
Malam hari di rumah sakit
Hanya ada Syakira Dan Mama Anita, karna tadi Sore Zayn di suruh pulang oleh mama untuk mandi dan beristirahat dan Mama Anita yang menggantikan menjaga Nafisya dan Syakira di rumah sakit.
Syakira tidak ingin beranjak dari rumah sakit, baju pun masih menggunakan seragam sekolah, Mama Anita sudah menyuruhnya pulang untuk ganti baju, tapi dia tetap kekeh tidak akan meninggal kakaknya yang masih belum sadar koma.Dan syukurnya kedua orang tua mereka belum menelepon, mungkin sibuk membantu acara aqiqah anak bibi. Syakira juga tidak tau akan menjawab apa nanti mengenai Nafisya.
"Nak kamu lapar? "ucap Mama Anita mendekati Syakira yang duduk di samping brankar kakaknya.
"Hhhhhmmmm... Iya bu"ucap Syakira memang sudah lapar.karna tadi dia makan makanan yang di bawakan Zayn.
"Yaudah, tunggu di sini biar ibu cari makanan di luar dulu"ucap Mama Anita
"Bu terimakasih banyak ya, sudah banyak membantu,"ucap Syakira merasa tidak enak.
"Sudah kewajiban kita untuk saling membantu"ucap Mama Anita tersenyum lembut dan kemudian berjalan menuju pintu keluar ehhh tiba-tiba Zayn masuk dengan membawa kantong kresek.
"Mau kemana mah? "ucap Zayn
"Mau keluar cari makan untuk Ira, dia sudah lapar "ucap Mama Anita yang udah tau nama Syakira,karna mereka sudah banyak mengobrol untuk sekadar menghibur Syakira.
"Ngak usah mah, Zayn udah bawain makanan"ucap Zayn meletakkan makanan di kantong kresek di atas meja Sofa yang ada di ruangan itu.
"Yaudah ayo makan sama-sama"ucap Mama Anita menuju sofa
"Nak Ira, ayo makan Zayn udah bawain makanan"sambung mama Anita
"Iya bu"ucap Syakira berjalan menuju tempat duduk mama Anita dan Zayn
Mama Anita membuka kantong kresek dan 2 kotak makanan.
"kenapa hanya dua, kamu ngak makan zayn?"
"Zayn udah makan, mama aja yang makan"ucap Zayn sibuk dengan benda pipih yang ada di tangannya
"Yaudah,duduk si sini nak"ucap Mama Anita menepuk sebelah, Zayn geser sana nak, biar Ira duduk di sebelah mama" syakira pun menuruti Ucap mama Anita
" Ayo makan"ucap mama Anita menyodorkan kotak makanan ke sebelah Syakira
"Bu dan Pak Zayn terimakasih udah baik banget"ucap Syakira terharu,
"Kenapa dia panggil sama pak, emangnya saya bapaknya apa? ,atau muka kelihatan bapak-bapak"ucap Zayn dalam hati
"Iya nak, sama-sama, yaudah makan makanannya"ucap Mama Anita lembut mengusap punggung Syakira.
mereka pun mulai makan, kondisi ruangan sangat hening,
Zayn hanya sibuk dengan telepon genggamnya ternyata ada pesan masuk dari orang sumber masalah siapa lagi kalau bukan Rosa, gara-gara dia Zayn terjebak ke dalam masalah, bisa-bisanya dia mengirim pesan atas apa yang telah di lakukannya, Zayn pun membuka pesannya yang ternyata berisi ucapan Maaf atas perilaku lancangnya tadi siang, ada juga serangkaian kata-kata cinta yang membuat zayn muak.
"Dasar wanita tidak ada harga diri"gumam Zayn kesal tanpa niat membalas sedikitpun pesan dari Rosa.
Mama Anita dan Syakira telah selesai makan.
