Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Pesta


__ADS_3

Setelah menjalankan tugasnya, Wileen buru-buru keluar meninggalkan apartement Albern. Jantungnya berdegub tidak karuan dan hatinya mulai goyah. Tidak bisa di pungkiri bahwa dia memang mencintai Albern juga. Namun Wileen selalu merasa berdosa ketika melihat cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Tuhan, kenapa kau beri aku jalan yang sulit, jika jodohmu telah engkau tulis di "Lauhul Mahfudz", dan jika memang tunanganku adalah jodoh darimu, maka hilangkanlah perasaan ini untuk Albern."


Wileen belum benar benar meninggalkan alpartement Albern. Tubuhnya masih bersandar di balik pintu apartement.


Albern yang keluar hendak mengejar Wileen di buat kaget. Ternyata wanita yang dia cari masih berada di depan pintu apartemenya.


"Elo ngapain duduk di depan pintu?" tegur Albern, membuat Wileen kaget.


Wileen buru buru berdiri, bodohnya dia masih di sini tidak segera pergi. Ingin alasan apa lagi jika sudah Albern yang menangkap basah dia.


"Tugas elo belum selesai! Nanti malam elo temanin gue ke acara anniversary pernikahan kolega bokap gue."


"Hah, kenapa harus gue? Kenapa elo tidak mengajak sepupu atau Lily?"


"Hmmm, bahas Lily lagi Lily lagi! Gue ingin pergi dengan lo. Jadi gue tidak menerima alasan apapun karena gue tahu hari ini elo tidak ada jadwal kemanapun. Namti sore, gue akan ke kantor lo dan jemput lo. Janga lupa dandan yang cantik tetapi natural saja," ucap Albern tersenyum memperhatikan ekspresi kesal Wileen.


"Gue tidak punya gaun pesta! Semua gaun gue sudah pernah gue pakai, malu jika mengenakan gaun yang sama," alasanya.


"Sudah gue persiapkan! Tugas lo hanya persiapkan diri lo saja. Sekarang gue antar lo ke kantor dan tidak ada penolakan."


Wileen tidak bisa berkutik jika Albern dalam mode tidak ingin di tolak, dalam arti apa maunya harus di terima.


Gagal sudah Wileen mencoba menghindari Albern, yang di hindari tetap saja mempunyai banyak ide agar tetap bersama. Apa lagi pilihan lain selain menuruti kemauan Albern.


Dan seperti ucapan Albern tadi, sore ini Albern benar benar menjemput Wileen di kantornya. Tadi sebelumnya dia juga sudah izin kepada kedua orang tua Wileen dan mereka mengizinkan.

__ADS_1


Albern turun dari mobil, dia sengaja belum siap siap karena dia tahu wanita pasti dandanya lama. Sehabis menjemput Wileen dia akan membawanya ke sebuah salon yang akan merias penampilan Wileen nantinya.


Kakinya melangkah menuju lift, pintu lift terbuka dan ternyata Wileen sudah berada di dalamnya.


"Kebetulan sekali, jadi gue tidak perlu nyamperin elo ke atas. Kita langsung saja ke salon, mereka akan memperbaiki dandanan lo," ucap Albern membuat Wileen ingin protes.


"Memangnya kenapa dandanan gue? Gue jelek atau apa?" protesnya.


"Ya, elo jelek!!" ucap Albern mengulum senyumnya, Wileen mendadak meradang mendengar ucapan Albern. Kata jelek yang keluar dari mulut Albern justru kebalikanya. Wileen adalah wanita tercantik baginya dari dulu hingga sekarang.


Albern memandang gemas melihat wajah Wileen yang di penuhi kekesalan. Tanganya meraih tangan Wileen, lalu mengajaknya menju mobil yang terparkir di depan kantor.


Pintu mobil di buka, Albern mempersilahkan Wileen masuk dengan kata kata manisnya. Sontak wajah kesal Wileen langsung berubah menjadi berseri seri.


"Silahkan masuk kesayangan yang paling cantik!!"


Mobilpun di jalankan menuju salon yang akan mereka datangi. Ternyata salon yang dia maksud terletak tidak jauh dari ka tor Wileen. Kurang lebih berjarak setengah kilo dari kantor Wileen.


