Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Permohonan maaf Lily


__ADS_3

Operasi Wileen telah berjalan dengan lancar dan selamat. Semua merasa lega sekaligus bersyukur karena Tuhan mengabulkan doa doa mereka semua. Beberapa jam kemudian setelah Wileen dipindahkan ke ruang rawat. Albern menemui Wileen yang masih belum sadarkan diri. Dengan bantuan Jofan yang setia mendorong kursi rodanya membuat Albern berterimakasih kepada sahabatnya itu.


Sebenarnya tidak ada masalah pada kedua kakinya. Namun dokterlah yang menyarankan Albern menggunakan kursi roda.


Albern mendekat, duduk di samping ranjang. Dia memperhatikan wajah Wileen yang pucat tak secerah biasanya. Sudut hatinya seperti tergores benda tajam tak kasat mata. Albern masih merasa bersalah dan menganggap dirinya penyebab Wileen tertembak.


"Maafkan aku baru kembali saat ini, maafkan aku yang telah membuatmu cemas?"


Tanganya meraba wajah Wileen, di kecupnya punggung tangan Wileen yang nampak lemah. Tidak hanya itu, Albern bangkit lalu mencium kening Wileen lalu berkata.


"Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama, Sayang? Apa kamu begitu kehilanganku sehingga kamu terus menerus mencariku?"


Lagi lagi Albern mengecup kening Wileen lalu berpindah mengecup berkali kali punggung tangan Wileen penuh cinta.


"Maafkan aku yang telah membuatmu menangis setiap hari. Maafkan aku juga yang sempat melupakanmu karena amnesiaku. Aku berjanji bila kamu sembuh nanti, aku akan menebus waktu yang pernah terbuang. Kamu bisa bersamaku dan memilikiku selamanya, kita saling memiliki seutuhnya."


Setelah mengucapkan beberapa kata ucapan maaf kepada Wileen. Albert pergi meninggalkan Wileen, Jofan dan teman temanya yang lain akan mengantarnya ke rumah kedua orang tuanya. Untuk beberapa hari Albern akan memulihkan keadaanya di sana. Karena di sana ada mamanya yang akan merawatnya.


Untuk beberapa hari kedepan Albern tidak akan menemui Wileen. Sesuai rencana dan permintaan dari keluarga Wileen yang ingin menjadikan kembalinya Albern sebagai surprize untuk Wileen.


Hari pernikahan antara Albern dan Wileen tinggal dua hari lagi. Semua tergantung kondisi Wileen, karena pernikahan bisa diundur hingga Wileen benar benar pulih. Semua sepakat mengundur pernikahan mereka dua minggu kedepan. Memberi waktu Wileen untuk memulihkan diri dari sakitnya.

__ADS_1


Lagi pula sampai saat ini Wileen belum tahu bahwa Albern adalah tunanganya. Maka di hari pernikahannya nanti akan menjadi double surprise untuk Wileen. Surprize kembalinya Albern dan surprize karena Albernlah yang akhirnya menikahinya.


Setengah jam setelah kepergian Albern, Wileen sadarkan diri. Dia melihat Papa, Mama, Kakak dan juga Sania. Dia bingung berada di mana dan kenapa ada selang infus yang menancap di tanganya. Dia tersadar bahwa beberapa jam yang lalu, dia tertembak karena tembakan Sain meleset  mengenainya.


Mengingat semua itu, Wileen juga teringat dengan Albern. Sontak dia panik, mengkhawatirkan kondisi Albern saat ini. Papanya menjawab Albern baik baik saja dan Wileen tidak perlu mengkhawatirkannya.


Wileen bertanya, apakah Albern masih amnesia dan masih tidak mengingatnya. Semua mengangguk demi menjalankan surprize yang telah mereka semua rencanakan.


Melihat kekecewaan di wajah Wileen membuat Handoko dan istrinya tidak tega. Tetapi ini semua tidak akan lama. Karena sebentar lagi, kebahagiaan dan keinginan untuk bersama dengan Albern akan terwujud.


Lalu Wileen juga bertanya apakah Lily masih membawa Albern pergi. Handoko menggeleng dan berkata bahwa Albern kembali ke rumah orang tuanya. Karena hanya di sana tempat Albern menerima banyak perhatian dari orang orang yang akan merawatnya.