"Bu Ira boleh tanya ngak Bu, tentang motor Kak Nafisya?"ucap Syakira
"Motor Nak Fisya,udah di urus oleh Zayn, kamu tenang saja"
"hhhmm, iya bu makasih, soalnya motor itu kesayangan kakak, dia pasti akan menanyakan motornya nanti"
"Iya ibu ngerti, nak Ira apa tidak ingin pulang dulu bersih-bersih dan ganti bajunya seragamnya" Syakira tampak berfikir dia juga harus pulang sekalian untuk bawa perlengkapan yang nantinya di butuhkan kakaknya
"Tidak usah khawatir, biar Zayn yang akan mengantar Nak Ira, pergilah lup ucap Mama Anita
"Apa tidak apa-apa bu, Syakira udah banyak menyusahkan keluarga Ibu"
"Ngak papa nak"
"Zayn tolong antar Ira pulang"ucap mama pada Zayn tanpa membantah Zayn pun mengiyakan.
"Ayo cepat"ucap Zayn menarik pintu keluar
"Bu Ira pergi dulu, jaga kakak ya bu, Ira takkan lama, nanti Ira kembali lagi kok"ucap Ira menyalami tangan Mama Anita
__ADS_1
"Hati-hati"
Zayn berjalan duluan dan diikuti oleh Syakira dari belakang, hingga sampai di parkir. Zayn masuk ke dalam mobilnya dan Ira masuk duduk di bangku penumpang.
"Maaf ya Pak, Ira duduk di belakang,"ucap Ira
"Hhhhmm"Zayn menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit dan menuju rumahnya Syakira, Zayn sudah hafal jalannya karna udah 2 kali dia mengantar Nafisya.30 menit sampai di rumah yang sederhana itu, yang terlihat tanpa berpenghuni karna lampu rumah yang tidak hidup.
"Ini kunci, dompet, dan ponsel kakakmu"ucap Zayn memberikan barang-barang Nafisya.
"Ohhh Iya makasih Pak, maaf ya Pak, Ira ngak bisa bawa masuk, soalnya tidak ada orang di rumah, apa kata tetangga nanti"ucap Syakira bersiap akan turun dari mobil
"Saya akan menunggu di sini"ucap Zayn datar. Zayn tetap lah Zayn yang tidak banyak bicara dan dingin, walaupun dalam sedang masalah seperti ini, tapi entah kenapa sejak,dalam masalah ini, Zayn bersikap hangat pada mama Anita,tidak seperti biasanya.
Syakira membuka pagarnya, dan masuk ke dalam rumah dengan bantuan senter hp nya,karna sangat gelap, Syakira mencari skalar lampu untuk menerangkan rumah.kemudian bersih-bersih.
Di dalam mobil ,Zayn di telepon oleh Kelvin
"Bro lho dimana, kok tidak datang ke kantor hari ini, ada apa dengan lho?"
Zayn menceritakan masalah yang di hadapi kepada Kelvin, karna selama ini Kelvin tempat curhatnya, sahabat yang selalu mengerti dirinya, dan membantu kapan pun Zayn membutuhkannya.
"Apah.... serius lho bro, terjebak dalam masalah besar yang lho tidak sengaja lakukan,kalau gue diposisi lho pasti gw ngak akan sanggung , gue ngerti banget apa yang lho hadapi sekarang, tapi gue ngak bisa merasakan sepenuhnya atas apa yang lho rasakan, lho ngak boleh frustrasi itu murni ketidaksengajaan, tapi yang pasti lho juga harus tanggung jawab, gue siap kapan pun lho perlu bantuan gue"ucap Kelvin di seberang sana sebagai sahabat terbaik Zayn
"Makasih lho selalu ada untuk gw, yaudah gw tutup dulu teleponnya"ucap Zayn ketika melihat Syakira keluar dari rumahnya membawa tas mungkin berisi baju dan bantal. Zayn keluar dari mobilnya dan membantu Syakira yang kesulitan.
