
Setelah membahas rencana repsesi pernikahan Zayn dan Nafisya yang disepakati oleh orang tua mereka akan diadakan dua kali repsesi sederhana di Yogyakarta dan di Malang,tepatnya kampungnya Nafisya.
Tentu saja Zayn dengan senang hati menerimanya sedangkan Nafisya mengiyakan dan menyetujui saja rencana orangtua dan mertuanya.Namun Zayn mengusulkan bahwa repsesi akan diadakan setelah Nafisya Ujian akhir semester di kampusnya, agar Nafisya fokus dulu pada Ujiannya dan tidak terganggu dengan persiapan repsesi pernikahannya.
Cukup lama mengobrol akhirnya, orang tua Nafisya pamit untuk pulang dan diantar oleh Zayn sekalian Nafisya juga ikut ke rumah orangtuanya sekedar bermain dan melepas rindu dengan orangtuanya sebelum Mama dan Ayahnya kembali ke Malang.
"Nak Zayn masuk dulu nak"ucap Ayah setelah mereka tiba di depan rumah sederhana milik orang tua Nafisya.
"Maaf Ayah, Zayn buru-buru harus ke kampus sekarang , setelah pulang kantor Zayn langsung kesini yah"ucap Zayn
"Yasudah tidak apa nak, jangan lupa nanti kita makan malam bersama dulu ya nak sebelum Zayn dan Fisya pulang"jawab mama.
"Iya ma"ucap Zayn mengangguk,kemudian Ayah menepuk pelan bahu menantunya sebelum beliau mengajak mama Yuni masuk ke dalam rumah.
"Abang ke kampus??"tanya Nafisya setelah orangtuanya masuk ke dalam rumah.
"Iya dek, sekalian ada mahasiswa yang ingin melakukan bimbingan dengan Abang"
"Yaudah Abang pergi dulu ya, ingat jangan kemana-mana, apalagi mengendarai motor, ngak boleh!!"peringatan Zayn.
"Iya iya Abang"Nafisya menyalami tangan suaminya dan seperti biasa Zayn mencium kening Nafisya,setelah itu baru kembali masuk ke dalam mobil.
🍃🍃🍃🍃🍃
Setelah selesai melakukan bimbingan pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi Zayn juga sempat mengajar mata perkuliahannya dulu sebelum kembali ke kantor. Tapi tertunda dulu sebentar karna para mahasiswa dan para dosen antusias memberikan ucapan selamat pada Zayn atas pernikahannya yang mereka tonton secara live tentang konferensi pers yang diadakan oleh Zayn tadi pagi.
Walau banyak juga diantara mereka yang merasa penasaran dan ingin bertanya, kenapa Pak Zayn yang menyembunyikan pernikahannya dan baru di ketahui publik sekarang.Tentu saja tidak ada yang berani menanya kan hal itu pada Pak Zayn mengingat kepribadiannya yang dingin, datar, dan tidak bersahabat apalagi yang mereka tau itu akan membuat masalah besar nanti.
Tanpa membuang-buang waktunya, Zayn akan kembali ke kantor, karna tidak ada lagi aktivitas yang di lakukannya di kampus, saat menuju parkiran Zayn di hadang oleh Angel yang tiba-tiba datang menghampirinya.
"Zayn kita perlu bicara berdua "ucap Angel.
"Angel?? apa yang sedang kamu lakukan disini?"jawab Zayn
"Aku ingin bicara dengan kamu,ada hal penting yang ingin aku bicarakan "ujar Angel dengan tatapan tidak biasa.
"Bicaralah"ucap Zayn datar
__ADS_1
"Aku tidak ingin kita bicara di sini, cari cafe terdekat untuk berbicara"ucap Angel
"Lain kali saja Angel, aku ada urusan yang harus di selesaikan"jawab Zayn menghindar dan berjalan menuju mobilnya. Angel mengejar Zayn menghalangi langkahnya.
"Tidak akan lama Zayn, apa susahnya sih untuk bicara sebentar saja, padahal dulu kita sering menghabiskan waktu bersama"ucap Angel menghentikan langkah Zayn.
"Dulu telah berlalu,dan tidak akan pernah sama lagi"
"Baiklah di dekat sini ada cafe,kita bertemu di cafe saja"Belum Angel kembali bicara Zayn sudah masuk ke dalam mobilnya,dengan terpaksa Angel juga masuk ke dalam mobilnya dengan kesal, niatnya tadi ingin bareng bersama Zayn menuju cafe yang di maksud, tapi ternyata apa yang di pikirannya tidak sama dengan kenyataan.
Tibanya Zayn di cafe, Angel juga tiba di cafe, keduanya masuk bersama ke dalam cafe dan mencari tempat untuk duduk.Sebelum duduk Angel memesan minuman dulu untuknya dan Zayn.
"Bicaralah, apa yang ingin kamu bicarakan, aku tidak banyak waktu"ucap Zayn to the point.
"Ini mengenai berita tadi pagi, kamu bisa jelaskan pada aku, bahwa kamu belum menikah kan Zayn, berita tadi itu tidak benarkan??"
"Kamu tidak semudah itukan melupakan ku?, aku yakin kamu masih mencintaiku Zayn, kamu tidak mungkin mengingkari janjimu bahwa kita akan tetap bersama-sama sampai kapanpun itu, kamu masih ingatkan dengan kenangan-kenangan yang kita buat bersama"jelas Angel.
