
Malam harinya
Nafisya dan Zayn sedang bersiap-siap di kamar mereka
"Bang kita mau kemana sih bang?" ucap Nafisya sambil memasang jilbab Syar'inya
"Ikutin aja, nanti juga dijemput Kelvin dan Tante"ucap Zayn memasang kancing kemejanya
"jadi Kak kelvin sama Tante Ayana pergi juga? "
"Hhmmm.... "
mereka kembali fokus pada kegiatan masing-masing.
"Ayo cepat, aku tunggu di luar"ucap Zayn setelah selesai
"Iya ini udah mau selesai bang, kita barengan aja keluarnya"ucap Nafisya berjalan dengan pelan-pelan menuju lemari untuk mengambil tasnya
"mau ambil apa? "ucap Zayn
"Tas bang"
"duduk aja disitu, aku yang ambilin"Zayn berjalan menuju lemari untuk mengambil tas Nafisya.
"Nih"
"Ayo kita pergi"ucap Zayn mengambil kursi roda Nafisya
"jangan pake kursi roda lagi bang, Fisya bisa jalan kok, walaupun pelan"
"Ngak ada, kaki kamu itu masih dalam masa pemulihan, emangnya mau tu kaki ngak sembuh-sembuh"ucap Zayn dingin tapi perhatian
"Iya... iya deh bang, aku tu ngak mau buat abang malu bawa aku yang selalu pake kursi roda"
"Udah deh,aku lagi malas berdebat sama kamu, ayo cepat"ucap Zayn memegang kursi roda Nafisya, dengan wajah cemberut Nafisya mendudukkan dirinya dikursi roda, kemudian Zayn mendorong kursi roda Nafisya keluar kamar.
"Tuh pengantin barunya, lama banget sih bro, ngapain dulu?"ucap Kelvin melihat Zayn dan Nafisya mendekat kearah mereka duduk
"jaga tuh mulut lho"ucap Zayn kesal
"Udah Ayo berangkat"ucap Ayana tersenyum manis
Mereka berpamitan pada Ayah dan Mama Nafisya.
Setelah itu menuju mobil yang dibawa kelvin, Zayn duduk disebelah Kelvin yang menyetir mobil. Dan Nafisya ditemani dibelakang oleh Ayana.Kemudian kelvin menjalankan mobil meninggalkan rumah Nafisya.
Di perjalanan
"Kakinya masih sakit sayang, ngak ada perubahan yang dirasakan setelah fisioterapi"ucap Ayana pada Nafisya
"Alhamdulillah kaki fisya udah baikan kok Tan, malahan udah bisa jalan ya walau pelan-pelan, tapi bang Zayn aja yang ngak bolehin Fisya banyak berjalan, dia maunya Fisya pake kursi roda aja terus " ucap Nafisya semberut
"Heheheh..... itu artinya bang Zayn perhatian sama Fisya, dia ngak mau fisya kenapa-kenapa, "ucap Ayana terkekeh pelan
"hahahahhah...... itu tandanya... bang Zayn sayang sama Fisya"ucap Kelvin meledek Zayn
"dasar lho, mau gw sumpal tuh mulut lho, asal ngerocos aja"ucap Zayn kesal
"Hehehehe..... Kak kelvin bisa aja, sayang gimana coba Kak, tiap hari debat terus"ucap Nafisya polos,Ayana dan Kelvin langsung terkekeh mendengar Nafisya, sedangkan Zayn menepuk jidatnya malu.
__ADS_1
"dasar bocah buat malu aja, dimana letak muka gw"batin Zayn
"Ohhhhwww.....jadi tiap hari Zayn sama Fisya berdebat, masalah apa sih yang di perdebatkan"ucap Kelvin melirik ke arah Zayn yang pura-pura ngak tau.