"Biar saya bantu"ucap Zayn mengambil bantal dan tas
"Makasih Pak, aku kunci dulu pintunya Pak"ucap Syakira mengunci pintu rumahnya.Dan Zayn berjalan ke mobil meletakkan barang Syakira di kursi penumpang dan masuk ke mobilnya.Syakira juga menyusul masuk ke dalam mobil, duduk di kursi Penumpang.
Tiba di Rumah sakit, Syakira membawa barang-barangnya sambil mengikuti langkah Zayn menuju ruang Inap Nafisya
"Apakah dia belum juga sadar mah"ucap Zayn masuk dan duduk di Sofa sambil melihat Nafisya
"Belum Zayn, kita tunggu saya, kata dokter tadi, Fisya akan segera sadar"ucap Mama
"Nak Ira nginap di sini? "ucap Mama Anita melihat Syakira membawa bantal dan tas.
"Ngak mungkin kami meninggalkan kamu sendirian menjaga Nafisya, Zayn pulang lah Istirahat, besok kamu akan mengajar kan, dan mengurus perusahaan juga"
"Mama Aja yang pulang, biar aku di sini yang jaga, mama pasti lelah, kalau perusahaan Kelvin yang handle."
"kamu mengajar besok Zayn, pulang lah, mama akan yang jaga di sini"
"Kesehatan mama yang penting, kalau di sini mau tidur di mana mama, aku besok jadwal ngajar siang, mama tenang saja, mang mamad, udah nunggu di luar pulang lah mah"ucap Zayn
mau tidak mau akhirnya mama pulang juga, sekarang tinggallah Zayn dan Syakira yang menjaga Nafisya.
"Tidurlah di Sofa, biar saya yang tidur disini"ucap Zayn duduk di kursi nekat nakas dan brankar
"Apa tidak apa-apa saya tidur di Sofa, trus bapak tidur dimana?"ucap syakira
"Hhhmm, saya tidur dikursi ini aja"ucap Zayn
"Maaf ya pak, saya menyusahkan bapak, makasih juga udah bantu jagain Kak Nafisya pak"
"Hhhmmm, sudah tidur lah sana"ucap Zayn memejamkan matanya, sepertinya dia sangat lelah karena harus bolak-balik rumah sakit.
Syakira juga tidur pulas di Sofa, walau dia tidur tidak tenang, karna sofa yang kecil dan sempit.
Tengah malamnya
Ada pergerakan di brankar Nafisya, ternyata Nafisya udah sadar.
"Hhhmm, haus.... haus... minum.. "ucap Nafisya sangat pelan
"Haus....... "
Zayn yang tidur dekat brankar Nafisya pun tersentak bangun, dan melihat Nafisya yang udah sadar, membuat Zayn mendekati brankar
"Syukurlah kau sudah sadar, apa yang kau butuhkan? "ucap Zayn
__ADS_1
"haus..... "
"Kau mau minum"ucap Zayn meraih gelas yang berisi air di atas nakas kemudian membantu Nafisya untuk meminumnya. Nafisya menggelengkan kepalanya
"Kenapa? aku hanya membantu kau untuk minum"ucap Zayn heran melihat tingkah Nafisya.Walaupun sedang sakit Nafisya tetap tidak ingin di sentuh oleh lawan jenisnya.Nafisya berusaha bangkit dengan pelan-pelan
"Aawww, sakit"Nafisya memegang kepala yang di perban.
"Kau keras kepala,jangan banyak bergerak dulu"ucap Zayn tetap membantu Nafisya minum air. Nafisya pun langsung meneguk semua air yang ada di gelas itu. setelah itu Zayn membantu Nafisya berbaring kembali.
