Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Perkelahian sengit


__ADS_3

Nafisya,Khila dan Mita mereka berada didalam mobil menuju tempat acara makan bersama yang sudah direncanakan sebelumnya.


"Kamu boleh pergi sama suami kamu Sya? "ucap Mita


"Kayaknya sih boleh Mit"


"Kok kayaknya sih Sya, nanti bang Zayn marah lho, aku ngak tanggung jawab ya Sya"ucap Khila


"tenang aja, kalian nggak usah panik gitu, biasa aja kali"ucap Nafisya


"Yaudah terserah kamu aja deh sya.....ohh iya kalian tau ngak si Daniel mantan pacarnya Irma itu, akhir-akhir ini dia tiap hari Nelpon aku.... "


"Apah.....!!"ucap Khila dan Nafisya terkejut


"apa jangan-jangan dia suka kamu mit, atau jangan-jangan...... oh.. tidak.... "ucap Khila geleng-geleng kepala membayang yang tidak-tidak


"Ihh.... nggak boleh gitu Khil"ucap Nafisya


"Heii..... dengerin dulu aku bicara, belum juga selesai udah kalian potong aja pembicaraan ku"ucap Mita kesal


"Dia itu telpon aku sering, tapi aku angkatnya cuma 2 kali doang, malas aku ladeni orang seperti itu, yang buat terkejut itu dia nanyain Fisya terus ke aku, aneh banget kan, dia ingin tau banget tentang Fisya"ucap Mita membuat Nafisya dan Khila shock mendengarnya


"kamu serius Mit"


"Iya serius ngapain aku bohong,parahnya lagi dia maksa minta no Telepon Nafisya ke aku"


"trus kamu kasih Mit?"


"Ya nggak lah itu kan privasi Fisya, ngapain juga aku kasih"ucap Mita


"Syukurlah, tapi aku rasa dia memang dari awal udah punya perasaan sama Fisya, aku takut nanti dia nekat sama Fisya, sekarang kan Fisya udah jadi istrinya abang aku"ucap Khila cemas


sedangkan Nafisya diam sedang berperang dengan fikirannya sendiri


"Daniel...... Daniel.... "


"Kenapa lagi dia, apa yang dia mau dariku, udah lama hilang, sekarang kembali lagi, kenapa dia ingin menggangu hidupku lagi, aku rasa hidup ku tidak tenang, kalau dia cari info tentang aku terus,bagaimana mana ini Ya Allah"batin Nafisya menjerit


dia benar-benar takut dengan Daniel, bagaimana tidak waktu itu Daniel sempat menarik-narik tangan Nafisya dengan nekat, bahkan pernah daniel mengancamnya.sepanjang perjalanan Nafisya terus berpikir


"Fisya..... fisya..... hei.... "ucap Khila melambaikan tangannya diwajah Nafisya


"Hei...... hei..... "mita juga ikut


"heh..... iya ada apa? ucap Nafisya


"Kamu kenapa??.... ayo kita udah sampai"ucap Khila lembut mengusap bahu Nafisya.


kemudian Nafisya dibantu oleh khila dan Mita turun, Nafisya berjalan menggunakan tongkat, untuk memperkuat tungkai kakinya, dia tidak ingin menggunakan kursi roda, lagian kakinya juga udah nggak sakit banget.


mereka berjalan beriringan, disamping kanan dan kirinya Nafisya juga membantu Nafisya. Mereka masuk ke restoran kalangan menengah ke atas, Alvan lah yang memilih restoran tersebut.


Dari kejauhan Andi melambaikan tangan pada mereka bertiga, kemudian mereka menuju kesana, terlihat 30 siswa dan siswi telah ada disana menunggu mereka.


"Maaf ya kalian udah lama menunggu"ucap Nafisya duduk di kursi yang udah disiapin Kak Alvan


"Makasih kak"ucap Nafisya ,dibalas senyuman oleh Alvan


"Ngak kok Sya, aku juga ngerti kok keadaan kamu, semoga cepat sembuh ya Sya"ucap Rere


"Iya Sya maaf kami nggak sempat jenguk kamu"


"Semoga sehat kembali ya Sya"


"Iya... Makasih ya semua atas do'anya"ucap Nafisya tersenyum pada teman-temannya


"Mungkin itu musibah kali sama lho "ucap Irma yang baru saja datang, semua orang melihat tidak suka ke arahnya


"Jaga mulut kamu Irma"ucap Alvan


"Mau gue sumpal tuh mulut lho, asal nyerocos saja lho, "ucap Mita kesal


"Jangan buat masalah deh"ucap Khila menatap tajam Irma


"alah kalian sok-sok belain"ucap Irma enteng


"Lho......"ucap Mita mengepal tangannya


"Udah -udah Mit itu buk Maya udah datang"ucap Nafisya sabar, terlihat buk Maya datang mendekat ke arah meja mereka.


