Jodoh Yang Tak Di Sangka

Jodoh Yang Tak Di Sangka
Zayn and Nafisya


__ADS_3

Adzan subuh membangun Nafisya yang kelelahan karna semalam dia menjalankan kewajiban batin untuk Zayn, membuat tubuhnya remuk semua, rasanya pegal-pegal sakit dan juga perih di bagian intimnya.


Nafisya berusaha bangun dan melihat ke arah Zayn yang masih terlelap dalam tidurnya, pipinya memerah saat mengingat kejadian semalam. Nafisya hendak berdiri, namun sangat perih di bagian intim


"Ya Allah sakit sekali"gumam Nafisya pelan takut membangunkan Zayn.kemudian Fisya mengambil tongkatnya lalu berjalan dengan tertatih pelan menuju kamar mandi, semalam Fisya sempat memakai bajunya kembali, karna dia merasa tak mungkin tidur dalam keadaan tanpa busana.


Nafisya melakukan mandi junub,setelah itu langsung berwudhu dan melaksanakan sholat subuh sendiri. Nafisya masih enggan membangunkan Zayn, setelah sholat subuh dia memilih menuju dapur untuk membuat sarapan pagi.


Bau nasi goreng Nafisya membangunkan Zayn dari tidurnya, saat melihat ke samping tidak ada Nafisya disana membuat Zayn heran namun sudut bibir Zayn membentuk senyuman saat melihat darah dispei mereka. Zayn bangun menuju kamar mandi, dan setelah itu melaksanakan sholat subuh,kemudian menuju dapur.


"Sayang"ucap Zayn melingkar kan tangannya di perut Nafisya.


"aa... aa bang, ka... kapan abang bangun"


"kenapa gugup begini, dan kenapa kamu ngak bangunkan abang..hhmm"ucap Zayn meletakkan dagunya di bahu Nafisya, saat ini Nafisya memakai daster rumahannya dan rambutnya yang digulung dengan handuk kecil.


"awas dulu bang, jangan ganggu,Fisya mau angkat nasi goreng nya nih"ucap Nafisya risih dengan Zayn, dengan terpaksa Zayn melepasnya duduk di kursi meja Makan, sedangkan Nafisya, mengisi piring dengan nasi goreng yang telah dibuatnya, lalu meletakkan di atas meja makan.


Zayn menyambut sarapannya dengan senang hati apalagi Nafisya membuat Nasi goreng seafood kesukaannya.


"ini pasti enak sayang makanan kesukaan abang"


"Iya bang, silahkan cicipi saja"ucap Nafisya menunduk tanpa melihat Zayn.


Mereka sarapan pagi dengan hening, menikmati makanan masing-masing.


hingga tak terasa mereka menghabiskan makanannya.Nafisya hendak berdiri.


"Biar abang yang bersihin"cegah Zayn


mengambil piring kotornya dan membawa ke wastafel.Nafisya hanya diam yang tersenyum.


Setelah selesai Zayn kembali menghampiri Nafisya.


"sudah selesai sayang"ucap Zayn kembali duduk


"abang perhatiin dari tadi Fisya menunduk terus, Fisya ngak ingin menatap abang?, hhmm... apa Fisya menyesal melakukan itu dengan abang"ucap Zayn


"Ngak.... Ngak..... ta..ta.. tapi......Fisya malu... bang,sebenarnya Fisya mau bersembunyi ke dasar samudra, untuk menghidari abang, Fisya malu... malu bang"ucap Nafisya menunduk dengan wajah memerah menahan malu. Zayn menarik sudut bibirnya dan berpindah duduk di sebelah Nafisya


"Sayang lihat abang"ucap Zayn menyentuh pipi Nafisya untuk melihat ke arahnya.


"Kenapa begitu sayang, fisya malu kenapa,hhmm"ucap Zayn dengan tangannya masih memegang pipi Nafisya


"Ihhh.... abang..... masa'itu yang abang tanyakan, ngak ingat kejadian semalam kah"ucap Nafisya mencubit perut Zayn.


