
Sore harinya
Nafisya pulang ke rumah mama mertuanya menggunakan taksi. Karna tadi suaminya menelepon tidak bisa menjemputnya.
"Baru pulang nona"ucap Pak Tono pembersih kebun menyapa istri tuan mudanya itu.
"Iya pak, Fisya masuk dulu ke rumah ya pak"ucap Nafisya tersenyum lembut
"Silahkan nona"ucap Pak Tono sopan
"Assalamualaikum"ucap salam Nafisya saat memasuki rumah mertuanya itu.tidak ada jawaban dari orang rumah. Nafisya terus berjalan ke dalam rumah.Saat di ruangan keluarga Nafisya mendengar banyak suara yang mengobrol.
"menantu mama udah pulang"ucap Mama Anita, Nafisya nampak terkejut dengan wajah bingung,semua yang ada diruangan keluarga langsung melihat ke arah Nafisya.
Nafisya menganguk dan tersenyum ramah pada semuanya.
"Iya mah"ucap Nafisya menyalami tangan mertuanya
"Ini istrinya Abang Ya Mah"ucap Diano
"Wahh wah wahh selera abang bagus juga suka yang tertutup"ucap Diano
"Istrinya Zayn cantik dan mungil"ucap Mani berdiri,pujian mani membuat Nafisya tersipu
Nafisya berjalan ke arah Mani dan menyalami tangan Mani, lalu beralih pada Pipi dengan menyatukan tangannya didada, dan kemudian pada Oma yang dari tadi menatap Nafisya.
"Cucu menantu ku"ucap Oma yang duduk diatas kursi roda tersebut memeluk Nafisya yang sejajar dengannya. Nafisya membalas pelukan Nenek Suaminya itu dengan senang hati.Mama Anita hanya tersenyum menyaksikan.
"Anita kau sungguh pandai mencari menantu untuk cucu ku yang bersikap aneh itu"ucap Oma
"Tentu saja Mama"
"Fisya kenalin ini Oma, yang itu Adik mama, biasanya dipanggil Mani, disebelahnya suaminya yaitu pipi, yang laki-laki itu Diano anaknya Mani, di sana Diana kembaranya."ucap Mama Anita memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya pada menantunya.
"Hai Kakak ipar, senang bisa bertemu denganmu,ini kali pertama kita bertemu ya Kakak ipar"ucap Diano menyapa Nafisya yang masih duduk di sebelah Oma.
"Iya Kak, senang juga bertemu denganmu Kak"jawab Nafisya ramah
"Cucu menantu sudah hamil"tanya Oma mengusap-usap perut Nafisya.Pertanyaan yang sensitif bagi Nafisya, mertuanya saja belum pernah menanyakan hal itu.
"be belum O oma"ucap Nafisya gugup
"Apa cucu menantu menunda dulu untuk memiliki momongan, jangan pernah menunda-nunda rezeki dari Allah nak"ucap Oma, Nafisya hanya sedikit tersenyum menanggapi ucapan Oma, bukan menunda tapi memang belum dikasih rezeki sama yang maha kuasa.
"Iya nak kami juga ingin memiliki cucu dari Zayn"tambah Mani
"Benar ngak Kak?"ucap Mani pada Anita
Mama Anita hanya mengantuk dan diam mendengarkannya, karna Mama Anita sudah tau dari Zayn sampai sekarang Nafisya belum juga hamil, bukan menunda hamil,sebenarnya Mama Anita juga menginginkan cucu, tapi mau gimana menantunya belum diamanahkan untuk memiliki seorang anak. Mama Anita juga tidak ingin memaksa Nafisya, dia juga masih sangat muda untuk memiliki anak.
πππππ
Malam hari
Semua keluarga berkumpul untuk makan malam di meja makan.Zayn duduk di sebelah Nafisya.
"Abang aku mau duduk di sebelah Abang"rengek Dini
"Adek di sini saja,jangan duduk dekat Abang nanti dimana Kakak Fisya duduk"ucap Mani
__ADS_1
"duduk di kursi adek lah Mani"
"Iya adek boleh duduk dekat Abang Zayn"ucap Nafisya mengalah hendak berdiri.
"Gitu dong mengalah dengan anak kecil"ucap Dini songong
"Dini nggak boleh ngomong seperti itu nak"ucap Pipi
Nafisya berdiri dan tersenyum pada Zayn, tapi Zayn seperti tidak rela jika Nafisya tidak duduk di sampingnya. Sebelum Nafisya pindah dari duduknya dia dengan telaten mengambil makanan untuk suaminya.
"segini cukup Abang, mau nambah lagi"tanya Nafisya
"sudah dek cukup"ucap Zayn
Mama Anita dan Oma tersenyum melihat pasutri tersebut.
"Ayo cepat aku mau duduk dekat Abang"ucap Dini tidak sabaran.
"Tunggu sebentar ya dek"ucap Nafisya
semua yang ada di ruang makan hanya menghela nafas melihat sikap Dini.
Mereka pun semuanya makan malam dengan tenang, kecuali Dini yang manjanya minta ampun pada Zayn.