"Maaf semua ibuk terlambat, soalnya ada kemacetan di jalan"ucap Buk maya duduk kursi paling utama yang telah disediakan oleh Alvan

__ADS_1


"Terimakasih banyak buat anak-anak ibuk, yang sudah berpartisipasi dalam acara kita ini"Buk maya tersenyum ke arah semuanya.


"eehh.... ada Nafisya, bagaimana keadaannya sekarang nak, maaf ya ibuk nggak bisa jenguk kamu, kami tau info kecelakaan kamu dari Alvan, pada saat kami akan menjengukmu, katanya kamu udah pulang dari rumah sakit"ucap buk Maya


"Iya nggak papa buk, Alhamdulillah keadaan Fisya udah baikan sekarang buk"


"Semoga cepat sembuh ya nak"


"iya makasih buk"


"Ok baiklah semua mari kita mulai acara makan-makannya"ucap Alvan berdiri


"Iya ayo dong kak udah laper nih"ucap Mita


"Sabar bebz"ucap Andi disebelah nya, Mita hanya memutar bola mata malas.


"mari kita berdo'a bersama"ucap Alvan memimpin do'a


"Ayo silahkan dimakan makanannya"ucap Buk maya


Memang sebelumnya Alvan telah memesan makanan, jadi tidak perlu menunggu lagi makanan datang.


Mereka semua mulai mengambil makanan yang disukai, ada juga yang membakar beef dulu. soalnya ada makanan yang udah siap dimakan dan ada juga yang harus di masak dulu sebelum dimakan, tapi tidak membutuhkan waktu lama.


di seberang meja sana ada 3 orang cowok yang memperhatikan keluarga besar Kls IPS 1, satu cowoknya fokus pada cewek yang duduk di sebelah Alvan dan Khila, siapa lagi kalau bukan Nafisya.


"Sungguh gw benar-benar merindukannya, 1 bulan lebih dia hilang entah kemana tanpa jejak,sampai gw pusing mencari-carinya"ucap Si cowok


"Benar lho bro, itu dia cewek yang lho cari-cari, tapi..... sepertinya dia sangat akrab dengan Alvan."ucap teman cowoknya


"Diam lho.....dia hanya milik gw, nggak akan gw biarkan dia dekat dengan siapapun"ucap cowok


"Gila lho bro, kalau dia nggak mau sama lho gimana"


"Akan gue paksa, apapun akan gw lakukan"ucapnya dengan senyum licik


"lho yakin... apalagi kondisinya udah cacat, lho ngak malu apa? "


"sekali lagi lho ngomong, bakalan gw tonjok kepala"ucapnya marah


Ya laki-laki itu Daniel 2 orang teman akrabnya.


"permisi ya semua, aku mau ke toilet dulu sebentar"ucap Nafisya hendak berdiri dengan tongkatnya


"Nggak usah Khil, aku bisa sendiri kok"ucap nafisya kemudian berlalu ke toilet, berjalan menggunakan tongkat besi yang ada ditangannya.


tanpa dia sadari ada seseorang yang mengikutinya dibelakang.


"Hai cantik masih ingat dengan ku, apa kabar mu"ucap Daniel mensejajarkan berjalan dengan Nafisya


"Da....da... niel..... "ucap Nafisya membulatkan matanya sempurna,dia merasa kaget dan takut.


"bagus kamu masih ingat"ucap daniel tersenyum miring


"Kenapa kamu bisa ada di sini, apa yang kamu lakukan disini"ucap Nafisya cemas


"tidak perlu takut ataupun cemas cantik, aku nggak apa-apain kamu kok, aku kesini cuma ingin bertemu denganmu, udah lama aku mencari-carimu cantik kemana aja kamu menghilang"ucap Daniel mengusap kepala Nafisya yang tertutupi jilbabnya


"jangan sentuh saya"ucap Nafisya


"oopss..... maaf jangan ngebentak begitu dong, santai aja"ucap Daniel.


"awas saya mau pergi"ucap Nafisya berjalan kembali


"Ngak bisa gitu, gw akan ngikutin kamu"ucap daniel


"Jangan ganggu saya please....... "ucap Nafisya seperti memohon


"tidak akan ada yang mengganggumu cantik, aku ada sini"


"saya mau ketoilet daniel, jangan ikuti saya, saya mohon pergilah"ucap Nafisya memelas


"Ok.... ok baiklah, gw tunggu disini"ucap daniel


yang dihiraukan oleh Nafisya, dia berlalu menuju toilet meninggalkan Daniel yang terus menatapnya.


