Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Khila....


__ADS_3

Malam harinya di Rumah sakit.


diruangan Nafisya ada Mama Anita, Mama Yuni, Zayn, dan Ayah, sedangkan Syakira pulang kerumah sebelum magrib tadi.


"Mah kaki fisya sakit mah, sakit mah"keluh Nafisya dengan wajah meringis


"Sakit sayang, Ayah tolong panggil dokter yah kaki Fisya sakit"ucap mama panik


Zayn yang mendengar pun juga panik,Zayn berjalan menuju tombol darurat yang ada di ruangan itu kemudian menekannya


"Tidak usah pak, dokter akan datang kesini"ucap Zayn


"Mah sakit banget mah, Fisya ngak kuat nahannya mah"Nafisya meringis kesakitan


"Sabar nak, sebentar lagi dokter datang"ucap Mama Anita menghampiri nafisya. Terlihat di dalam ruangan itu panik melihat Nagisya menahan sakit di kakinya.


berselang waktu dokter dan perawat datang dengan langkah tergesa-gesa.


"Permisi, biar saya periksa,"ucap dokter wanita itu langsung memeriksa keadaan Nafisya


"apa keluhan yang anda rasakan? "


"pada bagian kaki saya terasa sangat sakit dok? "


"apa anda banyak bergerak tadinya?"ucap dokter sambil mengangkat kaki Nafisya dengan pelan terlihat luka luarnya mengeluarkan darah.


"aa.... aaduhhh.... "


"Tolong bersihkan luka luarnya dan ganti perbannya"ucap dokter pada perawat tersebut dan langsung dikerjakan oleh perawat itu.


"Apa bagian kepala terasa sakit? "ucap dokter


"ti.... tidak dokter... Aduhhhh.... sakit dok, sa...kit...... " saat perawat membersihkan luka kaki Nafisya


"Iya ini memang terasa sakit, luka bagian luar mengeluarkan darah mungkin bagian dalamnya juga terasa sakit"ucap dokter memeriksa bagian kepala Nafisya yang lukanya masih basah.


"Jangan terlalu banyak bergerak dulu karna itu akan berbahaya"ucap dokter selesai memeriksa


"bagaimana kondisi putri saya dok"ucap Ayah menghampiri dokter setelah selesai memeriksa kaki Nafisya


"Kaki yang mengalami keretakan belum bisa banyak bergerak pak, walaupun itu masih menggunakan kursi roda, itu yang membuat kakinya sakit pak, untuk lebih lanjutnya bapak bisa langsung langsung tanyakan pada dokter spesialis tulang, dia lebih paham dan mengerti tentang ini semua, lebih baik lebih cepat jika kakinya harus di terapi fisik pak"ucap dokter


"Baiklah dokter dan apakah di rumah sakit ini ada dokter spesialis tulang dok?"


"Ada pak, tapi beliau sulit untuk di hubungi siapa yang mau berkonsultasi harus membuat janji dulu pak, dan... itu membutuhkan biaya yang cukup besar pak"


Ayah termenung sebentar kemudian kembali berbicara


"Iya... baik dokter,terimakasih dok"ucap Ayah


"Iya pak, kalau begitu saya permisi"ucap dokter berlalu. sedangkan mama Anita, dan Mama Yuni hanya terfokus Nafisya. dan Zayn mendengarkan semua percakapan Ayah dan dokter barusan.


setelah perawat mengganti perban kaki Nafisya kemudian perawat berbicara pada mama


"Maaf bu saya akan memberi suntik penenang"


"Iya suster lakukanlah"ucap Mama Yuni melihat Nafisya dari tadi meringis dan menahan sakit. perawat pun menyuntikkan ke dalam tubuh Nafisya.


"Baiklah bu tugas saya sudah selesai, permisi"ucap perawat membawa alat-alatnya. dan di jawab anggukkan oleh Semua orang.


Nafisya sudah mulai tenang dan memejamkan matanya.


"Bagaimana ucap dokter tadi tentang Nafisya yah"ucap Mama menghampiri Ayah yang duduk termenung di Sofa.


"Maaf bu, tuan kami harus pamit pulang, karna ini sudah larut malam"ucap Mama Anita


"Iya bu...., maaf kami tadi terlalu sibuk dan panik tadi bu, dan terimakasih sudah menyempatkan waktu ke sini"ucap Mama


"Hati-hati di jalan"ucap Mama dan Ayah ,dijawab anggukan dan senyuman oleh Mama Anita ,kemudian berlalu pergi.


