Pagi ini
Nafisya bangun tidur telat, rasanya tubuhnya remuk redam, sakit dan ngilu.Semalam Nafisya baru tidur pukul 3 pagi, Zayn seperti orang kehilangan akal, tidak memikirkan nasib istrinya, akibat ulahnya sendiri.
Sedangkan sadar saja Zayn melakukannya sudah buat Nafisya kewalahan, apalagi ngak sadar tambah obat perangsang lagi, untung syukur aja Nafisya ngak pingsan tidak sadarkan diri. Tubuh Nafisya yang mungil, kecil dan imut begitu lawan tubuh Zayn yang 2 kali lipat dari tubuh Nafisya.Tentu saja Nafisya menyerah kalah.
"Arghhh"Zayn mengeliatkan tubuhnya rasa pening dan pusing masih ada. Zayn memijit kepala sebentar, kemudian beralih menatap istri kecilnya yang tertidur disampingnya dengan wajah lelah tak berdaya.
Zayn menyelipkan rambut Nafisya yang menutupi wajahnya
"sayang dek, dek bangun udah lewat waktu subuh dek"ucap Zayn lembut
"A abang"lirih Nafisya dengan suara lemah sambil membuka perlahan matanya
"Ayo kita sholat subuh dulu, udah setengah 6 dek"ucap Zayn mengusap lembut pipi Nafisya.
"Astagfirullah A abang kita telat sholat subuhnya"ucap Nafisya berusaha bangkit dari berbaring, namun karna tenaganya tidak ada, Nafisya sangat kesulitan untuk duduk.
Zayn melihatnya langsung berinisiatif membantu Nafisya untuk duduk
"Susah Abang, Fisya benar-benar ngak ada tenaga lagi"lirih Nafisya
"Maafin Abang sayang"ucap Zayn mengambil celana pendeknya yang berserakan di lantai dan memakainya, lalu beralih pada Nafisya untuk menggendong Nafisya yang masih membalutkan tubuhnya dengan selimut, karna semalam Nafisya tidak kuat lagi untuk sekeder membangunkan tubuhnya.
Tidak ada tambahan kegiatan lain di kamar mandi mereka hanya mandi dan meredam tubuh dengan air hangat untuk merileks kan tubuh, Zayn dengan telaten memandikan Nafisya,menyabuni tubuh Nafisya dan membilasnya, tentu Nafisya sangat malu walau masih menggunakan handuk kecil untuk menutupi tubuhnya, karna Nafisya tidak akan tanpa busana di depan Zayn,kecuali saat memenuhi kebutuhan batin Zayn.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Adek tidak usah kuliah hari ini ya, kondisi tubuh adek ngak memungkinkan"ucap Zayn sambil memindahkan bubur ayam di dalam mangkuk.
"Ini juga karna ulah Abang, Fisya tetap kuliah Abang"lirih Nafisya
"Iya Abang tau minta maaf"
"Jangan keras kepala dek, Abang tidak izinkan adek untuk ke kampus hari ini, Abang sudah minta izin pada pihak kampus adek"ucap Zayn
"Iya iya Abang"pasrah Nafisya
"sudah ayo makan dulu, isi tenaga supaya tubuhnya tidak lemah lagi"ucap Zayn menyuapi Nafisya.
__ADS_1
Setelah selesai menyuapi Nafisya dan Makan sarapannya sendiri, Zayn membawa piring bekas makanannya ke dapur untuk di cuci, sedangkan Nafisya bersandar di kepala ranjang.
"Abang tidak ke kampus hari ini bang?"tanya Nafisya setelah Zayn masuk ke kamar
"Nanti siang dek, Abang mau temani adek dulu"ucap Zayn kembali naik ke atas ranjang dan menyandarkan kepala Nafisya di bahunya sambil diusap-usap rambut panjang Nafisya.
"Heemm Abang"
"Iya apa sayang"ucap Zayn lembut
"Abang tidak marah lagi kan dengan Fisya?, kita sudah baikan kan?, Fisya tidak ingin di diami dan dicuekin oleh Abang"jujur Nafisya dengan lirih
Zayn menatap mata Nafisya
"Tidak sayang tidak usah dipikirkan lagi, abang minta maaf atas sikap abang pada adek, sayang mau maafin Abang"ucap Zayn menatap dalam mata sendu Nafisya
"Tapi.....wanita cantik yang bersama Abang saat makan siang di cafe itu siapa?Abang begitu akrab dengannya"
"Sayang jangan salah paham, tapi adek jangan marah ya? wanita itu hanyalah masalalu Abang, dia baru pulang dari luar negeri beberapa hari yang lalu, percaya sama Abang hanya kamu satu-satunya wanita yang abang cintai setelah Mama"ucap Zayn tulus membawa Nafisya ke dalam pelukannya.
