Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Sang penjaga hati


__ADS_3

Kini Wileen baru sadar telah menerima pinangan dari pria asing yang belum pernah dia ketahui. Dia hanya percaya ucapan orang tuanya benar benar terbaik untuknya. Ingin menyesali tapi semua sudah terjadi.Mungkin ini saatnya dia move on dari penantian panjang untuk Albern.


Tatapan papanya membuatnya yakin, bahwa lelaki yang melamarnya itu adalah lelaki baik yang akan membahagiakanya kelak.


Wileen hanya bisa berserah diri kepada Tuhan, daripada dia selamanya terjebak pada kenangan masalalu bersama Albern. Yang namanya jodoh tidak akan kemana. Entah jodoh Wileen pria asing itu, Albern ataupun yang lain.


Tapi bagaimana dengan Alex? Wileen dilema karena merutuki kebodohanya. Saat ini Alex melambaikan tanganya ke arah Wileen.Dengan senyum lebar Wileen di tujukan untuk Alex.


"Hai Wil, tumben datang lebih awal?" tanyanya.


"Hai Lex, entahlah gua pagi ini bangun lebih awal dari biasanya.


"Sering sering rajin seperti ini biar tidak kesiangan bangunya."


Wileen tersengum, dalam hati dia masih malu karena tempo hari Alex tahu dia baru bangun tidur padahal hari sudah siang.


Mereka berjalan beriringan menuju lokasi pemotretan lagi. Sesekali Albern melirik cincin nan indah melingkar di jari manisnya.


Entah mendadak rasa bangga dan bahagia tiba tiba datang. Itu adalah cincin pemberianya yang dia titipkan kepada papa dan mamanya Wileen. Itu berarti Wileen menerima lamaran darinya.


Jika dia tidak sadar posisi dia sekarang, pasti Albern akan melompat lompat bahagia.


"Ehem! Cincin elo bagus, wil."


Wilo langsung menyembunyikan jari jari tanganya. Mendadak dia gugup, karena takut Alex melihatnya.


"Kok di sembunyi'in sih? Cincin elo bagus, Wil," ucap Alex sekali lagi, dalam hatinya tertawa menertawai ekspresi Wileen.


"Eh, makasih!!" jawab Wileen.


"Boleh gua lihat?"

__ADS_1


Dengan sedikit kegugupan Wileen memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya. Albern tersenyum, saat ini dia sangat merasa senang.


Entah kenapa mendadak Wileen gundah, seperti ada perasaan takut jika sampai Alex tahu dia sudah memiliki tunangan.


"Wileen, please! Elo sudah terikat dengan seseorang. Saat ini elo adalah tunangan seseorang," gumamnya dalam hati.


Untung saja setelah melihat cincin Wileen, Albern bersikap biasa saja. Hal itu setidaknya sedikit membuat rasa lega pada diri Wileen.


Sesi pemotretan berjalan hanya sebentar, setelah ini Wileen akan pergi ke kantornya. Alex sempat menawari mengantarnya, namun Wileen menolak.


Wileen mencoba menetralkan hati dan fikiranya saat ini. Dia akan sedikit menjauhi Alex, ini karena dia adalah tunangan orang lain.


"Wi, dengar dengar elo udah tun_


Belum sempat melanjutkan ucapanya, Wileen sudah lebih dulu membungkan mulut Sania.


"Bisa enggak sih, gak kenceng kenceng ngomongnya?" tegurnya.


"Demi apa? Elo serius? Siapa orang hebat yang bisa membuat elo menjadi tunanganya?" tanya Sania kepo. Wileen menggeleng lalu berkata diapun tidak tahu orangnya.


"Elo gimana sih, Wil? Tunangan sama orang tapi tidak tahu orangnya. Elo kok mau sih? Kalau dia jelek bagaimana? Kalau dia gak baik bagaimana?"


Wileen menarin nafas pelan lalu menjawab pertanya'an Sania, "Kata papa dia pria yang baik dan aku percaya pilihan papa," jawabnya membuat Sania bungkam.


Setelahnya Wileen pulang, nun di basement dia di hadang oleh Sain. Terlihat sekali wajahnya tercetak dengan jelas ekspresi kemarahan. Apa mungkin Sain mengetahui Wileen lebih menerima bertunangan dengan pria lain.


