
Malam harinya
Nafisya tengah menghidangkan makanan yang dimasaknya tadi sore diatasi meja, dan menatanya.Tadi sore mereka pergi berbelanja bahan makanan dan cemilan juga kebutuhan lain yang diperlukan.
"Abang makanan udah siap, ayo kita makan"teriak Nafisya
"hhmm... Iya"ucap Zayn dari kamar.
Nafisya memasak makanan sederhana saja yang dia bisa.
"Mau makan apa bang"ucap Nafisya saat Zayn datang menarik kursi
"Biar abang yang ambilin, kamu duduk aja"ucap Zayn mengambil piring dan mengambil Nasi,
"Itu kan tugas Fisya bang"
"apa salahnya abang bantu, kamu mau makan apa nih"ucap Zayn
"Sup ayam sama tahu dan tempe goreng, udah itu aja bang,"
"Nasinya udah atau mau tambah? "
"udah itu cukup bang"ucap Nafisya
"Nih"ucap Zayn memberikan sepiring makanan pada Nafisya yang duduk didepannya.
"Makasih bang, trus makanan abang gimana?"
"Nih baru mau abang ambil, kita makannya sama-sama aja"ucap Zayn mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
"Udah ayo makan, baca do'a dulu sebelum makan"ucap Zayn setelah mengambil makanannya dan duduk
"Iya bang"ucap Nafisya mereka mulai makan malam untuk pertama kalinya berdua sebagai pasangan pasutri.Terlihat Zayn sangat menikmati makanannya,Nafisya hanya tersenyum bahagia melihatnya.
"Abang mau nambah?"ucap Nafisya
"Hhmm... boleh deh"ucap Zayn
Nafisya menyodorkan makanan lebih dekat pada Zayn dan langsung disambut oleh Zayn. keduanya kembali makan dengan tenang.Nafisya menghabiskan makanannya duluan, berbeda dengan Zayn yang sempat menambah porsi makannya.Nafisya menunggu Zayn makan sampai selesai.
"ini minumnya bang"ucap Nafisya menyodorkan segelas air putih pada Zayn.
"Alhamdulillah udah kenyang bang"ucap Nafisya setelah zayn meneguk air putihnya.
"Iya kenyang banget... masakan kamu enak juga"ucap Zayn membuat wajah Nafisya memerah seketika.
"heheheh... makasih lho bang udah puji masakan Fisya"ucap Nafisya
"sampai aku nambah 1 porsi lagi"ucap Zayn
"Heheheh... yaudah kalau gitu biar Fisya bersihin sisa makanan kita dulu"
"Nanti aja,soalnya abang kekenyangan"
"Trus apa urusannya dengan abang kan Fisya yang mau bersihin ini"
"Abang bantuin Nanti, kamu pasti kesulitan nanti, apalagi pake tongkat Fisya, kita istirahat dulu sambil nonton tv"
"Fisya bisa sendiri kok bang, ngak perlu abang bantuin"
__ADS_1
"Kamu jangan terlalu banyak bekerja Fisya, jaga kesehatan jangan terlalu lelah, sebenarnya abang belum bolehin kamu masak tapi kamu tetap rewel,terpaksa abang bolehin"
"Iya deh bang, Fisya minta maaf, Fisya cuma ngak ingin kita beli makanan diluar"
"Iya yaudah ayo kita ke ruang santai "ucap Zayn membimbing Nafisya berjalan menuju ruang santai.mereka duduk di sofa, Zayn menghidup kan tv untuk menemani mereka.
"Gimana kalau kita cari ART aja untuk membantu Fisya"
"Ehh... Nggak usah lah bang, Fisya masih bisa melakukan semuanya sendiri kok, kita nggak perlu ART segala, lagian Apartemen ini tidak akan membuat fisya kesulitan atau kelelahan, percayalah"
"Kalau begitu fisya nggak boleh memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, karna kondisi Fisya itu belum Fit, Kakinya belum pulih, ingat itu"
"Iya abang.... terimakasih banyak atas perhatian abang sama Fisya, kalau abang begini terus bisa-bisa Fisya GR an trus baper lagi emang abang mau tanggung jawab"ucap Nafisya
"Hhmm... Fisya yang baper kenapa abang yang harus tanggung jawab"ucap Zayn menaikkan satu alisnya
"Iyalah Fisya baper nya karna abang, iihhh"ucap Nafisya mencubit lengan Zayn
"Tapi abang nggak tau gimana cara tanggung jawabnya"ucap Zayn menarik sudut bibirnya
"Ya.... ya gimana ya Fisya juga nggak tau sih.... udah ahh... jangan pikirin lagi, sekarang Fisya mau bersihin meja makan dulu yang tadi sempat tertunda"ucap Fisya
"Iya ayo"ucap Zayn membantu Nafisya berdiri
Mereka berdua saling membantu membersihkan sisa makan malam tadi, entah apa yang merasuki Zayn yang belum pernah cuci piring kotor sekarang sudah mencuci piring untuk pertama kalinya.Setelah selesai mereka kembali ke kamar dan melaksanakan sholat Isya berjamaah.
kini keduanya sudah berbaring di atas ranjang mereka.