"Banyak Kak, semuanya dipermasalahkan, mulai dari masalah makan, tidur, mandi, fisya ngak boleh ini, ngak boleh itu, pulang kerja selalu nanya apa yang fisya lakukan dirumah, semuanya aktivitas Fisya bang Zayn harus tau, kadang-kadang ya Kak Fisya risih dan kesal dengan sikap bang Zayn"ucap Nafisya asik bercerita, Ayana dan Kelvin menepuk jidatnya, menahan tawa, Nafisya menceritakan privasinya kepada mereka, sedangkan Zayn pria itu menahan malu dan kesal dengan sikap polosnya Nafisya
"Ngak nyangka gw bro, lho se posesif itu sama istri lho,sifat asli lho udah keluar deh"ucap Kelvin geleng-geleng kepala tersenyum mengejek sambil fokus nyetir.
"heheheheh..... udah ya sayang, jangan bongkar lagi privasinya Zayn dan Fisya, kasian tuh bang Zayn nya"ucap Ayana lembut melihat ke arah Zayn yang wajahnya dari tadi ditekuk
"Hiihiihi.... maaf Fisya ya tante"ucap Nafisya pada Ayana dan melirik ke arah Zayn sebentar
Tidak ada lagi pembicaraan di dalam mobil, kini terasa hening, mereka sama-sama fokus pada pikirannya masing-masing dan tetap melanjutkan ke tempat yang dituju.
Mobil berhenti direstoran mewah, yang rencananya mereka akan makan malam di sana.
Kelvin langsung mengajak Ayana turun dan masuk ke restoran, sedangkan Zayn mengeluarkan kursi roda,Nafisya membuka pintu mobil dan duduk dikursi roda, kemudian Zayn mendorong kursi rodanya.
"Bang!!!"
"Abang.... kok abang diam aja dari tadi"ucap Nafisya masih belum menyadari kesalahan.
"bang jawab aku dong, ngomong..... "ucap Nafisya
"Apa kamu ngak bisa diam"ucap Zayn kesal
melihat Zayn sepertinya dalam bad mood terpaksa Nafisya diam. Mereka menuju tempat dimana Kelvin dan Ayana duduk.
"loh kok wajah lho ditekuk terus, baru kali ini gw lihat wajah lho begitu"ucap Kelvin saat Zayn dan Nafisya sampai disana
"Udah ah... cepatan pesan makanannya atau ngak pulang aja"ucap Zayn datar mendudukkan dirinya di sebelah Kelvin
"Udah Kak, kita mau makan kan, langsung aja pesan makanannya"ucap Ayana ngak ingin memperpanjang masalah, karna dia tau Zayn tidak baik-baik saja.
Kelvin memanggil pelayan, kemudian mereka memesan makanan masing-masing, Nafisya terkejut melihat harga makanan di daftar menu, harganya ngak tanggung-tanggung, ngak ada yang dibawa ratusan, namanya juga restoran mewah.
saat menunggu makanan mereka datang, Kelvin dan Ayana mereka asik bicara dan ngobrol santai, sedangkan Nafisya dan Zayn mereka sama-sama diam, Nafisya terlihat curi-curi pandang pada Zayn yang wajahnya datar dan dingin.
Makanan pesanan pun datang,Mereka menikmati makanannya masing-masing.setelah menikmati menu utama mereka kembali menikmati cake yang mereka pesan tadi. namun tiba-tiba ada 2 cewek yang menghampiri meja mereka
"Boleh bergabung ngak? "ucap Rosa tersenyum genit ke arah Zayn,mereka langsung melihat kearah sumber suara yang ternyata Rosa dan jeni adiknya kelvin.
"Hai pak Zayn senang sekali kita bertemu disini, jodoh emang ngak kemana ya pak"ucap Rosa tersenyum bahagia langsung duduk di sebelah Zayn,
"Jeni.... Rosa"ucap Kelvin dan Zayn
sedangkan Ayana dan Nafisya terlihat bingung.
"Jodoh??? "gumam Nafisya heran dengan pernyataan Rosa,Zayn yang mendengarnya menarik sudut bibirnya.
