Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Hilang jejak


__ADS_3

Beberapa jam kemudian Wileen sadar, dia melihat dirinya terbaring di ruangan serba putih. Orang tuanya dan kakaknya segera menghampiri Wileen. Tiba tiba Wileen menangis teringat akan sosok Albern. Kakaknya langsung membawa Wileen ke pelukannya.


"Kak, Albern tidak mungkin meninggal. Dia telah berjanji akan pulang untuku. Dia tidak akan meninggalkanku secepat ini."


Kakaknya Pun mengangguk demi ketenangan adiknya. Dia tidak ingin jiwa adiknya terguncang karena kabar kecelakaan pesawat itu.


Sedangkan sahabat sahabat Albern telah berada di lokasi. Dion yang pandai menyelam pun sampai turun tangan terjun ke lautan mencari sosok sahabatnya. Namun dia tidak juga bisa menemukan Albern.


Tujuh jasad lainnya baru saja ditemukan. Mendengar itu Jofan segera menghampiri lokasi tempat evakuasi. Jofan dan teman temanya melihat satu persatu korban yang baru saja ditemukan. Ketujuh korban itu meninggal semua dan tidak ada Albern di antara mereka.


Bahkan mereka semua hampir putus asa karena telah melakukan segala upaya untuk menemukan sahabatnya.


"Kita hanya bisa berserah diri kepada Tuhan, menanti sebuah keajaiban semoga sahabat kita bisa kembali dengan keadaan masih hidup," ucap Jofan.


Mereka hanya bisa pasrah, mereka juga bingung harus bagaimana mencari jasad sahabatnya. Ada tiga orang yang hilang dalam kecelakaan pesawat itu. Tiga di antara orang orang itu adalah Albern sahabat mereka.


Waktu terus berlalu hingga genap satu minggu semenjak kejadian. Pencarian Albern masih berlanjut bahkan papanya mengerahkan orang orang yang ahli melacak demi putra semata wayangnya.


Sedangkan Wileen seperti hidup tapi tidak bernyawa. Hidupnya seperti kehilangan cahaya yang biasanya membuatnya bersinar. Melamun menyendiri di dalam kamarlah yang bisa dia lakukan.


Menangisi sosok tampan yang hanya tersisa potretnya saja yang saat ini sedang Wileen pandangi.


"Al, tolong jangan tinggalin aku untuk yang kedua kalinya. Aku benar benar bukan wanita kuat untuk menghadapi semua ini. Kamu telah berjanji kembali untukku. Satu minggu lagi aku akan dinikahkan dengan orang lain. Kamu berjanji akan memperjuangkanku. Maka aku mohon kembalilah Al, aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin menikah dengan pria lain.

__ADS_1


Wileen sangat bingung, disisi lain pernikahanya dengan tunanganya tinggal seminggu lagi. Haruskan dia kabur dan mencari Albern saja? Dia tidak ingin menikah dengan pria lain.


Bukan hanya itu saja, hampir setiap hari Wileen pergi ke lokasi kejadian berharap Albern telah ditemukan. Ini sangat aneh, kemana jasad ketiga korban kecelakaan pesawat itu.


Wileen hampir saja putus asa. Apakah kali ini Albern benar benar tidak akan kembali. Wileen bingung harus kemana lagi mencari Albern. Dia masih bernyawa namun jiwanya perlahan lahan mati karena terbawa bersama kenangan Albern.


Hidup tapi jiwanya mati, begitulah yang dialami Wileen saat ini.


"Al, sampai kapan kamu akan bersembunyi seperti ini? Aku sudah tidak sanggup lagi, kembalilah aku menunggu kepulanganmu, Al. Aku merindukanmu, apakah kamu merasakan yang aku rasakan?" Wileen terisak di atas ranjang.


"Kembalilah, Al! Hukum aku dengan hukuman lain asal kamu berada di sisiku. Aku sudah tidak sanggup lagi, kembalilah, kumohon."


"Wileen, sayang!!" suara Albern terdengar. Ternyata hanyalah halusinasi Wileen sesaat. Dia begitu terpukul sehingga sulit menerima kenyataaan.


