
Setelah Acara Bridal Shower Nafisya selesai,2 sahabat dan Adeknya tertidur dengan pulas, mungkin sangat lelah. sedangkan Nafisya belum juga tidur, jam sudah menunjukkan larut malam, orang yang mendekorasi rumahnya pun udah pulang semua, mungkin yang ada Mama dan Ayah diluar yang belum tidur. Nafisya merasa wajahnya udah kayak kucing garong, ngak kalah seperti badut juga karna itu juga bagian dari acara bridal shower Nafisya. Nafisya hendak mencuci wajahnya dan berwudhu untuk melaksanakan sholat Tahajud.
"Ya Allah Kak, Astagfirullah itu muka kenapa? dan kok belum tidur juga, ini udah malam lho nak, mau kemana lagi"ucap Mama melihat melihat wajah Baginya
"Ini mah, Khila,Mita dan Ira yang kerjain muka Kakak, jadi ingin cuci muka dulu mah"ucap Nafisya sambil menjalankan kursi rodanya.
"Yaudah mama bantu"ucap Mama berinisiatif membantu anaknya.
"Kok Fisya belum tidur mah,itu muka kok sampai begitu?? "ucap Ayah dari luar melihat mama mendorong kursi roda Nafisya
"Entah lah yah, ada-ada aja anak muda zaman sekarang"ucap Mama
setelah selesai Mama mengantar kan Nafisya kembali ke kamar, tapi ke kamarnya Ira, karna itu yang kosong, lagian kamar tamu udah ada Mita, Khila dan Ira yang tertidur di sana, ngak mungkin lagi ditambah Nafisya.
"Mah tolong pakein mukenah kakak mah"ucap Nafisya, mama pun memakaikan mukenah kepada Nafisya.
"'Yaudah kalau gitu, mama keluar dulu, kalau butuh apa-apa nanti, langsung minta tolong mama ya nak, dan satu lagi ini udah larut malam ya Kak, kalau udah sholat langsung tidur, besok itu acara pentingnya kakak"ucap Mama diangguki dengan senyum ramah oleh Nafisya
Nafisya melakukan sholat tahajud dengan posisi duduk di kursi rodanya.setelah melakukan sholat tahajud, Nafisya berdo'a dan meminta kepada sang pencipta dengan penuh kerendahan hati
"Ya Allah jika ini takdir yang telah engkau tetapkan akan hamba terima ya Allah, jika dia lelaki yang terbaik menurutmu, maka bimbinglah hamba ya Allah dengan ikhlas menerimanya,berusaha mencintainya, dan melupakan seseorang yang hamba kagumi, Ridhoi lah pernikahan ini dengan tujuan beribadah kepada mu Ya Allah, berilah hamba kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi setiap ujian dan cobaa yang engkau berikan Ya Allah...... Aamiin ya Robbal'alamin"ucap Nafisya menangkupkan tanganya dengan deraian air mata.
Terdengar bunyi suara pintu, Nafisya langsung menoleh kearah sumber suara
"Lhoh kakak kok belum tidur juga, udah setengah 2 lho kak"ucap Syakira dengan suara khas bangun tidur,masuk ke dalam kamarnya dan kembali menutup pintu kamarnya
"Ini baru aja habis sholat dek,kamu kok bangun tadi bukannya udah tidur"ucap Nafisya sambil membuka mukenahnya dan melipatnya
"Ya aku ngak nyaman aja tidur di situ Kak,lagian aku juga khawatir sama kakak, pastinya belum tidur,trus tidurnya nanti dimana? "ucap Ira
"Kalau udah selesai, ayo aku bantu untuk tidur, ini udah larut banget lho Kak, besok itu hari pentingnya kakak"ucap Ira
"Tapi malam ini kakak mau tidur sama Mama dan Ayah dek"ucap Nafisya mengingat besok dia sudah menjadi seorang istri dan berharap ini waktu terakhir dia tidur dengan Mama dan Ayah karna besok tanggung jawab orangtuanya sudah berpindah kepada suaminya.
"Yaudah ayo aku antar"ucap Ira tersenyum lembut, lalu mendorong kursi roda Nafisya menuju kamar kedua orangtuanya.
