Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Kecelakaan pesawat


__ADS_3

Siang ini Wileen melamun mengingat percakapanya kemarin sebelum Albern berangkat ke los angeles. Sampai saat ini belum ada kabar darinya yang membuat Wileen cemas.


Flash back on


"Apa kamu harus berangkat kesana sendirian? Kenapa kamu tidak mengajakku?" tanyanya sambil kedua tangannya menangkup wajah tampan Albern. Albern menggeleng dan menjelaskan dia pergi ke los angeles untuk perjalanan bisnis. Lain kali dia pasti mengajak Wileen untuk berlibur kesana berdua.


"Aku hanya tidak ingin jauh darimu, Al!!" Wileen bersuara pelan sambil jari telunjuknya mentoel toel dada bidang Albern dengan sangat manja. Albern tersenyum, dia sangat menyukai sikap manja Wileen.


"Aku pergi hanya sementara dan untuk kembali, sayang. Aku pergi hanya sebentar saja, kamu mau aku bawakan oleh oleh apa dari saya, hem?" Albern memberikan pengertian kepada Wileen entah untuk keberapa kalinya. Wileen menggeleng ketika Albern menanyakan perihal oleh oleh pada Wileen.


"Aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin kamu berjanji kembali untukku!!" ucapnya. Albern langsung memeluk serta mencium kening Wileen penuh sayang. Wanitanya semakin menggemaskan dan membuat Albern susah untuk meninggalkannya.


Albern mengecup bibir Wileen. "Aku berjanji akan kembali untukmu Wileen. Kamu adalah alasanku untuk kembali, karena kamu adalah rumahku untuk pulang. Tidak peduli seberapa lama aku di sana, aku pasti kembali untukmu, percayalah."


"Baiklah, aku pegang janjimu!!" ucap Wileen di angguki Albern.


Flash back off


Wanita itu masih melamunkan Albern. Jari tanganya mengetuk mengetuk layar ponselnya. Berharap ponselnya berbunyi telpon dari Albern. Hingga pulang kerja pun masih belum ada kabar dari Albern.


Bahkan Wileen sampai menghubungi teman teman Albern dan tiada satupun yang tahu kabar Albern. Siapa yang tidak cemas jika orang yang sangat berarti baginya tidak ada kabar sama sekali. Setidaknya ada kabar bahwa dia telah tiba dan membuat Wileen lebih tenang.

__ADS_1


Wileen baru saja masuk ke dalam rumahnya dan menyapa orang tua serta kakaknya. Tiba tiba ponselnya berdering ada nomor asing yang sedang menghubunginya. Awalnya Wileen ragu untuk mengangkat, namun setelah teringat Albern, dia langsung mengangkatnya.


"Ya, dengan siapa ini?"


"P-puri sepupunya kak Albern, kak!!" ucap Puri gugup. Yang menghubungi Wileen adalah Puri sepupu Albern.


"Hai, Puri! Apa kabar kamu?'' tanya Wileen rumah. Puri menjawab kabarnya tidak baik baik saja. Puri langsung memberi kabar pada Wileen bahwa pesawat yang ditumpangi Albern mengalami kecelakaan. Awalnya Wileen tertawa karena mengira ucapan Puri hanya lelucon. Dia pernah mendengar cerita tentang Puri dari Albern, bahwa sepupunya ini memang suka usil.


"Hik hik, kak Wil, Puri gak bercanda kak. Puri serius kak, barusan ada orang yang mengabari di rumah tante Nachi," ucap Puri sambil menangis. Ponsel di tangan Wileen langsung terjatuh bersamaan dengan pemiliknya. Sontak orang tua serta kakak Wileen berteriak kaget melihat Wileen mendadak pingsan.


Handoko langsung menggendong Wileen menuju sofa. Kakaknya mengolesi minyak angin di perut, kaki serta hidung Wileen. Beberapa detik kemudian Wileen pun sadar dan langsung berteriak nama Albern. Membuat seisi rumah terkejut serta bertanya tanya.


"Ada apa, nak?" tanya mamanya Wileen.