"Ya Allah kenapa aku harus bertemu dengannya lagi Allah, lindungilah hambamu ini ya Allah, hamba benar-benar takut ya Allah"ucap Nafisya menatap dirinya dicermin wastafel.


15 menit Nafisya di toilet, dia bingung harus keluar atau tidak, dia takut diluar masih ada daniel yang menunggunya, mau menelepon khila, HP dan tasnya tinggal dimeja tadi.


"Gimana ini"ucap Nafisya

__ADS_1


sedangkan disisi lain


"Fisya kemana ya kok lama banget"ucap Khila mulai khawatir


"Iya benar Khil lebih baik kamu susulin Fisya deh Khil, nggak mungkin kakak yang nyusulin dia"ucap Alvan juga Khawatir


"Yaudah deh aku susulin Fisya dulu"ucap Khila berdiri


sedangkan Nafisya


akhirnya mau tidak mau Nafisya memaksakan diri keluar dari toilet ,dengan langkah pelan dengan berjalan menggunakan tongkatnya, terlihat daniel dengan jarak 3 meter menghampirinya.


Nafisya benar-benar takut, namun masih berjalan menghindar.Daniel mengejar Nafisya.


"Heii.... mau menghindar dari ku cantik, ohh tidak bisa"ucap Daniel ucap daniel memegang tangan Nafisya


"Lepas.... lepas saya..... atau saya teriak"ucap Nafisya


"Jangan gitu dong cantik, santai aja, ayo ikut ,aku ngak akan macam-macam kok, kita cuma makan berdua aja ayo"ucap Daniel


"Tidak daniel, saya bersama teman-teman dan buk Maya disini,"


"tenang saja, setelah kamu menemaniku nanti kalau boleh bergabung lagi bersama mereka,ayo....cepat"


"tidak.... tidak.... jangan paksa saya daniel"ucap Nafisya menaikkan oktaf suara


"Dasar keras kepala, gw udah baikin malah ngelunjak"ucap Daniel menarik paksa tangan Nafisya


"jangan kaki saya sakit"ucap Nafisya merintih, daniel kembali berhenti dan akan menggendong Nafisya


"Jangan sentuh dia"ucap Zayn datang tiba-tiba dengan wajah merah padam.


"Lepaskan dia"ucap Zayn dengan mata elangnya melihat ke arah Daniel dan bergantian melihat ke arah Nafisya yang sudah menangis ketakutan.


"aa... abang... "lirih Nafisya yang terduduk dilantai


"siapa kau hah.... berani-beraninya melarang gw"


"bukan urusan lho ......apa yang lho lakuin sama dia,beraninya lho nyentuh dia hah "ucap Zayn menarik krah baju Daniel


"dia milik gw"ucap Daniel langsung mendapat pukulan di wajahnya oleh Zayn.


"berani-beraninya lho bilang"ucap Zayn kembali memukul Daniel, begitujuga Daniel tak tinggal diam, dia juga memukul Zayn.


"Stop bang.... stop"lirih Nafisya


"Abang..... "ucap Khila berlari menghampiri Zayn dan Daniel yang saling memukul.


"Bang... stop bang.... stop"ucap Khila berteriak, para chef, manager ,dan pengunjung restoran yang dekat dengan kejadian itu terkejut. mereka berkumpul melihat kejadian itu


Khila membantu Nafisya berdiri,manager cafe datang menghentikan perkelahian.


"Hentikan, jangan membuat kerusuhan di sini, silakan kalian selesai kan diluar, jangan mengganggu pengunjung disini"ucapnya


Zayn dan Daniel berhenti, keadaan keduanya sama-sama kacau.


"kalian semua bubar"ucap manager


"huhuhu..... "teriak mereka membubarkan diri kembali ke tempat duduknya.


"urusan gw sama lho belum selesai"ucap Daniel menatap Zayn kemudian beralih ke arah Nafisya, setelah itu berlalu pergi.


"Ayo kita pulang"ucap Zayn pada Nafisya yang berdiri disamping Khila yang mengusap punggungnya.


"Tas aku tinggal dimeja,trus bagaimana dengan yang lain"


"Nanti aku bilang sama mereka semua, tenang aja, sekarang pulanglah dengan bang Zayn"ucap Khila lembut


"Khila tolong ambil tasnya dan bawa ke mobil, abang tunggu dimobil"ucap Zayn


"Iya baik bang"ucap Khila berlalu


Zayn membantu Nafisya keluar dari restoran menuju mobilnya.


Mereka masuk ke dalam mobil menunggu Khila datang membawa Tas nya Nafisya


"Bang..... "


"Nanti bicara di rumah"


keduanya sama-sama diam hingga Khila mengetuk kaca mobil Zayn.

__ADS_1


setelah Khila pergi,Zayn menjalankan mobilnya meninggalkan restoran.


...****************...


__ADS_2