Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Kepergok Fans


__ADS_3

"Wil, coba elo lihat berita di televisi sekarang, buruan!!" ucap Sania menelphone Willen.


"Emang ada apa sih? Apa menariknya, gue sedang sibuk."


"Cepetan lihat, kalau elo gak lihat, elo bakalan menyesal satu abat."


"Dih, apa sih maksud lo, San?" Wileen menyalakan televisi sesuai permintaan Sania. Matanya langsung membola ketika melihat sosok yang membuatnya kesal berada di sebuah acara televisi.


Pembisnis muda, putra satu satunya sekaligus pewaris Adhelard Group, yaitu Albern Adhelard. Albern terlihat sangat gagah mengenakan kemeja putih di balut jas hitamnya. Wajahnya yang tampan semakin memancarkan aura ketampananya.


Seorang perempuan cantik dan juga sexy tiba tiba menghampiri Albern dan mengucapkan selamat. Perempuan itu memeluk Albern lalu mencium pipi kanan dan pipi kiri Albern. Hal itu membuat Wileen cemburu, dan memaki maki Albern.


Wileen langsung mematikan televisinya, dia begitu sangat kesal sekaligus penasaran dengan sosok wanita tadi. Meskipun dia merasa sebelumnya pernah melihat wanita tadi. Tetapi di mana dan kapan, itulah yang saat ini sedang di ingat ingatnya.


"Hah, dia kan mantan pacarnya Albern dulu, jadi apakah mereka berdua balikan?"


Ponsel Wileen langsung bergetar, ada panggilan masuk dari Sania. Sania menelpon dan membahas wanita yang memeluk dan mencium Albern. Wileen pun mengatakan kepada Sania, wanita itu adalah mantan kekasih Albern sewaktu SMA dulu.


"Elo cemburu, Wil? gue denger suara elo kayak menahan kekesalan."


"Cih, ngapain gue cemburu sama dia? tunangan gue lebih ganteng, baik dan lebih segala galanya di banding Albern," jawabnya, padahal Wileen sendiri belum pernah bertemu ataupun sekedar vidio call dengan tunanganya.


"Syukurlah kalau elo tidak cemburu, gue takutnya elo langsung membatalkan pernikahan elo dengan tunangan elo karena Albern," goda Sania membuat Wileen bertambah ragu untuk meneruskan pertunanganya ini.


Dia sadar dia mencintai Albern, namun setelah melihat mantan pacar Albern memeluk bahkan mencium Albern, Wileen juga menjadi ragu untuk jujur akan hatinya.


Dalam hati bertanya tanya, apakah Albern juga menaruh hati yang sama sepertinya. Wileen juga teringat kejadian tempo hari, ketika Albern masih menjadi Alex. Mereka berdua berciuman, sontak Wileen yang mengingatnyapun meraba bibirnya.


Apa arti ciuman itu, apa Albern juga mencintainya atau sekedar khilaf. Wileen menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Hatinya gundah, antara cemburu menyaksikan pertemuan Albern dengan mantanya dan juga gundah akan pertunanganya.

__ADS_1


Pintu kamar Wileen di ketuk dari luar, Mamanya memanggil manggil namanya membuat Wileen keluar. Di lihatnya Mama dan Papanya bahkan Kakaknya sudah berpakaian rapi.


"Kalian mau kemana? Tumben rapi!!" tanyanya.


"Kamu cepatan ganti baju, jangan lupa dandan yang cantik. Kita akan makan malam bersama keluarga Albern, Wil," ucap Handoko.


"Kok mendadak, sih? Wileen enggak usah ikut deh."


Papanya tidak menerima penolakan, akhirnya dengan sangat terburu buru, Wileen segera berbenah diri.


Dengan balutan dress selutut tanpa lengan yang berwarna soft pink dan lipstin nude yang membuat tampilan Wileen semakin cantik dan fresh. Kini Wileen sekeluarga menghadiri jamuan makan malam di sebuah restaurant mewah bersama Albern sekeluarga.


Ketika mereka telah sampai, mata Albern menatap penampilan Wileen yang sangat cantik. Namun satu yang membuat Albern tidak menyukai penampilan Wileen. Bahu Wileen yang putih mulus terekspos dan menjadi tontonan semua lelaki yang melihatnya.


Albern segera melepas jasnya kemudia berjalan menghampiri Wileen. Lalu Albern menutupi punggung Wileen menggunakan jasnya. Sontak Wileen yang tidak mengetahui kehadiran Albern pun terkejut.


"Elo mau pamer punggung dan di lihat banyak lelaki di sini?" bisik Albern, Wileen langsung melihat di sekitarnya memang benar ucapan Albern barusan. Dia menjadi pusat pemandangan bagi para lelaki yang melihatnya.