"Mama.... Ayah.... tok...tok.... "ucap Khila diluar kamar
"Iya bentar"ucap mama membuka pintu
"loh.... kenapa belum tidur juga"
"Kakak ingin malam ini tidur dengan mama dan Ayah"ucap Nafisya
"Ohh.... begitu ya sayang, yasudah ayo"ucap mama mengambil alih mendorong kursi roda Nafisya masuk kedalam kamar Mama
"kamu ikut tidur juga di sini dek"ucap Mama
"Ngak deh mama, ngak muat, kakak aja deh, kalau gitu aku ke kamar ya mah"ucap ira berlalu ke kamarnya
Malam itu Nafisya tidur bersama kedua orangtuanya
Disisi lain
Zayn juga belum tidur pikirannya kalut tentang apa yang akan terjadi besok, bagaimana dia harus menghadapi hari esok, yang masih tidak percaya tentang kenyataan yang ada, dimana dia besok akan menikah dan berubah status menjadi seorang suami dari sahabat adiknya Khila, yang belum dikenali dengan baik oleh Zayn, mungkin bisa dihitung dengan jari beberapa kali dia bertemu dengan calon istrinya itu, itu pun akibat dari tragedi kecelakaan yang disebabkan olehnya. Aaarhgg sial sekali dirinya.
"Tak pernah terlintas dalam benakku ini akan terjadi begitu cepat tanpa di sangka, sebuah pernikahan yang sakral bagi setiap orang, tidak ada main-main di dalamnya, yang ada hanya keseriusan, tapi bagiku ini hanya lah sebuah permainan dan lelucon yang sangat tak menarik untuk dipermainkan,bagaimana tidak aku yang tidak mengenal dan dekat dengan seorang wanita setelah Angel. sekarang harus menikahi wanita yang umurnya berpaut jauh dari ku, yang masih dibilang remaja.mungkin ini sebuah keterpaksaan dan tanggung jawab juga atas apa yang ku lakukan, tapi aku tidak bisa untuk menolaknya bahkan membatalkan pernikahan ini. sangat lucu sekali.....bukan!!! hati dan pikiranku yang tak sejalan.
Angel.... Ya wanita yang pernah mengisi hatiku, hah mungkin sekarang juga sama, bagaimana dengannya??, sudah bertahun-tahun lamanya aku menunggu dan mencari keberadaannya, namun sampai sekarang aku belum juga menemukannya, ingin rasanya aku menghabiskan waktu berdua dengannya , namun aku rasa itu mustahil lagi.Entahlah apa yang akan terjadi biarlah waktu yang menjawab semuanya."gumam Zayn masih setia menatap langit-langit kamarnya, Tak terasa sudah setengah 2 pagi, Zayn yang tak bisa menahan kantuk lagi akhirnya dia tertidur.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Pagi itu semua orang pada sibuk di rumah Zayn, Mama Anita, Bunda Anita dan keluarga besar yang baru datang di Jakarta harus menyiap segala keperluan untuk akad pagi ini, beserta seserahan untuk pengantin Wanita yang sebenarnya dilakukan pada saat lamaran dan tunangan, Namun karna keadaan yang mendesak dan waktu yang sangat-sangat singkat jadi acara Lamaran atau tunangan langsung dilakukan aja pada saat akad.
"Ani Khila mana? "ucap Mama Anita tidak melihat Khila di rumahnya itu
"Mungkin masih di rumah Fisya Kak,mungkin menemani dan membantu Fisya disana kak"ucap Bunda Ani
"Aya.....Aya...."panggil mama Anita
Ayana Anak bungsu di keluarga Mama Anita yang berumur 24 tahun, jadi tentu saja Zayn lebih besar umurnya dari tantenya. Ceritanya Mama Anita berempat bersaudara, dia Anak pertama, kedua Bunda Ana dan Ani mereka kembar dan yang terakhir Ayana. Bunda Ana tinggal di Singapura, dia tidak pulang ke Indonesia menyaksikan Zayn menikah,karna tidak bisa keluar masuk negara sembarangan sebelum ditentukan dan ditetapkan waktunya, melihat negara Singapura dengan keamanan yang ketat.
