Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Pergi Ke Jepang


__ADS_3

Dion terus memanas manasi Albern dengan mengirim terus foto foto kebersamaan Wileen dengan Akio. Albern semakin meradang, di foto itu terlihat Akio merangkul bahu Wileen.


Konsentrasi Albern menjadi buyar, untung saja ada papanya yang juga ikut Meeting. Meeting berjalan lancar berkat papanya. Setelah selesai meeting, Albern di sidang papanya. Namun dia tidak punya cukup waktu, karena waktu penerbanganya ke Jepang tinggal setengah jam lagi.


Albern lari meninggalkan papanya yang mengomel, dia berlari keluar dari gedung perkantoran yang saat ini telah menjadi miliknya. Si budak cinta Albern segera menghentikan taxi dan menuju ke bandara saat ini juga. Dia tidak membawa sehelai pakaian pun selain yang dia pakai. Dia bisa membelinya saat sampai di Jepang nanti.


Dion tertawa terbahak bahak membayangkan muka sahabatnya yang sedang cemburu. Dion sudah tahu bahwa lelaki yang bersama Wileen adalah sepupunya Wileen. Dion sengaja tidak bicara terus terang kepada Albern, karena dia sengaja ingin mengerjai Albern.


Dion tidak peduli nantinya Albern akan marah padanya atau gagal memberinya voucher liburan kemanapun yang dia mau. Membayangkan muka Albern yang sedang cemburu saja sudah cukup menghibur Dion.


"Dasar budak cinta, elu kemakan cara lo sendiri Albern. Cinta ribet banget, apa susahnya tinggal nembak, jadian, terus nikah. Ini malah dibikin sulit dengan main petak umpet. Baru kali ini gue menemukan manusia langka seperti lo, Al," ucap Dion sambil memakan cemilan.


Enam jam bukanlah waktu yang sebentar untuk Dion menunggu kedatangan Albern. Dia akan tidur sebentar sebelum menjemput Albern di Airport.


Dan benar saja, setelah Dion bangun ponselnya terus berdering. Ternyata Albern sudah menelponnya hingga lima kali. Itu artinya dia sudah lama tiba di airport Jepang. Sedangkan Dion ketiduran hingga lupa waktu.


Dion langsung tancap gas menuju airport sebelum sahabatnya marah dan memakannya hidup hidup. Setibanya di pintu penjemputan, Dion melihat Albern duduk sendiri menunggunya.


"Sorry Al, gue ketiduran!!" ucapnya setelah sampai di depan Albern dengan nafas ngos ngosan karena berlari mengejar waktu.


Albern menatap datar Dion, badanya sampai pegal pegal berjam jam lamanya menunggu Dion. Jika bukan karena memikirkan sahabatnya itu, sudah pasti dari tadi Albern pergi ke hotel untuk istirahat.


Dion mengamati penampilan Albern yang sangat rapi. Albern masih mengenakan jas kerjanya, karena dia tadi langsung melakukan penerbangan tanpa mengganti pakaianya.


"Ello ke Jepang mau perjalanan bisnis atau mencari Wileen, Al?" tanya Dion masih memperhatikan penampilan Albern.


"Diam lo, gue belum sempat ganti pakaian, dari kantor langsung terbang ke sini. Ditambah nungguin elo lama, mata gue ngantuk tahu?" jawabnya sewot.

__ADS_1


"Sabar brow, namanya juga ketiduran, hehehe. By the way, lo gak bawa pakaian sama sekali ke sini?" tanya Dion mencari cari tas atau koper namun tidak ada.


Albern menggeleng, mana sempat dia memikirkan pakaian dan lain sebagainya. Dia bisa sampai ke Jepang dan lolos dari omelan Papanya pun sudah bersyukur.


"Gue pinjam pakaian lo!!" ucapnya kemudian.


"Astaga, ello sekarang jadi seorang bos brow, apa ada ceritanya seorang bos pinjam pakaian?"


"Ada, ini buktinya gue mau pinjam pakaian lo, lagian size kita sama," canda Albern, mana mungkin dia mau pinjam pakaian orang.


