Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Kenyataan pahit


__ADS_3

Dokter dan perawat masuk ke dalam ruang Inap Nafisya.


"Udah sadar!!,Bagaimana apa yang anda rasakan sekarang"ucap dokter sambil memeriksa keadaan Nafisya menggunakan teleskop nya.


"Alhamdulillah dok, cuma kepala aja yang pusing dok, tapi... kenapa kaki saya ngak bisa gerak dok??"ucap Nafisya dengan suara pelan


"Maaf sebelumnya apa belum di sampaikan oleh pihak keluarga anda, tentang keadaan kaki anda? "ucap Dokter membuat Nafisya menggeleng pelan dan Syakira hanya bingung dan heran.


"Begini Kaki anda mengalami keretakan tulang akibat kecelakaan itu, membuat anda sulit untuk berjalan seperti biasanya, bahkan memerlukan waktu yang cukup lama untuk berjalan lagi, itu pun harus sering cek dan konsultasi dengan dokter tulang, jadi saya sarankan untuk tidak banyak bergerak dulu"jelas dokter membuat Nafisya dan Syakira tutup mulut terkejut dan syok tidak percaya.


Perawat masih sibuk mengganti perban di atas kepala Nafisya.


"Baiklah Dek Nafisya, saya harus memeriksa pasien yang lain, pesan saya jangan banyak bergerak dulu, dan jangan lupa makan untuk menambah energi agar tubuhnya tidak terlalu lemah,jaga kondisi tubuh agar tetap stabil. Yaudah saya permisi"ucap Dokter wanita itu berlalu pergi dan kemudian berpapasan dengan Zayn yang juga akan masuk ke dalam ruangan.


"Selamat pagi Pak, Permisi"ucap Dokter


"Selamat Pagi dok"ucap Zayn.


Nafisya hanya diam menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong, sehingga tak merasakan sakit di kepalanya saat perawat memasang perban dan mengganti infus nya.


"Baik lah sudah selesai, saya permisi mau bertugas dulu"ucap Perawat di jawab anggukkan oleh Zayn dan Syakira.


setelah perawat pergi Zayn menuju Sofa meletakkan sarapan di atas meja kemudian duduk si Sofa sambil memejamkan matanya


Syakira melihat ke arah Nafisya yang sepertinya hampa...perlahan mendekati Nafisya dan memeluknya


"Ka.... kakak yang sabar ya Kak, Ira tau apa yang kakak rasakan saat ini, Ira ngak percaya ini bakalan terjadi pada kakak, kakak harus kuat, semangat Ira selalu ada buat kakak, "ucap Ira dengan tangisan yang pecah tapi Nafisya tetap termenung tanpa suara


"Allah tau kamu kuat, untuk menghadapi ini semua, kamu wanita tangguh Kak, kamu hebat Kak, kamu pasti bisa menjalani ini semua kak, aku yakin kamu bisa kak"begitu sakitnya hati Syakira melihat keadaan kakaknya yang rapuh saat ini.


"I...I.. Ira apa ini takdir yang harus kakak jalani, kenapa ini begitu sulit Ira, rasanya kakak tidak sanggup Ira, di Usia kakak yang begitu muda harus menerima kenyataan yang begitu menyakitkan ini, apa yang harus kakak lakukan Ira?"ucap Nafisya dengan suara air mata mengalir tapi tatapan kosong.


"Jangan bicara begitu Kak, kamu pasti bisa menghadapi ini semua, kami semua, Ayah, mama dan aku ada buat kamu"ucap Ira menghapus air mata Nafisya dari tadi Zayn hanya menyaksikan mendengar semua penyataan yang menyakitkan bagi kakak dan adik itu.


dring..... dring..... bunyi Ponsel Ira


"Aku angkat dulu telefonnya kak"ucap Ira agak menjauh ke sudut


selama Ira menelefon Zayn terus melihat Nafisya yang hanya menatap lurus ke depan ini pasti begitu berat baginya, Zayn sangat merasa bersalah terhadap Nafisya, zayn bingung apa yang akan di lakukan selanjutnya.


setelah menelefon Syakira kembali menghampiri Nafisya.