"Ohhh... itu adalah kejadian dan memori terindah yang pernah abang lakukan, untuk pertama kalinya dengan istri kecil abang ini"ucap Zayn


"abang...... ihihhhhh..... abang nyebelin,jngan ingat-ingat lagi ih,malu ah"pekik Fisya dengan wajah semerah tomat.


"kan Fisya yang ingatin duluan sayang, emangnya fisya mau mengulanginya lagi"goda Zayn menaikkan

__ADS_1


"abang....... udah ahh sana, yang ini aja masih sakit lho bang, katanya kemarin ini baru yang pertama kali bagi abang, tapi nyatanya abang seperti udah handal dan hebat ngak ada lelahnya"ucap Fisya


"itu udah naluri dan fitrahnya laki-laki sayang... hhmm masih sakit ya, maafin abang ya, yaudah biar abang olesin saleb"ucap Zayn


"Ngaco abang,jangan ahh... ngak mau Fisya malu tauk, biar Nafisya olesin sendiri nanti"ucap Nafisya membuat Zayn terkekeh


"Udah sana bang, siap-siap ke kampus hari ini ngajar pagi kan"


"Sayang..... sebenarnya abang ngak mau ke kampus hari ini, abang ingin bersama kamu sepanjang hari"ucap Zayn manja memeluk gemas Nafisya dari samping


"Nafisya heran deh sama sikap abang, Random banget, susah ditebak, bahkan Fisya bertanya ini abang Zayn ngak sih? kok aneh banget sih bang"ucap Nafisya terkekeh dan Zayn pun ikut terkekeh.


Setelah Zayn berangkat ke kampus walau harus Nafisya paksa dulu. Sekarang tinggallah Nafisya sendiri di apartemen,karna tubuhnya merasa lelah dan ngantuk akhirnya Nafisya memutuskan untuk istirahat di kamar. Tak terasa waktu Zuhur masuk. Nafisya pun bangun dari tidur nyenyak nya.dia berwudhu dan melaksanakan sholat Zuhur. Setelah selesai dengan berjalan tertatih dengan bantuan tongkatnya Nafisya membuat makanan untuk dirinya sendiri, karna tadi pagi Zayn bilang dia langsung ke kantor.


"Gini ya rasanya makan sendiri"gumam Nafisya tersenyum kisut.


setelah makan, Nafisya hendak membersihkan apartemen yang tidak terlalu kotor menurut cuma di sapu doang dan merapikannya.


di sisi lain


Zayn tiba di kantor


Udah sebulan rasanya ngak ke kantor lagi. Zayn masuk ke ruang yang sempat di dudukinya dulu. kini telah digantikan oleh Tantenya Ayana.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


"Zayn"


"apa kabar lho, berseri banget wajah lho, gimana bahagia ya, sampai lupa sama gw, bagaimana istri lho, trus hubungan kalian udah sampai mana? udah lama juga lho ngak nempuh kantor Bro" menepuk pundak Zayn


"kebiasaan lho, tanya itu satu-satu, gw aja belum duduk udah di tanya-tanya aja, mau wawancara gw lho"ucap Zayn ketus berjalan menuju Sofa di ruangan itu dan duduk lalu diikuti oleh kelvin.


"aku yang minta Zayn kesini kak"ucap Ayana pada kelvin


"Ohh.... pantasan... kalau ngak mana mau nih orang kesini "


"Zayn mau minum apa?ucap Ayana menghampiri 2 lelaki itu.


"Minum kopi susu aja Tan,"ucap Zayn


"aku kok ngak ditanya Ay"


"eehh.... iya kak kelvin mau minum apa?"


"samaan aja dengan Zayn"


"baiklah"ucap Ayana menghubungi OB


Ayana menjelaskan bagaimana cara mengatur dan mengembangkan karya-karya media cetak mereka supaya lebih terkenal dan maju tentunya.Zayn diminta untuk mengeluarkan pendapatnya apa saja yang harus mereka lakukan kedepannya demi kantor ini. Zayn adalah seseorang yang cerdas dan bijaksana dalam menentukan sesuatu dan mengambil keputusan yang tepat.

