
Hari ini adalah hari weekend, hari liburnya para pekerja kantor, anak sekolah ,perkuliahan, para pegawai dan banyak lagi lainnya, setelah hampir 1 minggu mereka melakukan aktivitas rutin mereka setiap hari nya dan hari ini waktunya menikmati masa-masa istirahat di rumah.
pagi ini Nafisya telah disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga, mulai dari memasak,bersih-bersih ,merapikan apartemen yang terlihat sedikit berantakan, mencuci baju kotor dan lain sebagainya. setelah semuanya beres Nafisya kembali ke kamar,ternyata suaminya masih tertidur, setelah sholat subuh tadi Zayn melanjutkan kembali tidurnya.
Nafisya geleng-geleng kepala, kemudian berjalan membuka gorden kamarnya. Zayn merasa tidurnya terusik akibat silaunya sinar matahari perlahan membuka matanya, mengeliatkan dan merenggang otot-otot tubuhnya.
"sayang udah jam berapa sekarang"ucap Zayn melihat sang istri yang berjalan ke arah ranjang.
"tuh lihat udah jam 10 pagi"ucap Nafisya mengambil handuk yang berserakan dan menggantungnya.
"Kenapa tidak membangunkan Abang?"ucap Zayn kaget
"Iya sih Fisya nggak tega bangunin Abang,Fisya tau Abang pasti lelah"ucap Nafisya
"pengertian banget sih kamu sayang, sini cium Abang dulu"ucap Zayn manja
"Ngak ada cium-cium Abang, cuci muka dulu sana, habis itu sarapan, sudah Fisya siapkan dari tadi."ucap Nafisya duduk bersandar di sofa.
"pelit banget kamu sayang, masa cium aja ngak boleh"ucap Zayn bangkit dari duduknya menghampiri Nafisya di sofa.
"Aduhh sejak kapan sih Abang manja gini"ucap Nafisya bingung
cupp satu kecupan mendarat di bibir Nafisya, kemudian Zayn berlalu menuju kamar mandi.
"Abang.... "teriak Nafisya senyum-senyum sendiri
Disisi lain
di negara London seorang Pria muda berdiri di balkon kamar apartemennya melihat indahnya kota malam hari. Sudah 3 bulan lebih menghilang tanpa kabar ternyata sekarang pria muda itu berada di London menjadi pengobatan psikis .Sejak mengetahui wanita yang dikejar-kejarnya telah menikah dengan orang lain ,tepatnya dengan seseorang yang jauh lebih dewasa darinya. Daniel sangat frustrasi ,kecewa, marah, bahkan menyiksa dirinya sendiri,orangtua Daniel khawatir dan cemas melihat perubahan anaknya yang selama ini tidak pernah bersikap seperti itu dan akhirnya orang tua Daniel mengirim ke London untuk berobat pada psikiater terbaik.
Sekarang sikap Daniel berubah 180 derajat, dia lebih terlihat tertutup dan tidak ingin mengenal wanita lagi, hatinya cuma satu untuk Wanitanya yang kini telah jadi milik orang lain, yang belum sempat dimilikinya walau sesaat, hidupnya begitu miris, baru pertama kali terpikat dengan seorang wanita, namun ternyata wanita itu sudah menikah, ya walau Daniel terkenal playboy tapi tidak sedikitpun Daniel mencintai wanita yang pernah di pacarinya, namun Daniel juga tidak merusak wanita yang pernah dipacarinya, hanya saja cuma berc***man biasa dan menyentuhnya tidak lebih dari itu.
"Kau begitu tega Fisya, kau buat aku gila dan setengah mati.Aku sangat mencintaimu, tapi nyatanya cinta ini hanya lah bertepuk sebelah tangan, kau menikah dengan orang lain, kau tau saat pertama kali aku melihat mu, aku langsung terpikat dengan mu, kau begitu berbeda dari wanita manapun yang aku temui,aku tau kau tidak begitu cantik tapi kau mampu membuat ku tertarik. Aku tetap mencintaimu sampai kapan pun dan aku pastikan kau akan menjadi milikku suatu saat nanti"tekad Daniel
Saat dingin telah menusuk sampai ke pori-pori kulit, lampu-lampu setiap apartemen sudah padam, malam semakin larut.Daniel memutuskan masuk ke kamarnya untuk beristirahat
disisi lain
"Mami apa Daniel sudah menghubungi Mami? bagaimana keadaannya sekarang"tanya Rosa pada Shinta
"Belum sayang, tapi Rio bilang keadaan Daniel sudah lebih membaik dari sebelumnya, semoga saja dia segera cepat pulih"ucap Shinta dengan wajah sedih dan sendu
"yang sabar ya Mam,aku juga sangat sedih kenapa hidupnya begitu miris sekarang?aku tidak mengerti wanita bagaimana yang bisa menghancurkan hidupnya"ucap Rosa menguatkan Mami
__ADS_1
"entah lah sayang mami tidak tau nasib buruk ini terjadi pada putra Mami,padahal wanita bagaimana pun pasti akan didapatkan nya dengan mudah, sekarang kita hanya berharap supaya dia bisa seperti dulu lagi, satu bulan lagi kita akan ke London untuk mengunjunginya"ucap Mami,Rosa memeluk Maminya untuk menenangkan, sejak melihat adiknya begitu Mami maupun Papi nya sangat sedih.
