
Albern mempercayakan Wileen pada Aiko, setidaknya dia masih bisa menanyakan kabar Wileen melalui Aiko. Terlihat juga Aiko sepertinya mendukung hubunganya dengan Wileen. Setidaknya Albern bisa sedikit bernafas lega dan kembali ke hotel bersama Dion.
Dia sangat lelah, kemarin hanya tidur sebentar itu pun tidur di sofa. Badan nya remuk redam, hari ini dia akan menikmati waktunya untuk tidur sepuasnya. Begitupun Dion, dia sudah tidak sadarkan diri di dalam mobil. Matanya yang sangat lelah tidak bisa lagi terkondisikan. Akhirnya Albern lah yang mengambil alih kemudi.
Sedangkan Akio saat ini memasuki rumahnya yang terletak di lantai dua. Dia melihat kamar Wileen yang tertutup rapat. Sedangkan sepatunya masih tertata rapi di antara sepatu sepatu Akio. Menandakan sang pemilik masih berada di dalam kamar.
Akio mengetuk pintu kamar yang ditempati Wileen. Satu ketukan tidak ada sahutan dari dalam, hingga ketukan kedua Wileen bertanya ada apa.
"Lo baik baik saja kan, Wil?" tanyanya di balik pintu.
"Ya, gue baik baik saja!!" sahutnya dari dalam.
Akio duduk di sofa ruang tamu, lalu dia memasang earphone di telinganya dan mendengarkan musik kesukaannya. Tak lama kemudian pintu kamar Wileen terbuka dan menampakan Wileen keluar dengan menyeret koper kecilnya.
Sontak Akio bangkit dan menghampiri Wileen serta bertanya Wileen mau kemana. Ternyata Wileen setengah jam lagi akan melakukan penerbangan ke Indonesia.
"Kok mendadak, Wil?" tanya Akio, dia bingung pasalnya dia dan Albern telah berencana mempertemukan Wileen dan Albern besok siang. Sepertinya rencananya gagal karena Wileen akan kembali ke Indonesia setengah jam lagi.
"Sorry, mumpung ada tiket pesawat murah!!" bohongnya. Tetapi Akio paham bukan itu alasan Wileen yang sebenarnya. Bisa jadi dia menghindari Albern karena Albern sudah mengetahui keberadaannya.
Akio menghembuskan nafas pelan, lalu dia menawarkan diri mengantar Wileen. Awalnya Wileen menolak namun akhirnya dia setuju.
Sebelum berangkat Akio beralasan ingin ke toilet sebentar. Di dalam toilet dia mencoba menghubungi Albern dan Dion. Namun di antara keduanya tidak satupun yang mengangkat teleponnya. Akhirnya jalan satu satunya Akio mengirim chat yang berisi memberitahukan bahwa Wileen setengah jam lagi akan terbang kembali ke Indonesia.
Sedangkan dua orang pemuda Albern dan Dion ternyata sedang tidur karena kelelahan. Mereka terbangun dari tidurnya tiga jam kemudian. Itupun Dion yang bangun duluan.
__ADS_1
Dion mengecek ponselnya, ada lima kali panggilan tak terjawab dari Akio dan satu chat masuk. Dion bergegas membuka chat dari Akio siapa tahu ada info penting. Setelah membaca pesan dari Akio, Dion buru buru membangunkan Albern yang belum juga membuka matanya.
"Al, bangun woy! Si Wileen sudah balik ke Indonesia."
Sontak Albern langsung membuka matanya dan bertanya ulang pada Dion. Dion memberi ponselnya kepada Albern agar dia membaca sendiri chat dari Akio. Kemudian Albern mengecek ponselnya dan melihat chat yang sama juga dari Akio.
Albern bangkit dari ranjang lalu dia masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka. Dia keluar dengan wajah segarnya lalu menyambar dompetnya. Dion bertanya Albern mau kemana dan Albern Pun menjawab ingin ke rumah Akio.
"Percuma, karena Wileen sudah pergi dari tiga jam yang lalu. Buat apa lo ke rumah Akio, mending lo balik ke Indonesia," saranya.
Benar juga apa yang dikatakan Dion, Albern langsung menyiapkan berkas berkasnya seperti paspor dan lain lain kecuali pakaian nya yang baru dibeli kemarin dia tinggal.
"Thanks udah bantu gue! gue balik sekarang dan sampai jumpa di Indonesia!!" ucapnya kepada Dion.
"Woy, pakaian lo gak lo bawa?"
