Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Zayn and Nafisya


__ADS_3

"Halo Mama ada apa?, aku lagi di kampus mengajar"ucap Zayn menjawab telepon Mamanya


"Zayn nanti pulang dari kampus, ke rumah Mama ya ajak mantu mama sekalian, kalian menginap beberapa hari disini besok keluarga kita akan datang untuk persiapan pernikahan tantemu"ucap Mama Anita di seberang sana


"Iya baik Mah, Oma juga pulang mah?"


"semuanya Zayn, sudah dulu ya, mama tutup teleponnya"


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Setelah selesai teleponan dengan Mama Anita, Zayn bersiap-siap menuju kelas untuk mengajar.saat Zayn keluar dari ruangannya.


"Zayn Zayn Zayn"panggil seorang wanita


"Angel"ucap Zayn berbalik melihat orang yang memanggilnya, Angel berlari menghampiri Zayn.


"Bagaimana kondisi kamu semalam Zayn, kenapa bisa kepanasan seperti itu"ucap Angel pura-pura tidak tau. Sebenarnya Zayn tau dan tidak menyangka Angel akan berbuat seperti itu menaruh obat perangsang pada minumannya,untuk menyebaknya ,hanya saja Zayn ingin melihat seberapa licik dan sejauh mana Angel akan berbuat bodoh .


"Aku baik-baik saja Angel, lalu kenapa kamu bisa ada disini?"ucap Zayn


"Oh tentu saja aku ingin menemuimu, apa kamu sibuk?, bisakah menemani ku jalan-jalan"ucap Angel tersenyum manis


"Tidak bisa Angel, aku akan mengajar sekarang,lain kali saja, kita akan pergi bersama istriku juga"ucap Zayn tentu saja membuat Angel menahan geram dan kesal.


"Yahh tidak bisa ya, yasudah kalo gitu lain kali saja"ucap Angel terlihat pura-pura lesu tidak bersemangat.


"Aku ke kelas dulu"ucap Zayn berlalu


Interaksi Zayn dan Angel diketahui oleh Jeni dan Rosa yang kebetulan lewat tidak sengaja melihatnya.


"Siapa wanita itu Rosa?dia cantik, Pak Zayn juga terlihat kenal dengannya"ucap Jeni


"huss bodoh tentu saja kenal,kalo ngak kenal mereka ngak mungkin bicara seperti itu"ucap Rosa memukul kepala Jeni dengan tangannya


"aawuu sakit tauk, kebiasaan banget sih lho"


"Mungkin saja istrinya kali Jen"


"Ngak lah, kata Abang bilang gw istrinya pak Zayn tertutup, selalu pake apa tu namanya, yah pakaian syar'i"ucap Jeni


"Hah? masa sih gw jadi penasaran dengan istrinya Pak Zayn"


"sekarang bukan itu maksud gw, wanita cantik itu siapa? kalau dilihat-lihat dia seumuran pak Zayn dan dari wanita berkelas juga"ucap Jeni


"Lo tanya aja sendiri aja, gw lagi malas kepo,sudah ayo ke kelas, Pak Zayn udah jalan tuh"ucap Rosa meninggal Jeni

__ADS_1


"ihsss tungguin gw, malah ditinggal"gerutu Jeni menyusul Rosa.


Disisi lain


Nafisya sendirian merasa bosan dan suntuk. apalagi berbaring saja di tempat tidur. Walau Zayn sudah mengingatkan bahwa Nafisya harus istirahat saja tanpa melakukan pekerjaan apapun, namun Nafisya memilih untuk melakukan pekerjaan rumah yang tidak berat-berat tentunya mulai dari menyapu, merapikan apartemennya, dan mencuci pakaian.


"Hufftt cukup melelahkan juga,tapi ngak papa lah pekerjaan rumah selesai"ucap Nafisya mengistirahatkan tubuhnya di Sofa sambil memejamkan matanya.


beberapa menit kemudian


"kenapa tiba-tiba pengen puding ya"gumam Nafisya


"Aku buat saya deh"gumam Nafisya bangkit menuju dapur dan melihat bahan apa saja yang dibutuhkannya.


"yah bubuk agar-agar nya ngak ada, susu kotak UHT juga ngak ada, terpaksa aku harus ke swalayan dulu"ucap Nafisya masuk ke kamarnya mengganti Jilbab syar'i dan memakai kaos kakinya,lalu mengambil dompetnya. Setelah itu Nafisya keluar apartemen, turun ke bawah berjalan kaki menuju swalayan terdekat apartemennya.


Nafisya memilih bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat puding susu kesukaannya, tak lupa juga membeli bahan untuk membuat cake bolu pandan. Setelah semua bahan yang dibutuhkan, Nafisya mendorong keranjang belanjaannya, saat melewati kulkas es krim membuat Nafisya menelan ludah ingin membeli beberapa es krim.