"Mama menelefon Kak, dia menanyakan kamu, aku bilang semuanya pada mama, saat ini mama sedang diperjalanan ke Yogyakarta, Ayah dan Mama akan langsung ke sini, sekarang kamu makan dulu supaya ada tenaga dan energi" ucap Syakira mengambil makanan rumah sakit di atas nakas, Nafisya menggeleng kan kepalanya saat di suapi Syakira


"Ayo lah Kak supaya cepat sembuh makanlah sedikit saja, aku tidak mau mama tambah sedih melihatmu tidak makan"


"Tidak Ira aku tidak mau" rasanya Nafisya tidak berdaya lagi


"Biar saya yang akan membujuknya, kamu makan lah, di atas meja ada sarapan buat mu"ucap Zayn mendekat dan mengambil semangkok bubur itu dari tangan Syakira, Syakira hanya mengikuti tanpa membantah.


mungkin dengan Zayn Nafisya mau makan.


"Jangan terlalu memikirkan apa yang telah terjadi, sekarang kau harus fokus untuk kesembuhanmu, dari kemarin kau tidak makan, yang ada kau hanya menambah penyakit, Kau tidak kasian melihat keluarga, mereka semua khawatir kepada" ucap Zayn membuat Nafisya menoleh sebentar ke arahnya

__ADS_1


"Ayo makanlah, walau hanya sedikit"


"Jangan paksa saya pak, saya tidak ingin makan saat ini"


"tidak ada yang memaksa, ini demi kesembuhanmu, ingin sakit lama atau sebentar? "


"Biarlah begini, saya tetap akan merasakan sakit,makan pun tidak bisa membuat saya bisa berjalan kembali" ucap Nafisya membuat Zayn tertusuk pisau sampai hulu hatinya


" Kenapa kau berputus asa seperti ini, kau harusnya semangat untuk sembuh, dengan begini kau akan menyiksa keluarga mu juga,"


"Tidak ada lagi harapan untuk saya, bapak tidak tau bagaimana saya saat ini, apa yang saya rasakan, saya benar-benar hancur pak, hati saya sakit, saya tidak kuat menerima semua ini, bagaimana kehidupan saya ke depannya, mimpi-mimpi pun tidak akan mungkin saya gapai dengan kondisi seperti ini"ucap Nafisya, air matanya luruh, tangisannya pecah. dari tadi dia hanya diam menahan akhirnya sekarang dia mencurahkan kepada Zayn. Zayn tidak kuat melihat Nafisya seperti ini akhirnya memberanikan diri untuk memeluknya merasakan apa yang Nafisya rasakan. Nafisya tidak menolaknya entah apa yang ada dipikirannya saat ini, dia hanya butuh penenang, pelukan Zayn penenang bagi nya.


"Sudah lah jangan menangis, saya tau apa yang kamu rasakan, tapi kamu tidak sendiri kamu masih punya banyak orang yang akan mendukung mu termasuk saya, jangan patah semangat, semua akan baik-baik saja, kita kamu menjalaninya dengan semangat,kamu kuat saya yakin kamu bisa"ucap Zayn menenangkan Nafisya dalam pelukannya


Syakira sangat terkejut melihat kejadian yang ada didepan matanya


"Saya keluar dulu sebentar"ucap Syakira membuat Zayn melepas pelukannya pada Nafisya. Sedangkan Syakira berjalan keluar.


"Ma....maaf saya refleks memeluk mu, ya sudah ayo makan saya akan menyuapinya"ucap Zayn canggung begitupun Nafisya tiba-tiba malu dan canggung.


Zayn menyuapi Nafisya dengan telaten, Nafisya mencuri pandang pada Zayn yang begitu baik padanya, padahal dia hanya orang asing tapi saat ini masih menunggu Nafisya dan rela menyuapinya makanan.


"Assalamualaikum, hehhkm..... "ucap Mama Zayn masuk ke dalam ruangan


"Wa... wa'alaikumussalam"ucap mereka berdua malu, karna kedatangan nama Anita


"Kenapa malu begitu, biasa aja sama mama, anak muda ya emang kayak gitu malu-malu kucing"ucap mama Anita berjalan meletakkan Buah dia atas nakas


"Alhamdulillah ya nak Fisya udah sadar, bagaimana keadaannya sekarang"


"tidak ada yang merasa di repotkan nak"


"Ini minumnya"ucap Zayn memberi Nafisya segelas air.


"Makasih pak"


"mau makan lagi? "


"tidak pak, sudah cukup, terimakasih"


"hhhhmmm" Zayn meletakkan kembali mangkok dan gelas dia atas nakas, kemudian berjalan menuju sofa


sedangkan mama duduk di dekat Nafisya.


" Bu boleh Nafisya tanya sesuatu"


"Boleh silahkan mau tanya apa?"


