Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Mengikuti Wileen


__ADS_3

Siang ini dua pemuda itu mulai beraksi untuk mengikuti kemanapun arah Wileen dan Akio pergi. Bahkan yang lebih anehnya Albern dan Dion sampai menyamar dan berpenampilan aneh agar Wileen tidak curiga. Aksi kocak keduanya bisa dibayangkan. Memakai wig pirang, berkaca mata hitam dan menutupi wajahnya dengan masker.


Mereka sudah standby sejak tadi di dekat rumah yang diyakini Dion adalah rumah Akio. Hingga Wileen dan Akio Pun keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang akan diikuti Albern dan Dion. Bahkan Albern sudah menyewa mobil demi mengikuti kemanapun Akio membawa Wileen pergi.


Dion mengambil alih kemudi, karena jika Albern yang mengemudi akan membahayakan mereka berdua. Saat ini pria itu dilanda emosi ketika melihat Akio memperlakukan Wileen dengan sangat istimewa.


Dan benar saja seperti kata Dion kemarin, Akio dan Wileen pergi ke sebuah pantai. Albern semakin meradang ketika melihat Wileen berpakaian minim sehingga pahanya yang putih mulus terekspose.


Albern sudah tidak mampu menahan kendalinya, dia akan menemui Wileen saat ini juga, namun Dion menahanya.


"Sabar brow, ello jangan gegabah bisa gak sih?"


Mana mungkin Albern bisa bersabar ketika para lelaki memandang wanitanya penuh nafsu. Meskipun Wileen bukanlah orang Jepang, tetapi Wileen memiliki tubuh yang ideal, kulit putih mulus tidak kalah dengan kulit orang orang di Jepang.


"Lama lama gue borgol tangan lo, Al! Sabar, kita ikuti mereka diam diam," ucap Dion.


Albern Pun akhirnya mengikuti saran Dion, mereka diam diam mengikuti Wileen dan Akio. Bahkan ketika keduanya duduk di bawah pohon pun, Albern dan Dion juga duduk tidak jauh dari mereka.


"Wil, gue mau berenang, elo ikut atau duduk di sini?" tawar Akio.


"Gue tunggu di sini saja!!" jawab Wileen.


Akio Pun pergi menuju pantai untuk berselancar dan berenang. Wileen tetap di tempat semula sambil meminum segelas juice dan matanya melihat lihat Akio dari kejauhan.


Tidak lama setelah itu ada seseorang yang duduk di samping Wileen. Kali ini bukan orang Jepang melainkan orang Turki. Sepertinya dia juga wisatawan yang berlibur ke Jepang.


"Hai cantik, apakah kamu sendirian," ucap pria itu dengan berbahasa inggris. Wileen menoleh lalu tersenyum sambil jari telunjuknya mengarah pada sosok Akio yang sedang berselancar.


Sedangkan Albern masih duduk tidak jauh dari Wileen sambil memasang telinganya dan menguping pembicaraan pria asing itu bersama Wileen.


"Perkenalkan namaku Altan, apakah dia kekasihmu?" tanyanya lagi. Pria itu mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Wileen dengan ragu ingin membalas namun dia juga takut. Akhirnya dia pun membalas menjabat tangan Altan.

__ADS_1


"Namaku Wileen dan dia sepupuku namanya Akio!!"


Albern langsung memandang Dion setelah mengetahui Akio adalah sepupu Wileen. Dion pura pura tidak melihat dan mendengar. Pandanganya memandang ke arah lain, karena dia sadar Albern sedang memandang penuh tanya padanya.


"Apakah kamu single? Kamu sangat cantik dan seksi!!" ucap Altan mulai kurang ajar. Wileen semakin risih karena mata Altan memandangi tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung rambut. Pandangan penuh minat seperti pandangan seorang mata keranjang.


Wileen semakin risih ketika Altan mulai mendekatinya. Suasana pantai yang panas mendadak terasa dingin dan mencengkram. Tiba tiba Albern sudah duduk di samping Wileen dan berdehem.


"Jaga mata anda dari kekasih saya!!" ucapnya dengan suara seraknya menahan amarah. Wileen dan Altan memandang ke arah sumber suara. Wileen tidak mengenali Albern karena Albern lupa melepas wig pirang serta kacamata dan masker penutup wajahnya.


Dion datang dan duduk di samping Albern, dia memberi kode kepada Albern agar melepas wig, masker serta kacamata hitamnya. Albern yang baru ingat pun langsung melepasnya. Wileen kaget akan keberadaan Albern, dia ingin protes namun Albern memintanya untuk diam.


"Apakah dia benar kekasihmu, Wileen?'' tanya Altan yang terlihat tidak menyukai keberadaan Albern.


Dengan terpaksa dan mencari aman Wileen mengangguk dan menjawab Albern adalah kekasihnya. Altan kesal lalu begitu saja pergi meninggalkan mereka.


"Bagaimana lo bisa berada di sini, Al?" tanya Wileen mengintrogasi.


"Kita kan perjalanan bisnis sekalian liburan kan, Al?" ucap Dion.