"Aku di mana? kenapa badanku sakit semua, "ucap Nafisya pelan
"Kau di rumah sakit, tadi siang kecelakaan,jangan bergerak dulu, jika kau butuh sesuatu bilang saja pada ku"ucap Zayn datar
"Sa....sakit"ucap Nafisya meringgis memegang kepalanya membuat Zayn menciut
"Tidurlah, jika kau butuh aku, aku ada disini"ucap Zayn menggeser Kursi lebih dekat dengan brankar Nafisya.Nafisya memejamkan kembali matanya, dan Zayn memandang sedih ke arah Nafisya, gara-gara dia Nafisya seperti ini,menderita dan merasakan sakit.
*************
Azan subuh berkumandang membangunkan Nafisya yang sedang sakit,pergerakan Nafisya membangunkan Zayn
"Ada apa? kau butuh apa? "ucap Zayn dengan suara srek bangun tidur
"a.. aku mau sholat subuh"ucap Nafisya pelan
"Bagaimana cara nya, kau masih sakit, luka mu masih basah"ucap Zayn
"Apapun kondisinya sholat adalah kewajibannya"ucap Nafisya
mendengar suara orang berbicara membuat Syakira terusik dalam tidurnya, sambil mengusap matanya netranya menangkap Kakaknya sedang berbicara dengan Zayn. kemudian dia berlari menuju brankar
"Ya Allah. Alhamdulillah kakak sudah sadar, aku senang banget kak"ucap Syakira memeluk Nafisya membuat Nafisya meringis, karna tubuhnya yang sakit
"Iya dek Alhamdulillah "ucap Nafisya pelan sambil meringis
"Sudah.... sudah jangan dipeluk dulu kakakmu ,dia kesakitan"ucap Zayn melihat Nafisya meringis kesakitan membuat Syakira melepas pelukannya
"Maaf kak, aku menyakitimu, mana yang sakit Kak? "ucap Syakira di tanggapi senyuman oleh Nafisya
"Ira bantu kakak mau sholat"
"jangan dulu Kak, kau sangat lemah"
"Kakak kau sangat keras kepala, saya sudah menyuruhnya jangan, tapi dia tetap maksa,"
"Kakak tayamum saja dek, dan sholatnya berbaring"ucap Nafisya setengah memelas
"Baiklah, biar aku bantu bangkit"ucap Syakira membantu Nafisya bangkit, dan Zayn hanya melihat nya saja.
"Aawww... kenapa tubuh kakak kaku dek, dan kaki kakak ngak bisa digerakin dek"ucap Nafisya cemas membuat Syakira panik dan melihat ke arah Zayn
"Ira jawab kakak dek, kenapa dengan tubuh kakak dek"ucap Nafisya dengan suara srek dan air matanya yang sudah mengenang.
"Pak kenapa dengan kakak saya pak???"ucap Syakira membuat Zayn diam membisu
"Ira.......Ira kenapa dengan kakak dek?"
" tenang, nanti dokter akan memeriksa keadaanmu"ucap Zayn memenang
" Pak kenapa kaki saya ngak bisa di gerakin pak, rasa sakit banget"ucap Nafisya menahan sakit
"jangan banyak bergerak, berbaringlah"ucap Zayn.Nafisya pun kembali berbaring, dibantu Syakira
"Tenang dulu ya Kak, kakak baru sadar, pasti badan kakak kaku semua, sekarang tidurlah kembali, sekarang masih subuh, nanti pagi dokter akan memeriksa kakak"ucap Syakira berusaha senyum walau hatinya rapuh melihat sang kakak
"jika benar-benar pulih, nanti kakak bisa lagi kok sholatnya, sekarang jangan dulu ya, karna ngak memungkinkan"sambung Syakira
"Iya dek..... "ucap Nafisya kembali memejamkan matanya, berharap semuanya akan baik-baik saja nantinya
"Saya keluar dulu sebentar, jaga kakak mu"ucap Zayn keluar ruang inap Nafisya
__ADS_1
Zayn merasa sakit melihat Nafisya harus menerima kenyataan sebenarnya,bagaimana terpukulnya Nafisya nanti, jika dia tau, kakinya retak, sulit untuk berjalan seperti biasa lagi.