"bang"
"hhhmm.. "
"aneh gimana maksud kamu"
"Ya aneh gitu, kemarin-kemarin Kak Alvan bilang dia Chat dan Call Fisya, tapi Fisya lihat nggak ada tuh chat masuk atau pun Call nya, seperti ada yang menghapus tanpa jejak gitu"pikir Fisya
"Mana abang tau, Kalau udah punya suami itu jangan sering chatan sama lawan jenis, nggak baik"
"Tapi mau bagaimana pun Kak Alvan,emmm...baik banget sama Fisya, dia ingin menanyakan keadaan dan kondisi Fisya saja"
"Baiknya karna dia punya perasaan sama kamu,sudah cukup jangan kasih harapan lagi buat dia, atau jangan-jangan kamu suka ditanya-tanya begitu sama dia, di perhatian sama dia, trus suka kalau kamu di jadikan satu-satunya tujuan bagi dia. "ucap Zayn dengan suara agak keras
"abang kenapa sih bang jaga bicara abang, aku nggak pernah kasih harapan lagi buat dia, aku tau memang dia memiliki perasaan sama aku pun begitu juga tapi itu dulu, aku tau batasan ku, dan ingat bang kamu punya pacar nggak pernah tuh aku larang,giliran aku cuma di chat nanya kabar doang kok kamu marah-marah begini, tau nggak kamu itu aneh sangat sangat aneh, atau jangan-jangan kamu yang menghapus chat dan call kak Alvan,mau kamu itu apa bang? "ucap Nafisya menahan marahnya. dan membalikkan tubuhnya membelakangi Zayn.
"Iya aku memang aneh, aku ngak suka kalau ada laki-laki lain dekat sama kamu, sekarang keadaan sudah berbeda kamu sudah menjadi istriku dan aku suamimu,asal kamu tau aku tidak pernah memiliki pacar atau wanita lain saat ini, ingat itu, dan tentang chat dan call itu memang benar aku yang hapus,maafkan aku egois"ucap Zayn juga membelakangi Nafisya. Nafisya diam tidak menjawab ucapan Zayn dia hanya menangis dalam diam.
Zayn mendengar isakan tangis, Zayn bangkit dari tidurnya. Zayn melihat dari bahu Nafisya bergetar, dia memberanikan dirinya.
"Fisya... Fisya " Nafisya masih diam
"lihat abang"ucap Zayn tidak ada jawaban dan pergerakan dari Nafisya
kemudian Zayn membalikkan tubuh Nafisya yang membelakangi.
Terlihat wajahnya ditutupi rambut
"kamu menangis?"ucap Zayn merapikan rambut Nafisya dan menarik tangan Nafisya untuk bangun, kedua saling berhadapan, namun Nafisya masih menunduk
"Fisya ngak ingin bicara, jangan ganggu Fisya bang"ucap Nafisya tersedu-sedu
__ADS_1
"Fisya dengarkan abang"ucap Zayn memegang bahu Nafisya
"lihat abang, kenapa menangis jika abang salah, abang minta maaf, jangan menangis begini"ucap Zayn menghapus jejak air mata Nafisya,kemudian membawa Nafisya ke dalam pelukannya.Nafisya menangis dalam pelukan Zayn.
" Abang sayang sama Fisya, abang nggak ingin Fisya dekat sama laki-laki lain, hampir 2 bulan kita bersama, abang merasa kehadiran Fisya kembali memberi warna dalam hidup abang, itu makanya abang marah sama Fisya jika Fisya berhubungan dengan lawan jenis, mengertilah sayang"ucap Zayn mengusap lembut rambut Nafisya.
"Fisya nggak tau bang, tapi yang fisya rasa abang selalu dingin, cuek bahkan tidak pernah senyum apalagi kita juga sering berdebat hal sepele saat bersama bagaimana fisya tau kalau abang sayang sama Fisya"ucap Nafisya menatap Zayn.
