
Perkelahian antara Wileen, Sania dan Lily, telah beredar di berbagai sosial media. Banyak orang orang yang merekam perkelahian mereka dan satu persatu mengunggahnya di sosial media mereka.
Hal yang lebih memalukan bagi Wileen adalah, vidio itu menjelaskan bahwa Wileen dan Lily berebut lelaki bernama Albern yang diketahui public adalah sahabat Wileen. Tidak banyak di antara para netizen membully Lily. Karena begitu banyaknya fans Wileen yang tidak terima idolanya di serang oleh Lily.
Banyak yang mengatai Lily mak lampir, nenek sihir dan nama nama pemeran antagonis lainya. Hingga Lily kena mental dan menutup semua sosial medianya seperti facebook, instagram dan lainya.
Memang netizen di indonesia ganas ganas semuanya. Tidak hanya beredar luas, video perkelahian itu juga diunggah oleh account gosip dan sampai ke telinga Albern.
Albern yang masih sibuk dengan bisnisnya di Singapura tiba tiba dikirimi link account gosip itu oleh Dion dan Jefan. Albern membukanya, awalnya dia hanya menskip saja. Tetapi setelah membaca chat yang dikirim Jefan, Albern segera memutar video yang berdurasi 20 detik itu.
Dia tidak habis pikir dengan Lily mantan yang belum bisa move on darinya. Selalu saja kepo dengan kehidupan Albern yang sekarang. Selalu mencoba memisahkan Albern dengan semua cewek yang dekat denganya termasuk Wileen.
Tanpa melihat siapa yang salah, Albern sudah bisa menebak bahwa itu semua pasti Lily yang menyerang Wileen lebih dulu. Karena Albern hafal betul, Wileen tidak akan meladeni jika tidak di bikin kesal.
Albern mengkhawatirkan keadaan Wileen saat ini dan membuatnya ingin segera kembali ke indonesia. Dia segera meraih ponselnya dan segera melakukan video call dengan Wileen.
Telpon Pun tersambung dan menampakan sosok seseorang yang di yakininya bukanlah Wileen. Bukanya Wileen yang mengangkat teleponnya melainkan orang itu adalah Sania.
"Di mana Wileen, San?" tanyanya.
"Tuh, dia sedang bad mood!!" sahutnya.
Albern meminta Sania memberikan ponsel Wileen pada si empunya. Wileen menolak, namun Sania tetap memaksanya.
"Ello kenapa sih, Wil? Apa salah Albern ke lo? Jangan karena omongan sampah si mantan yang belum move on itu, sikap lo jadi berubah ke Albern," tegur Sania. Wileen pun terpaksa menerima ponselnya dan merespon video call Albern.
__ADS_1
Terlihat jelas mukanya yang sedang bad mood, namun malah terlihat menggemaskan bagi Albern yang memang dasarnya sedang merindukan Wileen.
"Kok kayak gitu mukanya? Kenapa?" tanya Albern pura pura tidak tahu.
Wileen hanya melirik sebentar namun tidak menjawab. Sania malah menjadi obat nyamuk di antara mereka. Sania mencoba mencairkan suasana agar suasana tidak tegang.
"Si Wileen sedang bad mood gara gara mantan lo yang kayak nenek sihir itu melabraknya, Al. Masak dia ngata ngatain Wileen merebut lo darinya.Parahnya lagi di depan umum dan membuat heboh netizen sejagat.
"Maaf ya Wil, gara gara Lily yang kekanak kanakan, jadi seperti ini. Tapi lo gak papa kan? Elo gak terluka kan?"
"Gak! Gue baik baik saja, lo tuh kelarin masa lalu lo!!" ucap Wileen sewot karena kesal.
"Gue denganya sudah kelar dari dulu, gue gak tahu kalau dia gagal move on dari gue. Yang terpenting gue sudah gak ada apapun sama dia. Gak ada cinta gue sedikitpun untuknya. Sudah biarkan saja dia, lama lama dia akan lelah sendiri."