"Kaki Nafisya harus segera di rontgen mah dan di lakukan terapi fisik, oleh Ahlinya spesialis dokter tulang. dan itu membutuhkan biaya yang cukup besar mah,dari mana kita akan mendapatkan uang mah, sedangkan Ayah jarang bekerja sekarang, dan hasilnya pun juga tidak akan cukup untuk membiayai biaya pengobatan Nafisya "ucap Ayah


"Ya Allah yah, bagaimanapun caranya kita harus melakukan yang terbaik untuk pengobatan Nafisya supaya dia cepat sembuh, mama tidak tega melihatnya."


"Besok akan kita pikirkan lagi mah"


*****************


Pagi harinya


Ayah pulang ke rumah dan Mama tinggal di rumah sakit menjaga Nafisya yang belum bangun mungkin efek dari obat penenang kemarin malam.


di sisi lain


Zayn dan mama Anita tengah sarapan pagi.


"Hari ini mama ke rumah sakit juga?"ucap Zayn di sela-sela makan


"Ya harus dong Zayn mungkin nanti jam 9, kita harus bertanggungjawab, mama sangat kasian melihat kondisi Nafisya"


"Hhhhmm"ucap Zayn melanjutkan makannya


"Kamu ngak rumah sakit?"


" nanti aja mah"


setelah selesai makan.


"Zayn Nafisya cantik ya, baik, shalihah, lembut pokoknya idaman para laki-laki deh, mama rasa nih ya laki-laki yang mendapatkannya adalah laki-laki beruntung"ucap Mama Anita memancing Zayn

__ADS_1


"Hhhhmmm, tapi dia punya kekurangan mah, mana ada laki-laki yang mau wanita cacat.


"Itu kesalahan kamu Zayn, tapi menurut mama hanya laki-laki yang bodoh, kesempurnaan itu saling melengkapi." mendengar ucapan Mama Zayn terlihat berpikir sejenak, ada benarnya juga kata Mama.


"Mah apa kita harus menghubungi Khila tentang kondisi sahabatnya"


"sebenarnya bukan kita yang menghubungi Khila Zayn, seharusnya Nafisya, kalau kita yang menghubunginya nanti apa kata khila, sedangkan kita ngak ada sangkutan sama Nafisya"


"Hhmm.... benar juga kata Mama,Yaudah mah Zayn mau berangkat ke kampus dulu"ucap Zayn menyalami tangan mama


"Hati-hati"


kemudian Zayn keluar dan masuk kedalam mobilnya.


di sisi lain


"Kok udah 3 hari ini Ngak ada kabar dari Fisya ya, kemana dia, WA juga ngak online"pikir Khila termenung duduk di balkon kamarnya


"Lebih baik aku dan Mita ke rumahnya aja, udah kangen beberapa hari ngak ketemu"ucap Khila


"Khila..... Khila..... "ucap bunda dari luar kamar


"Iya bun masuk aja"ucap Khila dari luar kamar.


"Khila bunda mau ke Mama Anita kamu mau ikut atau ngak? "


"Hhhhm......ikut aja deh Bun, aku udah kangen dengan Mama Anita dan bang Zayn"


"Yaudah siap-siap dulu, bunda tunggu di bawah"ucap Bunda mengusap kepala Khila dan berlalu pergi


Khila bergegas untuk bersiap-siap, tidak membutuhkan waktu lama, Khila telah siap dengan hijab pasminanya.


"Udah bun, ayo.... "ucap Khila menghampiri Bunda yang tengah duduk di eh ruang keluarga menunggu Khila


"Ayo....... "ucap Bunda


mereka berdua masuk kedalam mobil. Bunda mengendarai mobil menuju rumah Mama Anita.


"setelah ke rumah mama Anita nanti, aku mau ke tempat temanku bun,pinjam mobil bunda ya"


"Iya.... iya nanti biar bunda pake mobil mama Anita aja lagi"


saat tiba di rumah Mama Anita satpam membukakan pintu gerbang untuk Mobil Bunda yang akan masuk ke dalam. Bunda dan Khila turun dari mobil dan memencet bel rumah beberapa kali baru di bukakan oleh Mbok Siti.


"Ada Kakak di dalam mbok"


"ada nyonya, silahkan masuk"ucap Mbok siti


Bunda dan Khila masuk ke dalam


"Kak.... Kakak.... "teriak bunda memanggil Mama Anita yang baru saja keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi, sepertinya akan pergi.


