Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Obrolan serius


__ADS_3

Karna terlalu sibuk mengobrol di telepon bareng 2 temannya, Nafisya tidak sadar sudah sampai di rumah besar Mama Anita.Zayn dan Nafisya turun dari mobil.


"Sepertinya mama udah sampai Bang!"ucap Nafisya melihat mobil mertuanya terparkir di halaman luas.


"Iya dek, ayo kita masuk pasti mama udah nungguin kita"ucap Zayn menggenggam tangan Nafisya.


"Assalamualaikum"


Saat memasuki rumah besar itu Zayn dan Nafisya mendengar suara obrolan dari ruang keluarga.keduanya saling menatap bingung kemudian mereka kembali melangkah menuju sumber suara.


Betapa terkejutnya Nafisya melihat dua sosok yang begitu di sayang dan rindukannya ada di rumah mertuanya sekarang sambil menatapnya dengan penuh bahagia dan mata yang berkaca-kaca.


Bagaimana tidak sudah 3 bulan lebih kedua orangtua dan Adiknya pindah ke Malang untuk menemani sang nenek di sana yang sudah mulai sakit-sakitan.sehingga membuat Nafisya sulit bertemu dengan keluarganya karna jarak antara malang dan Yogyakarta tidaklah dekat apalagi dia dan suaminya juga sibuk dengan urusan dan aktivitas sehari-hari mereka jadi tidak sempat untuk mengunjungi keluarga Nafisya di Malang.


"Mama ,Ayah"ucap Nafisya berlari ke arah keduanya yang sudah berdiri menyambut Nafisya.


"Kakak"ucap Mama Yuni memeluk putrinya dengan rasa sayang.


"Fisya merindukan mama"ucap Nafisya di dalam pelukan sang mama.


"Mama juga sayang"ucapnya mencium puncak kepala Nafisya yang tertutupi jilbab.


"Ayah juga nak"Nafisya melepas pelukannya dan beralih menatap Ayah yang berdiri di samping mama.


"Ayah, Fisya merindukan ayah"ucap Nafisya memeluk Ayah begitu juga Ayah yang membalas pelukan putrinya.


Zayn, Mama Anita dan Oma yang menyaksikannya merasa terharu.


Setelah melepas pelukannya, Nafisya menatap kedua orangtua


"Ayah dan mama apa kabar? Ira mana mah, ngak kesini juga? kenapa tidak mengabari Fisya kalo mau ke sini? kapan pulang dari Malang mah?"ucap Nafisya memborong semua pertanyaan kepada kedua orangtuanya.


"Hutttsss kamu kebiasaan bangat Kak, kalo bertanya ngak bisa satu-satu, malu kita sama mertua dan suamimu"ucap Mama Yuni merasa malu di rumah besannya.Nafisya menepuk dahinya pelan


"Astagfirullah kenapa aku bisa lupa kalo sekarang berada di rumah Mama Anita"gumam Nafisya pelan.


"Maaf Bu, Nyonya, dan nak Zayn, kami jadi tidak enak hati"ucap Ayah sungkan.

__ADS_1


Kemudian Nafisya menghampiri mertuanya sambil menyalami tangannya.


"Tidak apa sayang"ucap Mama Anita sebelum Nafisya berbicara padanya,Nafisya tersenyum canggung pada mertuanya itu.Lalu Nafisya berjalan ke tempat Oma yang duduk tidak jauh dari Mertuanya dan menyalami tangan Oma.


Setelah itu baru Nafisya berjalan ke arah Suaminya yang masih berdiri di dekat Sofa sambil menatapnya, Nafisya malah cengengesan malu di depan Zayn.Zayn yang paham hanya mengangguk kepalanya dan menuntun Nafisya duduk di Sofa.


"Seharusnya Zayn yang minta maaf sama Ayah dan Mama, belum sempat bawa Fisya buat ngunjungin keluarga yang ada di Malang"ucap Zayn setelah duduk si sofa bersama Nafisya.