"Iya Kak, ada apa?"ucap Ayana menghampiri mama Anita
"Assalamualaikum"suara seorang Pria yang sudah rapi dengan kemeja kokonya, menambah kegagahan dan kewibawaan seorang Kelvin. membuat semua yang berada di rumah Zayn melihat kearahnya
"Kebetulan sekali kamu datang Vin, tolong kamu bantu Zayn bersiap-siap Vin, 1,5 jam lagi kita akan berangkat kerumah Fisya"ucap Mama Anita melihat kelvin
"Baik Tan"
"Aya tolong ambilin stelan jas di Kamar kakak dan berikan pada Kelvin"ucap Mama Anita dan diangguki oleh Ayana, kemudian langsung melangkah menuju kamar kakaknya,tapi berbalik menoleh kearah Kelvin yang juga melihat kearahnya. Mata mereka bertemu. sesaat kemudian Ayana menunduk malu dan kembali melangkah yang diikuti oleh Kelvin yang dilanda kebingungan dan bertanya-tanya siapa wanita ini dan kenapa dia memanggil kakak pada Tante Anita pikir kelvin, tapi tetap mengikuti Ayana dari belakang
Aya memberikan Stelan Jas untuk Zayn kepada Kelvin.entah kenapa suasana mendadak canggung dan keduanya sama-sama Malu.Ayana menunduk terus.
"Hehhm..... "deheman Kelvin memecahkan kecanggungan diantara mereka
"Permisi, saya kesana dulu"ucap Ayana ngak tau apa lagi yang akan diucapkannya, setelah itu melangkah pergi seiring dengan tatapan mata Kelvin
"Woooyyy..... hehhmmm...... " tiba-tiba Zayn datang membuyarkan Kelvin
"Astaga..... Ngapain sih lho bro ngangetin orang aja"ucap Kelvin melihat ke arah Zayn
"Eeh... ehh... ngak ada gw, ngak lagi lihatin apa-apa, Ohh... iya nih baju lho, Mama lho nyuruh segera bersiap-siap, Ayo gw bantuin"ucap Kelvin mengalihkan pembicaraan sambil merangkul Zayn.
Disisi lain
Nafisya yang ditemani oleh Syakira sedang dirias dengan sederhana oleh MUA yang datang kerumahnya disuruh oleh Mama Anita, sedangkan 2 temannya pamit pulang dari tadi untuk bersiap-siap juga.
"Apa udah siap Mbak"ucap Mama Nafisya masuk kedalam kamar Nafisya
"Udah bu, dek fisya mau makeup nya yang simple saja ngak mau berlebihan"ucap MUA
"Tinggal ganti baju dan pasang hijab lagi Mah"sambung Khila
"Baiklah, cepat ya mbak,keluarga mempelai laki-laki akan segera datang"ucap Mama Nafisya kembali ke luar
30 menit berlalu Nafisya telah siap dengan Gaun dan hijab Syar'i yang diberikan Mama Anita kemarin, sangat cocok dan pas bagi Nafisya yang terlihat sangat cantik dan Anggun dengan Makeup up simplenya, ya walaupun Nafisya duduk dikursi roda tidak mengurangi keindahan wajah yang bercahaya.
Saat ini Nafisya ditemani oleh 2 sahabatnya dan adik tercintanya ,mereka begitu memuji kecantikan alami Nafisya.
"Fisya kamu begitu cantik, abang Zayn akan terpesona nantinya"ucap Khila
"Iya Sya kamu cantiknya alami banget, abang Khila beruntung deh miliki kamu, udah cantik, baik, sholeha pokoknya komplit deh"
"Allahumma tsabit hamdaki,,,Allahumma sholli 'alasayyidina muhammad,,,hehehe, kalian terlalu memuji"ucap Nafisya tersenyum bahagia
"Aduhh..... kita harus foto dulu dong, jangan sampai melewatkan momen di waktu-waktu begini"ucap Ira siap dengan Handphone
"Iya benar juga kamu dek, masa mempelai wanitanya udah cantik begini ngak difoto dulu,, ayo foto-foto"ucap Mita bahagia
__ADS_1
mereka berfoto bersama dengan berbagai macam gaya.
Terdengar beberapa mobil masuk kedalam pekarangan rumah Nafisya membuat mereka menghentikan aktivitas berfoto-foto.
"Wahhh....... mempelai laki-laki nya udah datang, abang Khila udah datang, cie...... ciee...... beberapa menit lagi udah berubah status nih"ucap Mita heboh dan kegirangan
detak jantung Nafisya berpacu dengan cepat, dengan wajah sulit diartikan, entah itu sedih atau bahagia
"Aku mau lihat keluar dulu ya"ucap Ira beranjak keluar kamar Nafisya
Khila yang mengerti dengan Nafisya mencoba untuk menggenggam tangan Nafisya sembari untuk meyakinkan dengan senyuman lembutnya.