"A... aa.... ani "


"Mama..... Khila kangen mama"ucap Khila berlari memeluk mama Anita


"eehhh cantiknya mama, mama juga kangen sayang"ucap Mama Anita membalas pelukan Khila


"Mama mau kemana udah rapi bener, Khila datang mama pergi"ucap Khila seraya melepas pelukan


"Hehehe kok nak, Mama mau keluar tadinya, kalau ada Khila mama ngak jadi deh keluar"ucap Mama Anita merangkul Khila mereka berjalan menuju sofa. Bunda yang melihat hanya tersenyum bahagia dan mengikuti dari belakang.


"Tumben kamu datang ke sini Ani?"


"Heheheh.... sibuk Kak, lagian juga kangen sama Kak dan Zayn, Oohh iya Zayn ngajar Kak?"


" Harus sempatkan datang Ani, jangan kerja mulu. Iya zayn ngajar pagi"


"Mau minum apa Sayang? "


"Nanti Biar Khila buat sendiri mah"


Mereka lanjut mengobrol dan berbincang-bincang hangat, entah itu masalah anak, masalah pekerjaan dan banyak lagi lainnya. Khila yang bosan mendengar Obrolan kakak beradik itu, dia memilih untuk ke ruang belakang membuat minuman untuk dirinya dan nyantai di gazebo.sedang asik nyantai tiba-tiba Handphone Khila berbunyi seperti pesan masuk.


"Arga kenapa dia tiba-tiba mengirim pesan"ucap Khila membuka pesan dari Arga


"Hallo Khil, maaf aku ganggu kamu.,kamu ada waktu ngak hari ini, kita bisa keluar bareng ngak?? kalau kamu ngak bisa juga ngak masalah."Arga


"Maaf ya Ga seperti aku ngak bisa, soalnya aku dan Mita mau pergi ke rumah Fisya"


langsung dibalas Arga


"Hhhhmmm...., lain kali aja"


"Maaf ya Ga aku bukan tidak mau, aku malu sama kamu Ga, belum kasih kamu kepastian, sebenarnya aku juga ngak mau gantung kamu kayak gini Ga, tapi aku juga ngak bisa nolak kamu Ga.Kamu laki-laki baik Ga, cuma aku aja yang hatinya entah untuk siapa" gumam Khila termenung


"Khil.... Khila" teriak Bunda mencari keberadaan Khila


"Ahh Iya bunda aku di Gazebo"ucap Khila


"Kamu jadi pergi sama teman atau ngak, soalnya Bunda sama Mama mau keluar"ucap Bunda


"Oohhh.... Iya jadi Bun, aku pake mobil bunda ya"


"Iya baik, kalau gitu Bunda sama Mama pergi dulu,"ucap Bunda


"Hati-hati ya sayang"ucap Mama mengusap kepala Khila yang tertutup Hijab Pasmina


"Iya bun, Mah, Dadadadad....... "Khila melambaikan tangan .Bunda dan Mama keluar dari Gazebo menuju Halaman yang luas yang sudah ada mobil dan sopir yang akan menyetir.

__ADS_1


"Aku hubungi Mita dulu ah"ucap Khila mencari kontak Mita dan menghubunginya


"Hallo Mit, kamu dimana? kita kerumah Fisya yuk, kita kumpul bareng"


"Aduh.... maaf banget Khil sekarang aku lagi di kampung rumah bibi dan paman ku, aku ngak bisa ikut sama kalian"


"Lah pergi ngak bilang-bilang, ngak asik banget kamu, udah ngak anggap kita lagi nih"


"Bukan begitu Khil, kemarin aku perginya mendadak jadi ngak sempat hubungi kalian, ada masalah keluarga Khil, maaf banget ya"


"Yaudah ngak papa, aku pergi sendiri aja ke rumah Fisya"


"Maaf ya Khil, tolong sampaikan juga pada Fisya"


"Hhhmmm, aku tutup teleponnya"ucap Khila memutuskan panggilan.


Khila pergi berlalu


"Khila pamit ya mbok"ucap Khila pada pada Mbok Siti yang lagi bersih-bersih


"Hati-hati Non"


Khila masuk kedalam mobil, meninggalkan rumah Mama Anita dan melajukan mobilnya menuju rumah Fisya.Saat di perjalanan Khila dihalangi oleh 2 orang laki-laki menggunakan Motor besar


"aduh..... siapa sih ganggu jalan orang aja"ucap Khila keluar dari mobil


"Mau apa kalian berdua, kenapa menghalangi jalan saya"ucap Khila


dan 2 orang itu pun membuka helmnya


"Ka.... kau Daniel, kenapa Kau menghalangi gw, mau apa kau?? "


