
Pagi harinya di rumah Zayn
Zayn masih di dalam kamar tengah bersiap-siap untuk kantor dulu nanti siang baru ngajar di Kampus.
"Secepat itu kah aku akan menikah, terlebih dengan wanita yang masih belia, ini benar-benar gila tidak masuk akal, semuanya karna Mama"gumam Zayn bercermin sambil memasang dasinya.setelah Rapi dan wangi Zayn turun ke bawah. terlihat mama yang tengah sibuk menelepon seseorang. namun Zayn tidak menghiraukannya, zayn langsung menuju meja makan mengambil Roti bakar dan memakannya.
"Zayn nanti tidak boleh mengunjungi Nafisya hari ini? "ucap Mama berjalan menuju meja makan.
"Kenapa Mah? "
"Aduh...... harus tahan dulu ngak bertemu sayang, sampai besok jangan khawatir calon istri kamu tetap aman kok"ucap Mama tersenyum menggoda
"Apaan sih mah, ngak jelas nih mama"ucap Zayn kemudian menyerut teh hijaunya lalu pergi
"Zayn ngak sarapan nak? "teriak mama
"Makan roti aja mah, aku pergi dulu"ucap Zayn yang berlalu.
"Anak itu......... "ucap Mama geleng-geleng kepala
Zayn masuk ke dalam mobilnya dan melajukan keluar dari rumah menuju Kantor.
"Semakin kesini mama semakin ngaco, sumpah aku sangat-sangat pusing menghadapi kenyataan yang seperti mimpi, ngak habis pikir ini bakalan terjadi, kenapa ini semua benar-benar kacau, "gumam Zayn sambil menyetir hingga tak terasa Zayn tiba di kantor.
Zayn masuk di sambut dengan ramah oleh karyawan. Dibalas dengan anggukkan oleh Zayn lalu berlalu menuju ruangannya.
"Calon pengantin tambah tampan aja, tapi itu muka lho aman ngak bro"ucap Kelvin tersenyum mengejek
"Gw udah tampan dari lahir, dan kenapa dengan muka gw ada yang salah?"ucap
Zayn
"Ada...... Muka lho terlihat lebih berseri,aura calon pengantin memang berbeda"ejek Kelvin yang padahal wajah Zayn terlihat tidak bersemangat
"Pala bapak Lho, wajah gw seperti orang frustrasi begini di bilang berseri, mata lho buta kali"
"Iya frustasi karna ngak bisa lihat calon istri, sabar... bro besok kan udah nikah jadi lho bebas lihatin istri lho"ucap Kelvin yang langsung dapat lemparan buku kena kepalanya.
"Woiii........ sakit tauk, ngak ada perasan banget lho, tega banget sama sahabat lho, gini-gini gw nanti yang bakalan sibuk dengan pernikahan lho"
"Terserah lho deh"ucap Zayn sambil membuka laptopnya.
"Oh.... iya Bro, lho undang Rosa juga ngak? "ucap kelvin bertanya
"Ngak..... Gw ngak ingin siapa pun tau tentang pernikahan gw, cukup keluarga dan orang-orang terdekat aja, "
"Lho harus bisa tutup mulut lho Vin, jangan sampai orang lain tau, bukan karna gw merahasiakan pernikahan dadakan gw ini, tapi lho sendiri tau kan Vin akan ada waktunya untuk mempublikkan hubungan, lagian privasi atau publiknya hubungan tetap kita aja yang jalanin, ngak ada hubungannya juga dengan oranglain, apalagi Nafisya masih sakit, jadi gw ingin fokus dulu untuk kesembuhannya"jelas Zayn panjang lebar
"Gw ngerti..... gw paham maksud lho Bro, tenang aja, gw pastiin pernikahan lho rahasia, gw rasa lho beruntung deh dapet istri seperti Nafisya masih muda dan belia , baik, cantik sholehah lagi, tapi Nafisya yang buntung deh dapet suami yang udah tua kayak lho, gw heran kenapa dia bisa menerima lho"ucap kelvin
"Ngaco lho, tua..... tua bapak lho, enak aja lho ngomong gw tua, lho tu yang udah tua, brewokan lagi, masih bujang juga ngak bisa bersihin diri, pergi ke tukang cukur sana" ejek Zayn
"Dasar lho malah ngejek gw, walau brewokan gini gw ganteng kali, banyak tu wanita yang ngejar -ngejar gw,"ucap kelvin
"Udah ahh.... malas bicara sama calon pengantin, ngak mau kalah.Mama lho pesan sama gw tadi, buat ngantarin lho cari cincin untuk pernikahan "ucap Kelvin sambil melangkah mengambil berkas -berkas diatas meja Zayn.