"Membiarkan bagaimana? Lo gak tau mantan lo tuh gila? Tiba tiba menyerang gue dan sekarang gue malu. Video memalukan itu telah beredar di mana mana."
Wileen mulai memandang Albern di layar handphone. Albern tersenyum dan memastikan Wileen paham dengan ucapan nya barusan. Wileen mengangguk paham dengan ucapan Albern. Namun yang namanya wanita tetap saja merasa kesal jika memiliki rival segila Lily.
"Wil, senyum dong! Jelek banget kalau cemberut gitu. By the way lo gak kangen gitu sama gue? Kok biasa banget lihatin guenya?"
"Kalau kangen emangnya gue harus ngapain? Nyusul lo ke Singapura gitu?" tanya Wileen memutar kedua bola matanya.
"Boleh! Itu malah lebih bagus kalau lo nyusul gue ke Singapura. Jadi gue tidak perlu kembali ke Indonesia dalam waktu dekat ini.
"Ach, lo cari enaknya dong, Al!!"
__ADS_1
Albern Pun terkikik geli melihat Wileen yang masih ngomel ngomel. "Dua hari lagi gue kembali ke Indonesia," ucapnya membuat Wileen menahan senyumnya. Padahal di dalam hatinya dia sedang bersorak sorak.
"Kok biasa banget ekspresinya? Gak ada rasa senang karena bisa bertemu dengan gue," protes Albern.
"Lantas lo maunya gue harus bagaimana?" ucap Wileen semakin sewot.
"Gue gak mau apa apa, Wil! Gue sudah mendapatkan segalanya termasuk hati lo," gombalan Albern
Wileen mengulum senyum, dia menutupi wajahnya karena malu.Gombalan Albern mampu membuat hatinya goyah. Entah rasanya menanti dua hari lagi sepertinya tidak sanggup.
Setelah sambungan video call antara mereka berdua telah usai. Tiba tiba terlintas ide di pikiran Wileen. Dia berjalan menuju laci, kartu akses apartemen Albern ternyata masih disimpan.
Jika tidak bisa bertemu orangnya hari ini, maka Wileen akan memutuskan datang diam diam ke apartemen Albern. Setidaknya di sana dia akan banyak mencium aroma maskulin Albern yang tersisa. Katakanlah Wileen sudah mulai gila karena rindu yang harus menunggu dua hari lagi.
Atau bisa saja ini di katakan surprise untuk Albern. Maka dalam dua hari Wileen akan menginap di apartemen Albern. Dia akan membuat Albern kaget karena keberadaanya di sana.
Rencana yang sudah dia pikirkan matang matang kini akan dijalankan. Dengan penuh semangat dia melompat lompat lalu menyambar dompetnya dan berjalan turun ke lantai bawah.
Wileen meminta izin kepada kedua orang tuanya dalam dua hari akan menginap di rumah teman. Untung saja kedua orang tuanya tidak banyak bertanya. Mungkin mereka mengira Wileen akan menginap di rumah Sania.
Tidak mungkin Wileen berkata jujur bahwa dia akan menginap di apartemen Albern. Apalagi dalam statusnya sebagai tunangan orang. Tentu saja kedua orang tuanya akan menentangnya.
Wileen keluar penuh senyuman di wajahnya karena mendapat izin dari kedua orang tuanya. Meskipun pekerjaannya sering berada di luar rumah. Tetapi orang tuanya tetap akan menjaga putrinya agar tidak terjerumus pada hal yang salah.
Wileen sengaja naik taxi, dia tidak membawa mobilnya. Misi kejutan sudah pasti akan ketahuan seandainya dia bawa mobil. Belum juga tiba, tetapi wajah Wileen sudah dipenuhi senyuman.
__ADS_1
Ketika dia telah sampai di depan apartemen Albern, Wileen lagi lagi merasa kesenangan karena berhasil memasuki apartment Albern. Ketika pintu dibuka, aroma maskulin Albern langsung masuk ke intra penciumanya.