Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Konferensi pers


__ADS_3

Pagi harinya


Nafisya dan Zayn telah siap-siap untuk berangkat, pagi ini mereka akan mengadakan konferensi pers dan mengumumkan langsung pernikahannya di media agar semua orang tau bahwa keduanya adalah pasangan suami istri yang sah secara agama dan hukum


11 bulan sudah mereka menjalani bahtera rumah tangga, pernikahan yang waktu itu diadakan secara cepat dan mendadak, karna Zayn yang ingin bertanggung jawab atas kecelakaan yang menyebabkan Nafisya cedera pada tulang tungkai kakinya, selama 3 bulan harus menjalani fisioterapi.


Mereka juga tidak mengadakan repsesi pernikahan, hanya akad dan ijab kabul saja yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat. Keduanya pun juga sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka dulu sampai waktu ditentukan, sehingga sekarang menjadi masalah bagi keduanya dengan adanya gosip-gosip hoax , karna orang-orang tidak tau bahwa keduanya telah menikah.


Nafisya dan Zayn tiba di lokasi yang berlatarkan out door tempat diadakannya konferensi pers yang telah di atur oleh perusahaan Zayn, seluruh awak media, wartawan, reporter,fotografer dan kameran telah bersiap dengan tugas mereka masing-masing untuk mengikuti konferensi pers yang di lakukan oleh Zayn Aksa Dyandra seseorang yang penting dan berpengaruh di kota ini di bidang pendidikan dan pimpinan perusahaan dyanra.


Zayn berjalan sambil menggandeng tangan Nafisya, semua yang hadir dalam acara konferensi pers tersebut melihat ke arah mereka berdua diantaranya bertanya-tanya siapa wanita muda dengan pakaian tertutup itu?, kenapa dia bersama dengan Tuan Zayn? apa hubungan keduanya? sebagian orang tau wanita itu adalah sepupu Zayn, ada juga yang bilang adalah keponakan Zayn.


"Abang Fisya gugup dan takut"ucap Nafisya pelan merangkul erat tangan Zayn karna saking gugupnya di lihatin oleh banyak orang, apalagi di sorot oleh banyaknya kamera.


Zayn membungkukkan sedikit badannya pada sang istri " tenang dek ada Abang di sini"ucapnya


Mereka sampai di depan semua orang ,Zayn berdiri di depan meja yang berbentuk persegi yang sudah ada sebuah mic di sana, Nafisya tetap setia berdiri di samping suaminya dengan wajah tertunduk.


"Baiklah saya akan mulai saja konferensi pers nya"Para kameran dan fotografer sudah siap dengan kamera mereka untuk menyorotkan Zayn dan Nafisya yang ditayang secara siaran langsung pada sebuah stasiun tv dan media sosial.


Zayn langsung berbicara pada intinya setelah mengawalinya dengan sedikit pembuka dan pengantar.


"Disini saya akan umumkan kepada publik bahwa saya Zayn Aksa Diandra telah menikah secara hukum dan agama dengan gadis muda di samping saya ini, wanita yang di takdirkan untuk menemani hidup saya, dialah istri saya Nafisya Ulila marwah seorang mahasiswi semester awal di sebuah universitas islami xxxxx di kota ini"


"Tidak ada yang tau tentang pernikahan kami ini kecuali orang-orang terdekat saja, karna kami berdua tidak mengadakan repsesi pernikahan dan bersepakat juga untuk merahasiakan pernikahan kami tapi hari ini di depan publik saya sendiri mengumumkan pernikahan saya yang sudah 11 bulan saya dan istri jalani"


"Agar semua orang tau bahwa saya sudah berstatus menikah, semoga setelah ini tidak akan ada lagi kesalahpahaman dan berita gosip tentang hubungan saya dan istri saya,kami berdua adalah pasangan suami istri"


"Saya harap setelah ini semua orang bisa menghargai dan menghormati istri saya sebagaimana kalian menghargai dan menghormati saya"


Universitas tempat Zayn mengajar telah di hebohkan dan dikejutkan dengan siaran langsung yang mereka tonton tentang konferensi pers Dosen killer mereka yang didambakan oleh para mahasiswi dan dosen-dosen wanita yang masih single ternyata diam-diam telah menikah dengan seorang gadis yang masih sangat muda.Bahkan yang membuat mereka tambah terkejut lagi istri dari seorang Pak Zayn itu jauh dari dugaan dan bayangan mereka.


"Woiii Rosa sini lo deh, lihat ini"panggil Jeni saat melihat Rosa yang baru datang.

__ADS_1


"Apaan sih lo, nyuruh-nyuruh gw emangnya ada apaan sih, kenapa pada heboh semua?"ucap Rosa yang duduk di bangku sebelah Jeni di bawah pohon.


"Lo ngak lihat apa pak Zayn melakukan konferensi pers, dia mengumumkan pernikahannya di publik"


"Nih ni lihat ini benarkan kata gw cewek itu istrinya pak Zayn, kenapa waktu itu pak Zayn bilang sepupuan sama tuh cewek"cerocos Jeni memperlihatkan handpohenya pada Rosa.


"mana gw tau mungkin dia merahasiakan pernikahannya kali akhirnya sekarang diumumin juga"ucap Rosa sinis, Jeni mengangguk-angguk mengiyakan ucapan Rosa.