"Tidak apa nak Zayn kami sebagai orangtua juga mengerti nak, kalian berdua pasti sibuk"jawab Ayah, Zayn tersenyum menanggapi ucapan Ayah mertuanya.


"Sekarang kita semua sudah berkumpul di sini, maksud saya meminta besan ke sini untuk membicarakan tentang hubungan Zayn dan Fisya yang sudah mereka publik, jadi saya berniat untuk mengadakan repsesi pernikahan untuk mereka berdua, karna pada waktu itu mereka menikah secara mendadak saja dan hanya ijab kabul belum ada repsesi pernikahan, walau terlambat untuk kita mengadakan repsesi tapi tidak ada salahnya bukan? bagaimana apakah besan setuju??"ucap Mama Anita to the point.Mama dan Ayah awalnya terkejut dan saling memandang satu sama lain.


Begitu juga dengan Zayn dan Nafisya yang tersentak kaget dan saling menatap dengan ekspresi tercengang mendengar apa yang dibicarakan mama Anita barusan.


Sesaat kemudian Ayah dan mama menganggukkan kepala mereka dan angkat bicara.


"Kami setuju bu,sudah seharusnya juga kita melakukan repsesi pernikahan untuk anak-anak kita bu, apalagi Fisya adalah putri pertama kami bagaimanapun akan kami usahankan untuk mengadakan repsesi pernikahannya,tapi ternyata bu besan duluan yang mengatakan tentang ini, malahan kami bersyukur, saya dan istri menyetujuinya"ucap Ayah disertai anggukan dari mama Yuni.


Zayn tersenyum tipis dan mengangguk mantap.Sebelum dia mengatakannya, Mama dan mertuanya sudah paham mengerti dengan keinginannya untuk mengadakan repsesi pernikahannya dan Nafisya. Tapi istrinya itu menolak mengadakan repsesi karna menurutnya hanya membuang-buang uang saja dan tidak terlalu penting.


"Kenapa harus mengadakan repsesi pernikahan mama?, padahal Fisya dan Abang juga udah mempublik pernikahan kami melalui konferensi pers tadi pagi, jadi untuk apa lagi diadakan repsesi ,bukannya Fisya tidak mau mama tapi untuk repsesi itu mengeluarkan uang yang tidak sedikit"ucap Nafisya menolak halus.


"Iya sayang benar ucap mertuamu,mama dan ayah juga berniat buat mengadakan repsesi pernikahan kakak nak"sambung Mama Yuni


"Yasudah fisya serahkan saya semuanya pada mama, tapi mah Fisya tidak ingin repsesi yang besaran-besaran dan berlebihan, kita bisa buat repsesi sederhana saja lebih menghemat biaya"ucap Nafisya pasrah


"Baiklah jika itu maunya Fisya sayang"Mama Anita mengerti bahwa menantunya tidak menyukai hal yang berlebih-lebihan dan terlalu mencolok, itulah yang di sukai mama Anita terhadap menantunya yang lebih terlihat sederhana apa adanya.


Mereka melanjutkan untuk membicarakan tentang repsesi pernikahan Zayn dan Nafisya, kapan dan dimana akan diadakannya.Sedangkan Nafisya dan Zayn hanya menjadi pendengar setia atas apa yang orangtua mereka bicarakan.


Di sisi lain


Sepasang pengantin baru yang mesra-mesraan di balkon kamar hotel yang mereka tempati.Mereka baru bangun pukul 11 pagi, tadi setelah subuh keduanya melanjutkan tidur kembali karna kelelahan melakukan pertempuran suami istri tadi malam.


Ayana bersandar di dada bidang suaminya.


"Tidak ingin jalan-jalan keluar sayang?

__ADS_1


dari pada di kamar terus,apa ngak bosan? nanti malah berakhir di ranjang lho"goda Kelvin


"Ihhh kamu mesum bangat sih mas,masa mau melakukan itu lagi, sama saja kamu menyiksa istri sendiri, tubuhku aja masih lemah dan lelah begini bisa-bisa nanti aku ngak bisa jalan lagi"celotehan Ayana menatap suaminya malas.