Wileen melihat bayangan Albern tersenyum ke arahnya. Wileen segera berhambur ke dalam pelukannya. Namun bukan tubuh Albern yang dia peluk melainkan tubuhnya sendiri.


Wileen berteriak memanggil Albern. Dia mencari sosok yang tiba tiba hilang dari pandangannya. Teriakan Wileen mengundang kedua orang tuanya dan menghampiri Wileen. Beberapa detik kemudian dia sadar bahwa dia baru saja berhalusinasi.


"Albern!!" teriak Wileen histeris ketika akalnya tidak mampu menolong hatinya yang terluka. Orang tua mana yang tidak sedih melihat putrinya serapuh ini. Hingga mereka tidak tahu lagi cara apa agar putrinya bisa bersikap tenang."


"Sayang, tenangkan dirimu, nak!!" ucap mamanya.


"Ma, aku ingin bertemu Albern. Barusan dia ada di sini, tapi kemana dia pergi? Tadi aku melihatnya ada di sini," ucap Wileen masih meneruskan pencarian Albern di penjuru rumahnya.

__ADS_1


Ibu dan ayahnya mengikuti Wileen dari belakang. Selalu itu yang Wileen ucap setiap berhadapan dengan kedua orang tuanya.


Melihat Wileen yang menjadi seperti sekarang ini sangatlah miris. Wileen berteriak kembali, memanggil manggil nama Albern. Bahkan dia sudah seperti orang yang kurang waras. Akal sehatnya hilang karena batinya yang terguncang.


Handoko menyuruh putri sulungnya mengambilkan suntikan penenang untuk Wileen. Hanya itu cara agar Wileen bisa tenang. Di sisi lain Wileen harus memperbanyak waktu istirahatnya.


Beberapa detik kemudian setelah Handoko menyuntikan obat penenang, Wileen tertidur. Mamanya menangis, tidak kuat melihat kondisi putri bungsunya saat ini. Keceriaan di wajah Wileen telah hilang. Semangatnya seperti hari hari sebelumnya pun juga telah hilang.


"Kalau terus terusan seperti ini akan membahayakan jiwa putri kita, pa!!" terlihat wajah penuh kecemasan pada mamanya. Segala upaya telah mereka lakukan agar putrinya bisa tenang.


Keluarganya menutup rapat kondisi Wileen saat ini. Jika media tahu, maka public akan menilainya gila. Padahal jiwanya hanya sedikit terguncang oleh kejadian yang dialami Albern. Mungkin jika jasad Albern telah ditemukan, Wileen tidak akan separah ini.


Di belahan bumi lain, Sain yang kini menetap di jerman tertawa setelah melihat berita di internet. Melihat rivalnya termasuk dalam korban kecelakaan pesawat dan belum ditemukan jasadnya hingga saat ini membuat Sain merasa puas.


Tanpa susah payah tanganya mencelakai Albern, kini rivalnya telah musnah sendiri. Tapi Sain tidak puas sebelum melihat jasad Albern dengan mata kepalanya sendiri. Sain mengerahkan orang orangnya yang ahli dalam pelacakan untuk mencari jasad Albern.


Tidak perlu lama, salah satu dari orang suruhannya mengabari jasad Albern telah ditemukan. Namun mereka kalah cepat dengan seseorang yang kini membawa jasad Albern. 


Semua ucapan kotor keluar dari bibir Sain. Siapakah yang telah lebih dulu membawa Albern pergi. Bahkan anak buahnya yang terkenal ahli dalam pelacakan tidak tahu Albern sudah mati atau masih hidup.


Sain sudah tidak terobsesi dengan Wileen lagi. Dia hanya ingin balas dendam karena Albern dan Wileen, kini dia tidak bisa kembali lagi ke negara asal. Tentu saja karena Sain saat ini menjadi buronan polisi. Dia kabur di saat video pelecehan terhadap Wileen telah tersebar. Mana mungkin Sain kembali ke Indonesia, sama saja dia menyerahkan diri.


"Cari tahu siapa orang yang telah membawa lelaki sialan itu!!" teriak Sain memerintah.

__ADS_1


Dia tidak akan membiarkan Albern selamat begitu saja. Dia tidak bisa memiliki Wileen, maka Albern pun juga tidak boleh memilikinya.


__ADS_2