Rosa menatap lama layar ponsel Jeni memperhatikan Zayn dan Nafisya yang berada di layar ponsel sedang melakukan konferensi pers.


"Lo pasti baru tau kan berita hari ini? ih dasar kuper,ketinggalan info"ucap asal ngomongnya jeni, langsung mendapat ketokan keningnya dari Rosa.


"Mulut lho ya mau gw sumpal pake apa supaya tuh mulut lho ngak asal ngomong"


"Pake makanannya aja, gw laper nih"jawab Jeni cengengesan langsung dapat ketokan di kepalanya oleh Rosa.


"Woiiii sakit tau, bukannya pintu yang di ketok tapi malah kepala gw "gerutu Jeni kesal, namun diacuhkan begitu saja oleh Rosa.


"Lho mau kemana? tungguin gw dong"ucap Jeni mengejar Rosa.


"Gw mau bimbingan sama dosen"jawab Rosa.


Konferensi pers yang dilakukan Zayn dan Nafisya menyebar luas pada jaringan media sosial.Semua orang dikejutkan dengan kenyataan tentang pernikahan seorang Zayn, salah satu orang yang terkenal di perguruan tinggi dan dunia bisnis . padahal yang mereka tau Zayn tidak pernah dekat dengan wanita manapun,kenapa sekarang tiba-tiba menikah apalagi sudah hampir satu tahun.


deg


Bagai di hantam batu besar yang menghimpit tubuh membuatnya sulit bernafas melihat kenyataan yang tidak pernah di bayangkan sebelumnya. Wanita yang dicintainya diam-diam kini telah menikah dengan orang yang sangat berpengaruh di kota tersebut.bahkan sudah hampir setahun ,itu berarti di perkirakan setelah mereka baru lulus dari SMA.


Sorot mata kekecewaan dan kesedihan dari laki-laki itu tidak bisa di sembunyikannya lagi, Pupus sudah cinta dan harapan masa depan dengan wanita yang didambakan tersebut, memang wanita yang dicintainya itu bukanlah takdir dan jodohnya.


"Ternyata kita tidak ditakdirkan berjodoh dear, tapi mengapa ,mengapa begitu cepat kau menikah dear, dan tidak memberitahuku,sehingga sampai sekarang aku masih mengharapkan mu yang jelas-jelas tidak bisa kumiliki lagi dear"Alvan membatin


"Ada apa Van kenapa lho terlihat sedih begitu?"ucap temannya menepuk bahu Alvan yang termenung dan terdiam kosong.

__ADS_1


"Hemmm,,,,, tidak ada, gw cabut duluan ya bro, gw ngak masuk kelas hari ini"ucap Alvan berdiri dan berlalu dari kantin kampus tempat dia dan teman-temannya nongkrong.


"Ada apa tuh dengan si Alvan, ngak biasanya dia begitu?"ucap temannya.


"Entahlah sepertinya dia ada masalah"jawab temannya lagi.


*************


Setelah selesai dengan konferensi persnya, Zayn berjalan merangkul sang istrinya.para reporter dan wartawan langsung mengejar-ngejar Zayn meminta keterangan dan informasi lebih lanjut.Zayn mengangkat sebelah tangannya menandakan untuk stop.


"Konferensi pers hari ini selesai!!"ucap Zayn dengan sorot mata tajam,ucapannya terdengar seperti perintah bahwa dia dan sang istri yang tidak akan bicara lagi dan tidak ingin di ganggu.


Mama Anita yang ada di sana langsung menghampiri sang anak dan menantu, kemudian memeluk menantunya.


"sudah sejak lama mama ingin kamu mempublik pernikahan mu dengan Fisya, setelah menantu mama di rendahkan,dihujat dan di caci maki baru kamu mengumumkan pernikahan kalian"omel Mama Anita setelah melepas pelukannya pada menantu dan mengusap-usap lembut tangan Nafisya.


"Mama tau??"tanya Nafisya bingung kenapa mertuanya tau padahal dia dan Zayn tidak memberitahu mertuanya tersebut.


"Apa yang tidak mama tau sayang, sekarang Ayo kita pulang, mama ingin bicara dengan Zayn dan juga kamu, bagaimana baiknya"ucap Mama Anita.


Nafisya melihat ke arah Zayn dan dapat anggukan oleh Zayn untuk mengikuti sang mama.


Di perjalanan pulang menuju rumah Mama Anita handphone Nafisya terus berdering menandakan panggilan masuk kedua sahabatnya .


"Handphone kamu berdering dek, siapa yang menelepon?"ucap Zayn melirik sekilas ke arah Nafisya yang duduk di sampingnya dan kembali fokus ke depan menyetir mobil.


"Ngak tau bang, coba Fisya lihat dulu"ucap Nafisya melihat layar handphonenya.


"Dari Mita dan Khila, tumben mereka berdua menelepon bersamaan, ada apa ya?"gumam Nafisya sambil menekan tombol Hijau pada layar handphonenya.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya readers, karna episode² selanjutnya akan lebih menarik dan menantang lagi, berikan dukungan buat author buat semangat nulisnya

__ADS_1


__ADS_2