Setelah usai makan malam, anggota keluarga duduk bersantai di ruang keluarga. kecuali Diana yang memilih ke kamarnya.
"Mama ingin melihat calon suami Ay dulu,sebelum pernikahan Ay yang tinggal 2 hari lagi "ucap Oma angkat bicara
"calon suami tante sahabat dekat Zayn oma,dia juga sekaligus dulu menjadi asisten pribadinya Mama diperusahaan"ucap Zayn
"Siapa Zayn? "tanya Mani
"Kelvin Kakak"jawab Ayana
"Kok bisa??"tanya Diano
"Ya bisalah namanya juga cinta"ucap Zayn.
"Mama belum pernah melihatnya, siapa Kelvin itu?"ucap Oma
"Besok dia akan ke sini Mama, dan Ayana harus di dalam kamar saja tidak boleh menemui Kelvin"ucap Mama Anita
"memangnya apa salahnya bertemu sih Kak?"ucap Ayana
"Ay jangan keras kepala ikuti saja apa kata kakakmu"ucap Oma
Nafisya hanya menyimak pembicaraan keluarga besar suaminya itu, tidak ingin ikut campur dan bergabung.
"Bertemu sebentar ngak papa Mama, dari pada dia menahan rindu"ucap Mani
"Kau selalu membela adikmu Ani"ucap Oma
"Rindu? 3 hari ngak ketemu masa rindu, bentar lagi juga bakalan diikat"cibir Zayn.
"Kamu mana ngerasain Zayn, kamu nikahnya sama Fisya gercep"ucap Tante
Nafisya hanya tersenyum malu saja mendengar ucapan tante. Semua ikut terkekeh.
"Se gercep apa tante"ledek Diano
__ADS_1
"se gercep kamu putus sama pacar kamu"jawab Zayn kesal bisa-bisanya Diano bertanya seperti itu.
"Apaan sih Bang, ngak lucu tau,lagian juga udah berlalu, sekarang aku udah ada yang baru"ucap Diano
"dasar anak nakal, kau sibuk pacaran mulu,selesaikan kuliah mu dulu"ucap Mani berdiri menjewer putra nya itu.
"aduhh duhhh mani sakit sakit telinga aku mani"
"Oma, pipi, Mama bantuin aku"ucap Diano memelas
"Udah dong Mani, kasian Diano apa salahnya dia pacaran dia juga laki-laki,menikmati masa mudanya"ucap Pipi
Zayn menatap Nafisya yang meringgis melihat Diano yang dijewer.
"Kasian juga Kak Diano Abang"ucap Nafisya
"Itu urusan anak dan ibunya, nanti juga bakalan dilepasin oleh Mani"ucap Zayn
"Ayo kita ke kamar"ucap Zayn
Nafisya pun mengangguk,dan langsung berdiri menghampiri Oma .
"Oma mau istirahat,mari Nafisya antar ke kamar oma"ucap Nafisya ramah,Zayn yang melihat itu menarik senyumnya
"Iya cucu menantuku"ucap Oma tersenyum
"Ayo Abang kita antar Oma dulu ke kamarnya"ucap Nafisya.
Nafisya dan Zayn mendorong kursi roda Oma menuju kamarnya, setelah sampai, Zayn membaringkan oma hati-hati di atas ranjang, dan Nafisya menyelimuti Oma.
"Oma berharap semoga kalian cepat memiliki momongan, dan memberikan cicit untuk oma"ucap Oma
Zayn dan Nafisya saling menatap, kemudian beralih pada Oma
"Aamiin Oma"ucap Keduanya
Sekarang Zayn dan Nafisya sudah berada di kamar mereka.
"Jangan sedih begitu, umur pernikahan kita baru setengah tahun, masih lama sayang, buat kita mempunyai baby"ucap Zayn menyematkan Nafisya.
"Yang penting kita selalu usaha dan berdo'a"ucap Zayn mengelus lembut tangan Nafisya.
"Iya Abang, kita serahkan saja semuanya pada Allah"ucap Nafisya yang diangguki oleh Zayn.
"Ayo tidur,udah malam ini"ucap Zayn merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Ngak minta jatah malam ini Abang?"ucap Nafisya memancing Singa yang sedang tidur.
"Kalo adek mau tentu saja Abang tidak akan menolak"ucap Zayn mengangkat satu alisnya sambil menyeringai.
"Oppss"Nafisya menutup mulut, kenapa dia bertanya seperti itu pada suaminya ini
"Tidak Abang, Fisya cuma bertanya saja, kita tidur aja ya malam ini"bujuk Nafisya
"Tidak bisa begitu sayang, kamu suka membangunkan singa yang sedang tidur"ucap Zayn langsung menindih tubuh Nafisya.
Dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi pada suami istri itu.Lagi-lagi Nafisya kalah dan Zayn selalu menang dalam hal yang satu ini.Tidak menyangka Dosen dingin dan cuek begitu hebat dalam permainan di atas ranjang dengan istri kecilnya.
...****************...
__ADS_1
Bersambung
Like, vote dan comentnya readersππ