
Albern saat ini sangat mencemaskan Wileen, di mana keberadaan Wileen saat ini dia pun tidak tahu. Jangankan dia, keluarganya pun juga tidak tahu. Selang beberapa menit setelah Albern meninggalkan rumah Wileen. Wileen menelpon papanya, memberitahu dia sedang berlibur di Indonesia dan dia baik baik saja. Namun Wileen tidak memberi tahu keberadaanya di mana saat ini.
Wileen hanya ingin mencari ketenangan, keluarga Wileen langsung mengabari Albern. Albern pun sampai meminta tolong kepada semua sahabatnya untuk membantunya mencari tahu keberadaan Wileen.
Saat ini teman temanya belum bisa menemukan keberadaan Wileen. Tapi mereka berjanji akan membantu Albern mencari tahu keberadaan Wileen saat ini.
Siang harinya Wileen berjalan jalan di tanah lot, di sana banyak sekali wisatawan asing yang berdatangan. Wileen terus mengikuti arah kakinya melangkah menyusuri pasir pantai. Di sana Wileen juga bertemu dengan para fansnya. Mereka satu persatu meminta foto bareng dengan nya. Tidak satupun yang tidak mengunggah foto mereka dengan sang idola di sosial media. Dari situlah Albern mampu menemukan di mana posisi Wileen saat ini berada.
Kebetulan Sanialah yang lebih dulu mengetahui unggahan salah satu fans Wileen. Dari situ Sania tahu bahwa Wileen saat ini berada di pulau Bali. Sania langsung mengabari Albern, dia kasihan melihat si budak cinta Albern gundah gulana mencari keberadaan Wileen.
Mendengar kabar dari Sania, Albern langsung merasa senang. Tetapi dia meyakinkan untuk kedua kalinya apakah kabar itu benar benar akurat atau hanya latepost dari fansnya Wileen.
"Apa lo yakin Wileen berada di Bali saat ini?" tanya Albern di seberang telpon.
"Menurut jam unggahan dan lokasi, Wileen saat ini kemungkinan besar ada di Bali. Foto itu adalah foto unggahan baru. Karena sebelumnya Wileen tidak pernah pergi ke Bali tanpa gue. Dalam arti dia selalu ke Bali bersama gue kecuali sekarang ini," ucap Sania menjelaskan.
"Baiklah, thanks atas infonya, San! Gue akan ke Bali sekarang juga," ucap Albern memutuskan sambungan telponya.
Sebelum berangkat, bel apartemen Albern berbunyi. Albern mengintip dari lubang pintu, ternyata papanyalah yang datang saat ini. Albern sudah bisa menebak, pasti papanya akan mengomelinya saat ini. Dia tidak akan membuka pintu sebelum papanya pergi dari apartemennya. Terpaksa dia harus mengulur waktu demi menunggu papanya pergi.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian setelah mendengar bunyi bell kesepuluh kalinya, akhirnya papanya pergi. Albern segera keluar dari apartemennya dan menuju basement apartemen melalui tangga.
Setelah tiba di basement, dia segera masuk kedalam mobilnya dan langsung bergegas mengendarainya.Lagi lagi Albern membeli tiket dadakan dan kali ini menuju ke Bali. Semua ini dia lakukan demi Wileen.
Beberapa jam kemudian Albern telah tiba di pulau dewata Bali. Ini adalah kali pertama Albern menginjakan kakinya di pulau dewata Bali. Sebagai warga negara Indonesia dia belum pernah berlibur ke Bali. Maklumi saja, dia terlalu lama di negri orang sehingga tidak sempat mengunjungi tempat tempat wisata di negaranya sendiri.
Albern juga mendapat info dari sania bahwa Wileen menginap di hotel xxx. Albern sangat berterimakasih kepada sahabatnya Wileen itu. Sania sangat banyak membantunya dari awal hingga saat ini.
Setelah mengetahui Wileen menginap di hotel xxx, Albern pun ikut menginap di hotel itu pula. Kebetulan juga kamar di sebelah kamar yang ditempati Wileen kosong. Jadi Albern bisa memantau Wileen secara diam diam.