Albern menarik Dion, mengajaknya ke mall yang tidak jauh dari airport. Dia memiliki beberapa pakaian yang akan dipakai beberapa hari ke depan.


"Gak jadi pinjam pakaian gue, Al?" tanya Dion.


"Gak! Pakaian elo bau cewek semua."


"Eh, kurang ajar! Elo pikir gue playboy suka gonta ganti cewek?"


Semua wanita yang berlalu lalang meliriknya penuh pesona. Wajah Albern tidak kalah tampan dengan orang orang asli Jepang.


Albern sebenarnya tahu dirinya menjadi pusat perhatian para wanita. Namun Albern pura pura tidak tahu dan tetap bersikap cool, berjalan santai tanpa menoleh pada mereka. Malahan Dion yang sibuk memberi senyuman kepada para wanita tersebut.


"Ello tinggal di mana, Ion?" tanya Albern menarik Dion yang masih sibuk meladeni para wanita wanita cantik itu.


"Menginap di Hotel lah!!" jawabnya.


"Bawa gue ke hotel yang ello sewa, gue ngantuk, gue pengen istirahat sebentar sebelum mencari Wileen," pinta Albern.

__ADS_1


Dion Pun dengan terpaksa meninggalkan para wanita wanita cantik yang digoda. Mereka berdua melangkah menuju hotel yang disewa Dion.


Setelah sampai di hotel, Albern langsung membaringkan tubuhnya di sofa. Dia tahu diri, dia hanya numpang tidur, oleh karena itu dia memilih sofa untuk dia tiduri. Sedangkan Dion asik main game di atas ranjang, benar benar teman yang sangat baik hehehe.


Setengah jam kemudian Dion membangunkan Albern. Dion mendapat info bahwa Wileen akan ke pantai besok siang bersama lelaki yang berada di foto dengan Wileen. Albern langsung bangkit dari tidurnya. Albern menanyai Dion, dari mana sahabatnya itu bisa tahu.


"Ello tahu dari mana?" tanya Albern dengan wajah yang masih mengantuk.


"Gue gitu loh, soal mencari info apapun itu gue ahlinya. Ello persiapkan hati elo untuk besok Al, ingat jangan gegabah. Tabahkanlah hatimu brow, ini ujian seorang tunangan melihat tunangan nya jalan dengan pria lain."


Batin Dion tertawa terbahak bahak melihat ekspresi Albern yang menahan kekesalan. Hal yang sangat menyenangkan bagi Dion mengerjai Albern.


Dion bisa tahu kalau besok Wileen dan Akio pergi ke pantai karena Dion memfollow instagram Akio. Akio mengunggah foto pantai dan dalam caption nya dia menulis ke pantai bersama sepupu besok siang. Siapa lagi sepupu yang dimaksud Akio kalau bukan Wileen.


Dion melangkah menuju lemari pendingin dan mengambil sebotol air mineral untuk Albern. Karena dia tahu pikiran dan hati sahabatnya sedang panas dan perlu yang dingin dingin untuk menyegarkan.


"Nih minum biar seger pikiran dan hati ello."


"Gue gak butuh minuman, gue butuh alamat Wileen saat ini. Gue gak terima tunangan gue jalan dengan pria lain."


"Sabar brow, jangan gegabah, kita lihat dulu besok seperti apa!!" saran Dion menahan tawanya melihat kekesalan di wajah Albern.


Albern menerima sebotol minuman dingin dan meneguknya hingga tandas. Dion yang tidak tahan ingin tertawa pun akhirnya tawanya pecah.


"Ello emosi apa haus, brow?" tanya Dion.


"Dua duanya!!" jawab Albern dengan ekspresi datar.

__ADS_1


Dion lagi lagi tertawa terbahak bahak, dia bukan menertawakan Albern yang minum seperti orang kehausan melainkan menertawai ekspresi Albern dengan wajah di lipat menahan kekesalan. Sedangkan yang di tertawai tidak sadar, dia masih dalam fikiranya sendiri. Albern masih mengontrol kekesalannya terhadap pria yang bersama Wileen.


Dasar budak cinta yang aneh, penasaran kelanjutanya besok seperti apa? Tunggu saja cerita selanjutnya


__ADS_2