"Terimakasih Abang, tapi Abang juga harus percaya sama Fisya bahwa Abang satu-satunya pria yang ada di hati Fisya, sungguh tidak ada yang lain"jawab Nafisya juga tulus
"Jangan pernah tinggalkan Abang apapun yang terjadi ya dek"ucap Zayn menatap mata Nafisya serius
Zayn mencium kening Nafisya dengan mesra.
Disisi lain
pernikahan Ayana dengan Kelvin tinggal 5 hari lagi,mereka terlihat sibuk mempersiapkan pernikahan mereka yang begitu cepat, beda lamaran dengan pernikahan hanya 1 minggu saja, karna Kelvin ingin segera cepat-cepat menghalalkan hubungannya dengan Ayana.
Mama Anita juga sibuk menyiapkan kebutuhan pernikahan sang adiknya, bahkan Mama Anita sudah menghubungi keluarga dan kerabat yang ada di jakarka. Tidak lupa juga keluarga Ana yang ada di Singapura bersama sang Mama tercinta dan keluarga Ani yang ada di Jepang, untuk menghadiri pernikahan adik bungsu mereka.
"Ay mau cincin ya mana?"tanya Kelvin pada Ayana.Mereka saat ini sedang memilih cincin pernikahan mereka
"heeemm pusing Kak, banyak pilihannya bagus dan cantik semua"ucap Ayana
"coba lihat yang itu mbak"ucap Kelvin menunjuk cincin yang menurutnya terlihat menarik.
"Bagaimana yang ini Ay? apa kamu suka?"ucap Kelvin memperlihatkan cincin yang sudah ditunjuknya pada Ayana.
__ADS_1
"Bagus Kak, aku suka terlihat elegan dan mewah"ucap Ayana
pasalnya cincin yang di pilih Kelvin cincin dengan satu mata berlian diatasnya dan sekeliling juga dilapisi permata-permata kecil, menambah sensasi kemewahan pada cincin.
"Berapa yang ini mbak?"ucap Kelvin
"ini lumayan mahal mas harga 49 juta Mas"Kelvin langsung menelan saliva ,Ayana juga terkejut dengan harga cincin yang fantastis itu.
"tidak bisa di kurang lagi mbak?"
"Pilih yang lain saja Kak, Ay juga tidak terlalu suka,kita pilih yang simple tapi elegan Kak"ucap Ayana tersenyum pada Kelvin, Kelvin membalasnya dengan senyum tipis agak ragu, ada rasa sedih di hatinya, bukan tidak mampu membeli hanya saja ada hal yang lebih penting yang harus di penuhi.
"Mbak coba lihat yang itu mbak"tunjuk Ayana pada cincin yang lebih simple dari pilihan Kelvin tadi tapi masih ada permata berlian diatasnya.
"Cantik"
"Berapa mbak?"tanya Ayana
" kalo ini 12 juta saja mbak"
"Bagaimana Kak, bagus kan?"tanya Ayana pada Kelvin
"Ay kamu yakin mau yang ini atau yang tadi saja"
"Ini saja Kak,aku suka yang ini"ucap Ayana meyakinkan Kelvin.
Kelvin merasa beruntung memilih Ayana, dia gadis yang peka dan pengertian,walaupun anak bungsu dari keluarga kelas atas, semua yang diinginkan pasti akan terpenuhi dengan mudah oleh Kakak-kakaknya.
"Baiklah satu pasang ya mbak"ucap Kelvin
Setelah acara pembelian cincin pernikahan mereka selesai. Ayana dan Kelvin mampir dulu di restoran untuk makan siang.
"Heemm Kak setelah ini kita kemana lagi?"ucap Ayana saat mereka sedang makan
"Kita akan jemput Mama dan Tante Anita dulu untuk fitting baju pengantin"ucap Kelvin
"hehhmm"ucap Ayana menganguk
mereka melanjut kan kembali makannya hingga selesai.setelah makan siang, sesuai janji mereka akan menjemput Mama Kelvin dan Kakak Anita untuk fitting baju pengantin mereka.
__ADS_1
...****************...
Beri dukungannya dong readers