Terdengar kehebohan diluar kamar Nafisya,2 keluarga besar dan kerabat mengobrol dan berbicara entah apa yang dibicarakannya tidak terlalu jelas terdengar oleh Nafisya.
beberapa saat kemudian, tidak lagi terdengar suara yang ada keheningan yang dipecahkan dengan suara lantang Ayah yang menikahkan putri sulungnya dengan Pria yang beberapa hari ditemuinya.
Nafisya didalam kamar harap-harap cemas,detak jantungnya seperti merathon, gegundahan dan gelisahan menyelimuti hatinya.
"Tenang aja ya Sya, percayalah semua akan berjalan dengan lancar"ucap Khila menguatkan dan disambut senyuman Manis oleh Mita untuk meringankan kegelisahan yang Nafisya rasakan.
"Saya terima nikahnya Nafisya Ulila Marwah binti Hendra dengan mas kawin 20 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."ucap Zayn dengan lantang dan jelas dengan satu tarikan nafas.
bergemalah suara Sah diruangan itu
Air mata Nafisya pun langsung luruh, disisi lain haru dengan kebahagiaan dan disisi lain sedih yang dirasakan. sulit diartikan perasaan Nafisya sekarang.
Khila dan Mita juga terharu mendengarnya, sahabatnya telah sah menjadi seorang istri sekarang.
suara ketukan pintu membuyarkan atas apa yang mereka bertiga pikirkan.Mama Nafisya masuk kedalam kamar Nafisya.
"Sayang.... sayang..... selamat ya nak sekarang kakak sudah sah menjadi seorang istri,tugas mama dan Ayah sekarang sudah digantikan ya nak"ucap Mama memeluk Nafisya air mata ibu dan anak itu luruh seketika
"Sudah... sudah jangan nangis, ini kan hari penting dan sakral bagi kakak, ayo keluar temui suami kakak"ucap Mama tersenyum Lembut
Khila menghapus air mata Nafisya dengan tisu.
mereka beriringan keluar kamar, dengan Mama mendorong kursi roda Nafisya, Khila dan Mita sebelah Kiri dan kanan Nafisya, dan Nafisya yang terus menunduk dengan tangan memegang bunga
semua mata terpusat kearah mempelai wanita, ada tatapan aneh dari kerabat Zayn saat melihat Nafisya,mungkin karna keadaan Nafisya saat ini dan Zayn sendiri cukup terpaku melihat Nafisya yang Cantik Alami dan Anggun. Saat tiba didepan Zayn Nafisya masih menunduk begitu sulit baginya untuk mengangkat wajahnya dan menatap Zayn yang sudah sah menjadi suaminya.
"Kakak cium tangan suamimu"bisik mama pada Nafisya, namun Nafisya tidak bergerak sama sekali
"Kak ayo lakukan..... ambil tangannya dan cium"dengan tangan g3metar dan perlahan-lahan Nafisya mengangkat tangan dan wajahnya melihat Zayn yang masih setia menunggunya dengan ekspresi datar.
Mama gemas melihat tingkah Nafisya, sehingga membantu Nafisya untuk menjabat tangan Zayn, saat tersentuh tangan Zayn Nafisya merasa detak jantungnya tak karuan, dengan telapak tangan bergetar mungkin ini pertama kali bagi Nafisya.
"bukan dijabat saja nak, tapi dicium juga"
dengan gemetar Nafisya menarik kembali tangannya, Zayn menautkan keningnya, tidak mengerti dengan sikap Nafisya yang menurutnya aneh, kemudian akhirnya Nafisya memberanikan diri kembali untuk mengambil tangan Zayn dan menciumnya.
"Zayn cium kening istrimu"bisik Mama Anita
Zayn pun mencium kening Nafisya, namun malah membuat Nafisya tersentak kaget, kemudian terlihat biasa kembali.
setelah drama pertama kali berjabat tangan dengan suami, keduanya bertukar cincin, benar kata Zayn kemarin, cincin yang dipilihkannya kemarin cocok dan pas di jari manis Nafisya.Setelah itu menandatangani buku nikah mereka dan do'a yang dipimpin penghulu.
...****************...
Kasih like yang banyak dong reders, supaya outhor semangat untuk updete
__ADS_1