
Jam 6 sore baru Nafisya pulang ke apartemen, sibuk mempersiapkan acara di kampus membuatnya tidak kenal waktu. Apalagi tadi dia bersama Kak Zaki dan Rania mereka bertiga pergi ke mall dan ke toko bunga membeli perlengkapan untuk acara kampus. Nafisya bersyukur bisa sedikit menghilangkan rasa tidak tenang dan sedih mengingat dirinya sedang tidak baik-baik saja dengan Zayn.
Nafisya membuka pintu apartemen nya.
"Kemana saja kamu jam segini baru pulang"suara bariton yang di kenal Nafisya.
Zayn keluar dari kamarnya.
"Abang sudah pulang?"ucap Nafisya kaget
"Jawab pertanyaan saya kenapa kamu baru pulang jam segini hah?"ucap Zayn dingin menatap tajam ke arahnya
"Maaf Abang tadi Fisya mempersiapkan acara kampus, maaf juga Fisya tidak sempat ngabarin Abang, ponsel Fisya mati "ucap Nafisya gugup
"Acara kampus tapi kau jalan dengan pria lain,kau pikir bisa membohongi, bagus sekali kau "ucap Zayn menatap sinis Nafisya
"Dari mana Abang tau?"
"Hah?kenapa kau terkejut terbukti selingkuh bersama pria lain di belakang ku"ucap Zayn meremehkan
"Astagfirullah Abang, jaga bicara Abang, asal Abang tau aku tidak jalan berdua dengan laki-laki lain, aku juga bersama Rania kami bertiga membeli perlengkapan untuk acara kampus, itu tidak seperti yang Abang bayangan"ucap Nafisya dengan suara bergetar menahan tangis
"Terserah kau"ucap Zayn meninggalkan Nafisya yang masih diam tidak percaya dengan Zayn yang menuduhnya tidak-tidak.
Setelah Zayn keluar tanpa permisi dari apartemen, Nafisya tidak bisa membendung tangisannya lagi, hatinya begitu sakit suaminya sendiri menuduhnya berselingkuh.
"Jahat sekali kamu Abang dengan kejamnya kau menuduh ku berselingkuh, apa salahku Abang, jika kau masih marah dengan kejadian kemarin, aku sudah minta maaf bukan, tapi kenapa kau malah membesar-besarkan masalah, hikks hiksss"Nafisya melorot duduk di lantai air matanya begitu meluncur keluar.
Sedangkan Zayn mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia benar-benar kalut dengan emosinya saat ini melihat Nafisya jalan dengan pria lain hatinya sungguh merasa sakit dan kecewa apalagi mengingat hubunganya dengan Nafisya sedang tidak baik-baik saja.
"Arrhgggg"Zayn memukul stir mobilnya
"ini alasan kau membanding-bandingkan ku dengan Kelvin,karna aku tidak bisa romantis dan sekarang kau mencari pria lain"ucap Zayn mencengkram kuat stir mobilnya.
Mobil Zayn berhenti di jembatan di mana dia bisa meluapkan emosi dan berteriak sekeras-kerasnya.
"Hahhhhhhhhhh........ "teriak Zayn sekencang-kencangnya
"Zayn"
"Zayn"ucap suara lembut itu seraya memegang bahu Zayn
Mendengar suara yang sudah begitu lama tidak didengarnya, suara lembut itu yang dulu membuatnya frustrasi kehilangan arah tanpa mau mengenal wanita manapun lagi.
"Angel Angel"ucap Zayn menatap tidak percaya siapa yang berdiri didepannya, sosok perempuan yang dulu sangat amat dicintainya dan begitu di rindukannya.
"Ka kamu benaran Angel, ini kamu Angel"ucap Zayn gugup
"Iya Zayn ini aku Angel apa kamu masih mengingatku"ucap Angel menatap Zayn dengan tersenyum manis.