"Wil, gua mau ngomong sama elo!!" ucap Sain, Wileen menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah Sain."


"Jelaskan kepada gua, kenapa elo menolak lamaran gua dan menerima lamaran dari pria lain?"


Wileen mengedikan bahunya dan setelahnya diapun menjawab. Meskipun jawabanya akan menambah kemarahan di wajah Sain. Namun Wileen tetap mengatakan yang sesungguhnya kepada Sain.

__ADS_1


"Mungkin dia yang terbaik! Permisi, gua mau ke kantor!!" ucap Wileen lalu pergi menjalankan mpbilnya.


Sain benar benar di buatnya marah, bahkan saat ini Sain memukuli dinding yang ada di sampingnya. Hingga jari kirinya terluka memar dan berdarah.


Sain tidak mau kalah, dia aka mencari cara untuk memisahkan Wileen dengan tunanganya. Wileen adalah miliknya dan selamanya akan menjadi miliknya.


Albern tersenyum melihat penolakan dari Wileen pada Sain. Diam diam dia juga menikmati ekspresi Wileem. Dalam hati Albern bangga, ternyata Wileen berpegang teguh pada prinsipnya. Meskipun dia belum tahu tunanganya siapa, tetapi dia mau menjaga ikatan pertunanganya.


Albern mengikuti Wileen dari belakang secara diam diam. Itu dia lakukan sekedar menjaga tunanganya dari tindak kejahatan yang bisa saja Sain lakukan.


Saat ini Wileen mengemudi modilnya sendirian. Tentu saja hal itu membuat Albern khawatir dan akan memastikan dia aman hingga sampai di kantornya.


Albern mengeluarkan kalung perak yang melingkar indah di lehernya. Ternyata di situlah Albern menyimpan cincin pertunanganya dengan Wileen.


Pria itu tersenyum sembari mencium cincin pertunanganya. Seolah olah dia sedang mencium Wileen.


"Makasih sayang! Makasih telah menjaga arti dari cincin ini," ucapnya tersenyum namun matanya masih fokus akan kemudi.


Setelah mengikuti Wileen dari belakang hingga di pastikan Wileen telah sampai di kantornya. Albern melirik di sekitar area kantor kanan dan kiri yang cukup aman. Ternyata Sain tidak melakukan apapun, lalu di mana pria gila itu berada.


Suara pesan whatsapp masuk dari arah saku celana Albern. Ternyata Dion yang mengiriminya vidio Sain yang menghajar semua anak buahnya.


Albern berdecak, bibirnya tersenyum menyeringai menonton vidio yang berdurasi tiga puluh detik itu. Sain melampiaskan kekesalanya kepada orang lain. Mungkin dia tidak akan sanggup menyakiti Wileen. Karena semarah apapun dia, Wileen adalah wanita yang dia cintai. Meskipun cintanya lebih ke obsesi saja.


"Dia benar benar sinting!!" ucap Albern.


Namun bukan berarti Albern tidak menjaga Wileen, hanya karena beranggapan Sain tidak akan menyakiti Wileen. Sain sangat berbahaya, bisa saja sewaktu waktu dia bertindak nekat.


Itulah sebuah tugas tersendiri untuk Albern, melindungi tunanganya dari hal hal yang membahayakan. Dia tidak akan membiarkan Wanitanya sedikitpun terluka.


Setelah semua di pastikan aman, Albern pergi dari lokasi kantor Wileen. Ada pekerjaan yang harus dia kelarkan di apartemenya. Mungkin dia akan meminta bantuan seseorang untuk menjaga tunanganya. Itu hanya di saat Albern sibuk, ketika dia tidak sibuk maka Albern akan dengan senang hati menjaga Wanitanya.

__ADS_1


"Aku akan menjagamu dari apapun itu, karena kamu adalah separuh jiwaku. Aku akan menjagamu karena kamu ibarat berlian yang sangat mahal dan yang hanya akan ku miliki. Aku akan menjagamu karena itu yang ku mau. Aku akan menjagamu hingga kau tahu, akulah orang yang selama ini kau cari dan kau nanti. I love you Wileen, maafkan aku yang membuat teka teki begitu rumit di hidupmu."


__ADS_2