"Siapa dia sepertinya dia sangat akrab dengan bang Zayn,dia cantik dan juga seksi ,apa jangan-jangan dia pacarnya bang Zat? "batin Nafisya menatap Rosa
"Hai calon kakak Ipar"ucap jeni ramah menyalami tangan Ayana. Ayana hanya tersenyum kikuk.Ayana dan jeni udah beberapa kali bertemu, Kelvin yang memperkenalkan Ayana pada adiknya
"abang tega ya makan malam sama calon kakak Ipar dan juga Pak Zayn ngak ngajak-ngajak aku"ucap Jeni cemberut dan duduk di sebelah Ayana
"Kenapa kamu bisa ada disini, anak gadis malah keluyuran malam-malam"
"heheheh..... maaf bang, masa' iya abang aja yang boleh keluar aku ngak"
__ADS_1
"dibilangin malah ngebantah, awas kamu uang jajan kamu abang potong"
"Udah-udah Kak, jangan terlalu keras dan mengekang Jeni, dia kan udah besar bisa jaga dirilah"ucap Ayana menengahi
"calon kakak ipar paling ngertiin aku"ucap Jeni memeluk Ayana dari samping,Kelvin menatap mereka dengan tersenyum.
sedangkan Rosa bergelayut manja pada lengan Zayn. Zayn hanya diam dan membiarkan Rosa. Nafisya kesal melihatnya. dia mengaduk-aduk makanan melampiaskan kekesalan.
"Loh kok diaduk-aduk makanannya sayang.... ayo makan"ucap Ayana lembut,semuanya melihat ke arah Nafisya, Kelvin yang melihatnya menahan senyum dan menatap ke arah Zayn dan Rosa.
"Siapa dia kakak ?"ucap Jeni pada Ayana
"dia ist........... "
"Dia adiknya Zayn"potong kelvin cepat sambil menatap Ayana dengan gelengan kepala
"Ohhhww..... adiknya pak Zayn,"
"Hai aku Jeni adiknya bang Kelvin, sama kenal"ucap Jeni mengulurkan tangannya pada Nafisya dan di sambut ramah oleh Nafisya
"Aku Fisya Kak, salam kenal juga"
"kok aku ngak tau ya dia adiknya pak Zayn, waktu aku ke rumah tante Anita ngak pernah tuh lihat dia"ucap Rosa sinis sambil memandang Nafisya aneh apalagi dengan cara pakaiannya yang kampungan menurut Rosa.
"dia memang adikku"ucap Zayn datar, Rosa menatap Zayn dengan tersenyum manis
"oohhh... kenalin aku calon tunangan Pak Zayn"ucap Rosa dengan angkuh
"calon tunangan?"ucap Ayana menatap sinis dan tidak suka pada Rosa
"Zayn!!!! "ucap Ayana menaikkan oktaf suara ,Zayn cuma menganggukkan kepalanya pada Ayana
"kamu jangan aneh-aneh deh Rosa"bantah kelvin
"Iya bukannya kamu udah ditolak sama pak Zayn"bela Jeni
"Kalian itu nggak tau, aku masih berhubungan baik dengan pak Zayn, aku yakini mami sama papi ku kembali melanjutkan tunangan kami, iya kan pak"ucap Rosa dengan bangganya
"Jangan bahas yang tidak penting"ucap Zayn melihat ke arah Nafisya yang terlihat biasa saja padahal dia menyembunyikan dadanya yang bergemuruh hebat.
"dia terlihat biasa saja, dia tidak cemburu, berarti benar dia tidak memiliki perasaan apapun padaku"batin Zayn
"Kamu mau cake, ini masih ada cake nya"ucap Zayn basa basi
"kalau pak Zayn yang beri nggak mungkin aku menolak"ucap Rosa menyandarkan kepala dibahu Zayn. Nafisya merasa muak dengan semua itu.
pak Zayn cuma Rosa aja nih yang di basa in cake, akunya ngak"ucap Jeni
"kalau kamu mau tuh masih ada"ucap Zayn
"Terimakasih..... pak Zayn memang baik, ngak sama tuh sama bang Kelvin"ucap Jeni memutar bola matanya malas. Ayana cuma tersenyum melihat kakak adik itu yang jarang akur.
...****************...
Reader tercinta kasih dong like, komen dan vote🙂🙏🙏 kalian itu bagaikan penyemangat hidup😍 buat aku supaya cepat-cepat updatenya.
kritikan dan sarannya juga boleh😊
Happy reading🤗
__ADS_1