"apakah sikap baik yang abang tunjukkan belum cukup membuktikan kalau abang sayang sama Fisya, perhatian abang, waktu luang abang, membantu Fisya dalam hal sekecil apapun, jagain Fisya, merawat Fisya, semuanya abang lakukan demi Fisya, sejak kecelakaan waktu itu abang merasa terikat dengan Fisya entah karna apa itu abang tidak tau, itu makanya abang sering jenguk Fisya, dan ketika pernikahan itu adalah kesalah paham mama ngomong waktu itu, tapi dorongan dari Mana abang tidak bisa menolak untuk menikahi Fisya waktu itu."
"abang Fisya sayang abang,Fisya ngak peka dengan sikap abang, karna bagi wanita cinta dan sayang itu perlu ungkapan baru buktinya bang"ucap Nafisya memeluk tubuh Zayn
"abang juga sayang fisya,sekarang Fisya udah tau kan kalau abang cinta dan sayang sama fisya seorang gadis belia yang menjadi istrinya abang"membalas pelukan Nafisya dan mencium puncak kepala Nafisya
"jadi sebenarnya abang menikahi Fisya karna kesalah pahaman mama waktu itu, abang ngak keberatan nikahi fisya kan, abang ngak menyesal nikahi fisya kan"
"Ngak, justru sekarang abang bahagia bisa menikah dengan Fisya, gadis baik, ramah, sholehah, tapi juga cerewet, hhmm.. Fisya emangnya ngak bahagia nikah sama abang"ucap Zayn mencubit gemas pipi Nafisya
"ihhh abang.....bahagialah buktinya Fisya terima tuh sikap dingin dan cueknya abang, sifat egois, sifat pemarah abang semuanya Fisya terima cuma satu yang ngak, yaitu abang ngak boleh punya wanita lain atau selingkuhin Fisya"ucap Nafisya gemas.
"Sikap abang emang begitu dasarnya, tapi abang bersyukur Fisya udah terima abang dengan tulus"
"terimakasih abang udah sayang dan cinta sama Fisya apa adanya dan menerima keadaan Fisya saat ini"ucap Nafisya tersenyum bahagia dibalas senyuman tipis oleh Zayn
"terimakasih juga sayang"ucap Zayn mencium kening Nafisya,kemudian turun ke mata Fisya, lalu kehidung fisya yang ngak mancung juga ngak pesek, pipi sebelah kiri dan kanannya Fisya dan berakhir di bibir Nafisya yang membuat Zayn candu. Zayn melu**t dan meng***p bibir Nafisya, sedangkan Nafisya hanya menikmati tanpa membalas.
"kok ngak dibalas sayang"ucap Zayn saat melepas ciumannya
"hhhmm... fisya ngak tau cara nya bang, first kiss nya Fisya kan abang yang ambil kemarin."ucap Nafisya polos dengan wajah memerah
Zayn menepuk jidat
"Mau dilanjut atau ngak sayang, nanti abang ajarin caranya"
"hhhmm..... Fisya ngikut abang aja"ucap Nafisya malu
Zayn kembali mencium Nafisya, keduanya sama-sama menikmati, kemudian turun ke leher jenjang Nafisya.
"apahhh... fisya akan melakukan kewajiban Fisya bang"
"Iya.... maaf ini mungkin akan terasa sakit bagi pemula sayang,jika fisya ngak kuat, Fisya bilang ya sayang, kita sama-sama belajar karna ini pertama kali buat abang dan juga Fisya,Apakah Fisya siap"ucap Zayn
dijawab anggukan dengan wajah memerah seperti tomat.
"Ta.... tapi.... Fisya malu bang"
"Ngak usah malu sama abang sayang"ucap Zayn mengecup kening Fisya
pasutri tersebut melakukan yang seharusnya dilakukan.malam itu menjadi malam yang panjang dan malam pertama bagi pasutri yang sudah menikah hampir 2 bulan itu.Nafisya melakukan kewajiban batinnya sebagai seorang istri.dan Zayn mendapatkan haknya sebagai seorang suami. melakukan atas dasar cinta dan mengharapkan ridho Allah. keduanya mengarungi samudra yang luas, dan melayang kelangit yang terbentang.
...****************...
Maafkan author readers....ππππ
Hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah menikah yaπ π€
yang jomblo ngak boleh baper, kita sama reader jomblo fisabillahπ
kalian mau author lanjut....boleh dong dukung dengan cara like, coment, vote dan follow author
__ADS_1