"Kenapa ngak mama aja yang beli sih"gumam Zayn
***************
Disisi lain
Nafisya di datangi oleh teman-temannya Alvan, Andi Arga dan Mita yang dibawa oleh Khila untuk mengunjungi Nafisya di rumah sakit.
"Bagaimana keadaannya sekarang? "ucap Alvan cemas melihat Nafisya yang sedang bersandar di Brankarnya
"Alhamdulillah lumayan membaik kak"
"Fisya kenapa kamu tidak menghubungi kami Sya, Untung Khila memberi tau kalau ngak kami ngak akan tau kamu ada di rumah sakit, Maafin aku ya Sya aku telat tau kamu di rumah sakit"ucap Mita
"Mana bisa orang sakit menghubungi Orang lain"gumam Arga
__ADS_1
Khila yang berdiri didekat Arga langsung menoleh ke arah Arga.
"Iya.... Iya Mit, ngak papa kok,lagian aku udah membaik"ucap Nafisya
"Kenapa bisa terjadi kecelakaan Fisya, trus siapa orang yang nabrak kamu itu, dia ngak tanggung jawab?? "Tanya Andi
"Lho kalau mau nanya satu-satu dong, pusing Nafisya mau jawabnya, malah jadi beban orang aja"cerocos Mita
"Jangan marah dong bel, kan aku hanya penasaran sama tu orang yang ngak nabrak Fisya, ngak bertanggung jawab banget"
"Heiiii........ lho cuma penasaran doang!!!ngak ada gunanya juga"ucap Mita
"Mulai lagi Dramanya, dasar pasangan aneh"ucap Arga cuek
membuat Nafisya, Khila dan Alvan tertawa
"Hahahhah...... kalian udah berapa lama sih ngak ketemu, baru juga ketemu udah berantem"ucap Khila
"Udah..... udah kita kesini itu mau lihat kondisi Fisya, ngak mau berantem atau berdebat, kasian Nafisya"ucap Alvan
Mita menatap tajam ke arah Andi di balas dengan senyuman terpaksa oleh Andi.
"Apa ada keluhan lain yang kamu rasakan sekarang"ucap Alvan membuat Nafisya menunduk seketika.
sesaat kemudian mengangkat kepalanya kembali.
"Maaf Kak Nafisya mengalami keretakan pada tulang kakinya yang membuat dia akan sulit untuk berjalan"semua yang ada diruangan itu tutup mulut karna terkejut tapi berbeda dengan Arga dia juga terkejut tapi ekspresinya datar.
"Ya Allah Fisya, aku benar-benar ngak nyangka ini bakalan terjadi sama kamu Sya, kamu yang kuat ya Sya, kami selalu mendukung kamu Sya"ucap Mita terkejut
"In Sya Allah Mit, lagian inilah suratan takdir yang Allah tentukan untuk ku, ya Mau gimana lagi, Aku harus menerimanya"ucap Nafisya tetap tersenyum.
"Jadi udah di rontgen tulang kakinya, dan udah konsultasi dengan dokter? "ucap Alvan yang sebenarnya sangat kasian dengan Nafisya, namun dia tidak melihatkannya.
"Belum Kak, tapi In Sya Allah secepatnya Kak "ucap Nafisya
"Ngak baik dibiarkan lama-lama Fisya, aku bakalan membantu kamu untuk soal biaya cek ke dokter, supaya kamu cepat sehat dan pulih lagi Fisya"ucap Alvan membuat Khila langsung menoleh ke arah Alvan dengan tatapan sulit diartikan entah sakit atau senang dengan tawaran bantuan Alvan kepada Nafisya.
"Benar ucap Kak Alvan Fisya, kami juga bakalan membantu soal biaya,supaya kamu cepat pulih kembali"sambung Khila yang dianggukan oleh Mita, Andi dan Arga.