Wanita itu nampak syok. Pantas saja dia gundah sedari kemarin. Mama, Papa dan Kakaknya Wileen prihatin dengan Wileen saat ini.


Wileen serta semua keluarganya menoleh pada acara televisi yang sebelumnya adalah acara sepak bola berubah menjadi berita. Wileen langsung berlari mendekat, tubuhnya mendadak tegang, bola matanya memerah setelah melihat berita yang disiarkan di televisi. Wileen menggeleng, tiba tiba dadanya terasa sesak.


"Tidak! Ini tidak mungkin," Wileen menggelengkan kepalanya berkali kali. "Tidak mungkin, ini tidak benar, berita ini hoax, tidak mungkin," Wileen berteriak histeris.


"Tenang Wileen, ini belum tentu Albern, kamu tenang dulu ya!!" bujuk kakaknya.

__ADS_1


Sania berkunjung ke rumah Wileen. Di ambang pintu dia mendengar teriakan histeris sahabatnya. Sania langsung berlari menghampiri Wileen yang sedang menangis tak berdaya.


"Apa yang terjadi, Wil? lo kenapa, Wil?" tanya Sania yang panik melihat Wileen yang terlihat kacau. Kedua orang tuanya pun panik, apalagi kakaknya juga. Mamanya Wileen melihat anaknya demikian merasa tidak tega. Semua berharap Albern baik baik saja dan tidak termasuk dalam korban kecelakaan pesawat yang disiarkan di televisi.


Sania melihat data data korban kecelakaan pesawat yang telah ditemukan. 80% tidak ada yang terselamatkan sedangkan 20% belum ditemukan. 


"San, bantu gue mencari Albern! Gue gak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya, San. Gue mau mati saja dika Albern tidak selamat dari kecelakaan pesawat itu, San," teriak Wileen histeris.


"Lo tenang dulu, Wil! Belum tentu Albern ada di antara mereka. Atau kita cari tahu langsung ke lokasi kejadian. Kita lihat langsung siapa saja korban korbanya," bujuk Sania, Wileen mengangguk dan tak lama kemudian dia pingsan.


Tubuh Wileen semakin melemah, sehingga mau tidak mau keluarganya membawa Wileen ke rumah sakit. Wileen tampak sangat syok, takutnya akan semakin membahayakan jika tidak segera dilarikan ke rumah sakit.


Panik tentu saja semua keluarga serta temanya panik. Bukan hanya mereka saja, keluarga Albern lebih parah lagi. Mama nechi tidak sadarkan diri setelah melihat berita kecelakaan pesawat yang beredar di berbagai media. Apa lagi mama Nechi tahu putranya naik pesawat apa dan waktu keberangkatannya pun sama dengan pesawat yang saat ini mengalami kecelakaan.


Siapa yang bisa selamat dari kecelakaan pesawat yang jatuh dari ketinggian. Bahkan korban yang ditemukan saja telah tercatat 80% meninggal dan 20% belum ditemukan. Jika 80% yang telah di temukan saja nyawanya tidak bisa tertolong, apa lagi yang 20%.


Wileen dan Mama Nechilah di sini yang paling syok dengan berita kecelakaan pesawat ini. Sedangkan keluarga masing masing semua panik dan berharap Albern baik baik saja.


Bahkan para sahabat Albern berkumpul semua. Mereka akan datang ke lokasi kejadian hanya untuk mencari tahu tentang Albern. Semua orang terpukul bukan hanya keluarga Wileen, keluarga Albern dan sahabat sahabat Albern. Namun semua keluarga korban dari 80% orang yang meninggal dalam kecelakaan pesawat itupun sedang berduka.


Apakah ada keajaiban untuk Albern hidup? kemungkinannya sangat kecil. Tetapi semua keluarga dan sahabat sahabatnya tidak berhenti mendoakannya. 

__ADS_1


Wileen kini di rawat di sebuah kamar rawat di rumah sakit. Tubuhnya sangat ngedrop, hatinya terpukul. Takutnya akan mengarah ke mental Wileen, tetapi dokter akan mengusahakan yang terbaik untuk Wileen.


__ADS_2