
Pukul setengah tujuh Zayn sampai di apartemen miliknya. Kemudian Zayn langsung masuk ke kamarnya
"Kemana dia?"ucap Zayn meletakkan tas kerjanya di atas meja di dalam kamarnya. Lalu Zayn lebih memilih bersih-bersih ke kamar mandi.sekitar 10 Zayn di kamar mandi setelah itu keluar dari kamar mandi dan melilitkan handuk di pinggangnya.
Nafisya masuk ke dalam kamar
"Astagfirullah al'azim Abang? kapan Abang pulang? kenapa Adek ngak tau?"ucap Nafisya berjalan ke arah lemari hendak baju Zayn, dia lebih menghindar supaya tidak melihat Zayn karna Fisya merasa risih melihat Zayn yang tidak pake baju.
"Dek sekarang siap-siap kita akan ke restoran xxxxx?"
"Tumben Abang ajak adek makan ke restoran? tapi lain kali aja Abang adek udah masak untuk makan malam kita "
"Bukan Abang yang ajak, tapi Kelvin yang mengundang kita untuk kita makan malam di restoran xxxx"ucap Zayn mendekati Nafisya yang dari tadi belum selesai-selesai memilih baju Zayn.
"Pantesan, sejak kapan Abang mau makan malam romantis"gumam Nafisya malas
"Bilang apa tadi dek"ucap Zayn sudah berada tepat dibelakang Nafisya.
"Hah? tidak-tidak bilang apa-apa, heheheheh ini baju Abang"ucap Nafisya nyengir menahan gugup menghadap Zayn.yang belum menerima pakaian dari tangan Nafisya.
Jarak mereka sangat dekat saat ini, Zayn mengunci pergerakan Nafisya.
"Awas minggir Abang,adek mau siap-siap dulu"ucap Nafisya sangat gugup
"Kenapa adek gugup begitu?hemm"ucap Zayn mendekatkan wajahnya pada Nafisya,jantung Nafisya ingin melompat saat ini keluar, dia selalu tidak bisa seintens ini dengan Zayn.
"Bukan kah ki..kita mau pergi"ucap Nafisya
Zayn hanya mengangguk, Zayn sudah mengikis habis jarak diantara mereka dia tau bangat sekarang Nafisya sangat gugup,takut,malu bercampur jadi satu.Hampir bibir Zayn menempel pada bibir Nafisya.
Tiba-tiba handuk yang Zayn gunakan melorot ke bawah.
"Aaaaaaaaaaa,Abang!!!!"teriak Nafisya menutup mata dengan telapak tangannya. Zayn dengan secepat kilat langsung mengambil handuknya dan melilitkan dipinggangnya kembali.Nafisya punya kesempatan untuk lari.
🍁🍁🍁🍁🍁
Mereka sudah siap berangkat Zayn dan Nafisya memakai pakaian couple Jas dan gamis yang dikenakan senada.
"Kita jemput Mama Anita dulu"ucap Zayn fokus menyetir
"Mama Anita juga ikut, emang acara apa yang dibuat Kak Kelvin sih Abang?kenapa semua orang diajaknya"ucap Nafisya
"Kita lihat saja nanti"ucap Zayn
Mobil Zayn memasuki halaman rumahnya yang luas .Mama Anita sudah menunggu di teras. Nafisya turun dari mobil dan menyambut sang Mama mertua.
"Sudah ayo masuk"ucap Zayn dari dalam mobil.
"Ayo masuk Mah"ucap Nafisya
dia lebih memilih menemani sang Mama duduk dibangku belakang.
"Kenapa ngak didepan dek"ucap Zayn
"Masa Mama sendirian di belakang, Abang kan ngak perlu ditemani"ucap Nafisya
"Yasudah terserah kamu"ucap Zayn dingin.
Mama Anita hanya terkekeh melihat anak dan mantunya itu.
kemudian memutar mobilnya, dan melajukan mobil meninggalkan rumahnya menuju restoran yang dimaksud kelvin.
"Tante Ayana mana Mah, dia ngak ikut juga?"ucap Nafisya
"Sudah nak dia udah pergi ke restoran sekitar 30 menit yang lalu,katanya sih menemui klien penting dia ngak tau kalo Kelvin buat rencana ini? "
__ADS_1
"Udah dari tadi dong, tapi rencana apa Mah? "ucap Nafisya heran.