Seperti saat ini ketika Albern hendak memasuki kamar yang dia pesan. Albern melihat Wileen baru saja masuk ke dalam kamarnya. Ingin rasanya dia berlari dan memeluk Wileen dari belakang. Namun dia urungkan, Wileen akan merasa terganggu jika mengetahui keberadaanya di sini.
Setelah memasuki kamarnya, Albern membuka balkon untuk menghirup udara yang menyegarkan. Telinganya mendengarkan sesuatu dari kamar sebelah, tepatnya kamar yang ditempati Wileen. Ternyata Wileen sedang berdiri di balkon sambil menelpon seseorang. Albern pun bersembunyi dan memasang telinga lebar lebar untuk menguping pembicaraan Wileen.
Ternyata Wileen sedang ngobrol dengan Sania di balik teleponnya. Albern tetap mendengarkan setiap kata yang terucap dari bibir Wileen.
"Iya, gue besok balik ke Jakarta! Lo jangan marah marah dong San. Maaf deh, gara gara gue lo jadi kerepotan menghandle kantor sendirian."
"What? Besok Wileen balik ke Jakarta?" gumam Albern pelan dan melanjutkan acara mengupingnya.
__ADS_1
"Lo minta oleh oleh apa di Bali? Maaf, gue tidak sempat belanja oleh oleh di Jepang. Jadi lo gue bawakan oleh oleh lokal aja ya? Hehehe."
Wileen menutup teleponnya, lalu dia menutup pintu balkon dan memanjakan diri berendam di dalam bathup kamar mandi yang telah diberi aroma terapi.
Sedangkan Albern menyambar ponselnya yang tadi dia letakan di nakas. Dia langsung menghubungi Sania dan bertepatan Sania yang lebih dulu mengirimkan chat ke pada Albern. Dia memberitahu bahwa Wileen besok pagi pukul sepuluh pagi akan melakukan penerbangan dari Bali ke Jakarta.
Dalam artian Albern hanya akan bermalam di hotel ini untuk malam ini saja. Besok pagi dia akan check out dari hotel sebelum Wileen check out.
Dia akan mengawasi Wileen dari jarak jauh hingga di pastikan pesawat yang di tumpangi Wileen telah terbang lebih dulu. Saat ini Albern mengotak atik ponselnya dan mencari tiket penerbangan setelah jam sepuluh pagi. Dia akan terbang satu jam setelah Wileen terbang.
"Memang buang buang waktu sih, tapi semua ini demi dia. Entahlah, besok siap siap gue akan memasang telinga dan mendengar omelan papa setelah tiba di Jakarta."
Rasa kantuk yang melanda membuat mata Albern terpejam. Dia terlalu lelah hingga kurang istirahat dan saat ini adalah waktu yang tepat untuknya beristirahat.
Malam harinya Albern mencari makan di luar, matanya menangkap sosok wanita pujaanya juga berada di tempat yang sama. Buru buru Albern menutupi wajahnya menggunakan sapu tangan.
Matanya juga melihat para pria pria wisatawan menatap kagum akan kecantikan Wileen malam ini. Wileen mengenakan dress tanpa lengan berwarna pink. Meskipun dress itu panjang dan menutupi paha mulusnya. Tetapi punggungnya yang putih mulus terekspose. Hal itu yang membuat Albern merasa geram dan ingin mencolok satu persatu setiap mata pria yang memandangnya.
"Sabar- sabar, kalau gue gegabah yang ada gue nanti ketahuan Wileen. Oke, kali ini gue ampuni, nanti kalau lo dah jadi istri gue, gue suruh pakai jubah sekalian. Enak saja mata pria lain menikmati milik gue," ucap Albern ngedumel dan mulai possessive.
__ADS_1
Belum juga menikah dan menjadi suami Wileen, Albern sudah mulai terlihat keposessivanya. Bagaimana jika mereka sudah menikah, pasti Albern menjadi possessive husband.