Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Di manfaatkan


__ADS_3

Di sebuah villa mewah yang jauh dari kota jakarta, Albern terbaring lemah tidak sadarkan diri. Wajahnya yang pucat, tubuh yang lemah, seolah tanpa nyawa.


Seorang wanita cantik menemaninya, duduk di sampingnya. Berkat bantuan papanya, wanita itu lebih dulu menemukan Albern. Untung saja lelaki yang dicintainya masih bisa terselamatkan. Wanita itu tidak lain adalah Lily, mantan kekasih Albern.


Dia sengaja mengasingkan Albern di sebuah villa mewah milik keluarganya. Dia tidak akan membiarkan Wileen ataupun keluarga Albern menemukan Albern lebih dulu.


Albern adalah miliknya, cinta pertamanya dan Lily ingin selalu memilikinya. Cinta dan obsesi ingin memiliki memang beda tipis. Lily tidak peduli yang dia rasakan cinta ataupun obsesi. Yang paling penting Albern akan terus bersamanya bagaimanapun caranya. Albern adalah miliknya dan selamanya adalah miliknya.


Setelah di rawat jalan selama beberapa jam, Albern mulai sadarkan diri. Dia mulai membuka matanya dan merasakan kepalanya begitu sakit luar biasa. Dia merintih, membuat Lily reflek memeriksa keadaan Albern.


"Sayang, kamu sudah siuman? bagian mana yang sakit? Katakanlah biar aku panggilkan dokter untukmu!!"


Albern menatap Lily, dia bingung siapa wanita yang berada di sampingnya saat ini. Bukan hanya itu saja, bahkan dia bingung siapa dirinya sebenarnya.


"Kamu siapa?" tanya Albern pada Lily. Lily terkejut, karena Albern tidak mengenalinya. Dia langsung menelpon dokter keluarganya untuk memeriksa keadaan Albern.


"Sayang, apakah kamu tidak mengingatku? Aku Lily," ucap Lily, namun Albern menggeleng. Tak lama dokter keluarganya pun tiba. Dokter itu langsung memeriksa keadaan Albern.


Lily penasaran, apa yang salah pada Albern? Kenapa Albern tidak menginyanya. Dokter Pun menjelaskan bahwa benturan di kepala Albern, membuatnya mengalami amnesia.


Bukanya prihatin, Lily malah tersenyum dan menganggap amnesia Albern adalah berkah baginya. Dia bisa memanfaatkan situasi ini untuk lebih dekat dengan Albern. Bahkan dia akan mengaku sebagai tunangan Albern. Atau bisa jadi Lily akan meminta kepada papanya untuk menikahinya secepatnya dengan Albern.

__ADS_1


Setelah kepergian dokter keluarganya, Lily langsung menghasut Albern. Meyakinkan Albern bahwa dia adalah kekasihnya. Albern yang tidak mengingat apapun langsung percaya begitu saja.


Lily memeluk tubuh Albern yang membuatnya bahagia dan nyaman. "Sayang, syukurlah kamu baik baik saja. Walaupun kamu tidak mengingatku, itu tidak masalah bagiku. Aku tetap mencintaimu dan akan selamanya mendampingimu."


"Kamu siapa?" tanya Albern. Lily pun menjawab bahwa dia adalah tunangan nya. Lily tersenyum penuh kemenangan, karena inilah yang dia inginkan.


"Sayang, cepat sembuh, ya! Kamu jangan khawatir, aku akan melakukan yang terbaik demi kesembuhanmu."


Albern mengangguk, meskipun dia ragu untuk membalas pelukan Lily. Albern pun membalas pelukan Lily dan membuat wanita itu bahagia.


Papanya Lily masuk, melihat kondisi putrinya dan Albern. Lily langsung menyambut papanya dan dia mengatakan kepada temannya bahwa Albern saat ini sedang amnesia. Lily juga meminta kepada papanya agar menikahkan dia secepatnya dengan Albern. Papanya menatap terkejut dengan permintaan putrinya.


"Apakah bukan pelanggaran jika kita memanfaatkan orang amnesia, nak?" tanya papanya. Lily tidak peduli, dia terus memohon kepada papanya. Dia tahu papanya tidak akan pernah menolak keinginannya. Karena papanya Lily sangat menyayanginya lebih dari apapun.