"Kamu belum tau, Zayn belum kasih tau kamu?"ucap Mama
"Sudah mah biarin aja, nanti dia juga tau, lagian kalo dijelaskan juga dia ngak akan ngerti"ucap Zayn menyela
"Ihhh Abang pikir Adek masih anak kecil lagi, kalo ngak mau jelasin yasudah ngak papa"ucap Nafisya cemberut
"Jangan dengarin Abang Zayn dia memang begitu"ucap Mama mengusap bahu Nafisya
"Iya mah nyeselin bangat"ucap Nafisya
Tak lama mobilpun sampai di restoran xxx, Zayn,Nafisya dan Mama Anita turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
Mereka langsung menuju ruang VIP yang dimaksud Kelvin. Nafisya dan Mama Anita hanya mengikuti langkah Zayn.
Tiba di ruang VIP Mama Anita disambut oleh Mama dan Papa Kelvin.
"Kemana saja Lho Bro, dari tadi gw nungguin "ucap Kelvin menghampiri Zayn dan Nafisya yang berdiri disamping Zayn dengan wajah cemberut
Zayn menjawab dengan lirikan matanya ke arah Nafisya, Kelvin pun hanya geleng-geleng kepala.
"BTW serasi banget kalian malam ini,yang ada nanti bukan acaraku malah jadi acara kalian"Goda kelvin
"heheheh... Kak kelvin bisa aja"ucap Nafisya terkekeh
"Kami memang sangat cocok dan serasi,iya ngak dek"ucap Zayn bangga, Nafisya hanya melirik malas pada Zayn
"Ohh iya Tante gw mana?"ucap Zayn tidak melihat Ayana diruangan itu.
"Astaga gw lupa pasti Ayana sudah mencari-cari klien penting yang gw katakan padanya tadi sore,kalian tunggu disini, gw mau cari Ayana dulu"ucap Kelvin
"duhh gimana sih lho"umpat Zayn
"Sudah kita duduk dulu"ucap Zayn menarik tangan Nafisya yang membawanya untuk bergabung dengan keluarga Kelvin.
"Hai Pak Zayn"sapa Jeni
matanya melirik ke arah Nafisya
"Iya jeni"ucap Zayn.
Disisi lain
"Astaga udah dari tadi Ayana menelepon gw"ucap Kelvin melihat banyaknya panggilan dari Ayana.
"kemana dia?"ucap Kelvin mencari keberadaan Ayana dan menelisik ke seluruh restoran tersebut.Tak sengaja ekor mata Kelvin melihat Ayana yang duduk sendiri disudut restoran sambil mengotak-atik Handphonenya. Kelvin pun tersenyum dan melangkah menghampiri meja Ayana.
"Ay"Ayana langsung menoleh
"Kak Kelvin"ucap Ayana berdiri
"kemana aja Kak, udah dari tadi aku tungguin, teleponku juga ngak diangkat, sekarang Klien kita dimana Kak?"ucap Ayana tidak sabaran ,Kelvin hanya tersenyum menanggapinya.
"Jawab Kak bukan malah senyum-senyum"ucap Ayana
"Iya Iya Maaf Ay, ya sudah Ayo ikuti Kakak"ucap Kelvin berjalan duluan dan Ayana mengikutinya dari belakang.
"Ohh ohhh ternyata di ruang VIP, kenapa ngak bilang dari tadi Kak"ucap Ayana saat mereka sudah sampai diruangan VIP, Kelvin membuka pintu ruangan tersebut.
Betapa Kagetnya Ayana melihat didalam ruangan tersebut bukan klien tapi keluarga kelvin dan keluarganya.
"Hello Calon Kakak Ipar"ucap Jeni menghampiri Ayana yang masih mematung di depan pintu.
"Ha hai Jeni"ucap Ayana dilanda kebingungan.
__ADS_1
"Kak bukankah kita akan bertemu klien tapi kenapa malah ada keluarga kita disini"ucap Ayana bingung menatap Kelvin
"Nanti dulu bicaranya calon kakak ipar, kita duduk dulu mereka sudah dari tadi menunggumu"ucap Jeni menambah kebingungan Ayana.
Mau tak mau Ayana mengikuti Jeni untuk duduk dibangku meja makan itu.
"Zayn, Fisya, Kakak ini ada apa?"tanya Ayana
Kelvin memanggil pelayan untuk datang membawa kan pesanan makanan yang sudah dipesannya tadi siang.
