
Siang ini tepatnya jam 1 siang, Wileen mengadakan konferensi pers di sebuah gedung tak jauh dari kantornya.Dia datang ke gedung itu tidak sendirian, ada Albern yang mendampinginya. Rasa takut dan kekawatiran itu sedikit mereda karena genggaman tangan Albern.
Sampai sekarang dia belum berani membuka sosial media manapun. Pasti akan banyak sekali orang yang menghujatnya. Dia berharap fans fansnya tidak akan pergi meninggalkanya hanya karena vidio syur yang beredar di sosial media.
Semalam Albern sudah membantu menyiapkan data-data sebagai bukti di konferensi pers siang ini. Wileen sangat bersyukur ada Alex/Albern di sampingnya. Jika tidak ada Alex, entahlah mungkin Wileen akan semakin hancur.
Kini jam sudah menunjukan pukul 1 siang, konferensi pers itu di mulai. Banyak yang menyorot pria bermasker hitam yang mendampingi Wileen yang tak lain adalah Albern.
Wileen merasa gugup serta takut, dialah yang meminta Alex untuk menemaninya. Banyak pertanya'an dari media yang bertanya pada Wileen. Silauan lampu kamera membuat Albern merasa risih namun tetap bersikap biasa demi Wileen.
Albern dan Wileen saling pandang, ketika genggaman tangan Albern seolah mentransfer banyak kekuatan untuknya. Mereka berbicara melalui isyarat mata, "percayalah semua akan baik baik saja".
"Aku akan menjawab semua pertanya'an kalian, tetapi sebelumnya kalian lihat vidio lengkap yang akan aku tunjukan kepada kalian semua," ucap Wileen, lalu meminta bantuan Albern untuk menampilkan vidio percobaan pemerkosaan yang di lakukan Sain. Di sana sangat jelas wajah Sain dan Wileen lalu datanglah Albern yang menyelamatkan Wileen. Para Wartawan di buat bungkam dan langsung menyiapkan pertanya'an lain.
Sedangkan orang lain yang juga ikut menyaksikan vidio tadi, saling berbisik. Di situlah letak pembalasan Wileen kepada Sain. Inikah yang di namakan senjata makan tuan. Kini bukan Wileen lagi yang di permalukan melainkan berbalik kepada Sain.
Semua orang yang berada di sana juga tidak habis fikir setelah menyaksikan vidio itu. Sain yang terkenal ramah dan good attitude, ternyata bisa berbuat sebejat itu. Di situlah nama Sain menjadi tercoreng di mata masyarakat luas.
"Wileen, bolehkan kami tahu, apakah pria yang menyelamatkanmu adalah pria yang di sampingmu saat ini?" tanya salah satu wartawan, Wileen mengangguk.
"Ya, dialah yang menyelamatkanku," jawabnya tersenyum memandang Albern.
Untuk pertanya'an selanjutnya, mereka bertanya ada hubungan apa Wileen denga Alex? Wileenpun menjawab mereka hanyalah teman. Namun yang namanya wartawan tidak percaya begitu saja. Apalagi perlakuan Alex di vidio itu begitu specil dan sangat melindungi Wileen.
__ADS_1
"Bolehkan membuka sebentar masker anda? Kami ingin tahu siapa anda sebenarnya?" pinta wartawan itu pada Albern, Wileen langsung berkata jangan, karena melihat ekspresi Alex yang kurang nyaman.
"Sebaiknya jangan memaksa dia, dia tidak nyaman dengan permintaan kalian!!" ucap Wileen.
"Prok prok prok! Sudah cukupkah sandiwaramu Albern," suara dari balik kerumunan para wartawan terdengar di telinga Wileen dan Albern. Seketika mendengar namanya di sebut, Albern langsung kaget. Ternyata Sainlah yang menyebut namanya barusan.
Para wartawan langsung menyorot ketika Sain melangkahkan kakinya menghampiri Wileen dan Albern. Mata Albern membola ketika Sain menatapnya penuh permusuhan. Apalagi tanda tanda bahaya sudah mendekatinya.
"Apa maksud elo, Sain? Masih punya nyali elo muncul di depan khalayak ramai?" ucap Wileen.