"Lepasin, Al! Elo mau mancing gosip yang enggak enggak jika para wartawan melihat ini," ucapnya menunjuk genggaman tangan Albern.


Albern diam saja tidak merespon, namun setelah berada di dalam dia baru menjawab ucapan Wileen barusan. "Gue tidak peduli gosip di luaran sana, enggak ngaruh banget bagi gue," ucapnya.


"Termasuk berita tadi sore?" timpal Wileen.


Albern tidak mengerti maksud ucapan Wileen, Wileen yang melihat ekspresi Albern pun mengatakan perihat berita yang menampilkan Albern dengan mantanya tadi.


Bukanya kaget atau apa, Albern malah tersenyum. Entah apa arti senyuman Albern itu, Wileen yang menjadi bingung sendiri.


"Kenapa? Apa elo cemburu?" tanyanya menatap Wileen. Wileen yang di tatap tentu saja merasa gugup dan salah tingkah. Bohong jika dia menjawab tidak, karena memang dia sedang cemburu.

__ADS_1


"Cih, cemburu sama elo? Kurang kerja'an!!" ucapnya lalu melangkah lebih dulu menghampiri keluarganya.


Sedangkan Albern mengulum senyum dan mengikuti Wileen. Keluarga mereka yang melihat kedatangan Wileen dan juga Albern pun menyuruh mereka duduk. Kebetulan dua kursi kosong sengaja mereka sediakan agar Wileen dan Albern duduk berdampingan.


Albern lagi lagi mengulum senyum, berbeda dengan Wileen yang mati matian mengontrol degup jantungnya. Keluarga mereka pun mencuri pandang melihat ekspresi menggemaskan Albern dan Wileen. Bahkan kakanya Wileen diam diam mengabadikan ekspresi lucu mereka berdua lewat ponselnya.


"Aduh aduh, kalian ini kalau enggak kayak tom and jerry ya kayak pengantin baru," goda kakaknya Wileen. Wileen tidak mampu menimpali ucapan kakaknya, karena ada keluarga Albern di antara mereka. Tentu saja harus jaga image, beda kalau di rumah, pasti sudah habis kakaknya di omelin Wileen.


"Wileen kamu bagaimana kabarnya, nak? Tante lihat kamu semakin suxes menjadi penulis!!" ucap Nachi Mamanya Albern.


"Alhamdulillah baik Tante, tante juga bagaimana kabarnya."


"Tante juga baik, nak!! Sudah lama kamu tidak main ke rumah tante. Sering sering main ke rumah tante, nak."


Wileen mengangguk lalu melirik Albern yang juga sedang meliriknya. Pandangan mereka bertemu, lalu mereka segera memalingkan muka.


Mereka kembali seperti saat saat sekolah dulu. Jika dekat sok jual mahal, jika jauh mereka saling mencari dan merindukan. Benar benar pasangan yang sangat menggemaskan.


"Ma...Pa, kalian pulang duluan! Kami ingin nonton bioskop dulu setelah ini," ucap Albern, sontak Wileen menoleh dan menunjuk dirinya sendiri.


Wileen ingin menolak, namun keluarganya memaksanya. Bahkan Wileen sempat bertanya tanya, kenapa keluarganya mendukungnya main berdua dengan Albern. Apakah jika tunanganya mendengar hal itu tidak akan menjadi masalah?"


Masih terhanyut dalam fikiranya, hingga dia tidak sadar saat ini dirinya dan Albern sudah berada di antrian beli tiket.


Albern menyentil kening Wileen yang masih saja melamun. Membuat Wileen mengaduh lalu menginjak kaki Albern. Albern melotot dan membuat Wileen menahan tawanya.


"Kak Wileen!!" teriak para fans Wileen yang ternyata ada di sana juga. Mereka menghampiri Wileen untuk berfoto bersama. Namun fokus mereka teralihkan pada sosok tampan yang menggenggam tangan Wileen.


Sadar mereka berdua menjadi bahan bisikan orang, Albern langsung mengajak Wileen masuk ke studio. Sedangkan para fansnya berbisik tentang Albern, Wileen dan juga Sain.

__ADS_1


Mereka membicarakan sosok pria yang menyelamatkan Wileen dari percobaan pemerkosaan tempo hari. Pria itu adalah pria yg menggenggam tangan Wileen tadi.


"Oh my god, berarti itu artinya apakah mereka berdua pacaran, guy" tanya salah satu di antara mereka. Seketika dunia maya heboh dengan beredarnya photo candid Wileen dan Albern yang sedang berpegangan tangan.


__ADS_2