Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Tom And Jerry


__ADS_3

Ketika mereka sudah berada di dalam dan bertepatan filmpun di mulai. Seluruh lampu teaterpun telah di padamkan.Ternyata Albern mengajak Wileen nonton film horor. Wileen tidak takut menonton film bergenre horor, malahan dia sangat suka. Mereka menyaksika bersama dan tempat duduk mereka berdampingan.


Albern meletakan snack dan minuman di pangkuan Wileen. Sedangkan snack dan minumanya, dia pegang sendiri. Wileen menoleh ingin mengucapkan terimakasih. Bertepatan Albernpun juga menoleh, hingga netra mereka saling bertemu.


Jantung Wileen semakin berdegub tidak karuan. Mata elang Albern sungguh bisa menghipnotisnya. Wileen tidak mampu berlama lama menatap mata Albern. Secepat mungkin dia berpaling dan fokus ke layar lebar di hadapanya.


Di tengah film bibir Wileen membeo dan wajahnya memerah di saat ada adegan dewasa di film itu. Sontak tangan Albern menutupi mata Wileen, melarangnya melihat. Wileen memberontak meminta Albern melepaskan tanganya yang menutupi matanya.


"Lepasin, Al! Apa'an sih, gue pengen lihat!!"


Albern melepaskan tanganya yang menutupi kedua mata Wileen. Namun ketika tanganya terlepas, adegan itu sudah tiada dan membuat Wileen kesal.


"Ngapain sih elo ngajakin gue nonton kalau pada akhirnya gue tidak puas menonton keseluruhan film, huh," ucap Wileen kesal.


Albern mendekatkan bibirnya di telinga Wileen, lalu dia berbisik. "Adegan dewasa seperti itu tidak cocok elo lihat. Bisa bisa elo nanti minta praktek dan hamil di luar nikah. Mending setelah nikah elo langsung praktek baru boleh," ucap Albern membuat wajah Wileen merah padam karena malu.


"Elo benar benar mesum ya, Al!!" ucap Wileen sedikit keras, namun segera di bungkam Albern menggunakan tanganya.


"Kecilin suara elo, berisik tahu?" ucap Albern yang kemudian melepaskan tanganya. Mereka melanjutkan menonton adegan yang tersisa.


Albern mengambil minuman di tangan Wileen, karena minumanya sendiri telah habis. Wileen menoleh mencebikan bibirnya ingin protes.


"Itu kan minuman gue, bekas gue, elo kan punya, Al!!" protesnya.


"Punya gue habis! Minuman doang protes, bahkan kita pernah berciuman," ucap Albern lirih namun samar samar terdengar di telinga Wileen.


"Apa elo bilang barusan?" tanya Wileen.

__ADS_1


"Bukan apa-apa dan lupakan!!" ucap Albern, tanganya mengarahkan pandangan Wileen untuk fokus pada film yang sedang mereka tonton hingga film itu selesai.


Di sisa film yang mereka tonton, tidak lagi ada suara berisik dari Wileen. Ternyata wanita itu tertidur, Albernpun membenarkan kepala Wileen mengarah ke bahunya. Suasanya horor menjadi terasa romantis hanya karena mereka berdua. Mereka membuat fokus orang orang yang menonton film beralih kepada mereka berdua.


Filmpun telah usai, lampu teaterpun telah kembali di nyalakan. Wileen masih memejamkan matanya, alhasil Albern yang tidak tega membangunkanyapun menggendongnya ala bridal style.


Banyak fans fans Wileen mencuri curi photo candid mereka berdua. Albernpun sadar, namun dia bersikap acuh dan membiarkan saja. Toh faktanya wanita yang sedang dia gendong itu adalah calon istrinya. Jadi Albern tidak peduli entah nanti ataupun besok, photo photo mereka beredar di media sosial.


Setelah sampai di basemen, Albern membuka pintu mobilnya pelan lalu meletakan tubuh Wileen pelan serta membantunya memakai seatbelt. Saat dia memakaikan seatbelt, mata Albern begitu sangat dekat dengan wajah Wileen yang sedang tidur. Bibirnya tersenyum, dalam hati memuji kecantikan tunanganya itu.


Albern segera menempati kursi kemudi, sebelum dia menjalankan mobilnya, Albern menyempatkan diri mencuri ciuman singkat di bibir Wileen.


"Manis!!" ucapnya, lalu menjalankan mobilnya, mengantar Wileen pulang.