"Iya aku masih mengingat mu"ucap Zayn merasa rindu yang memuncak dan teramat dalam ,ditambah lagi dia sedang kalut dalam kesedihan ,dia juga butuh seseorang saat ini tanpa sadar Zayn langsung merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya. Angel tentu saja membalas pelukan mantan kekasihnya itu yang sudah bertahun-tahun ditinggalkannya.
__ADS_1
Disisi lain
Nafisya terlihat gelisah melihat sudah pukul 9 malam Zayn belum juga pulang, Nafisya terus mondar-mandir memegang Ponsel ditangannya, ingin menghubungi tapi dia takut dan juga kecewa dengan sikap Zayn, tapi tak dipungkiri Nafisya tetap gelisah dan khawatir dengan Zayn.
"kemana kamu Abang, kenapa jam segini belum pulang juga, apa kamu baik-baik saja abang,aku tau kamu pasti sangat marah pada ku, tapi aku juga kecewa dengan sikapmu"gumam Nafisya
1 jam berlalu Zayn belum juga pulang, karna kantuk yang menyerang Nafisya apalagi seharian ini dia begitu lelah, menguras pikiran dan tenaganya di tambah lagi juga menangis. Akhirnya Nafisya tidur di sofa ruang keluarga, karna menunggu Zayn pulang Nafisya tidur tanpa makan malam.
pukul setengah 11 Zayn baru pulang dia masuk ke apartemen, saat melalui ruangan keluarga Zayn melihat sekilas ke arah Sofa betapa terkejutnya Zayn melihat Nafisya yang tertidur di Sofa,ada rasa kasian dan juga merasa bersalah.Zayn mendekati Nafisya dan menggendongnya ke kamar. meletakkan hati-hati tubuhnya di atas ranjang. kemudian Zayn berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi harinya Nafisya bangun dari tidurnya dia terkejut berada di atas ranjang dan disampingnya Zayn terlelap. Ada rasa sedikit bahagia di hati Nafisya ternyata kemarin Zayn masih pulang ke apartemen dan memindahkannya tidur ke atas ranjang. Tapi rasa sedih dan kecewa masih Nafisya rasakan saat melihat Zayn, senyum nya tadi kembali pudar.
Pagi itu mereka masih saling diam tidak ada yang berbicara keduanya sama-sama dingin, walau begitu Nafisya tetap menjalankan kewajibannya menyiapkan kebutuhan Zayn dan memasak sarapan pagi untuk Zayn.
"Aku sudah telat, aku sarapan diluar saja"ucap Zayn tanpa melihat ke arah Nafisya yang sudah menunggunya untuk sarapan pagi.
sakit itu yang dirasakan Nafisya, sarapan yang sudah dibuatnya tidak di sentuh oleh suaminya, apalagi terlihat suaminya begitu enggan melihat ke arahnya
"Segitu besarnya kesalahan ku padamu Abang, padahal sebenarnya kau hanya salah paham Abang"lirih Nafisya
Mengingat semalam Nafisya tidak makan, pagi ini dia terpaksa harus sarapan sendiri walau tak bernafsu makan. Setelah selesai sarapan Nafisya memilih pergi ke kampus dengan naik taksi.
Nafisya seperti biasa mengikuti Kelas hingga selesai.
"Fisya kita jalan-jalan dulu yuk Sya?"ucap Rania setelah kelas berakhir
"Fisya, Rania"mereka menoleh ke arah sumber suara
"Heheheh... kompak sekali kalian,"ucap Kak Zaki terkekeh
"Hehehehe.....ada apa Kak?"ucap Nafisya
"Begini karna kalian udah mau menemani Kakak kemarin, sebagai ucapan terima kasihnya Kakak akan traktir kalian"ucap Zaki
"Ehh tidak usah Kak, lagian kami juga bagian dari acara kampus, Kak Zaki tak perlu ucapkan terimakasih dengan acara mentraktir kami,kami ikhlas kok Kak, Iya kan Sya??"ucap Rania
"Benar ucap Rania Kak Zaki tidak usah sungkan begitu ,acara kampus juga tanggung jawab kami"tambah Nafisya
"Yasudah kalo begitu kita pergi makan siang aja bertiga, apa kalian menolak lagi?"ucap Zaki tersenyum
"heemm gimana ya? maaf bangat tapi sepertinya aku tidak bisa deh Kak"ucap Nafisya
"Loh kok gitu sih Sya, masa'aku yang makan berduan dengan Kak Zaki, ngak mungkin Kan, kamu ikut aja Sya?"ucap Rania dengan tatapan memelas
"Tapi.... "
"Sudah lah Sya Ayo"ucap Rania menarik tangan Nafisya.