"Ngak papa Fisya kami tidak merasa direpotkan, apalagi ini demi kebaikan kamu juga, Papaku ada kenalan dengan dokter tulang, aku bisa membawamu untuk berobat ke sana"ucap Alvan perhatian.
"Maaf Kak bukan aku menolak kebaikan Kak Alvan, tapi Kak Alvan tidak perlu melakukan itu semua untuk aku Kak, Ayah juga udah cariin dokter tulang kak"ucap Nafisya,begitu berat hatinya untuk menolak kebaikan Alvan sebab Nafisya tidak ingin Alvan terlalu baik lagi padanya, dia takut tidak bisa melupakan Alvan sebab besok Nafisya akan menikah dengan Zayn.
"Yasudah Ngak papa, tapi jika kamu membutuhkan bantuan aku ehhh.... kami akan siap membantumu"ucap Alvan gugup
sedangkan yang lain hanya melihat interaksi mereka berdua tanpa bersuara.
Seketika ruangan hening dan beku, tapi sesaat kemudian Handphone Alvan membuyarkan mereka semua yang hening.
"permisi saya mau angkat telepon dulu"ucap Alvan keluar ruangan.
"Hhhhhmmmm"ucap Mita, Andi, Arga dan Khila serempak membuat mereka berpandangan berempat termasuk Nafisya melihat ke arah mereka.
Alvan masuk keruangan kembali.
"Maaf ya semuanya, aku pamit ada urusan mendadak"ucap Alvan
"Fisya,aku pamit ya Sya, besok aku akan kesini lagi menjengukmu"
"Iya tapi, tapi besok Kak Alvan ngak perlu kesini lagi, soalnya nanti sore Fisya udah pulang ke rumah"
"Yaudah.... "
"Aku ikut lho Bro"ucap Arga
"Aku juga"ucap Andi
"Kami pulang ya Sya"ucap mereka bertiga
"Aku pulang dulu ya beb "ucap Andi
__ADS_1
"Lho kalau mau pulang, pulang aja ngak usah bilang-bilang sama gw"ucap Mita cuek
sedangkan Arga melihat kearah Khila dan mendapatkan anggukan oleh Khila.
setelah para lelaki pulang kini tinggallah Nafisya dan 2 sahabatnya. sedangkan Mama dan Ayah sibuk menyiapkan untuk acara pernikahan dadakan Nafisya.
"Nanti pulangnya siapa yang jemput Sya? "ucap Mita
"Mungkin Ayah aku yang jemput Mit,tapi entah lah aku juga ngak tau"ucap Nafisya
"Biar aku aja yang ngajar kamu Sya, tapi Mama Anita udah bilang sama aku untuk bawa kamu pulang, Mit tolong bereskan barang-barang Fisya Mit"ucap Khila sambil duduk di Sofa
"Hhhmmm..... Iya"ucap Mita
"Terimakasih ya bestie kalian memang yang terbaik"ucap Nafisya bersyukur memiliki Sahabat seperti Mita dan Khila.
"hehehehe, kamu berlebihan saya"ucap Mita dan Khila bersamaan.
Mita pun membereskan barang-barang Nafisya, karna hari ini Nafisya pulang ke rumah. sedangkan Khila membantu dan menyuapi Nafisya bubur.
"Hhhmmm.....Mit, Khil aku mau bilang sesuatu pada kalian berdua, aku tak ingin merahasiakan ini dari kalian, aku takut kalian kecewa nantinya"ucap Nafisya disela-sela makannya. Khila dan Mita menghentikan kegiatannya sejenak dan saling berpandangan.
"Mau bicara apa Sya, kayaknya penting banget"ucap Khila kembali menyuapi Nafisya
"Iya.... buat kita penasaran aja apa yang mau kamu bicarakan"ucap Mita.