__ADS_1


"Gimana Tan,menurut tante ini bakalan berkembang, kita harus menunjukkan sisi kelebihan perusahaan cetak yang kita miliki, kita juga bisa menjalin kerja sama dengan media cetak luar negeri yang tentunya lebih maju dari kita"


"Waahh....Brilian....!!!lho benar-benar hebat dalam bidang apapun,itu pemikiran yang sangat bagus bro,"ucap kagum kelvin


"Tante sangat setuju dengan Zayn, tante rasa ini bakalan berjalan dengan baik, ide Zayn benar-benar brilian, perusahaan kak Ani kan diluar negeri kita bisa minta investor buat kerja sama dengan perusahaan kita Zayn gimana"


"Iya benar itu Tan, bagus Tan,Zayn setuju,lagian perusahaan ini Tante yang pemegang jadi Tante bisa lakukannya dengan baik,"


"Dan lho bro harus bantu tante, lho atur semuanya supaya bisa berjalan dengan baik"


"itu pasti bro, gw akan selalu ada buat Ayana dalam keadaan apapun bahkan dimana pun Ayana berada pasti ada gw ehh... maksud gw selalu berdiri di belakang Ayana dan demi perusahaan ini"


"Bagus"


Mereka melanjutkan untuk merancang dan membuat agenda yang akan dilakukannya untuk kemajuan perusahaan media cetak milik Mama Anita yang dipimpin oleh Ayana dibawah kendali Zayn tentunya.


pukul 5 sore, Semua karyawan kantor usai bekerja untuk hari ini, kecuali yang lembur.begitu juga dengan Zayn, Kelvin dan Ayana mereka juga akan pulang. Mereka menuju parkiran.


"Tante bawa mobil"


"Nggak, biasa Kak kelvin yang ngantar dan jemput tante Zayn"


"Ohhh.... cari kesempatan terus lho ya, biar bisa dekat sama tante gw, saran gw lho perjelas aja deh hubungan lho sama tante gw"ucap Zayn menarik sudut bibirnya


"heheheh.... bicara apasih Zayn,yaudah yuk kita pulang"ucap Ayana mengalihkan pembicaraan karna Kelvin terlihat murung mendengar ucapan Zayn.


"Ohh iya Zayn kak Anita bilang kapan Zayn dan Fisya tinggal dirumahnya,"


"sekarang Zayn dan Fisya tinggal di apartemen Tan, kapan-kapan kami bakalan nginap di rumah mama kok Tan"


"Trus kalau Zayn kerja Fisya sendirian dong di apartemen, kasian loh Zayn pasti dia bosan, suntuk ngak ngak ada yang temani lagian kakinya juga belum benar-benar pulih, nanti kalau dia kesulitan gimana"ucap Ayana khawatir


"Gimana lagi Tan, kami mau belajar mandiri dulu, kalau ada waktu main ke apartemen ya tan,"


"Iya Zayn tante ngerti, In sya Allah bakalan tante sempatin buat main ke sana"ucap Ayana tersenyum


"Yaudah kalau gitu Zayn duluan tan"


"Gw duluan bro, jagain tante gw"ucap Zayn menepuk bahu Zayn lalu berlalu pergi.


Menjelang magrib Zayn tiba di apartemennya.


"Assalamualaikum"ucap Salam Zayn masuk ke apartemennya


"Wa'alaikumusalam"ucap Nafisya dari kamar berjalan menuju keluar menghampiri Zayn yang sedang meletakkan sepatunya di rak sepatu.


"Abang"ucap Nafisya menyalami tangan Zayn


"Iya sayang"ucap Zayn mengecup kening Nafisya


"lelah ya bang, yaudah mandi dulu bang, Fisya udah siapin air hangat buat abang"ucap Nafisya mengambil tas Zayn,

__ADS_1


"Makasih sayang"Zayn membantu Nafisya berjalan menuju kamar mereka.


...****************...


__ADS_2