Sain menanyakan apakah Albern mengingat keluarga ataupun Wileen. Mereka menjawab tidak satupun yang bisa dia ingat saat ini. Albern mengalami amnesia total yang mungkin pelan pelan bisa pulih. Tetapi kapan pulihnya tidak bisa ditentukan.


"Sepertinya wanita yang bersama Albern adalah wanita yang licik, tuan!!" ucap salah satu dari mereka.


"Aku tahu, dan aku mengenal wanita itu juga!!" Sain menimpali.


Mereka juga memberi Sain beberapa bukti photo saat Lily memeluk Albern. Seketika Sain punya ide, dia akan mengirim photo photo itu kepada Wileen.

__ADS_1


Dia tertawa membayangkan bagaimana reaksi Wileen setelah melihat photo itu. Paati hati Wileen akan bertambah hancur melihat Albern bersama Lily.


Photopun dikirim ke nomor Wileen. Wileen yang berdiam diri di kamarnya pun langsung membuka chat masuk dari seseorang. Dia berharap ada seseorang yang membawa berita baik tentang Albern.


Pesan pun dibukanya, Wileen sungguh sangat terkejut melihat photo di layar ponselnya. Dia langsung membalas si pengirim dan meminta lokasi Albern saat ini berada. Nomer asing itu tidak mau memberitahunya. Bahkan setelah mengirim photo photo itu, dia langsung memblokir nomor Wileen.


"Pa...Mama, bantu Wileen Pa...Ma!!" teriak Wileen keluar dari kamarnya memanggil manggil orang tuanya.


Orang tuanya yang sedang membicarakan sesuatu di ruang keluarga pun terkejut mendengar teriakan Wileen. Takut terjadi sesuatu pada putri bungsunya, mereka segera berlari memastikan keadaan Wileen.


Terlihat wajah penuh kepanikan pada diri Wileen. Dia terus memohon meminta tolong papanya untuk menemukan Albern. Awalnya Papa dan Mamanya mengira Wileen kambuh lagi. Tetapi setelah Wileen menunjukan photo Albern berdua bersama Lily dari nomor asing pun mereka akhirnya percaya ucapan Wileen.


"Tenang dulu sayang! Papa akan mencoba mencari tahu tentang mereka. Kalau perlu papa akan menyuruh orang untuk menyelidiki Lily beserta keluarganya," Ucap Handoko.


Ada kelegaan dari ekspresi Wileen, setidaknya dia bisa mempercayakan semuanya pada papanya. Hanya Doa dan harapan yang bisa dia lakukan saat ini. Meskipun dalam hatinya bertanya tanya sekaligus merasa khawatir. Pasalnya di photo itu Albern berpelukan dengan Lily.


Di foto itu juga memperlihatkan kening Albern yang tampak terluka. Ada perban putih yang melingkari keningnya.


Lagi lagi Wileen menangis, kali ini dia menangis ambil melihat bunga bunga di kebun milik mamanya. Niat hati ingin mencari udara segar sehingga pikiran pun bisa fresh. Ternyata percuma saya, yang dilakukan malah mengingatkan dia dengan Albern.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya denganmu, Aku hanya berharap kamu segera ditemukan. Aku rindu, aku ingin segera memelukmu dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya."

__ADS_1


Wileen menatap langit, tanpa diduga Albern Pun juga sedang melihat langit melalui jendela kaca di vita itu. Meskipun dia hilang ingatan, seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya. Lily tiba tiba memeluk Albern dari belakang. Albern merasakan hal asing dari pelukan Lily. Tetapi hanya Lily yang dia punya saat ini. Tanpa menolak dan dia membiarkan saja Lily memeluknya dan menyandarkan kepalanya di bahunya.


Mungkin jika dalam keadaan normal, dalam arti Albern tidak amnesia. Pasti Albern akan menolak ketika Lily memeluknya. Lily begitu bersyukur dengan kondisi Albern yang amnesia. Bahkan Lily dengan jahat berharap Albern tidak akan mengingat apapun selain mengingatnya.


__ADS_2