Hingga tanpa sadar hari sudah berganti hari, tepatnya jam lima pagi Wileen terbangun dan dia kaget mendapati dirinya sudah berbaring di atas ranjangnya. Dia mengingat ingat kejadian semalam, siapa yang membawanya ke kamar.


Ingin menanyakan hal ini kepada kedua orang tuanya. Namun hari masih terlalu pagi, Wileenpun menduga Albernlah yang membawanya ke kamarnya. Sontak Wileen langsung membungkam mulutnya yang ingin berteriak.


Wileen langsung menggelengkan kepalanya, berhenti memikirkan yang tidak tidak. Dia beranjak dari ranjangnya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dia akan membersihkan tubuhnya, sepertinya mandi akan membuat badanya terasa lebih segar.


Hari ini dia akan kembali pada aktivitasnya, berangkat ke kantor yang keamananya sudah di perketat oleh Papanya. Rasa traumanya akan kejadia waktu itu sudah menghilang. Bahkan Wileen sudah lama tidak melihat sosok Sain setelah itu.


Dunia Wileen terasa lebih damai tanpa ada Sain yang terus menerus mendekatinya. Selesai berbenah diri, Wileen turun ke lantai bawah hendak sarapan bersama keluarganya.


"Ehm, tuan putri terang terangan go public, ya?" tanya kakaknya Wileen.


"Maksud kakak apa?" tanyanya sambil mengoleskan selai setrowbery di selembar roti tawar yang dia pegang.

__ADS_1


"Nih lihat, di facebook, di tweeter, di instagram, di tiktok dan di manapun beredar photo Albern dan kamu berpegangan tangan. Dan ada satu lagi, Albern menggendongmu keluar dari bioskop," ucap kakaknya Wileen menunjukan photo photo Wileen bersama Albern.


Wileen langsung menghentikan acara mengoles selainya. Lalu dia segera mengambil alih ponsel kakanya. Bibirnya membeo dan matanya membola melihat photo photonya beredar di seluruh media sosial.


"Astaga ini anak benar benar menyebalkan!!" teriaknya membuat Mama, Papanya serta Kakanya tertawa.


"Kenapa kalian malah menertawaiku? Dasar Albern membawa masalah baru untuku!!"


"Sudahlah biarkan saja, malahan bagus karena setelah ini tidak akan ada lelaki lain yang mengganggumu," ucap Handoko.


"Papa ini bagaimana, sih! Kan Wileen sudah bertunangan, Pa. Kalau tunangan Wileen sampai tahu berita ini bagaimana? apa yang akan Wileen katakan jika dia membahasnya kelak?"


Mama, Papanya dan Kakanya Wileen saling pandang. Seolah dalam hati mereka berkata "Mana mungkin tunanganmu protes, orang dia adalah Albern."


"Kalian semua memang aneh, sama saja seperti Albern aneh semua. Sudahlah, Wileen berangkat dulu Ma, Pa, Kak," ucapnya berpamitan.


"Tunggu sebentar, Wil," pinta Mamanya.


"Ada apa lagi, Ma?" tanya Wileen.


"Tunggu sebentar lagi Albern sampai, dia akan mengantarmu berangkat ke kantor. Kan kantor kalian sejalur, jadi kan enak berangkat bareng dan kamu pasti aman bersama Albern," ucap Papanya.


Wileen semakin kesal, seolah hari harinya sekarang di isi oleh Albern. Akhirnya Wileen duduk di teras depan rumah menunggu kedatangan Albern.


Dia menghentak hentakan kakinya sambil menggerutu " Dia lagi dia lagi, kenapa betah banget sih itu anak," ucapnya berjalan menuju teras depan rumah.


Tingkah lucu Wileen membuat seluruh keluarganya mengulum senyum. Tidak lama kemudian terdengar kelakson mobil berbunyi, pertanda Albern telah tiba. Wileen segera masuk kedalam mobil Albern, sedangkan Albern turun sebentar sekedar menyapa calon mertua dan kakak iparnya.

__ADS_1


"Al, cepatan deh, sudah siang nih!!" teriak Wileen di dalam mobil. Albern berpamitan kepada keluarga Wileen, lalu masuk kedalam mobilnya.


Mobilpun melaju menuju kantor Wileen, sepanjang perjalanan alunan music clasic menemani perjalanan mereka.


__ADS_2