"Begini ya, aku akan menikah besok"ucap Nafisya cepat, mampu menghentikan Khila dan Mita
"What!!!!" Khila dan Mita terkejut bukan main
"Aku tidak salah dengarkan kan Khil?"ucap Mita
"kamu beneran Sya, kamu ngak bohongin kita kan??? "ucap Khila
"Iya Khil, aku beneran untuk apa juga aku bohongin soal ini ngak mungkin banget"ucap Nafisya
"Lah kok mendadak banget Sya, trus calon suami kamu siapa? apa dia ngak mikir kamu aja masih sakit begini, malah diajak nikah"ucap Mita penasaran
"Itu masalahnya Mit, dia mau biayain dan bertanggung jawab untuk biaya pengobatan aku,"
"Gila kamu Sya cuma untuk biaya pengobatan, kamu rela nikah, aku dan yang lain bisa bantu membiayai pengobatan kamu Sya, kamu ngak harus menikah di usia muda begini Sya, apalagi dalam kondisi seperti ini"ucap Khila
"Iya Khil aku tau kalian akan membantu untuk biaya, tapi harus gimana lagi Khil, ini sudah jadi keputusan ku, aku juga ngak tau kenapa aku bisa menerima lamaran dia kemarin, dan lagian orang yang mau jadi suami aku itu ada di sekitar kita dan kalian juga kenal dengan orangnya"ucap Nafisya
"Hah!!!! Siapa??? Kak Alvan!!!! "ucap Mita dan Khila bersamaan
"Tidak..... tidak kak Alvan"ucap Nafisya
"Trus siapa Sya??, bukankah Kak Alvan Cinta sama kamu, dan kak Alvan orang yang paling kita kenal, dan kak Alvan juga akan membiayai pengobatan kamu kan??"ucap Khila membuat Mita bingung
"Bukan Khil yang jelas bukan Kak Alvan, tapi..... "ucap Nafisya terpotong oleh Mita
"Sebenarnya siapa sih Sya, aku dan Khila bingung nih"ucap Mita
"sebenarnya.......sebenarnya yang mau jadi suami aku itu Pak Zayn"ucap Nafisya, Mampu membuat Mita dan Khila Syok
"Apah!!!.........Bukankah dia Abangnya Khila yang dingin dan cuek itu ??? "ucap Mita sangat terkejut
diangguki oleh Nafisya
"Iya dia abang sepupunya Khila"ucap Nafisya
"Ya Allah Sya sejak kapan kamu menjalin hubungan dengan abangnya Khila? setau aku kalian tidak ada hubungan apa-apa tapi kenapa bisa menikah dadakan begini,ini benar-benar ngak masuk akal, biasa orang yang menikah itu udah saling kenal, saling cinta, dan sangat akrab , aku rasa pasti kamu tidak ada rasa apapun dengannya kan, bagaimana cara kamu untuk menjalani kehidupan rumah tangga nantinya"ucap Mita tiba-tiba sok Bijak.Mendengar ucapan Mita Nafisya pun menunduk.
Sedangkan Khila masih mencerna semua ucapan barusan yang mengejutkannya.
"Mama dan bang Zayn tidak memberitahuku berita yang besar ini, setidaknya aku harus tau karna ini masa depan abangku dan sahabatku, aku benar-benar ngak nyangka ini semua, seperti ini mimpi dan ngak mungkin akan seperti ini, aku heran kenapa bang Zayn yang sulit ditebak ingin menikahi sahabat ku, ada apa sebenarnya ini?? Sya..... aku yakin kamu tidak cinta dengan bang Zayn kan, kenapa kamu menyiksa dirimu begini Sya, walaupun dia abang ku Sya, aku sangat takut dia akan menyakitimu nantinya Sya. Fisya pikirkan lah lagi matang-matang Sya, kamu bisa menolaknya biar aku yang akan bicara dengan Mama Anita nantinya, aku takut kamu tidak bahagia menikah dengannya Sya tidak ada pernikahan tanpa didasari oleh Cinta percayalah Sya..!!! "ucap Khila panjang lebar sambil menggenggam tangan Nafisya.
"seperti yang kamu pikirkan aku juga begitu ini seperti mimpi yang ngak mungkin terjadi tapi inilah kenyataannya yang harus diterima, dan berbicara tentang cinta, cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu, aku juga tidak tau kenapa aku bisa saja menerimanya, saat aku sholat istikhorah kemarin malam minta petunjuk sama Allah, entah kenapa aku yakin dengannya, ya walau mustahil dengan pernikahan tanpa cinta, tapi kamu jangan khawatir Khil, aku rasa dia orang yang baik, maaf Khil aku tidak bisa untuk membatalkan semuanya karna ini begitu sulit dan berat rasanya"
...****************...
__ADS_1
Maaf author jarang Up, tugas sekolah numpuk.
Untuk mendukung author, kalian Jangan lupa tinggalkan jejak para readers karna itu sangat berharga buat author. Terimakasih