Setidaknya ada sesuatu hal yang membuat Wileen bernafas lega. Lebih baik Albern kembali ke rumah kedua orang tuanya daripada di bawa kabur Lily.


"Tapi aku takut Lily akan membawa pergi Albern lagi!!"


"Bukankah lo sudah memiliki tunangan , kenapa masih memikirkan Albern. Oh ya, kata om Handoko, pernikahanmu ditunda dua minggu kedepan," ucap Sania merubah ekspresi Wileen.


Wileen baru menyadari bahwa dia masih terikat dengan pertunangannya dengan seseorang. Dia mengira pernikahanya akan gagal. Tidak disangka pernikahannya ditunda dua minggu lagi.


"Pa, bisakah pernikahanku dengan pria misterius itu dibatalkan saja. Bahkan dengan kondisiku yang hampir mati pun dia masih belum datang sekedar melihat keadaanku saat ini."

__ADS_1


"Calon suami semacam apa dia, pa? Di saat aku sakit dan di rawat di rumah sakit ini pun dia tidak peduli."


Ucap Wileen terus terusan mengeluh mengenai pria misterius yang akan menjadi suaminya. Handoko Pun menimpali bahwa calon suami Wileen sengaja mempersibuk dirinya. Sehingga pada waktu hari pernikahan dia siap. Walaupun hatinya sedih, namun ini adalah sebuah janji yang harus ditepati.


Tak lama setelah itu, ada seseorang yang masuk di ruang rawat Wileen. Orang itu adalah Lily, melihat Lily yang datang membuat Wileen memalingkan mukanya. Wileen tidak menyukai mantan kekasih Albern itu. Apa lagi setelah mendengar Lily lah yang menyembunyikan Albern selama ini.


Lily mendekati Wileen. Dia datang hanya untuk meminta maaf. Dia berjanji akan menjauh dari Albern, karena dia sadar Albern tidak pernah mencintainya selama ini. Dia juga sadar bahwa dirinya terlalu terobsesi memilikinya.


Wileen tidak bergeming sedikitpun, dia juga masih memalingkan muka. Melihat Wileen mengacuhkanya membuat Lily bersudut memohon maaf pada Wileen. Wileen terkejut lalu menyuruh Lily berdiri dengan bantuan Sania.


"Wil, maafin gue! hik...hik..." gue janji gak akan gangguin lo sama Albern lagi. Gue sadar hati dan pikiran Albern memang bukan untuk gue. Gue datang kemari untuk meminta maaf sekaligus pamit. Gue akan menetap di jerman dan lo gak perlu khawatir lagi."


Hati Wileen terketuk untuk memaafkan Lily. Meskipun dia juga iba melihat Lily seperti rapuh. Cintanya kepada Albern bertepuk sebelah tangan karena dari dulu hanya Wileen yang dicintainya.


Lily tersenyum lalu hendak memeluk Wileen. Sania menegur Lily dan melarang Lily memeluk sahabatnya. Pasalnya Wileen baru saja menjalani operasi. Luka jahitan nya masih basah dan rawan robek.


Tetapi Lily masih bisa tersenyum, setidaknya Wileen masih mau memaafkan. "Kita bisa berteman baik, kan? Bila gue pulang ke Indonesia nanti, apakah gue masih boleh berteman dan bertemu Albern, Wil?" tanya Lily.


Ekspresi Wileen berubah dalam sekejap. Bukan karena cemburu atau tidak percaya dengan Lily. Lebih kepada dia merasa kurang pantas jika Lily meminta izin kepadanya. Karena Albern sebentar lagi bukan miliknya. Wileen sebentar lagi akan menjadi milik pria lain. Hal itulah yang membuat Wileen sedih.


Tetapi untuk menutupi kesedihannya, Wileen mengangguk dan langsung merubah ekspresinya menjadi tersenyum. Lily boleh menemui Albern kapanpun. Tetapi entahlah, apakah Wileen masih bisa bertemu Albern setelah dirinya menikah dengan pria lain.

__ADS_1


Orang bilang setelah menikah, maka perempuan akan terikat oleh suaminya. Sudah tentu Wileen akan dibatasi berteman dengan lawan jenis. Pasrah hanya itu yang bisa Wileen lakukan karena dia terjebak pada pilihan nya sendiri.


__ADS_2