"Tenang baby! Apa elo tidak sadar ada seseorang yang memainkan drama dengan sangat mulus? Dialah orangnya yang elo banggakan tadi," ucap Sain sembari tanganya menarik masker penutup wajah Albern. Hingga kini wajah Albern terlihat jelas di depan Wileen dan membuat wanita itu syok.
Wileen menggeleng, mendadak hatinya terasa nyeri, dia terlalu kaget dengan kenyata'an yang baru saja dia saksikan. Matanya memanas, ingin sekali dia menangis namun dia tidak akan menangis di depan khalayak ramai. Wileen berlari pergi dari khalayak ramai sembari menangis. Hatinya terluka dan sungguh sangat hancur. Orang yang dia percayai telah mempermainkanya.
"Brengsek lepasin gue!!"
"Percuma elo kejar dia, karena gue yakin dia sangat kecewa sama elo. Ternyata elo punya stok seribu nyawa, ya. Gue fikir jasat lo sudah membusuk jadi satu dengan tanah. Bagaimana rasanya di benci oleh Wileen, selamat menikmati," ucap Sain mengejek.
Albern langsung melayangkan pukulanya tepat di bibir Sain. Membuat bibir sain berdarah karena pecah terkena pukulan Albern yang cukup keras.
Albern tidak mempedulikan umpatan dari bibir Sain, dia berlari mengejar Wileen. Pukulan di bibir Sain tidak seberapa sakitnya di banding dulu Sain hampir membunuhnya karena Sain membenturkan kepala Albern berkali kali di dinding.
Albern terus berlari keluar dari gedung, namun yang di kejar telah menghilang, bisa jadi Wileen sudah berada di dalam taxi menuju rumahnya.
__ADS_1
Albern segera berlari menuju tempat mobilnya terparkir. Dia harus segera menyelesaikan kesalahfahaman ini sebelum Wileen benar benar membencinya.
Albern mengumpat kesal karena jalanan saat ini sedang macet total. Fikiranya kacau dan bercampuran membuat dia pusing.
Sedangkan di gedung lokasi di adakanya konferensi pers tadi. Sain di hadang puluhan wartawan, namun Sain memilih menghindar. Mengobati lukanya lebih penting daripada menjawab pertanyaan wartawan dalam kondisi bibirnya yang terluka.
Sekitar 20 menitan, Albern tiba di rumah Wileen. Kata kedua orang tua Wileen, saat ini Wileen sedang mengunci dirinya di dalam kamar. Jika menjadi Alex Albern bisadengan mudah membujuk Wileen. Kali ini dia tidak bisa membujuknya lagi, karena penyamaranya telah di ketahuinya.
"Kalian berdua ada masalah apa sih, Al?" tanya Handoko.
"Wileen sudah tahu penyamaran saya, om! Oh, maksud saya, pa!!" ucapnya.
Handoko menepuk bahu Albern, lalu berucap " sepandai pandainya kita menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga. Begitu pula semakin pandainya kita menyimpan rahasia akan terbongkar juga"."
Seharusnya dari Awal Albern sebaiknya tidak pakai acara menyamar. Ini sudah menjadi resiko dari jalan yang dia pilih.
"Lebih baik biarkan saja Wileen, nanti kalau dia sudah tenang, Papa akan berusaha membujuknya. Lebih baik kamu pulang dan beristirahat, pasti kamu lelah dari kemarin mengurus putri Papa."
Sebenarnya Albern tidak mau meninggalkan Wileen dalam situasi seperti ini. Namun apa yang di katakan Papanya Wileen ada benarnya. Belum tentu Wileen masih mau menuinya. Mungkin Wileen terlanjur kecewa dan marah padanya.
Albern akhirnya pulang ke apartementnya dalam keada'an kacau. Kepalanya sangat pusing memikirkan nasih hubunganya dengan Wileen kedepanya.
Dia merogoh kalung yang melingkar di lehernya, di kalung itu Albern melihat cincin pertunanganya dengan Wileen. Dia baru teringat hal itu, setidaknya antara Wileen denganya sudah ada ikatan.
__ADS_1
Mungkin Albern akan menyembunyikan identitasnya sebagai tunangan Wileen, sampai mereka benar benar sah. Meskipun Wileen akan semakin kecewa, tetapi orang bilang akan ada jalan keluar dari setiap masalah jika mereka sudah menikah.