"Apa kau tau aku masih sendiri sampai sekarang ini karna aku tetap setia menunggumu untuk menikahi ku,asal kau tau cintaku masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah Zayn"ucap Angel dengan mata berkaca-kaca.
Zayn menatap Angel sejenak setelah itu angkat bicara setelah pelayan cafe meletakkan minuman yang di pesan angel tadi diatas meja mereka.
"Jika berbicara cinta, tidak ada lagi cinta diantara kita, jika berbicara tentang janji bukan akulah yang mengingkari janji tapi kau sendiri Angel,dan satu lagi aku juga tidak pernah memintamu untuk menungguku, karna takdir tidak ada tau, hidup ini pilihan, kita berhak menentukan apa yang terbaik menurut kita, begitu juga aku yang berhak memilih siapa yang akan ku nikahi"sebuah kata-kata yang keluar dari mulut Zayn mampu menampar keras dan membungkam bibir Angel yang langsung bergetar.
"Kita masih bisa bersama seperti dulu hanya saja sekarang memiliki batasan-batasan tertentu yang tidak sama seperti dulu lagi mengingat aku sudah menikah dan padatnya aktivitas pekerjaanku yang membuat tidak banyak waktu luang"sambung Zayn, Angel menutup wajahnya dengan kedua tepak tangannya, air matapun sudah tidak terbendung lagi, hingga mengalir begitu saja tanpa permisi.
🍃🍃🍃🍃🍃
Pukul 7 malam Zayn baru sampai di rumah orangtua Nafisya, setelah seharian melewati aktivitas panjang yang sangat melelahkan dan menguras banyak tenaganya.
"Sudah sholat magrib Bang?"ucap Nafisya menghampiri suami yang baru masuk ke dalam rumah, Zayn mengangguk mantap mengiyakan istrinya.
"Yaudah Abang istirahat dulu sebentar di kamar, Fisya mau merebus air hangat untuk Abang, kalo di sini semuanya memang serba sederhana Bang,kamar mandinya pun cuma satu "ucap Nafisya.
"Tidak masalah sayang, oh ya mama sama Ayah mana?"ucap Zayn tidak melihat kehadiran mertuanya di sudut rumah sederhana itu.
"Mungkin beliau masih di kamar bang, Fisya ke belakang dulu"ucap Nafisya berlalu, kemudian Zayn juga berlalu menuju kamar Nafisya.
__ADS_1
Selesai membersihkan tubuhnya, Zayn menghampiri mertua dan istrinya yang sudah bersiap untuk makan malam dan sepertinya masih menunggu kehadirannya.
"Ayo kesini nak, kita makan malam bersama"ucap Ayah
"Iya yah"ucap Zayn duduk di sebelah Nafisya.
Malam ini Mama Yuni memang sengaja masak banyak dengan makanan yang dapat menggugah selera, demi menantu dan putri sulungnya.Terbuktinya saja mereka semua sangat menikmati makan malam bersama ini, walau hanya makanan sederhana saja tapi sudah membuat rasa bahagia yang lengkap.
Setelah makan malam, Zayn duduk bersama mertuanya dengan mengobrol-ngobrol santai,sedangkan Nafisya di belakang membantu sang mama membersihkan sisa makan malam tadi sekalian membuat minuman hangat untuk suami dan ayah.
"Abang sama Ayah ngomongin apa nih, kelihatannya asik banget"
"Nih Fisya bawain minuman hangat"ucap Nafisya meletakkan minuman di atas.kemudian kembali berdiri membawa nampan kosong.
"Mau kemana dek?"ucap Zayn
"Ke dapur bang, sekalian ambil wudhu mau sholat Isya"ucap Nafisya yang diangguki oleh Zayn.
Tak terasa sudah 2 jam Zayn menemani Ayah mengobrol di ruang nonton ,waktu juga sudah semakin malam, akhirnya malam ini Zayn dan Nafisya menginap di rumah Mama dan Ayah.
"ternyata sudah larut malam nak, istirahat lah di kamarmu, mungkin Fisya udah tidur dari tadi"ucap Ayah
"Iya yah"ucap Zayn sebelum kembali ke kamar, Zayn berwudhu dulu untuk melaksanakan sholat Isya.
Saat membuka pintu kamar Nafisya, ternyata istrinya itu belum tidur, Nafisya duduk di kursi meja belajarnya asik membolak-balik sebuah buku, yang sepertinya buku hariannya.
"Belum tidur dek?"ucap Zayn
"Belum Bang, Abang udah sholat Isya?"tanya Nafisya balik.
"Ini mau sholat"ucap Zayn
"Tunggu bentar, fisya ambilin dulu sarung dan sajadahnya"ucap Nafisya berdiri menuju lemarinya kemudian berjalan kembali menghampiri suaminya yang malah duduk di kursi meja belajarnya sambil melihat-lihat bukunya.
"Ihhh Abang, kenapa Abang lihat-lihat buku harian Fisya, nih sarung dan sajadahnya,sholat dulu sana"ucap Nafisya meletakkan sarung dan sajadah di atas mejanya kemudian mengambil cepat bukunya dan menyembunyikannya.
Zayn mengusap kepala Nafisya yang masih tertutup jilbab, Zayn tersenyum tipis lalu mengambil perlengkapan sholat yang diletakkan oleh istrinya di atas meja.
__ADS_1
...****************...