"Fisya juga ngak tau Tante"ucap Nafisya polos,dijawab dengan senyuman oleh Ayana.
"Maaf Bu, Pak"ucap Ayana berdiri dari duduknya kemudian menyalami tangan kedua orang tua Kelvin.
Setelah Makanan sudah tersaji di meja Makan panjang itu, Kemudian Kelvin ikut bergabung.
"Mari semua kita nikmati dulu dinner malam ini"ucap Kelvin duduk disebelah kiri Ayana,dan sebelah kanan Ayana ada Jeni.
"Kak Kelvin tolong jelaskan semua ini"ucap Ayana
"Kita makan dulu Ay, nanti aku jelaskan semuanya pada kamu"ucap Kelvin menatap lembut Ayana yang mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti atas semua ini.
Mereka semua menikmati makan malam mereka masing-masing,kecuali Ayana merasa tidak tenang dan bingung.
Setelah acara makan selesai Ayana masih tetap diam, Zayn memberi kode pada Kelvin.
dengan mengambil nafas panjang Kelvin berdiri dan mulai bicara.
"Maaf sebelumnya untuk Ayana,aku tidak memberitahu kamu tentang ini sebelumnya, karna aku ingin memberi kejutan untuk kamu malam ini, pasti kamu bertanya-tanya kenapa ada keluarga kita disini?"ucap Kelvin menjeda ucapannya, Ayana masih diam mendengar ucapan Kelvin.
"Tante Anita aku ingin menyampaikan niat baik, di depan semua orang malam ini, sebagai seorang laki-laki aku ingin menunjukkan keseriusan ku pada Ayana,aku ingin meminangnya sebagai istri ku" Ayana langsung sontak kaget dan tidak percaya dengan ucapan Kelvin barusan.Terlihat Papa dan Mama Kelvin tersenyum bangga pada keberanian anaknya.
"Sebagai orangtua Kelvin kami ingin melamar nak Ayana untuk menjadi istri anak kami"ucap Papa Kelvin angkat bicara
Air mata Ayana sudah tergenang dipelupuk matanya, lalu dia tersenyum menatap Kelvin yang juga sedang menatapnya dengan tersenyum.
"Bagaimana nak Ayana,apakah nak Ayana bersedia?"ucap Papa Kelvin
Ayana menatap Mama Anita, Zayn dan Nafisya yang tersenyum bahagia padanya, Mama Anita menganggukkan kepalanya.
"Insya Allah Ay ber...ber sedia"ucap Ayana gugup dan menganggukkan kepalanya dengan mantap.
Alhamdulillah.
Ucapan syukur dan diiringi tepukkan tangan bergema diruangan itu.Semuanya terlihat sangat bahagia.
Kelvin mengeluarkan sebuah kontak cincin berwarna merah brudu. Ayana berdiri dari duduknya dan Kelvin bertekuk lutut didepan Ayana dengan tangan masih memegang kotak cincin yang sudah dibuka.
"Mau kah kau mendampingi ku dalam suka maupun duka?, mau kah kau hidup bersamaku, menjalani hari-hari bersamaku menghadapi masa depan bersama membangun keluarga kecil kita, dan menjadi ibu dari anak-anakku,menyatukan visi dan misi kita bersama, menggapai tujuan yang ingin kita capai"ucap Kelvin dengan ketulusannya
Tak terasa bulir-bulir bening jatuh dari pelupuk mata Ayana, dia begitu tersentuh dan terharu dengan ungkapan Kelvin.Dia tak menyangka Kelvin begitu tulus dan serius dengan cintanya.
"Kak Kelvin, Ay bersedia Kak"ucap Ayana terharu dan tersenyum bahagia. Mendengar ucapan Ayana ingin Kelvin memeluk tubuh itu erat-erat, namun itu tidak bisa di lakukannya.
Semua orang menyaksikan juga ikut terharu, termasuk Nafisya dia sangat terharu melihat Kelvin dengan cinta dan ketulusan pada Ayana.
"Masya Allah begitu tulus dan manisnya ucapan Kak Kelvin, Tante Ayana sangat bahagia"
"Andai aku juga seperti itu dulu, pasti aku juga sangat bahagia dan menangis haru seperti Tante Ayana"gumam Nafisya
yang masih bisa didengar oleh Zayn.
...****************...
Bersambung
__ADS_1