Masalah datang pada keluarganya secara bertubi-tubi, mulai dari dirinya sendiri, adiknya, bahkan perusahaan Papinya sekarang dilanda krisis keuangan. Yang dulu hidup dengan kemewahan dan kekayaan apapun bisa mereka dapatkan bagaimanapun caranya,hidup semena-mena dan sombong, tapi itu semua tidak menjamin kehidupan akan bahagia,sebab roda selalu berputar tak selamanya kita diatas dan tak selamanya kita juga dibawah, jadi hiduplah sewajarnya.
**********
Siang ini Zayn dan Nafisya mengunjungi Mama Nafisya sudah 1 bulan rasanya mereka belum mengunjungi orangtua Nafisya karna kesibukan mereka masing-masing, tidak sempat untuk datang mengunjungi orangtuanya.
"Dek ada yang mau di beli dulu"tanya Zayn pada Nafisya
"Iya boleh deh Bang, kita beli buah-buahan"ucap Nafisya
"heemm... tadi Abang bilang apa, dek?? "tanya Nafisya
"Iya... Adek, kenapa??"tanya Zayn
"hehehhehe tidak apa-apa, Fisya suka aja di panggil Adek"ucap Nafisya
"Sungguh?? Sayang suka di panggil Adek"ucap Zayn tersenyum tipis dan dianggukkan oleh Nafisya
Mobil Zayn masuk ke halaman rumah Nafisya yang tidak luas.
Nafisya dan Zayn turun dari mobil mereka melangkah menuju teras rumah.
"Ayo Abang masuk aja, mungkin Mama di belakang jadi ngak kedengaran"ucap Nafisya menarik tangan Zayn masuk ke dalam rumah
"Assalamualaikum Mama, Mama, Mama"ucap Nafisya memanggil-manggil Mamanya
"Adek jangan teriak-teriak sayang"ucap Zayn yang duduk di ruang tamu
"kemana Mama? "ucap Nafisya berjalan ke belakang meletakkan buah tangan yang di bawanya di atas meja.
"Kakak?? beneran Kak Nafisya Kak? "ucap Syakira tidak percaya melihat Nafisya yang masih berdiri di pintu belakang
"Mana Kakak mu"ucap Mama
Mama dan Syakira sedang bertanam di belakang rumah
"itu mah, lihat deh mah"ucap Syakira
Nafisya menghampiri dua perempuan yang sangat dirindukannya itu.
"Mama"ucap Nafisya memeluk sang Mama
__ADS_1
"sayang"ucap Mama membalas pelukan Nafisya ,cukup lama anak dan ibu itu berpelukan melepas rindu.
"Dek"ucap Nafisya setelah memeluk mama dan beralih merengkuh tubuh adiknya
"Aku merindukan mu kakak, sangat merindukanmu"ucap Syakira memeluk erat Nafisya.
"Mana menantu mama nak"ucap Mama
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, Mama dan Syakira membersihkan tangannya yang kotor akibat bertanam di belakang rumah tadi. Sedangkan Nafisya menghampiri Zayn yang masih duduk di ruang tamu.
"Abang"ucao Nafisya, Zayn langsung menoleh pada istrinya.
"sudah ketemu sama mama"tanya Zayn
"sudah, mama dan Ira ada di belakang rumah tadi"ucap Nafisya duduk disamping Zayn
Mama dan Syakira membawa nampan yang buah tangan yang dibawakan Nafisya tadi serta kue bolu dan minuman.
"Mama"ucap Zayn berdiri dan menyalami tangan mertua, setelah Mama meletakkan nampan di atas meja.
"nak Zayn apa kabar nak"ucap Mama
"Alhamdulillah baik baik, mama sendiri bagaimana?"ucap Zayn dan Mama sudah duduk di kursi
"Ayah mana mah"ucap Zayn dan Nafisya bersamaan
"kompak banget Kak"goda Syakira
Mama hanya tersenyum melihat anak dan menantunya itu
"Alhamdulillah sekeluarga baik nak."
"sekarang Ayah ada di tambak ikan nak"ucap Mama,Zayn dan Nafisya mengangguk malu,akibat tadi bersamaan bertanya Ayah.
"maaf ya mah, Zayn dan Nafisya jarang mengunjungi Mama dan Ayah"
"Mama ngerti nak, kalian pasti sibuk dengan urusan masing-masing, nak Zayn mengajar di kampus dan Fisya kuliah"ucap Mama
Mereka melanjutkan ngobrol bersama. Hingga Mama menyuruh anak dan menantunya itu untuk istirahat di kamar mereka.
...****************...
Bersambung
__ADS_1