Setelah berkata demikian Albern langsung bergegas keluar dari kamar hotel. Dia akan naik taxi untuk menuju ke airport. Jarak Jepang ke kota Jakarta bekisar tujuh jaman. Wileen sudah berangkat dari tiga jam yang lalu. Itu artinya dia masih di dalam pesawat menuju ke Airport Jakarta.
Albern berencana setelah tiba di Jakarta akan langsung menuju ke rumah Wileen. Dia akan memastikan Wileen benar benar pulang dengan selamat. Tidak peduli dia terus menghindarinya, Albern akan tetap terus mencari cara untuk terus mendekatinya.
Albern tidak langsung melakukan penerbangan saat itu juga. Dia harus menunggu satu jaman, karena jadwal penerbanganya adalah satu jam berikutnya. Sembari menunggu waktu penerbangan tiba, dia duduk di rest area.
Empat jam kemudian pesawat yang ditumpangi Wileen telah mendarat di Indonesia. Dia memang melakukan penerbangan di Indonesia. Namun bukan Jakarta tempat tujuan melainkan pulau dewata Bali.
Wileen membohongi Akio, meskipun dia tidak sepenuhnya berbohong. Sebelum pergi Wileen berkata akan kembali ke Indonesia tanpa mengatakan wilayah tujuannya.
__ADS_1
Wileen memilih pergi ke pulau dewata Bali untuk mengisi waktu liburan nya yang tersisa. Mungkin di pulau dewata Bali Wileen akan lebih mendapatkan ketenangan. Albern tidak akan tahu dia berada di pulau ini.
Setelah sampai, Wileen langsung memanggil taxi untuk mengantarnya di sebuah hotel yang strategis dengan lokasi lokasi wisata. Waktu empat hari adalah waktu yang terbilang cukup untuknya menghabiskan liburanya sebelum kembali beraktivitas di Jakarta.
Baru juga Wileen masuk dan duduk di kursi penumpang. Ponselnya sudah berdering, ada panggilan masuk dari Akio. Ini adalah panggilan untuk ketiga kalinya dari dua panggilan yang tidak diketahui.
Akio hanya ingin memastikan sepupunya selamat sampai tujuan. Setelah itu Akio mematikan sambungan telepon dan Wileen Pun menikmati perjalananya.
Sedangkan dini hari Albern baru saja tiba di airport Jakarta. Dia akan mencari sarapan dan kopi untuk mengisi paginya. Tidak mungkin sepagi ini dia akan ke rumah Wileen langsung.
Albern membuka aplikasi whatsappnya dan ada chat masuk dari Akio. Akio memberitahu Albern bahwa Wileen sudah sampai di Jakarta. Albern Pun bisa bernafas lega dan tak sabar ingin segera menemuinya.
Waktu berlalu hingga saat ini jam telah menunjukan pukul sembilan pagi. Sebelum kembali ke apartemenya, Albern akan mampir ke rumah Wileen hanya untuk memastikan wanita pujaanya baik baik saja. Bel rumah pun dipencetnya, asisten rumah tangga di rumah Wileen langsung membukanya.
"Pagi, bik!" sapa Albern ramah.
"Eh, mas Al! silahkan masuk mas, ibu dan bapak ada di taman belakang. Saya panggilkan mereka sebentar," ucap si asisten rumah tangga itu. Albern menggeleng, dia akan menemui calon mertuanya sendiri di teras belakang.
Albern Pun melangkahkan kakinya menuju teras belakang. Dia melihat pasangan suami istri yang tidak lagi muda itu sedang berolahraga. Albern Pun menyapa dengan kesopanan dan senyumnya yang manis.
"Assalamu'alaikum! Selamat pagi Pa... Ma," sapanya ramah.
"Waalaikum salam, Al! Pagi juga, kamu kapan balik dari Jepang? Bukankah kamu ke Jepang menyusul Wileen, nak?" tanya Handoko.
Albern mengangguk membenarkan ucapan calon papa mertuanya. Dia juga berkata bahwa Wileen telah pulang lebih dulu. Oleh karena itu dia datang untuk memastikan Wileen telah sampai di rumah ini.
__ADS_1
Kedua orang tua Wileen saling pandang, mereka berkata bahwa Wileen belum tiba di rumah. Wileen juga tidak memberi kabar bahwa dia akan pulang ke Jakarta. Albern kaget, bagaimana bisa ceritanya menjadi seperti ini. Bukankah tadi Akio memberitahunya bahwa Wileen telah tiba di Jakarta. Lalu kemana perginya Wileen saat ini.