Jodohku Selamanya

Jodohku Selamanya
Cemburu part 2


__ADS_3

Wileen melamun, saat ini dia berada di dalam pesawat menuju jepang. Dia masih terngiang ngiang ucapan Albern seminggu yang lalu. Kini dia berada di posisi yang sangat sulit baginya. Ternyata menghindar dari Albern sama saja rasanya dengan di dekat Albern. Jauh dari Albern membuatnya merindukan sosoknya. Dekat dengan Albern namun hatinya selalu terluka.


Perjalanan dari Jakarta ke Jepang sekitar tujuh jam lamanya. Kurang lima menit lagi pesawat akan arrived.


Tidak lama kemudian Wileen pun telah tiba di jepang. Sepupunya Akio menjemputnya dan menunggunya di area penjemputan.


"Wileen, gue di sini!!" teriak Akio memanggil Wileen.


"Kio!!" Wileen pun ikut berteriak memanggil sepupunya.


Akio adalah sepupu Wileen yang blasteran Indonesia Jepang. Dia adalah sosok pria yang umurnya di bawah umur Wileen. Umurnya sebenarnya masih muda, karena dia tinggi jadi terlihat dewasa.


"Kio, gue kangen banget sama ello! Ello apa kabar, Io?" ucap Wileen memeluk Akio dan Akio pun membalasnya.


Setelah melepas kangen dengan berpelukan, kini mereka sudah berada di dalam mobil. Selama Wileen berada di Jepang, dia akan menginap di rumah tantenya yaitu Mamanya Akio.


Di dalam mobil, Akio memutar musik "Westlife", grup boyband jaman dulu yang lagu lagunya menjadi lagu terfavorit Akio. Musik Pun berputar, membuat Wileen meresapi makna dari setiap liriknya. Lagi lagi bayangan Albern melintas di dalam pikirannya. Wileen melamun, hingga Akio berkali kali memanggilnya pun tidak di respon.


"Lo kenapa Wil?" Tanya Akio menatap Wileen dengan serius.


"Eh, Gue hanya teringat seseorang yang bikin gue kesel," ucap Wileen sambil menghembuskan nafasnya.


"Siapa tuh? Boleh bagi bagi cerita dikit sama gue?" ucap Akio menepuk bahu Wileen.


Lagi lagi Wileen menghembuskan nafas pelan kemudian menjawab ucapan Akio. "Saat ini gue belum bisa cerita, yang jelas gue jauh jauh datang ke Jepang hanya untuk bersenang senang supaya gue lupa dengan dia".


Akio mengangguk, tanpa Wileen cerita ke dia, dia sudah bisa menebak. Pasti yang membuat kesal sepupunya saat ini adalah manusia berjenis kelamin laki laki.

__ADS_1


Akio juga tidak memaksa Wileen agar bercerita kepadanya. Dia malahan akan mencoba menghibur sepupunya ini dan mengajaknya keliling Jepang.


Lain halnya dengan Albern, lelaki ini saat ini sedang melamun. Dia tadi sudah mencoba mengejar Wileen di bandara. Namun percuma saja karena pesawat yang di tumpangi Wileen sudah take off.


Di sela sela acara melamun, Albern teringat temanya Dion saat ini juga berada di Jepang. Tepatnya kemarin dia berangkat ke Jepang untuk berlibur.


Albern akan meminta bantuan kepada Dion untuk mencari tahu tentang Wileen. Ingin rasanya dia menyusul ke Jepang saat ini juga. Tetapi besok dia harus meeting dengan klien yang sangat penting.Oleh karena itu meminta bantuan Dion sepertinya cara yang lebih tepat.


Seperti saat ini Albern menelpon Dion yang sedang berada di kamar hotel yang ditempati. Teman nya itu mengomeli Albern karena merusak acara liburnya.


"Woy, gue ke Jepang untuk holiday, bukan menjadi mata mata atau bodyguard Wileen," ucap Dion di seberang telpon.


"Please, kali ini saja soalnya gue juga dalam posisi yang sangat penting. Nanti gue biayain elo mau berlibur kemanapun. Tetapi untuk kali ini saja, tolong cari tahu keberadaan Wileen. Soalnya dia tidak mengatakan kepada keluarganya tempat dia tinggal.