Mereka memasuki salon dan langsung di sambut hangat oleh pemilik salon. Perias yang akan merias Wileen datang dan mengajaknya ke ruang make up.


Di sana ternyata sudah tersedia gaun pesta yang telah di siapkan Albern. Wileen segera mengambil gaunyang telah di siapkan lalu memakainya. Gaun hitam yang sangat cantik, melekat di tubuhnya yang ideal.


"Mbak Wileen cantik banget, gaun ini sangat cocok mbak pakai. Akan lebih sempurna jika di tambah riasan tipis ala eike. Ayuk ikut eike ke meja rias, eike sulap you menjadi ratu cantik malam ini," ucap perias waria mengajak Wileen menuju meja rias.


Perias itu mencepol ke atas rambut Wileen, dengan hiasan rambut yang akan mempercantik penampilanya. Dia perlahan menyapukan bedak tipis kemudian riasan riasan yang lain seperti lipstin nude yang menambah kecantikanya.


"Oh my god! You sangat cantik, Wileen. Penampilan you sungguh sangat sempurna malam ini. Silahkan keluar, makeupnya sudah selesai dan tunjukan pada tuan Albern, pasti dia akan terpesona melihat you.

__ADS_1


Wileen melihat penampilanya dari pantulan cermin. Gaun hitam yang melekat sempurna di tubuhnya membuat Wileen terlihat sangat cantik. Bahkan dia sendiri tidak percaya kalau itu adalah dia.


Dia berjalan keluar, memperlihatkan penampilanya kepada Albern. Mereka keluar bersamaan dari ruangan yang berbeda. Pandangan mereka saling bertemu dan mengagumi penampilan satu sama lain.


Albern terpesona dengan penampilan Wileen malam hari ini. Wileen terlihat sangat anggun dan cantik. Ingin rasanya Albern segera menikahinya agar Wileen seutuhnya bisa dia miliki.


Begitupun Wileen memandang Albern dari ujung kaki hingga ujung kepala. Kemeja hitam di padu celana hitam dan sepatu hitam. Semuanya serba hitam, membuat penampilan Albern bertambah tampan. Tunggu dulu, ternyata masih ada tuxedo warna hitam yang dia pegang.


Mata keduanya saling mengagumi, Wileen mendekati Albern dengan langkah anggunya. Albern mengulurkan tanganya menyambut Wileen.


"So sweet banget kalian berdua, sangat serasi bagaikan prince and princess," ucap perias setengah lelaki setengah wanita itu.


Wileen dan Albern tersipu, Albern mengajak Wileen untuk berangkat sekarang juga. Albern memegang tangan Wileen, membimbingnya masuk ke dalam mobilnya. Butuh waktu sepuluh menit untuk tiba ke lokasi pesta.


Mobil berhenti di sebuah hotel mewah tempat di adakanya pesta dari kolega bisnis Papanya Albern. Albern turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Wileen.


Ketika Albern mengajak Wileen masuk ke dalam, tiba tiba langkahnya terhenti. Dia sangat gugup, ini bukan kali pertama dia menghadiri pesta. Entah kenapa Wileen sangat gugup.


"Al, gue gugup! Gue tidak mengenal orang orang di dalam sana. Apa gue tunggu di mobil? Elo sendiri yang masuk ke dalam?" ucap Wileen tiba tiba kepercayaan dirinya menurun.


Untung saja ada Albern yang berjanji tidak akan jauh jauh darinya. Albern menggenggam tangan Wileen yang sangat dingin. Bibirnya berbisik tepat di telinga Wileen.


"Tenanglah, ada gue di sini!" ucap Albern meyakinkan. Merekapun melangkah memasuki lokasi pesta. Banyak tamu undangan yang menatap kagum pada Wileen dan Albern. Mereka nampak serasi dengan pakaian yang senada.


Apa lagi para lelaki memandang Wileen penuh mendamba. Begitupun para wanita memandang Albern seolah ingin memilikinya.


"Hai, Al!!" sapa sosok perempuan cantik bergaun merah. Panggilan itu membuat Albern dan Wileen menoleh pada sumber suara secara bersama'an. Tatapan tidak suka nampak jelas terlihat di mata Wileen pada sosok perempuan itu. Perempuan itu tidak lain adalah Lily, mantan kekasih Albern.

__ADS_1


__ADS_2