"Es krimnya"gumam Nafisya mengambil beberapa pilihan eskrim lalu memasukkan ke dalam keranjang.


"sepertinya sudah cukup semua"Nafisya membawa keranjang belanjaannya ke kasir.


Tidak membutuhkan waktu lama, Nafisya sudah menentang belanjaannya. Berjalan keluar Swalayan.


"Irma"ucap Nafisya saat berpapasan dengan Irma teman sekelasnya.


"Ngapain lho di sini? kebetulan sekali gw ketemu sama lho"ucap Irma berjalan mendekati Nafisya


"A ada a apa Irma"tiba-tiba Nafisya gugup dengan Irma seperti tidak bersahabat dengannya


"Sudah puas ya lho ngehancurin hidup Daniel"ucap Irma


"A apa maksud kamu?,aku tidak ngerti Irma"ucap Nafisya bingung


"Halah jangan pura-pura lho deh, gara-gara lho dia seperti sekarang ini tidak seperti Daniel yang gw kenal dulu , gw kehilangan dia"ucap Irma mencengkal pergelangan tangan Nafisya


"Awuuuw sakit Irma lepasin tangan ku, aku benar-benar tidak tau apa yang terjadi pada Daniel"ucap Nafisya menahan sakit di tangannya.


"Dasar lho perempuan ngak benar, munafik gw benci lho"ucap Irma hampir menampar Nafisya namun tangannya langsung di hempas oleh seseorang.


"Jangan sekali-sekali kau sentuh dia"ucap seseorang itu menatap tajam ke arah Irma


mendengar suara yang begitu di kenalnya Nafisya langsung menoleh, mendongkak kan kepalanya menatap seseorang itu.


"A abang"lirih Nafisya


Irma merasa takut-takut cemas melihat Zayn

__ADS_1


"Si siapa kau?"


"Aku suaminya, tolong jaga bicara kau dan jangan pernah menyakiti istri saya,sekali lagi kau berani berbuat kasar padanya,saya tidak akan segan-segan untuk melaporkan kau ke polisi"ucap Zayn menahan marah.


"Ayo kita pulang"ucap Zayn menarik tangan Nafisya, lebih baik dia pergi dari kelepasan amarah pada gadis yang sudah berbuat kasar pada istrinya itu, apalagi ini di tempat umum.


Sepanjang perjalanan menuju apartemen, Zayn hanya diam, Nafisya cuma melirik-lirik sekilas pada Zayn.


"Kenapa keluar rumah dek, bukan sudah Abang bilang untuk istirahat saja"ucap Zayn ketika mereka sudah sampai di apartemen dan Zayn mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Untung Abang ada disana tadi, kalo tidak apa yang di lakukan perempuan itu padamu"


"Maafin Fisya abang"ucap Nafisya


"Jangan diam saja kalo di kasarin sama orang dek, sesekali kamu harus bertindak tegas supaya orang tidak semena-mena sama kamu"ucap Zayn


"Abang tidak ingin adek di sakiti oleh siapa pun"


"Iya Abang makasih perhatian dan kasih sayang Abang sama Fisya"ucap Nafisya memeluk Zayn


"Tentu sayang"balas Zayn memeluk Nafisya


"Oh iya Fisya tadi beli es krim, apa sudah mencair ya Abang"ucap Nafisya setelah melepas pelukannya dan membuka isi belanjaannya.


"Jadi beli ini ke swalayan"ucap Zayn


"iya Abang sebenarnya Fisya mau beli bahan puding dan cake, tapi saat melihat eskrim sangat menggiurkan, jadi Fisya beli deh"polos Nafisya, Zayn terkekeh pelan sambil geleng-geleng kepala melihat istri kecilnya itu.


"Abang mau?"


"Tidak makan saja dek"


"Yasudah kalo gitu"ucap Nafisya.


"Adek Abang mau ke kamar dulu, malam ini dan beberapa hari kita akan menginap di rumah mama"ucap Zayn


"Apahh?? serius Abang? tapi kenapa?"tanya Nafisya berbinar sambil menjilat es krimnya


"Keluarga besar besok akan datang untuk persiapan pernikahan tante"ucap Zayn


"Ohhh ohhh, kita nanti malam saja ke rumah mama, soalnya Nafisya mau buat puding sama cake dulu"ucap Nafisya


"Iya sayang, tentu saja Nona Zayn"ucap Zayn kemudian berlalu menuju kamarnya sedangkan Nafisya masih asik memakan es krimnya.


...****************...


Butuh dukungannya dong readers❤😍

__ADS_1


__ADS_2