"Jangan galak-galak cantik"ucap Teman Daniel


"Diam lho"ucap Daniel pada temannya


"Gw mau nanya sama lho tentang Nafisya, Lho sahabat baiknya kan, lho pasti tau di mana sahabat lho itu, dimana dia sekarang, gw udah ke rumahnya tapi tidak ada satu orang pun di rumahnya, lho kasih tau keberadaannya sekarang"


"Kenapa lho ingin tau tentang keberadaan Nafisya, apa hubunganya dengan lho, memangnya lho siapanya dia?? hah.... Eehhh.. tunggu-tunggu lho bilang Nafisya ngak ada di rumahnya dan..... ngak ada satu pun orang di rumahnya, lah kok bisa?? "


"Hubungan Gw sama Nafisya lho ngak perlu tau, gw minta lho kasih tau dimana dia? "


"Heeiiii.... dasar bodoh gw aja baru mau cari dia ke rumahnya, lah lho tanya di mana keberadaan dia ke gw, ya jelas gw ngak tau, beberapa hari ini Nafisya ngak pernah menghubungi gw,minggir lho pada gw mau lewat"ucap Khila berlalu masuk ke dalam mobilnya.membuat Daniel dan temannya melongo.Teman Daniel mengetok-ngetok jendala mobil Khila


"ihhhh.... apalagi sih, mau apa lho"ucap Khila menurunkan jendela mobilnya


"Mau kamu jadi pacar ku cantik, jangan galak-galak dong nanti cantiknya hilang lho"


"Kalau gue ngak mau gimana, dasar buaya"ucap Khila


Dan daniel pun menarik tangan temannya sambil mengetok kepala temannya


"Dasar bodoh ngak berguna"


"aduhh...... sakit bro"


Khila pun melajukan mobilnya kembali meninggalkan 2 orang Bodoh tadi (ya bodoh karna wanita)


"Kalau di pikir-pikir Nafisya kemana dan dimana ya, ngak biasanya dia seperti ini, menghilang tanpa kabar atau lagi ada masalah atau bisa juga terkena masalah....... khila..... khila harus positive thinking dong"gumamnya sambil menyetir


sampai di rumah Nafisya memang benar tidak ada orang dirumahnya, sudah beberapa kali Khila mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban dari siapapun.


"Maaf cari siapa nak"ucap tetangga lewat


"orang di rumah ini kemana ya Bu "


"oohhww, keluarga Buk Yuni katanya sih di rumah sakit, jarang pulang ke rumah akhir-akhir ini nak"


"Memangnya siapa yang sakit Bu? "


"Kalau itu ibu kurang tau, yaudah ibu pergi dulu nak"ucap ibu-ibu itu berlalu pergi


"Siapa yang sakit ya?? "gumam Khila masuk kembali kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit, karna Khila harus memastikan siapa sebenarnya yang sakit atau mungkin saja sahabatnya Nafisya.


sambil menyetir Khila terus memikirkan siapa yang sakit di keluarga Nafisya.Hingga tak terasa Khila tiba di rumah sakit di Kota Yogyakarta itu.


Khila menuju meja administrasi menanyakan nama pasien.


"Siapa yang bakalan aku tanyakan namanya, orangnya aja ngak jelas siapa yang sakit"pikir Khila sambil berjalan menuju meja


"Ada yang bisa dibantu dek"ucap perawat itu dengan ramah


"Ahhh.... Iya ruangan Nafisya nomor berapa ya mbak"ucap Khila setelah berpikir akhirnya Khila menyebutkan Nama Nafisya


"Ohh.... Nafisya Ulila kah"


"I..... Iya benar berarti ada nama pasien Nafisya Ulila Mbak, kalau boleh tau sakit apa dia mbak"


"Iya dek, dia mengalami kecelakaan 3 hari yang lalu, di rawat di kamar melati no. 04"ucap perawat itu membuat Khila menutup mulutnya terkejut tidak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya.


"Terimakasih mbak"ucap Khila berlari dengan air mata yang menitik menuju ruang yang disebutkan perawat tadi.


Tiba didepan pintu kamar rawat Nafisya Khila menghapus air matanya dan mengambil nafas dalam-dalam menyiapkan mental melihat kondisi sahabatnya.


perlan khila membuka Pintu..... membuat Khila menegang di Pintu melihat orang yang sangat dikenalnya ada disana.... siapa lagi kalau bukan Mama Anita dan Bundanya.semua orang melihat ke arah Khila juga sama terkejutnya apalagi Nafisya melihat kehadiran sahabat nya itu.


"Khi.........Khila.............. "


...****************...

__ADS_1


__ADS_2