Mereka bertiga masuk ke dalam mobil Zaki, dan Zaki mengendarai mobilnya menuju Cafe terdekat. Tak membutuhkan waktu lama mereka pun sampai. Mereka pun masuk ke dalam cafe.
__ADS_1
"Kalian mau pesan apa?"ucap Zaki
"Kamu apa saja?"ucap Rania
"Aku nasi goreng dan es tea aja deh"ucap Nafisya
"aku samaan aja dengan Fisya Kak"ucap Rania
"Baiklah kalian tunggu di sini dulu biar Kakak pesanin dulu"ucap Zaki berdiri hendak memesan makanan.
Tak sengaja sudut mata Nafisya menangkap sosok suaminya yang sedang makan siang juga bersama seorang wanita, dia terlihat begitu bahagia dan mereka terlihat bertukar cerita satu sama lain.
"Kau bilang aku selingkuh Abang? lalu kau disebut apa sekarang? sedang Kencan, sangat lucu sekali"batin Nafisya
Hatinya perih dan terluka menyaksikan suaminya bersama wanita lain apalagi mereka terlihat begitu dekat dan akrab, ditambah hubungan dan suaminya sedikit bermasalah.
"Fisya"
"Nafisya"panggil Rania
"Eh apa Ran?"ucap Nafisya
"Kenapa? ada apa dengan mu?"ucap Rania bingung melihat perubahan wajah sahabatnya itu
"Hah tidak tidak ada apa ada apa kok"ucap Nafisya terpaksa tersenyum
Zaki pun datang setelah memesan makanan mereka. Mereka mengobrol sambil menunggu pesanan meraka datang, mereka membahas acara kampus dan persiapan apa yang kurang untuk acara tersebut.
Tidak menunggu lama makanan mereka datang, mereka bertiga langsung memakan makanan pesanan masing-masing.
Disisi lain sebelum keluar dari Cafe mata Zayn menatap ke arah meja yang di sana juga ada istrinya sedang makan.
"Nafisya?? makan di cafe tapi itu pria yang kemarin, pria itu lagi-pria itu lagi."ucap Zayn sudah mengepal tangannya walau dia tau Nafisya tidak berdua laki-laki itu dia juga bersama temannya.
"Tapi?apa dia melihat ku bersama Angel tadi, semoga saja tidak,aku takut nanti malah dia yang berpikir tidak-tidak kepada ku"batin Zayn
"Zayn ada apa? apa yang kamu lihat"ucap Angel
"Tidak apa-apa Ayo kita pergi"ucap Zayn
"Aku naik taksi aja Zayn, lagian kamu juga akan ke kampus takutnya nanti telat"ucap Angel saat mereka sudah di parkiran
"Oke Baik lah hati-hati Angel"ucap Zayn
"Terima kasih ya Zayn untuk hari ini kamu mau makan siang dengan ku dan maaf aku mengganggu waktumu"ucap Angel
"Tidak apa-apa Angel, kalo begitu aku pergi dulu"ucap Zayn melajukan mobilnya meninggalkan cafe.
"Walau kamu sudah menikah Zayn, tapi aku tidak akan putus asa, untuk menarik hatimu kembali pada ku"gumam Angel
"Lihat saja Zayn kau akan kembali menjadi milikku, hanya milikku, tak akan ku biarkan wanita lain memiliki mu,walau dia istrimu sendiri, akan ku pastikan kita akan seperti dulu lagi,"Angel tersenyum licik
__ADS_1
...****************...
Bersambung