"Eh, iya! Gue ada bisnis di sini sekalian berlibur. Kok elo juga ada di sini Wil?" tanya Albern balik.


"Bukan urusan elo!!" jawab Wileen ketus. Dia merasa kesal karena lagi lagi bertemu dengan Albern. Padahal dia pergi jauh jauh ke Jepang demi melupakan Albern. Wileen beranjak dari duduknya ingin pergi menjauhi Albern. Namun Albern ikutan berdiri dan mencekal pergelangan tangan Wileen yang hendak melangkah.


"Ello mau kemana, Wil?" tanya Albern lagi.


"Bukan urusan elo! lo di sini saja dan jangan ngikutin gue."


Albern tidak mendengarkan ucapan Wileen, dia tetap saja mengikuti Wileen dan mensejajarkan langkahnya dengan Wileen.


"Ngapain sih lo ngikutin gue, Al?" kesal Wileen mengeluh.

__ADS_1


"Gue pengen jagain lo Wil! Lo gak sadar barusan pria asing tadi ingin melecehkan lo. Ello juga kenapa pakai pakaian kurang bahan kayak gini? Mau pamer paha mulus elo, hah?"


Wileen langsung melihat penampilanya, celananya memang terlalu pendek hingga memperlihatkan paha putih mulusnya. Albern melepas kemeja pantainya untuk menutupi bagian paha Wileen yang terekspos. Sontak perlakuan Albern membuat Wileen kaget sekaligus menjadi tontonan orang orang yang berada di pantai tersebut.


Aksi Albern yang memasangkan kemejanya di pinggang Wileen sangatlah romantis bagi orang orang yang melihat mereka. Leher Wileen pun seolah tercekat tidak bisa berkata apapun.


Albern membungkuk memasangkan kemejanya dan diikatkan di pinggang Wileen. Kini hanya kaos singlet yang tersisa dan melekat di tubuh Albern. Otot ototnya tercetak indah, membuat para mata wanita terpesona dengan sosok Albern. Wileen merasa kesal melihat tatapan minat para wanita kepada Albern.


"Bangga ya lo memamerkan otot otot kekar dan body sixpack lo kepada para wanita wanita genit yang sedang memperhatikan lo, Al?" ucap Wileen dan Albern Pun tersadar dirinya menjadi tontonan banyak orang.


Albern tersenyum lalu berbisik. "Lebih baik gue yang menjadi pusat pandangan mereka daripada paha lo yang jadi pusat pandangan pria pria mata keranjang".


Wileen tertegun mendengar bisikan Albern dan tidak hanya itu saja, Albern lagi lagi berbisik. "Ini untuk terakhir kalinya gue tahu elo pakai pakaian kurang bahan, jika ello masih pakai pakaian kurang bahan lagi, gue bakalan kasih hukuman ke elo".


"Dih, lo siapa gue kok ngatur ngatur gue? Urusin sana cewek elo, ngapain lo ngurusin gue," protes Wileen.


"Kan cewek gue elo, Wil!!" jawab Albern dengan senyumnya yang manis.


"Dih, kapan kita jadian? Jangan mengada ngada deh."


"Tadi kan ello sendiri yang bilang kalau gue adalah kekasih lo. Masak ello lupa dengan ucapan lo beberapa menit yang lalu dengan pria asing tadi?"


Wileen teringat akan ucapannya tadi, tetapi dia masih bisa menyangkalnya. "Itu terpaksa demi keamanan, lagian ogah gue punya kekasih playboy seperti ello," ucap Wileen beranjak meninggalkan Albern. Dia berteriak memanggil Akio dan mengajaknya pulang. Akio berlari menghampiri Wileen dan bertanya kenapa terburu buru. Wileen tidak menjawab dan langsung menarik tangan Akio dan diajaknya pergi.


Albern tidak mengejar Wileen, dia bertanya tanya pada dirinya sendiri, kenapa Wileen menganggapnya playboy. Dion menepuk bahu Albern dan bertanya. "Kenapa tidak lo kejar Wileen, Al?"


Albern menggeleng lalu dia bertanya kepada Dion. "Wileen menganggap gue playboy, memangnya apa gue terlihat playboy?" tanyanya kepada Dion.


Dion bukannya menjawab malah menertawai Albern. Albern yang kesal pun memukul lengan Dion. "Gue tanya serius, Dion!!"


"Menurut gue lo gak playboy, hanya saja begitulah wanita kalau masih cemburu. Sabar sabarin saja Al, elo sendiri sih, kenapa lo gak ngaku sekalian kalau lo adalah tunangan Wileen?"

__ADS_1


"Lo pikir dia akan menerima kalau dia tahu gue tunanganya? Lagian dia sendiri yang tidak ingin tahu siapa tunangan nya," jawab Albern beranjak pergi mengejar Wileen namun sayangnya Wileen sudah tidak berada di area pantai. Dion pun mengajak Albern kembali ke hotel karena dia begitu lelah mengikuti sahabatnya itu.


__ADS_2