"Maaf sebelumnya bu, Kok ibu dan pak Zayn ikut menjenguk Nafisya, bahkan pak Zayn rela tidur di rumah sakit menjaga Nafisya, padahal kita bukan lah ikatan saudara atau family?"


"Iya nak semua kita harus saling membantu dan menolong, mungkin waktu kecelakaan itu karna Zayn yang membawamu ke rumah sakit ini tanpa ada keluarga satu pun, kami lah yang menjaga dan menggantikan keluarga, ibu menganggap kamu seperti keluarga, jadi kami juga ikut menjaga mu"


"Tapi Ibu dan pak Zayn sangat baik, Fisya berhutang budi, terimakasih atas kebaikannya bu"ucap Nafisya

__ADS_1


Nafisya dan mama Anita berbincang dan mengobrol hangat, mama yang tau perasaan Nafisya,berusaha untuk menghiburnya.


"sepertinya Zayn dan nak Fisya kalau ibu lihat-lihat sangat cocok"ucap mama Anita membuat Nafisya dan Zayn yang memejamkan matanya melihat ke arah mama


"heheheheh.... ibu ada-ada aja, Nafisya masih kecil bu, dan mana mau juga pak Zayn sama Fisya dengan kondisi seperti ini"ucap Nafisya tersenyum paksa


"Jodoh siapa yang tau nak, Zayn bukan tipe laki-laki yang banyak menuntut tentang pasangan"ucap mama melihat ke arah Zayn yang juga melihat ke arahnya.


Syakira masuk ke dalam ruangan inap bersama mama dan Ayah.


Mama sangat terkejut melihat keadaan Putri sulungnya


"Sayang.... apa yang terjadi dengan kamu nak"ucap Mama berlari memeluk Nafisya dengan air mata yang tidak bisa di tahan lagi melihat kondisi putrinya


"sayang kenapa ini bisa terjadi nak, kenapa kak,bilang saya mama"


"Mah fisya ngak papa kok mah, mama yang tenang ya, semuanya baik-baik saja mah"ucap Nafisya berbicara seolah-olah tidak terjadi apa-apa


"Bagaimana mama bisa tenang Kak, kondisi kamu seperti ini membuat hati mama sakit melihatnya nak"ucap mama melepas pelukannya


"Bagaimana kondisi kakak sekarang, mana yang sakit kakak, "ucap mama duduk di ranjang brankar


"Fisya kenapa bisa terjadi kecelakaan nak,?"ucap Ayah mendekat


"Fisya ngak tau kronologis kejadiannya yah"


"sudahlah yah, semuanya sudah terjadi,"ucap mama


"apa kata dokter tentang kondisi kakak?"ucap mama membuat Nafisya menunduk


"nak apa yang kamu rasakan saat ini? "ucap Ayah


" Mah, Ayah kata dokter pada bagian kaki kakak mengalami keretakan....."


"A..... aapah.... ayah Fisya ayah, anak kita yah, tidak akan bisa berjalan lagi..... "ucap mama berdiri Syok dan menguncang kan tubuh ayah


"Ayah..... ini semua tidak benarkan, Fisya tidak mungkin....... "ucap mama menangis sejadi-jadinya membuat seisi ruangan itu sedih termasuk Zayn dan mama Anita


sedangkan Nafisya menunduk dengan air matanya yang luruh


"Ira bener apa yang kamu katakan?"ucap Ayah


"I... iya ayah... dokter yang mengatakan jadi kakak tidak boleh banyak bergerak atau berjalan, kakinya tidak bisa menopang lagi ayah, kakak harus cek dan konsultasi dengan Dokter, dan itu membutuhkan biaya yang sangat besar, dan waktu yang lama untuk kesembuhannya. "jelas Ira dengan menunduk


"tidak..... tidak..... tidak"ucap mama memukul-mukul Ayah.


"tenanglah mah, tenang..... "ucap Ayah namun tidak ada sahutan dari mama ,


ternyata mama pingsan


"ma.... ma....mama pingsan "ucap ayah


Zayn berlari membantu ayah mengangkat tubuh mama yang tak sadarkan diri menuju sofa . Syakira berlari mengambil minyak kayu putih dan memberikannya pada ayah. Nafisya juga ingin membantu namun apalah dayanya kakinya tidak bisa berjalan dan tubuh masih lemah. Nafisya sangat sedih melihat mama dan juga kondisinya saat ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2