"Oke deh, akan gue cari tahu tetapi awas elo bohong," ucap Dion tergeliur dengan iming iming Albern. Maka dia menyetujui tawaran Albern kepadanya.


Si Silvi sekretarisnya yang berpakaian sexy kemarin, kini telah benar benar merubah gaya pakaian nya. Dia memakai celana panjang dilengkapi blazer yang membuat orang orang tidak mengenalinya.


"Permisi pak, ini berkas berkas yang harus pak Albern tanda tangani,"


"Ternyata kamu cukup penurut juga, ya?" pujinya dan membual Silvi tersipu.


"Pak Albern bisa saja! Malahan saya tadi mau pakai gamis sekalian pak, biar tertutup semuanya."


"Ide yang bagus, sekalian bungkus semua biar seperti lontong," timpal Albern sambil menandatangani berkas berkas yang diberi oleh Silvi.


Berkas pun telah ditandatanganinya semua, Silvi beranjak pergi namun ditahan Albern dengan panggilannya.

__ADS_1


Silvi menoleh dan bertanya, ada apa bosnya memanggilnya. Bahkan Silvi sudah berbalik kembali menghampiri Albern.


"Siapkan tiket ke Jepang besok, selesai Meeting saya akan ke Jepang," perintah Albern dan langsung dikerjakan oleh si Silvi.


Albern tersenyum senang, besok dia akan langsung berangkat ke Jepang menyusul Wileen. Pastinya setelah meetingnya dengan klien selesai


Dia sudah tidak sabar bertemu Wileen, meskipun dia harus menunggu kabar dari Dion baru Albern bisa tahu di mana Wileen saat ini tinggal.


Tanganya memain mainkan bolpoin, bebernya melengkung ke atas yang tampak begitu manis. Begitu saja Albern sudah tersenyum manis, apalagi jika Dion telah menemukan keberadaan Albern.


Dia menyalakan layar ponselnya, dipandanginya wajah cantik Wileen yang memenuhi galerinya. 


"Jangan marah lagi, sayang! Semoga Dion bisa menemukan keberadaanmu di sana."


Di belahan bumi lain, Wileen dan Akio telah sampai di bawah apartemen Akio. Apartemen yang cukup besar yang biasanya hanya ditempati oleh orang orang elit saja.


Ketika Wileen turun dari mobil, Dion yang juga lewat jalan di sana pun melihat Wileen. Secepatnya Dion mengambil photo candid Wileen yang berjalan beriringan dengan seorang pria asing. Tanpa menunggu lama, Dion langsung mengirim foto itu kepada Albern. Dengan sedikit bumbu bumbu pemanasan yang akan membuat sahabatnya cemburu.


Albern yang masih memandangi photo Wileen di galeri nya pun menerima pesan masuk dari Dion.Secepatnya dia membuka, ternyata photo yang dikirim Dion mampu membuat wajah Albern berubah memerah semerah tomat.


"Al, menghindari elo ternyata dia sudah punya yang baru. Made in Jepang, ganteng banget dia Al, tinggi, putih, matanya sipit, hidung mancung, astaga Al, sabar ya, tabahkanlah hatimu karena ini ujian cinta elo," pesan whatsapp Dion yang memanas manasi Albern.


Tangan Albern mengepal, wajahnya memerah seolah sedang ingin memakan orang saat ini juga. Albern langsung berteriak memanggil Silvi, dia meminta Silvi mencarikanya tiket ke Jepang saat ini juga.


Silvi masuk ke ruangan Albern dengan sangat tergesa gesa. Dia heran sekaligus takut melihat ekspresi bosnya jauh berbeda dengan biasanya.


Silvi pun dengan sangat gugup berkata, bahwa jadwal pemberangkatan menuju Jepang saat ini sedang habis. Jadi mau tidak mau Albern bisa berangkat ke Jepang besok.

__ADS_1


Albern menyuruh Silvi keluar, kepalanya pusing setelah melihat photo photo Wileen bersama seorang pria barusan. Dia akan mencari tahu siapa pria itu. Dia tidak akan membiarkan tunangan nya direbut pria lain.


__ADS_2