"hehehee, bercanda sayang, ngak mungkin juga kali mas siksa kamu sampai ngak bisa jalan "ucap Kelvin mengecup puncak kepala Ayana


"Kan kasian nanti siapa yang akan kasih mas jatah"sambung Kelvin, Ayana langsung melotot ke arah suaminya,seketika wajahnya memerah menahan malu dan kesal, tangannya sudah siap membentuk kepalan untuk memukul suaminya itu.


"ihhhhh dasar nyebelin kamu mas, sekarang aku baru paham ternyata sifat asli kamu itu mesum akut, pantasan kamu playboy mas, atau mungkin udah pernah anak orang kamu jebol"ucap Ayana memukul-mukul pelan lengan Kelvin.


"Ampun ampun, sakit sayang"keluh Kelvin menjauh dari serangan Ayana yang bertubi-tubi.


"Sumpah demi Allah lho sayang, aku mesum cuma sama kamu doang, walaupun aku dulu playboy tapi Alhamdulillah aku tidak seberensek itu, percayalah aku masih perjaka sebelum nikah sama kamu, tapi setelah nikah sama kamu baru hilang keperjakaan ku, itu pun sama kamu"jelas Kelvin apa adanya, Ayana menatap mata suaminya mencari celah-celah kebohongan dari mata suaminya itu, tapi Ayana tidak menemukannya, yang Ayana lihat sorot mata yang teduh dan jujur.


Ayana yakini apa yang di bilang suaminya memang benar, sebenarnya tadi Ayana hanya menguji suaminya saja,tapi Kelvin malah langsung menanggapi serius ucapannya, mungkin untuk menghindari agar Ayana tidak salah paham pada dirinya.Ayana tau bahwa Kelvin laki-laki baik-baik, keponakannya Zayn juga pernah bilang begitu, setiap wanita yang dikencani Kelvin, tidak akan pernah sampai berbuat di luar batasnya.


"Ay percaya kan sama mas?"ucap Kelvin meyakini Ayana langsung.


"Hemmm,,,,, Iya Ay percaya"jawab Ayana mengangguk pelan dengan mengerucutkan bibirnya.


cup


"Terima kasih sayang"ucap Kelvin setelah mengecup bibir istrinya.Pipi Ayana bersemu merah karna ulah suaminya yang tanpa aba-aba langsung mencium bibirnya.


"Ohh iya mas mau nanya, berapa orang mantan pacar Ay?"tanya Kelvin tiba-tiba,Ayana mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan suaminya.


"Nanti kalo Ay jawab mas ngak boleh marah ya, janji"ucap Ayana yang dianggukan oleh Kelvin cepat.


"Ay bukan playgirls,jadi ngak banyak mantan cuma 2 orang aja yang pertama waktu masa-masa SMA, dia cowok populer waktu itu di masa angkatan Ay,kemudian kandas setelah lulus, karna orangtuanya ngak setuju kalo anaknya pacaran sama cewek tomboy seperti Ay, yaudah kami putus, trus yang kedua Ay kembali coba pacaran saat kuliah, hubungan kami berjalan baik-baik saja selama 3 tahun, akhirnya kami putus karna dia tau Ay cewek yang suka balap liar, setelah itu Ay memutuskan untuk tidak pacaran lagi, sampai papa meninggal gara-gara Ay dan kemudian dari situ Ay mulai hijrah hingga sekarang Alhamdulillah di pertemukan dengan suami seperti mas"ceriya Ayana panjang lebar, matanya berkaca-kaca menceritakan masa-masa kelamnya dulu.


Kelvin yang mengerti langsung merengkuh tubuh sang istri dan memeluknya sambil mengelus lembut punggung Ayana dan menciumi puncak kepala Ayana yang tertutup hijab instan.


"Maafkan mas sayang,udah buat Ay sedih,karna mengingat kembali masa lalu Ay "ucap Kelvin masih memeluk sayang istri dengan penuh sayang.


...****************...


Selamat membaca readers

__ADS_1


Bantu vote, gift nya, like dan komen dong readers


__ADS_2